• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTHIV - Repository Unpak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MOTHIV - Repository Unpak"

Copied!
206
0
0

Teks penuh

Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia terdapat beberapa komponen keterampilan berbahasa, yaitu: keterampilan mendengarkan, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan menulis. Pencapaian hasil yang kurang maksimal dalam pembelajaran keterampilan menulis terjadi pada siswa SMPN 2 Leuwisadeng dan SMP PUI Annuriyah Kabupaten Bogor, keterampilan menulis siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia masih rendah.

Pengertian Model Pembelajaran

Joyce dalam Trianto menyatakan “model pembelajaran adalah suatu rencana yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran di kelas”.6 Model pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau tutorial, demikianlah pembelajaran. Model pada dasarnya adalah suatu bentuk pembelajaran yang digambarkan dari awal sampai akhir, biasanya disajikan oleh guru. Berdasarkan beberapa pernyataan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah suatu pola atau tahapan yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk menghasilkan perubahan pada diri siswa sebagai akibat dari suatu proses kegiatan belajar mengajar.

Hakikat Modelling The Way

Metode Way Modeling merupakan metode pengajaran yang dikembangkan oleh Mel Silberman, seorang pakar di bidang psikologi pendidikan. Modeling The Way merupakan metamorfosis dari metode sosiodrama, yaitu metode yang didramatisasi suatu tindakan atau perilaku dalam hubungan sosial.

Keunggulan dan Kelemahan Metode Modeling The Way

Hakikat Think Pair Share

26 | Ketika siswa maju ke depan dan berbagi hasil mereka dengan seluruh kelas, teknik curah pendapat, berpasangan, dan berbagi ini memberikan setiap siswa setidaknya delapan kali lebih banyak kesempatan untuk mengenali dan berbagi partisipasi mereka. Berpikir, Berpasangan, dan Berbagi adalah salah satu kegiatan bermanfaat terpenting yang dapat digunakan di kelas untuk menyatukan diskusi individu, kelompok kecil, dan seluruh kelompok.

Keunggulan dan Kelemahan Think Pair Share

Media Pembelajaran Video

Tujuan penggunaan media video dalam pembelajaran Ronal Anderson menyebutkan beberapa tujuan pembelajaran menggunakan media video, diantaranya tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik. 48 | P a g e Setiap media pembelajaran pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, sama halnya dengan media video.

Penggunaan Media Video di Kelas

Penggunaan video tersebut memerlukan penjelasan dan bimbingan tambahan dari guru, karena video tersebut bukan video interaktif. Video yang dipilih harus sesuai dengan materi pembelajaran sesuai kurikulum dan berhubungan dengan kurikulum.

Penerapan Model “MOTHIV” (Modelling The Way dan

58 | Hal yang diwujudkan dalam tindakan, keterampilan, perilaku dan dapat dilihat melalui nilai hasil belajar. Hakikat hasil belajar adalah perubahan perilaku individu yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor36. 59 | Hasil belajar pada aspek afektif berkaitan dengan sikap siswa ketika mengikuti proses pembelajaran di kelas.

61 | Hasil belajar psikomotorik tersebut sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan hasil belajar afektif (yang hanya tampak dalam bentuk kecenderungan perilaku).40. 62 | Hasil belajar siswa dalam pembelajarannya dipengaruhi oleh peran dan strategi guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Teori Pengembangan Model

Pengertian Penelitian Research and Development

Langkah-langkah proses ini biasa disebut dengan siklus R&D, yang terdiri dari proses mempelajari temuan penelitian terkait produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan tersebut, melakukan pengujian, dan merevisi untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan. . dalam tahap penyerahan tes. Berdasarkan definisi di atas dapat dipahami bahwa penelitian pengembangan adalah suatu langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada dan menguji efektivitasnya. Mempelajari temuan-temuan penelitian yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan Artinya melakukan kajian atau penelitian awal untuk mencari temuan-temuan penelitian yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan.

Oleh karena itu, pengembang perlu melakukan lebih sedikit penelitian untuk mengetahui lebih banyak tentang produk yang mereka kembangkan. Penyempurnaan produk berdasarkan hasil uji lapangan yang lebih luas ini akan semakin memperkuat produk yang kami kembangkan karena tahap uji coba lapangan sebelumnya dilakukan dengan kelompok kontrol.

Gambar 2. Langkah-langkah penggunaan Metode Research and  Development
Gambar 2. Langkah-langkah penggunaan Metode Research and Development

Hasil Penelitian yang Relevan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Modeling The Way dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa;56. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model The Way Learning Siswa Kelas V SDN I Sawahan Ngemlak Tahun 2014 P. 83 | Pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) Didukung Media Audiovisual untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis dalam Pembelajaran Bahasa Inggris (Studi di SMA Negeri 10 Kota Bengkulu pada Kelas X).

Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) yang didukung media audiovisual meningkatkan kemampuan membaca kelas secara signifikan pada setiap tahapan siklus. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Modeling The Way dan Think Pair Share dengan menggunakan media video ketika mengembangkan metode dan model pembelajaran kelas alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Tujuan Penelitian

Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 2 Leuwisadeng yang berjumlah 38 siswa, di kelas VIII SMP PUI Annuriyah Leuwisadeng Kabupaten Bogor yang berjumlah 32 siswa dan di SMP Negeri 1 Leuwiliang yang berjumlah 38 siswa. . Saatnya pengembangan model pembelajaran ini diwujudkan pada siswa kelas VIII.

Metode Penelitian

  • Uji Coba Terbatas
  • Uji Coba Luas
  • Tim Ahli (Expert)

Uji coba pertama dilaksanakan pada semester 1 tahun ajaran 2015-2016 pada bulan Agustus di SMP Negeri 2 Leuwisadeng satu kelas sampel terbatas. Setelah satu sesi, peneliti mendiskusikan dengan guru apa yang terjadi, terutama kekurangan/kelemahan dan kesalahan/penyimpangan. Hasil uji coba terbatas model akan digunakan untuk merevisi model untuk uji coba yang lebih luas.

Eksperimen kedua dilaksanakan pada semester 1 tahun ajaran 2015-2016 yaitu pada bulan September 2015 di SMA Islam Annuriyah dan SMA Negeri 1 Leuwiliang dengan kelas sampel yang lebih luas. Pengamatan, pembahasan dan perbaikan dilakukan terus menerus sampai dinilai tidak ada lagi kekurangan atau kelemahan, dan pengujian dihentikan.

Sasaran Klien

Langkah-langkah Riset Pengembangan

Peneliti setelah selesai kegiatan belajar mengajar mengajukan berbagai pertanyaan, pada tahap selanjutnya peneliti kembali merangkum dan memeriksa apakah jawaban yang disampaikan sudah benar atau belum.

Perencanaan dan Penyusunan Model

Entry level model MOTHIV adalah siswa kelas VIII (delapan), guru mata pelajaran dan kurikulum bahasa Indonesia. Pada langkah ini guru diharapkan mampu menyampaikan kompetensi inti mata pelajaran yang ingin disampaikannya sehingga siswa dapat mengukur cakupan materi yang perlu dikuasainya. Selain penentuan expert judgement, juga ditentukan subjek penelitian pada tingkat organisasi ini yaitu Riri Suheriah, (Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Leuwisadeng), Wiwin, S.P. (Guru mata pelajaran bahasa Indonesia SMP AN-Islam). Sekolah.

Fase yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 2 Leuwisadeng melakukan eksperimen terbatas dengan dua tindakan dan satu kali post-test. Sedangkan evaluasi hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia dilakukan melalui tes untuk mengukur bidang kognitif dan non tes.

Instrumen Penelitian

  • Hasil belajar kognitif Bahasa Indonesia
  • Hasil belajar Afektif Bahasa Indonesia
  • Hasil Belajar Psikomotorik Bahasa Indonesia

Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data hasil belajar bahasa Indonesia siswa adalah tes pilihan ganda. Siswa harus mempunyai sikap positif terhadap proses pembelajaran, agar hasil belajar tercapai secara maksimal. Dari hasil instrumen afektif yang dilakukan tanggapan para ahli dinyatakan bahwa 13 butir pernyataan yang dibuat dinyatakan valid dan layak digunakan untuk menilai hasil afektif pembelajaran.

Hasil pembelajaran bahasa Indonesia dalam menilai hasil atau keterampilan belajar psikomotor harus mencakup persiapan, proses dan produk. Hasil instrumen psikomotorik yang dilakukan melalui tanggapan ahli menyatakan instrumen valid dan layak digunakan untuk menilai hasil belajar psikomotorik.

Tabel 7. Rincian Kategori Skor
Tabel 7. Rincian Kategori Skor

Teknik Analisis Data

  • Analisis Data Kuantitatif
  • Analisis Data Kualitatif

Hasil validasi instrumen psikomotorik oleh ahli menyatakan instrumen layak dan dapat diujicobakan. 118 | Halaman evaluasi dan akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif yaitu dengan mencari nilai rata-rata kelas dari hasil belajar siswa maka akan diketahui tingkat kemajuan belajarnya. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kredibilitas yang meliputi observasi, peningkatan ketekunan, diskusi sejawat, analisis kasus negatif dan pengendalian.

Pengujian transferabilitas adalah penerapan hasil penelitian dengan membuat laporan secara rinci dan jelas, sistematis dan dapat dipercaya.

Hasil Pengembangan Model

Berdasarkan kajian teori dapat dijelaskan bahwa metode pengajaran Modeling The Way pada dasarnya menuntut siswa untuk berlatih, mendemonstrasikan atau melakukan suatu kegiatan yang berkaitan dengan materi yang disampaikan oleh guru. Kegiatan tersebut didemonstrasikan agar siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan dan memperoleh pengalaman melakukan kegiatan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Model pembelajaran Think Pair Share merupakan model pembelajaran dimana siswa memikirkan materi yang dapat dipahaminya, mencoba bekerjasama dengan temannya, kemudian membagikan materi yang diberikan kepada temannya.

Pada tahap ini guru diharapkan mengetahui tingkat keterampilan dan pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan disampaikan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menarik kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah dipelajari.

Field Testing (Uji Coba) dengan Revisi Model

Pada tahap penelitian berlangsung seperti ini: .. a) guru menyajikan materi sebagai pengantar pembelajaran dengan bantuan proyektor dan fokus.. b) guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok berpasangan dan menetapkan tempat duduk kepada setiap kelompok. Pada tahap konfirmasi dilakukan kegiatan sebagai berikut: ..setiap kelompok berbagi dengan kelompok lain isi teks berita yang disajikan oleh model siswa. 130 | Halaman tersebut mencerminkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.. pada uji coba terbatas ukuran pertama di SMPN 2 Leuwisadeng kurang berjalan dengan baik.

7 menit. Guru mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan tadarus, mengamati kebersihan dan kerapian kelas serta memeriksa kehadiran siswa. Guru melakukan observasi melalui tanya jawab tentang topik yang dipelajari sebelumnya. guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Siswa dan guru melakukan tanya jawab terkait materi yang disampaikan. .. 15 menit . Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, berpasangan dan per kelompok. Pada tahap konfirmasi, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: ..setiap kelompok berbagi dengan kelompok lain untuk menyampaikan isi teks berita yang disajikan oleh model siswa.

Pelaksanaan tes komprehensif di SMP Negeri 1 Leuwiliang dilaksanakan pada bulan September sebanyak dua kali tindakan dan satu kali post test yang diikuti oleh 38 orang.

Gambar 6.  Aktivitas siswa dalam KBM pada tindakan 1 Uji  coba terbatas di SMPN 2 Leuwisadeng
Gambar 6. Aktivitas siswa dalam KBM pada tindakan 1 Uji coba terbatas di SMPN 2 Leuwisadeng

Pengujian Kefektifan Model dan Target

  • Hasil Belajar Kognitif
  • Hasil Belajar Afektif
  • Hasil Belajar Psikomotor
  • Antusiasme Belajar Siswa
  • Hasil Kuesioner siswa

Hasil belajar afektif siswa pada uji coba terbatas di SMP Negeri 2 Leuwisadeng mencapai tingkat ketuntasan sebesar 76,32%. Hasil observasi antusiasme siswa saat uji coba ekstensif di SMP Islam AN-Nuriyah Leuwisadeng Bogor. 186 | Tidak, dan di SMP Negeri 1 Leuwiliang sebanyak 30 siswa menjawab iya, dan sebanyak 8 siswa menjawab tidak.

Pada uji coba terbatas di SMP Negeri 2 Leuwisadeng sebanyak 34 siswa menjawab iya dan sebanyak 4 siswa menjawab tidak, pada uji coba luas di SMP Islam AN-Nuriyah sebanyak 27 siswa menjawab iya dan sebanyak 5 siswa menjawab iya. kata siswa. Pada proses terbatas di SMP Negeri 2 Leuwisadeng semua siswa menjawab iya, pada proses luas di SMP Islam AN-Nuriyah semua siswa menjawab iya, dan di SMP Negeri 1 Leuwiliang semua siswa menjawab iya.

Tabel 11. Rekapitulasi Hasil Belajar Kognitif Siswa kelas  VIII-5 di SMPN 2 Leuwisadeng Bogor
Tabel 11. Rekapitulasi Hasil Belajar Kognitif Siswa kelas VIII-5 di SMPN 2 Leuwisadeng Bogor

Keterbatasan Penelitian

189 | Halaman video pembelajaran) mata pelajaran bahasa Indonesia sangat menarik dan dapat dipahami oleh siswa. Langkah-langkah yang dilakukan guru dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik oleh siswa serta dapat membantu siswa dalam kesulitan yang ditemuinya pada saat kegiatan pembelajaran.

KESIMPULAN

SARAN

REKOMENDASI

Gambar

Gambar 2. Langkah-langkah penggunaan Metode Research and  Development
Gambar 3. Pengembangan model.
Tabel 7. Rincian Kategori Skor
Tabel 8.  Kisi-kisi Observasi Aspek Psikomotorik
+7

Referensi

Dokumen terkait

2.2.2 Artificial neural network model The output of a neuron is computed by using the network design that worked with a two-layer feed-forward network one hidden layer.. The