Nama : Friska Sabina Mahardini NIM : K1321041
Bahan Makalah Turunan
TURUNAN
A. Definisi Turunan
Turunan fungai f adalah fungsi lain f’ yang nilainya pada sebarang bilangan c adalah f’(c) = lim
ℎ→0
𝑓(𝑐+ℎ)−𝑓(𝑐) ℎ
asalkan limit ini ada dan bukan ∞ atau -∞
Jika limit ini memang ada, dikatakan bahwa f terdiferensiasi di c, pencarian turunan disebut diferensiasi.
Bentuk Ekuivalen
Jika x = a + h sehingga ketika h→ 0 berakibat x → c, maka turunan fungsi y = f(x) dititik c dinyatakan sebagai berikut “
f’(c) = 𝑙𝑖𝑚
𝑥→𝑐
𝑓(𝑥)−𝑓(𝑐) 𝑥−𝑐
Berikut adalah contoh ilustrasi pencarian turunan - Contoh soal :
Misalkan f(x) = 13x – 6. Carilah f’(4) Penyelesaian :
f’(4) = lim
ℎ→0
𝑓(4+ℎ)−𝑓(4) ℎ = lim
ℎ→0
[13(4+ℎ)−6]−[13(4)−6]
ℎ = lim
ℎ→0 13ℎ
ℎ = 13
B. Aturan Pencarian Turunan
Turunan beroperasi pada f untuk menghasilkan f’. Symbol Dx digunakan untuk menunjukkan operasi pencarian turunan. Symbol Dx mengatakan bahwa kita menentukan turunan terhadap variable x. Dx adalah contoh operator, operator adalah fungsi yang masukannya fungsi dan keluarannya adalah fungsi lain.
• Aturan Fungsi konstanta
- Bukti aturan konstanta : f(x) = k
Maka, f’(x) = lim
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥) ℎ = lim
ℎ→0 𝑘−𝑘
ℎ = 0 - Contoh soal aturan konstanta :
Cari turunan dari f(x) = 5 Maka f’(x) = 0
• Aturan fungsi satuan
- Bukti aturan fungsi satuan f’(x) = lim
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥) ℎ = lim
ℎ→0 𝑥+ℎ−𝑥
ℎ = lim
ℎ→0 ℎ ℎ = 1
• Aturan pangkat
- Contoh soal aturan pangkat : Cari turunan dari f(x) = x4 Maka, f’(x) = 4.x4-1= 4x3
• Aturan kelipatan konstanta
- Bukti :
Misalkan F(x) = k. f(X), maka F’(x) = 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)
ℎ = 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑘.𝑓(𝑥+ℎ)−𝑘.𝑓(𝑥)
ℎ
= 𝑙𝑖𝑚 𝑘
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)
ℎ = k 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥) ℎ
= k . f(x)
- Contoh soal aturan kelipatan konstanta Cari turunan dari f(x) = -4x3
Dx (-4x3) = -4 Dx (x3) = -4. 3 x3-1 = -12x2
• Aturan jumlah, selisih, hasil kali, dan hasil bagi
- Bukti aturan jumlah
Misalkan F(x) = f(x) + g(x) maka F’(x) = 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
[𝑓(𝑥+ℎ)+𝑔(𝑥+ℎ)]
ℎ − [𝑓(𝑥)+𝑔(𝑥)]
ℎ = 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)
ℎ + [𝑔(𝑥+ℎ)−𝑔(𝑥)]
ℎ
= 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)
ℎ + 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
[𝑔(𝑥+ℎ)−𝑔(𝑥)]
ℎ
= f’(x) + g’(x) - Bukti aturan hasil kali
Misalkan F(x) = f(x) . g(x), maka F’(x) = 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥) ℎ
= 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)𝑔(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)𝑔(𝑋) ℎ
= 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)𝑔(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥+ℎ)𝑔(𝑥)+ 𝑓(𝑥+ℎ)𝑔(𝑥)−𝑓(𝑥)𝑔(𝑋) ℎ
= 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)𝑔(𝑥+ℎ)−𝑔(𝑋)
ℎ +𝑓(𝑥+ℎ)𝑔(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑋) ℎ
= 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0𝑓(𝑥 + ℎ) . 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑔(𝑥)
ℎ + g(x) 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥) ℎ
= f(x)g’(x) + g(x)f(x) - Bukti aturan hasil bagi
Misalkan F(x) = f(x)/g(x), maka F’(x) = 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥) ℎ
= 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0 𝑓(𝑥+ℎ) 𝑔(𝑥+ℎ)− 𝑓(𝑥)
𝑔(𝑥) ℎ
= 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0
𝑔(𝑥)𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)𝑔(𝑥+ℎ)
ℎ . 1
𝑔(𝑥)𝑔(𝑥+1)
= 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0[𝑔(𝑥)𝑓(𝑥+ℎ)−𝑔(𝑥)𝑓(𝑥)+ 𝑓(𝑥)𝑔(𝑥)−𝑓(𝑥)𝑓(𝑥+ℎ)
ℎ . 1
𝑔(𝑥)𝑔(𝑥+1) ] = 𝑙𝑖𝑚
ℎ→0{[𝑔(𝑥)𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)
ℎ − 𝑓(𝑥)𝑔(𝑥+ℎ)−𝑔(𝑥)
ℎ ] 1
𝑔(𝑥)𝑔(𝑥+1)}
= [g(x)f’(x)-f(x)g’(x)] 𝑔(𝑥)𝑔(𝑥+1)1
Dengan menggunakan aturan pencarian turunan, dapat ditunjukkan bahwa fungsi polinomial dapat diturunkan di mana-mana dan fungsi rasional juga dapat diturunkan di mana-mana kecuali di titik-titik di mana penyebutnya bernilai nol.
