Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah pertama, apa motivasi intrinsik orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak bagi anak di Dusun Siwanlor Desa Panduman Kecamatan. Bagaimana motivasi ekstrinsik orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak anak di Dusun Siwanlor Desa Panduman Kecamatan.
Fokus Penelitian
Di sisi lain, masyarakat di Desa Siwanlor Desa Panduman pengetahuan agamanya masih kurang sehingga masih terdapat beberapa generasi muda yang pekerjaannya mengadu ayam, meminum minuman beralkohol dan berjudi. Dari latar belakang permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Motivasi Orang Tua Dalam Memilih Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pendidikan Akhlak Anak. Studi Kasus di Dusun Siwanlor Desa Panduman Kecamatan.
Tujuan penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi deskriptif mengenai motivasi orang tua dalam memilih rumah islami sebagai sarana pendidikan akhlak anak di Dusun Siwanlor Desa Panduman Kec.
Definisi Istilah
Motivasi Orang Tua
Orang tua merupakan komponen keluarga yang terdiri atas ayah dan ibu dan merupakan hasil perkawinan sah yang dapat membentuk suatu keluarga. Jadi yang dimaksud dengan motivasi orang tua dalam penelitian ini adalah dorongan yang diberikan orang tua (ibu) kepada anaknya agar mencapai hasil atau tujuan yang diharapkan.
Pesantren
Sistematika Pembahasan
Yang memuat kesimpulan, saran sebagai gambaran hasil penelitian dan memperjelas arti penting penelitian yang dilakukan dan diakhiri dengan kesimpulan serta daftar pustaka dan lampiran.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Bedanya dengan penelitian terdahulu, variabel lain pada penelitian terdahulu adalah Menghadapi Tantangan Kerja, sedangkan penelitian ini mengenai pesantren sebagai pendidikan akhlak bagi anak, dan dalam penelitian ini lebih fokus pada motivasi orang tua. Sedangkan perbedaan dengan penelitian terdahulu terletak pada variabel kedua yaitu penelitian terdahulu mengenai kewirausahaan, sedangkan penelitian ini mengenai pemilihan pesantren sebagai pendidikan akhlak bagi anak yang menitikberatkan pada motivasi orang tua.
Kajian Teori
- Pengertian Motivasi Orang Tua a. Motivasi
- Hasrat
- Kebutuhan
- Minat
- Dorongan
- Pujian
- Lingkungan
- Kajian Teori Pesantren
Semua orang tua mengharapkan kebaikan pada anaknya, termasuk mendidiknya disiplin agar anaknya dapat berperan dengan baik di lingkungannya. Hal ini menjadi acuan bagi peneliti bahwa motivasi memegang peranan yang sangat penting bagi setiap orang tua ketika hendak membimbing putra-putrinya untuk memilih lembaga pendidikan yaitu lembaga pendidikan pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak bagi anak. Jadi tentu saja hasilnya akan lebih baik dibandingkan siswa yang tidak bersemangat belajar.
Oleh karena itu, guru hendaknya membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah dipahami siswa. Hubungkan materi pembelajaran yang diberikan dengan pengalaman yang dimiliki siswa agar siswa mudah menerima materi pembelajaran. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang baik dengan menyediakan lingkungan belajar yang kreatif dan kondusif.
Jadi motivasi orang tua yang penulis maksud adalah dorongan yang diberikan orang tua (ibu dan ayah) kepada anaknya agar mencapai hasil atau tujuan yang diharapkan.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Dengan menggunakan metode kerja yang tepat, penelitian dapat dilakukan dengan lebih sederhana dan tepat sasaran, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Artinya penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena-fenomena yang dialami subjek, misalnya tingkah laku, persepsi, tindakan, dan sebagainya. 40. Sedangkan menurut Margono, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berbentuk tulisan atau lisan. kata-kata orang dan perilaku yang dapat diamati'.
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dianggap dapat memberikan data yang maksimal. 45 Dalam teknik purposive sampling, peneliti memilih subjek penelitian dengan tujuan untuk menentukan informan kunci yang sesuai dengan fokus penelitian yang ada. sengaja dilakukan tanpa dibuat-buat. . Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian atau informan yang terlibat dan mengetahui permasalahan yang diteliti antara lain :.
