PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Lembaga ini bertugas mendukung zakat yang dikeluarkan umat Islam dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ) di Kabupaten Pinrang mempunyai misi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. Penyaluran dana zakat di Kabupaten Pinrang merupakan upaya untuk mengurangi kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin.
Rumusan Masalah
Kedua, masih sedikitnya minat masyarakat untuk menyetorkan zakatnya ke lembaga pemerintah dan pengelola zakat, bahkan ada pula yang lebih memilih menyetorkan zakatnya langsung ke pihak yang berhak. Ketiga, belum adanya undang-undang zakat yang efektif untuk mendorong mobilitas zakat yang lebih besar melalui lembaga pemerintah dan pengelolaan zakat. Bagaimana mekanisme yang diperoleh melalui penyaluran zakat pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kabupaten Pinrang.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Tinjauan Penelitian Relavan
- Tinjauan Teoritis
- Tinjauan Konseptual
- Kerangka Pikir
11Sulha, Optimalisasi Pengelolaan Zakat Lembaga Amil Zakat Desa Bonto Bulaeng Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, (Skripsi: Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, 2016). Pengelolaan zakat di Indonesia dilakukan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan menerima atau menerima harta dari muzakki berdasarkan pemberitahuan dari muzakki. 23 Muhamad Syaiful Anwar, Implementasi Prinsip Amil Good Governance di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Daerah Istimewa Yogyakarta, (Skripsi, Fakultas Ilmu Islam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2019), hal.
24 Muhamad Syaiful Anwar, Implementasi Prinsip Good Amil Governance di Daerah Khusus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Yogyakarta, (Skripsi, Fakultas Ilmu Islam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2019), hal. Perencanaan pengelolaan zakat memuat rumusan dan permasalahan mengenai apa yang akan dilakukan amil zakat. Pengorganisasian berarti mengkoordinasikan penggunaan sumber daya manusia dan sumber daya materi yang dimiliki oleh Badan Amil Zakat yang bersangkutan.
Efektivitas pengelolaan zakat terutama ditentukan oleh pengorganisasian sumber daya yang dimiliki Badan Amil Zakat. 26 Muhamad Syaiful Anwar, Implementasi Prinsip Amil Good Governance di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Daerah Istimewa Yogyakarta, (Skripsi, Fakultas Ilmu Islam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2019), hal. Di sisi lain, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap badan amil zakat atau instansi pemerintah atau lembaga pengelola zakat masih rendah.
Membayar zakat terus kepada orang yang sah (mustahiq) tanpa melalui amil zakat yang sah adalah boleh dan sah.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Uji Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Fokus penulis dalam penelitian ini adalah memfokuskan model penyaluran zakat di BAZNAS Kabupaten Pinrang dari sudut pandang pengelolaan zakat. Mekanismenya didapat dari pendistribusian zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pinrang. Mekanisme diperoleh dari Pendistribusian Zakat pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pinrang.
Diharapkan Baznas Kabupaten Pinrang lebih memperhatikan permasalahan program penyaluran dana zakat yang dilaksanakan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pola pendistribusian zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa penyaluran zakat produktif kreatif ada dan dilakukan oleh Baznas Kab. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa penyaluran zakat produktif secara tradisional disiapkan oleh pusat namun tidak diterima oleh Baznas Kab. Alhamdulillah pengelolaan kontrak di Kabupaten Pinrang sendiri dianggap di tingkat Sulsel dan alhamdulillah kita juga baru menerima SAIT (Unit Audit Internal) dan konon masih banyak BAZNAS di Sulsel yang belum memiliki SAIT.
Pola penyaluran dana zakat yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Pinrang adalah dengan memanfaatkan momen-momen yang ada seperti hari ulang tahun. Bupati mempunyai rencana ulang tahun besar di setiap hari ulang tahunnya. Biasanya BAZNAS Kabupaten Pinrang mengadakan rapat kerja (RAKER) untuk menentukan tugas dalam menyalurkan zakat. Dalam menentukan penyaluran zakat, BAZNAS Kabupaten Pinrang mempunyai tujuan dalam menyalurkan zakat. Di sisi lain, BAZNAS Kabupaten Pinrang memberikan pelatihan dan keterampilan kepada masyarakat miskin agar dana zakat yang diberikan lembaga tersebut dapat dikelola dengan baik dan pendapatan dapat meningkat.
