HABITUS, MODAL, DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (Studi kasus Kampung Iklim berbasis pengelolaan sampah di Perumahan
Muria Indah Kabupaten Kudus)
ARTICLE
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir dan Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sosiologi
DISUSUN OLEH:
GABRIEL MILLENIAWATI SUWARNO 352018003
PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
ABSTRAK
Program kampong iklim merupakan solusi atas mengurangi dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca akibat pengelolaan sampah dengan cara dibakar. Dengan adanya program kampong iklim masyarakat khususnya para ibu-ibu di Perumahan Muria Indah dapat berdaya dan mandiri.
Pengenalan program kampong iklim bisa mengubah cara pandang perempuan dalam membentuk habitus baru dengan memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Selain itu, perubahan habitus diperkuat dengan modal ekonomi (penghasilan tambahan dari kegiatan tersebut) dan modal sosial (keterikatan emosional) sesame perempuan akan membangun keberdayaan perempuan khususnya dalam pengenalan dan praktek kepedulian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perempuan mengalami perubahan habitus. Habitus awal mereka berkutik dengan pekerjaan rumah yang membosankan kemudian seiring program kampong iklim dibentuk kemudian mereka mengikutinya habitus mereka berubah menjadi lebih memanfaatkan barang yang tadinya tidak terpakai. Perubahan habitus tersebut diperkuat dengan modal yang dimiliki para perempuan. Dari situ kemudian terjadilah praktek pemberdayaan.
Kata Kunci: kampong iklim, habitus, modal, perempuan, pemberdayaan
ABSTRACT
The climate village program is a solution for reducing the impact of climate change and reducing greenhouse gas emissions due to waste management by burning it. With the Kampong Climatic program, the community, especially the mothers in Muria Indah Housing, can be empowered and independent. The introduction of the Kampong Climatic program can change the perspective of women in forming new habits by being aware of the environment. In addition, changes in habitus are strengthened by economic capital (additional income from these activities) and social capital (emotional attachment) among women will build women's empowerment, especially in the introduction and practice of environmental awareness. The research method used qualitative research methods. Sources of data obtained through interviews, observation, and documentation. Data were analyzed by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the women experienced a change in habitus. Their initial habitus was engaged in boring homework, then as the Kampong Climatic program was formed, they followed suit. Their habitus changed to make more use of items that were previously unused. The change in habitus is strengthened by the capital owned by women. From there then came the practice of empowerment.
Keywords: climate village, habitus, capital, women, empowerment