• Tidak ada hasil yang ditemukan

“ MUSEUM VISIT REPORT - caridokumen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "“ MUSEUM VISIT REPORT - caridokumen"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

NuArt Museum atau NuArt Sculpture Park merupakan museum galeri seni yang menampilkan karya seni berupa patung. NuArt Sculpture Park pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 2000 dan didirikan oleh seniman berbakat I Nyoman Nuarta. Pada konsep pertama yaitu Art, terlihat jelas bahwa NuArt Sculpture Park menampilkan patung-patung hasil karya NuArta.

Selanjutnya dengan konsep ketiga yaitu budaya maka NuArt Sculpture Park harus mengetahui cara mengajarkan budaya dan mengetahui cara mengapresiasi karya seni. Fasilitas yang ditawarkan NuArt Sculpture Park adalah taman patung, galeri, kafe, butik kerajinan, bengkel, area amfiteater, dll. Alur Penyajian Koleksi dan Alur Pengunjung Untuk alur penyajian koleksi di NuArt Sculpture Park, koleksi-koleksi disusun secara sederhana.

Menurut Pak. Agus (Koordinator Pemasaran dan Perjamuan NuArt Sculpture Park), tidak semua koleksi dipamerkan di galeri, karena biasanya setiap enam bulan sekali, koleksi tersebut akan diganti untuk memberikan variasi kepada pengunjung. Konsep desain yang ditawarkan NuArt Sculpture Park cukup menarik, terlihat pada desain bangunan galerinya. Tak hanya itu, pengunjung juga mendapat pelajaran dari seniman sekaligus pemilik NuArt Sculpture Park.

Dengan kepeduliannya terhadap lingkungan, pemberian kompensasi kepada staf yang tidak merokok, serta alasan didirikannya NuArt Sculpture Park.

Museum Konperensi Asia-Afrika

Atas dasar itulah muncul ide untuk mengabadikan sejarah yang telah ditorehkan Indonesia atas keberanian bangsa dalam menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Nama museum ini sepertinya cocok dijadikan sebagai pengingat sejarah atas peristiwa yang terjadi di Asia. - Konferensi Afrika yang menginspirasi dan memotivasi bangsa – negara Asia dan Afrika khususnya Indonesia sebagai tuan rumah. Namun, pada tahun 2003 terjadi restrukturisasi di Kementerian Luar Negeri, yang mengakibatkan Museum Konferensi Asia-Afrika dipindahkan ke Direktorat Informasi, Hubungan Masyarakat, dan Perjanjian Internasional.

Museum ini menyimpan koleksi-koleksi yang berkaitan dengan kegiatan Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955. Oleh karena itu, penyajian koleksi di museum ini disusun berdasarkan alur cerita atau alur cerita peristiwa Konferensi Asia Afrika. Alur cerita dalam kumpulan ini disusun secara tematis, yaitu kumpulan-kumpulan yang dikelompokkan berdasarkan tema-tema peristiwa baik sebelum maupun sesudah Konferensi Asia Afrika.

Di perpustakaan ini kita bisa mendapatkan lebih lengkap referensi Konferensi Asia Afrika, khususnya koleksi sejarah, politik dan budaya negara-negara Asia Afrika. Selain itu, di sini juga ditayangkan film dokumenter tentang kondisi politik, sosial, dan budaya di negara-negara Asia dan Afrika. Setelah melewati ruang audiovisual, kita memasuki ruangan dengan suasana sejarah yang sangat nyata yaitu Gedung Konferensi Asia Afrika.

Museum Konferensi Asia Afrika dirancang oleh guru besar Technische Hegoschool (Sekolah Tinggi Teknik) atau yang sekarang dikenal dengan ITB yaitu Van Gallen Last dan C.P. Memasuki ruang museum ini, kita serasa berada di tahun 1955, sehingga kita akan dibawa ke dalam suasana Konferensi Asia Afrika. Pencahayaan yang ada di Museum Konferensi Asia-Afrika ada dua jenis, yaitu pencahayaan alami berdasarkan sinar matahari dan pencahayaan dengan lampu.