Dengan bantuan UPZ, BAZNAS Kabupaten Pinrang menyalurkan ZIS kepada mustahik dalam berbagai bentuk, seperti pelatihan dan penyerahan langsung. Setelah menetapkan dan melaksanakan strategi, BAZNAS Kabupaten Pinrang melakukan evaluasi hasil kinerja berdasarkan empat garis besar program, yaitu: Pinrang Cerdas, Pinrang Sehat, Pinrang Taqwa dan Pinrang Peduli. Ceramah menjadi salah satu cara yang digunakan Baznas Kabupaten Pinrang untuk mensosialisasikan zakat, infaq dan sedekah.
Dari segi standar operasional, penyaluran Zakat di Ba Nas Kabupaten Pinrang telah memenuhi yaitu Aman Syar'i, Aman dan Amanah Peraturan Negara Republik Indonesia”60.
Mekanisme yang diperoleh dari pendistribusian zakat pada Badan Amil Zakat
Mekanismenya diperoleh dari penyaluran zakat pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kabupaten Pinrang. . A. Dalam hal ini BAZNAS Kabupaten Pinrang menggunakan zakat yang dibagi menjadi dua bagian yaitu zakat produksi dan zakat konsumsi yang akan disalurkan atau disalurkan berdasarkan program BAZNAS Kabupaten Pinrang. Rencana Penyaluran Zakat Kabupaten Pinrang BAZNAS mengambil strategi dengan merumuskan rencana kerja dalam bentuk rencana kerja BAZNAS pusat.
Penentuan target kerja dan periode rencana kerja akan disesuaikan dengan rencana kerja yang telah menjadi BAZNAS Kabupaten Pinrang. Uraian di atas menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Pinrang tidak hanya menyalurkan zakat kepada masyarakat dalam bentuk dana saja, namun kewajiban pegawai BAZNAS juga telah terpenuhi. Dan rencana kerja pemberdayaan ini memberikan manfaat bagi Mustahik dalam jangka panjang karena pemberdayaan ini memungkinkan Mustahik memiliki modal komersial bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain sehingga mengurangi kemiskinan di Kabupaten Pinrang.
Tabel di atas menjelaskan bahwa pengalokasian dana zakat oleh BAZNAS di Kabupaten Pinrang telah mencapai maksud dan tujuan zakat sebagai alat untuk mengentaskan kemiskinan atau menurunkan tingkat kemiskinan. BAZNAS Kabupaten Pinrang selalu melakukan inovasi yang lebih baik dalam penggalangan dana zakat dan penyaluran zakat dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran zakat produktif di BAZNAS Kabupaten Pinrang melalui lembaga swadaya masyarakat (seperti kelompok tani, peternak, perajin, pedagang kecil, tukang ojek dan nelayan kesusahan) dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Usaha Kecil.
Dari gambaran tabel diatas, BAZNAS Kabupaten Pinrang sudah sesuai dengan ajaran agama Islam dalam menyalurkan dana zakat.
Pola Pendistribusian Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
Bagian pertama Undang-Undang Nomor 23 tentang Pengelolaan Zakat Tahun 2011 mengatur tentang pengelolaan zakat, yang mengatur bahwa zakat dapat digunakan untuk upaya produktif mengentaskan fakir miskin dan meningkatkan kualitas umat sepanjang zakat dapat memenuhi kebutuhan masyarakat (pakaian). , makanan, tempat tinggal). Pinrang mempunyai peranan yang sangat baik dalam pengelolaan zakat produktif terhadap pengembangan usaha para pengusaha kecil penerima zakat produktif, hanya saja sebagian mustahik tidak mampu mengelola dana dengan baik dan mengelolanya sesuai dengan usahanya, yang pada akhirnya menyebabkan tidak adanya pengembangan zakat dan zakat produktif. manajemen bisnis. Penyaluran zakat produktif secara tradisional sudah disiapkan oleh pusat namun belum diterima oleh Baznas Kab.
Pengelolaan zakat yang dilakukan oleh suatu lembaga pengelola zakat, khususnya yang mempunyai kewenangan hukum formal, akan mempunyai beberapa manfaat antara lain menjamin keamanan dan kedisiplinan para pembayar zakat, menjaga rasa minder di kalangan mustahiki zakat ketika berhadapan langsung dengan penerimaan zakat dari muzakki. , mencapai efisiensi dan. Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian pengumpulan, pendistribusian dan pengeluaran zakat. Pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah yang terdiri dari unsur masyarakat dan pemerintah di tingkat daerah.