Tekhnik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi langsung yaitu suatu teknik pengumpulan data dimana peneliti mengamati secara langsung gejala atau proses yang terjadi dalam keadaan nyata. Wawancara merupakan salah satu bentuk instrumen tipe non tes yang dilakukan untuk memperoleh informasi melalui percakapan dan tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung.48. Arikunto mengatakan bahwa “wawancara adalah suatu dialog yang dilakukan oleh orang yang diwawancarai untuk memperoleh informasi dari orang yang diwawancarai”.49.
Wawancara adalah teknik yang dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan sumber data melalui dialog verbal (tanya jawab). Wawancara bebas adalah wawancara dimana pewawancara boleh menanyakan apa saja, namun juga mengingat data apa saja yang dikumpulkan. Wawancara bebas terpimpin ini merupakan gabungan atau kombinasi antara wawancara bebas (guided interview) dan wawancara terpimpin (guided interview).
Wawancara bebas terbimbing merupakan jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini. karena dalam prakteknya pewawancara membawa pedoman yang hanya bersifat garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.
Analisis Data
Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam melakukan pengumpulan data selanjutnya.Langkah-langkah reduksi data adalah: Pertama, identifikasikan satuan-satuan, masing-masing bagian terkecil yang terdapat pada data yang direduksi. masuk akal bila dikaitkan dengan fokus penelitian dan masalah. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk deskripsi singkat, grafik, hubungan antar kategori, dan lain-lain. Langkah pertama dalam menyajikan data adalah mengorganisasikan kumpulan informasi ke dalam pernyataan-pernyataan, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan permasalahan utama.
Artinya dalam setiap langkah tersebut selalu ditarik kesimpulan dari awal penelitian, mulai terbentuk proposisi, kemudian dihubungkan dengan pernyataan-pernyataan pada tataran yang lebih abstrak.53.
Keabsahan Data
Tahap-tahap Penelitian
Menyiapkan alat pengumpul data yang akan digunakan dalam penelitian mengenai motivasi orang tua dalam memilih rumah Islami sebagai sarana pendidikan akhlak pada anak (studi kasus di Desa Siwanlor, Desan Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember), yaitu instrumen observasi, wawancara dan dokumenter. Dalam tahap ini peneliti mengumpulkan data-data yang diperlukan yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah kegiatan penelitian selesai, peneliti mulai mempersiapkan langkah selanjutnya yaitu penyusunan kerangka laporan hasil penelitian dengan menganalisis data yang dikonsultasikan kepada dosen pembimbing karena mungkin masih ada hal-hal yang perlu dikaji ulang untuk mencapai penelitian yang maksimal. hasil.
PEMBAHASANPEMBAHASAN
Gambaran Objek Penelitian
- Letak Geografis Desa Panduman
- Keadaan Dusun Siwanlor
Di Desa Candik Panduman, beliau melihat disebelah timur terdapat sebuah pohon yang sangat tinggi bernama pohon Polai dan letaknya di Makam Kek Sedep, lokasi Dusun Sumber Tengah Desa Panduman saat ini, pohon tersebut dijadikan sebagai penanda ( Pandom) dalam perjalanannya. Sejak itu, karena pohon tersebut digunakan sebagai tanda (Pandom), maka pada akhir zaman Pandom digunakan sebagai nama sebuah desa yaitu Desa Panduman. Pada masa perkembangan Desa Panduman dipimpin oleh seorang demang, silsilah pemimpin Desa Panduman dari zaman penjajahan Belanda hingga saat ini adalah sebagai berikut.
Demikian sekilas tentang asal muasal Desa Panduman, mungkin masih banyak kekurangannya dan jauh dari kata sempurna, mohon maaf hanya itu saja yang dapat kami ketahui dan kurang lebih kami ucapkan terima kasih. Keadaan Dusun Siwanlor saat ini memprihatinkan mengenai pendidikan Islam, mayoritas warga Siwanlor berprofesi sebagai petani Dusun Siwanlor bisa dikatakan dusun yang cukup maju karena fasilitas yang dimiliki sudah memadai seperti jalan antar desa, PLN, Puskesmas, Sekolah. dan tempat ibadah. Di lingkungan sekitar, masyarakat Dusun Siwanlor mempunyai kebiasaan buruk seperti sabung ayam, berjudi dan mabuk-mabukan, hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Dusun Siwanlor mempunyai pengetahuan agama yang minim.