Kita dapat menyatakan turunan dari f oleh :
Notasi 𝑑
𝑑𝑥 juga bermakna sama seperti operator Dx.
- Contoh soal Cari turunan dari : a. F(x) = 2𝑥+1
(𝑥)2+1
b. F(x) = x2 + 3x c. 𝑑
𝑑𝑥 (3𝑥−5)
𝑥2+7
d. 5x2+7x-6 penyelesaian : a. F(x) = 2𝑥+1
(𝑥)2+1
Misalnya, f(x) = 2x + 1 maka f’(x) = 2 g(x) = x2 + 1 maka g’(x) = 2x Sehingga, F’(x) = 𝑓′(𝑥)𝑔(𝑥)−𝑓(𝑥)𝑔′(𝑥)
(𝑔(𝑥))2
F’(x) = 2. ((𝑥)
2 + 1)−(2𝑥 + 1) .2𝑥 (𝑥2 + 1)2
F’(x) = 2𝑥2+2−4𝑥2−2𝑥
(𝑥2 + 1)2
F’(x) = −2𝑥2−2𝑥+2
(𝑥2 + 1)2
Jadi, turunan dari F(x) = 2𝑥+1
(𝑥)2+1 adalah F’(x) = −2𝑥2−2𝑥+2
(𝑥2 + 1)2
b. F(x) = x2 + 3x
Misalnya, f(x) = x2 maka f’(x) = 2x g(x) = 3x maka g’(x) = 3 F’(x) = f’(x) + g’(x)
F’(x) = 2x + 3
Jadi turunan dari F(x) = x2 + 3x adalah F’(x) = 2x + 3 f’(x) atau Dx atau 𝑑𝑦
𝑑𝑥
c. 𝑑
𝑑𝑥 (3𝑥−5)
𝑥2+7 = (𝑥
2+7)𝑑
𝑑𝑥 (3𝑥−5)−(3𝑥−5)𝑑 𝑑𝑥 (𝑥2+7) (𝑥2+7)2 = (𝑥2+7)(3)−(3𝑥−5)(𝑥)
(𝑥2+7)2
= −3𝑥
2+10𝑥+21 (𝑥2+7)2
d. Dx(5x2+7x-6) = Dx (5x2 ) + Dx (7x) - Dx (6) = 10x + 7
C. Aturan Rantai Teorema aturan rantai
Misalkan y = f(u) dan u = g(x). jika g terdiferensiasikkan di x dan f terdiferensiasikan di u = g (x), maka fungsi komposit f o g, yang didefinisikan oleh (f o g)(x) = f(g(x)), adalah
terdiferensiasikan di x dan
(f o g)’(x) = f(g(x))g’(x) Yakni
xDx (f(g(x))) = f(g(x))g’(x) Atau
𝑑𝑦 𝑑𝑥 = 𝑑𝑦
𝑑𝑢 𝑑𝑢 𝑑𝑥
- Bukti aturan rantai :
Kita misalkan bahwa y = f(u) dan u = g(x), bahwa g terdiferensiasikan di x dan bahwa f terdiferensiasikan di u = g(x). ketika x diberikan pertambahan ∆x, terdapat
pertambahan lagi yang berkorespondensi dalam u dan y yang diberikan oleh
∆u = g(x+∆x) – g(x)
∆𝑦 = f(g(x+∆x)) – f(g(x)) = f(u+∆𝑢) – f(u)
𝑑𝑦
𝑑𝑥 = 𝑙𝑖𝑚
∆𝑥→0
∆𝑥
∆𝑦 = 𝑙𝑖𝑚
∆𝑥→0
∆𝑥
∆𝑦
∆𝑢
∆𝑥 = 𝑙𝑖𝑚
∆𝑥→0
∆𝑥
∆𝑦 . 𝑙𝑖𝑚
∆𝑥→0
∆𝑢
∆𝑥
Karena g terdiferensiasikan di x, maka g kontinu di sana, sehingga ∆x → 0 memaksa
∆u → 0. Karenanya,
𝑑𝑦 𝑑𝑥 = lim
∆u→0
∆𝑦
∆𝑢 . lim
∆x→0
∆𝑢
∆𝑥 = 𝑑𝑦
𝑑𝑢 . 𝑑𝑢
𝑑𝑥
- Berikut adalah contoh penerapan aturan rantai :
Jika y = (2x2 – 4x + 1)60 carilah Dxy Penyelesaian :
Kita pikirkan y sebagai pangkat ke-60 suatu fungsi x; yakni y = u60 dan u = 2x2 – 4x + 1
fungsi sebelah luar adalah f(u) = u60 dan fungsi sebelah dalam adalah u = 2x2 – 4x + 1.
Jadi,
Dxy = Dxf(g(x)) = f(u)g(x) = (60u59 )(4x-4)
= 60(2x2 – 4x + 1)59 (4x-4)
D. Diferensial
Misalkan y = f(x) fungsi terdiferensiasi dari variable bebas x.
- ∆𝑥 adalah pertambahan sebarang dalam variable x - 𝑑𝑥 adalah diferensial variable bebas x dengan ∆𝑥
- ∆𝑦 adalah perubahan sebenarnya dalam variable y ketika x berubah dari x ke x +
∆𝑥, yaitu y = f(x+∆𝑥) – f(x)
- 𝑑𝑦 adalah diferensiak variable tak-bebas y, didefinisikan oleh dy = f’(x) dx Perhatikan bahwa 𝑑𝑦 = 𝑓′(𝑥), pembagian kedua ruas dengan dx menghasilkan
F’(x) = 𝑑𝑦
𝑑𝑥