Organisasi amil zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan lembaga amil zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 mempunyai fungsi utama pengumpulan, pendistribusian, dan penggunaan zakat sesuai dengan pemanfaatan potensi zakat dalam upaya meningkatkan pendapatan usaha bagi masyarakat. kesejahteraan masyarakat, pengelolaan zakat saat ini dilakukan dengan dua cara, yaitu mengelola zakat secara konsumtif dan produktif. Pengelolaan zakat konsumtif yaitu pengumpulan dan pendistribusian dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar ekonomi para mustaḥik berupa penyediaan pangan dan barang-barang lainnya, serta pemberian untuk konsumsi langsung, sedangkan pengelolaan zakat produktif yaitu pengelolaan zakat untuk tujuan pemberdayaan dan. BAZNAS Kabupaten Pinrang menyelenggarakan RAKER setiap periode setelah selesai pengumpulan, pendistribusian dan pemanfaatan.
Dengan adanya ceramah sosialisasi yang dilakukan oleh Amil Zakat (Petugas Pengumpul Zakat), masyarakat disadarkan akan kewajibannya dalam membayar zakat sebagai seorang muslim.
Mekanisme yang diperoleh dari Pendistribusian Zakat pada Badan Amil
Rencana yang diberikan oleh BAZNAS pusat selanjutnya dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Pinrang beserta rencana kerjanya. BAZNAS Kabupaten Pinrang tidak hanya menyalurkan zakat kepada masyarakat dalam bentuk dana, namun kewajiban pegawai BAZNAS juga terpenuhi. Penyaluran dana Zakat yang dilakukan BAZNAS di Kabupaten Pinrang telah mencapai maksud dan tujuan Zakat yaitu sebagai sarana pengentasan kemiskinan atau pengentasan kemiskinan.
Peningkatan angka penyaluran yang luar biasa setiap tahunnya memastikan BAZNAS Kabupaten Pinrang berhasil menjadi wadah dan penghubung antara muzakki dan mustahik. Model penyaluran dana Zakat Baznas di Kabupaten Pinrang memanfaatkan momen-momen yang ada seperti hari ulang tahun, Bupati telah merencanakan HUT akbar satu kali di setiap kecamatan, dengan total ada 12 kecamatan di Kabupaten Pinrang, sehingga BAZNAS memanfaatkan hal tersebut. momen agar Zakat yang ada dapat membantu Bagi masyarakat yang menjunjung 8 Asnaf, setiap desa kelurahan di kecamatan mempunyai 1 orang perwakilan dari setiap keluarga untuk menerima bantuan Zakat dari Baznas. Diharapkan Baznas Kabupaten Pinrang dalam pemberdayaannya lebih memperhatikan zakat produktif sehingga kedepannya penerima zakat beralih ke zakat.
Kecamatan Binamu Afrika Kabupaten Jeneponto. N : Pola penyaluran dana zakat yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Pinrang adalah dengan memanfaatkan momen-momen yang ada seperti hari ulang tahun, bupati merencanakan hari raya besar tersebut sebanyak satu kali di setiap kecamatan yang berjumlah 12 kecamatan di Kabupaten Pinrang. , sehingga BAZNAS memanfaatkan momen tersebut Agar zakat yang ada bisa membantu masyarakat sesuai 8 Asnaf, maka setiap desa di kecamatan tersebut memiliki 1 orang perwakilan setiap keluarga untuk menerima bantuan Zakat dari Baznas.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
N: Baznas adalah syariah atas penyaluran yang dipungut Baznas dari masyarakat ke Baznas Pinrang karena adanya undangan dari Baznas Pinrang jika ingin membayar zakat, infaq dan sedekah kepada lembaga resmi yang sesuai dengan konstitusi yaitu BAZNAS. N: Potensi zakat yang dihadapi Baznas cukup besar, khususnya zakat pertanian, luas sawah yang bisa diairi dengan irigasi teknis seluas 40.000 hektar menurut BPS. Dan juga didukung dengan perencanaan yang baik di Baznas sendiri, rencananya akan ada RKAT (Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan) yang disusun dan disahkan di Tanwil dan dikirimkan ke pusat.
N: Ada pengaruhnya, tapi tidak banyak. Baznas terus melayani masyarakat yang ingin menunaikan zakat. Hal itu dilakukan Baznas sesuai instruksi dinas kesehatan.