Hal ini yang memotivasi masyarakat khususnya orang tua untuk memilih lembaga pendidikan putra-putrinya di pesantren agar tidak terpengaruh oleh lingkungan yang kurang mendukung.
Penyajian dan Analisis Data
- Motivasi Intrinsik Orang Tua Dalam Memilih Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pendidikan Moral Anak. Di Dusun Siwanlor, Desa
- Motivasi Ektrinsik Orang Tua Dalam Memilih Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pendidikan Moral Anak. Di Dusun Siwanlor, Desa
Maksud dari pernyataan di atas adalah orang tua ingin putra-putrinya bersekolah di lembaga pendidikan pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak bagi putra-putrinya. Pendapat yang dikemukakan para santri di atas adalah orang tua lebih berkepentingan untuk mengarahkan putra-putrinya belajar di lembaga pendidikan pesantren sebagai sarana akhlak. Pendapat para wali santri di atas adalah orang tua berkepentingan untuk mengarahkan putra-putrinya menuntut ilmu.
Dari pernyataan santri dan wali santri dapat disimpulkan motivasi batin orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak bagi anak. Sikap siswa di atas adalah adanya dorongan yang sangat tinggi dari orang tua dan masyarakat terhadap masa depan putra-putrinya sebagai generasi muda. Pendapat para wali santri di atas adalah orang tua dan masyarakat sekitar sangat mendukung generasi muda belajar di pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak bagi anak.
Pendapat santri dan wali santri di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi eksternal orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak anak.
Pembahasan Temuan
Hal ini diiringi dengan dorongan, pujian dari keluarga dan masyarakat serta lingkungan, yang sangat berkaitan dengan pembentukan akhlak anak. Jadi motivasi ekstrinsik sangat mempengaruhi perkembangan individu dalam kehidupan sehari-hari terhadap perubahan tingkah laku atau akhlak anak di Dusun Siwanlor Desa Panduman. Dengan demikian peneliti akan mendeskripsikan hasil motivasi orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak bagi anak di Dusun Siwanlor Desa Panduman Kecamatan.
Berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, diperoleh data temuan motivasi intrinsik orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak anak. Berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, diperoleh data temuan motivasi ekstrinsik orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak bagi anak. Jember yaitu; Keinginan putra-putrinya untuk menyekolahkan putra-putrinya di pesantren, mayoritas komunitas alumni pesantren, lingkungan yang religius, pujian masyarakat yang tinggi terhadap anak-anak pesantren dan dorongan dari masyarakat. bagi sesama manusia. warga masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak anak.
Makna motivasi eksternal sangat mempengaruhi perkembangan individu dalam kehidupan sehari-hari pasca terjadinya perubahan tingkah laku atau akhlak anak di Dusun Siwanlor Desa Panduman.
KESIMPULAN
Kesimpulan
Saran-saran
Dalam proses memotivasi orang tua khususnya anak untuk memilih lembaga pendidikan hendaknya memahami pendekatan, arahan, penyesuaian dan bimbingan anak agar tercipta pendidikan yang efektif. Dalam proses memotivasi orang tua untuk melakukan pembinaan akhlak anak khususnya putra putri Dusun Siwanlor desa Panduman pada lembaga pendidikan sebagai sarana pendidikan akhlak anak. Motivasi Orang Tua Memilih Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pendidikan Akhlak Anak (Studi Kasus di Dusun Siwanlor Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember).
Apa motivasi orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak anak (Didusun Siwanlor Desa Panduman Kec. Apa motivasi internal orang tua dalam memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak anak (Didusun ) Siwanlor, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember Apa yang dimaksud dengan motivasi eksternal?Orang tua memilih pesantren sebagai sarana pendidikan akhlak kepada anak (Didusun Siwanlor, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember).
BIODATA PENULIS