Saat berkunjung ke museum Konferensi Asia Afrika, pengunjung akan merasakan kenyamanan baik secara psikis maupun fisik. Secara psikologis, museum ini menghibur pengunjung dengan suasana damai sehingga pengunjung dapat memahami setiap makna dari koleksi museum konferensi Asia Afrika ini. Alur penyajian koleksi di museum ini disusun dengan baik sehingga pengunjung lebih mudah memahami rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah Konferensi Asia Afrika.

Bagi individu yang memiliki tingkat intelektual tinggi dan pernah mempelajari peristiwa-peristiwa Konferensi Asia Afrika, dapat dengan mudah memaknai setiap koleksi yang ditampilkan. Namun bagi yang belum mengetahui banyak tentang Konferensi Asia Afrika sebelumnya, akan sedikit sulit memahaminya.

Foto kepala Negara sponsor  KAA, dan foto delegasi KAA
Foto kepala Negara sponsor KAA, dan foto delegasi KAA

Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo merupakan sanggar seni sebagai tempat pertunjukan seni, laboratorium pendidikan sekaligus atraksi wisata budaya khas daerah Jawa Barat, dengan mengandalkan semangat gotong royong antar sesama warga desa. Pertunjukan seni budaya berupa musik, wayang, dan tarian tradisional rutin digelar di gubuk ini. Kita masih bisa menikmatinya berkat kegigihan putranya yang terus meneruskan dan melestarikan saung angklung ini meski Mang Udjo sudah tiada.

Dengan konsep pertunjukan yang melibatkan pengunjung, saung ini selalu ramai pengunjung. Fasilitas yang ditawarkan oleh Saung Angklung Udjo adalah bale karesemen (berupa tempat berkumpul dan pertunjukan seni), toko oleh-oleh, pusat produksi angklung, serta dapur saung dan udjo. Alur Pertunjukan dan Alur Pengunjung Pertunjukan di Saung Angklung Udjo diawali dengan pengenalan sejarah oleh pemandu pertunjukan.

Pada sesi ini pengunjung juga diajak untuk bertanya terkait Saung Angklung Udjo. Pertunjukan selanjutnya adalah tarian tradisional yang dibawakan oleh siswa-siswi Saung Angklung Udjo. Pada sesi ini ada beberapa pertunjukan yang disuguhkan, mulai dari pertunjukan Arumba hingga Angklung toel.

Puncak pertunjukan ini adalah tarian komunal, putra-putri Saung Angklung Udjo mengajak pengunjung untuk bersenang-senang menari bersama. Saung Angklung Udjo menggunakan konsep desain tradisional Sunda yang didominasi hiasan bambu. Ruangan Bale karesemen didesain dengan konsep ruang terbuka, dimana tempat duduk pengunjung dibuat melingkar dan bertangga, sehingga pengunjung dapat melihat dengan jelas pertunjukan yang disajikan dari segala sisi.

Umumnya sistem pencahayaan di Saung Angklung Udjo menggunakan sinar matahari karena ruangannya terbuka. Bersama petugas yang ramah, pemandu serta putra-putri Saung Angklung Udjo, pengunjung betah berada di sana. Pembawa acara menjelaskan tentang saung angklung Udj dan pertunjukannya yang dibawakan dalam dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris.

Pertunjukan di Saung Angklung Udjo merupakan pertunjukan yang terkenal, namun disajikan dengan cara yang berbeda. Serasa kembali ke masa kecil ketika diajak menari bersama oleh putra-putri Saung Angklung Udjo.

Foto toko souvenir merupakan     salahsatu fasilitas yang ditawarkan   oleh Saung Angklung Udjo
Foto toko souvenir merupakan salahsatu fasilitas yang ditawarkan oleh Saung Angklung Udjo

Penutup

Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait