Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol dalam Perspektif Maqa ṣid Syari'ah. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isi dan isi naskah akademik rancangan peraturan daerah Kabupaten Ponorogo tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol sudah sesuai dengan konsep maqa ṣid syarī'ah. Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol Dalam Perspektif Maqa ṣid Sharī’ah”.
Bagaimana analisis maqa ṣid syarī'ah Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol. Bagaimana status Regulatory Impact Assessment (RIA) dalam naskah akademik peraturan daerah Kabupaten Ponorogo tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol. Untuk mengetahui analisis maqa ṣid syarī'ah Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol.
Untuk mengetahui Regulatory Impact Assessment (RIA) pada naskah akademik Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol. Dalam hal ini penulis mengkaji Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol. Analisis data telah dimulai, peneliti telah melakukan kajian awal terhadap data Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol dan dilanjutkan ke proses penulisan hasilnya.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Telaah Pustaka
Metode Penelitian
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Data
Sistematika Pembahasan
NASKAH AKADEMIK, KONSEP MAQA ṢID SHARĪ‘AH,
Naskah Akademik
- Pengertian Naskah Akademik
- Kedudukan dan Fungsi Naskah Akademik
Naskah ilmiah rancangan peraturan daerah tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol disusun sedemikian rupa sehingga idealnya dapat menjadi landasan dan pedoman bagi terciptanya produk hukum peraturan daerah tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol. lalu lintas minuman beralkohol. di Kabupaten Ponorogo. 7 Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol, 5. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peredaran minuman beralkohol diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan no. 06/MDAG/PER/2015 dan (2) ) Bagaimana tinjauan fiqih muamalah tentang pengaturan peredaran minuman beralkohol.
Bedanya penelitian ini ingin mengetahui efektivitas peraturan daerah Kota Madiun, sedangkan penelitian peneliti ingin mengetahui Regulatory Impact Assessment (RIA) tentang naskah akademik dalam pembentukan peraturan daerah Kabupaten Ponorogo. Kajian normatif ini mencoba mendeskripsikan secara deskriptif data sekunder terkait naskah akademik Kabupaten Ponorogo, rancangan peraturan daerah tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol serta bahan hukum terkait teori maqa ṣid syarī'ah dan Peraturan. Penilaian Dampak (RIA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah naskah akademis Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol yang disusun pada bulan November 2019 dan selanjutnya didukung dengan data hasil studi lapangan pada Dinas Hukum Kabupaten Ponorogo. Sekretariat Daerah.17.
Bahan hukum primer dalam penelitian normatif adalah pernyataan atau data yang mempunyai kewenangan hukum yang ditentukan oleh suatu cabang kekuasaan pemerintah yang meliputi; undang-undang yang dibuat oleh DPR, keputusan pengadilan dan peraturan eksekutif 19 Bahan hukum primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol. Kemudian peneliti menjelaskan gambaran Naskah Akademik Kabupaten Ponorogo tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol berdasarkan konsep dalam teori maqa ṣid syarī'ah. Selanjutnya untuk menjawab rumusan masalah yang kedua dalam penelitian ini, peneliti mencoba menjelaskan gambaran Naskah Akademik Kabupaten Ponorogo tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol berdasarkan konsep yang disesuaikan dengan Regulatory Impact Assessment (RIA) dan hasilnya. wawancara dengan Perancang Peraturan Perundang-undangan.
Konsep Maqa ṣid Sharī‘ah
- Pengertian Maqa ṣid Sharī‘ah
- Ragam Maqa ṣid Sharī‘ah
- Batasan Maslahat
- Maqa ṣid Sharī‘ah Kontemporer Jasser Auda dalam
Daripada definisi di atas, dapat disimpulkan bahawa maqa sid sharī'ah adalah matlamat yang harus dicapai oleh syariat untuk merealisasikan segala kemaslahatan seorang hamba dan mencegahnya daripada melakukan maksiat. Dapat disimpulkan, maqa ṣid sharī'ah adalah mashalahat dan maqa ṣid sharī'ah adalah maqa ṣid sharī'ah. 8. Terdapat lima bentuk maqa ṣid sharī'ah atau biasa disebut kulliyat al-khamsah (lima prinsip umum).
Lima jenis maqa sid sharī'ah ialah h{ifz{di>n (menjaga agama), h{ifz{ nafs (menjaga jiwa), h{ifz{'aql (menjaga akal), h{ifz{ nasl (menjaga kehormatan /keturunan), dan h{ifz{ ma>l (harta jaga). Maksudnya: "Allah tidak mengizinkan kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu kerana agama dan tidak mengusir kamu dari negeri kamu. H{Izz{ al-nafs bermaksud memelihara jiwa yang datang dari gabungan dua perkataan Arab h{ifz, yang bermaksud menjaga, dan al-nafs, yang bermaksud jiwa atau roh.
Secara umumnya, konsep h{ifz{ al-nafs ialah pemeliharaan nyawa atau jiwa, iaitu matlamat ketiga terpenting selepas h{ifz{ di>n (memelihara akidah) dan h{ifz{'aql (memelihara akal. ) mengikut objektif Syariah. Maksud h{ifz{ al-nafs ialah memelihara jiwa individu dan masyarakat keseluruhannya daripada terjerumus ke lembah kebinasaan. H{Ifz{ al-nafs bukan bermaksud hanya amalan hukuman badan seperti yang difahami oleh sebahagian fuqaha, malah hukuman badan adalah unsur yang paling lemah dalam h{ifz{ al-nafs kerana ia akan mengambil sebahagian daripada kehidupan.
Hakikatnya penjagaan jiwa atau h{ifz{ al-nafs termasuk dalam al-kulliyat al-khams kerana agama tidak akan dapat berdiri tegak. 24 Hasri dan Haliza, "Konsep h{ifz{al-nafs (Pemeliharaan Nyawa) Berdasarkan Objektif Syariah Dalam Menghadapi Pandemik Covid-19", Jurnal Persidangan Antarabangsa Mengenai Syariah &. Maslahat yang dimaksudkan ialah memenuhi sekurang-kurangnya satu daripada lima prinsip umum maqa sid sharī'ah iaitu memenuhi keperluan agama, jiwa, akal, keturunan atau harta.
Jadi suatu perbuatan dapat dikategorikan bermanfaat apabila merupakan bagian dari kulliatu al-khamsah (lima prinsip umum maqa ṣid syarī'ah). Menurut Jasser Auda, maqa ṣid syarī'ah adalah prinsip yang mencakup hikmah di balik hukum dan seperangkat niat ilahi serta konsep moral yang menjadi dasar hukum Islam, seperti keadilan, martabat manusia, kehendak bebas, kemurahan hati, kemudahan, dan kerjasama masyarakat.29 Jadi menurut Jasser Auda, maqa ṣid syarī'ah kontemporer tidak hanya menganut lima prinsip utama maqa ṣid syarī'ah klasik, namun juga mempertimbangkan kategori lain yang mendukung prinsip niat ilahi.
Teori Regulatory Impect Assessment (RIA)
- Pengertian Regulatory Impect Assessment (RIA)
- Indikator Regulatory Impect Assessment (RIA)
Tahap awal adalah mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan tujuan dan isi peraturan serta didukung oleh data dan fakta lapangan. Pada tahap ini, para analis kebijakan ingin mengetahui antara lain: Apakah pemerintah telah memahami permasalahan sebenarnya dalam mengeluarkan kebijakan. Pada fase ini, analis kebijakan mencoba mencari tahu tujuan yang ingin dicapai pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan.
Dalam beberapa kasus, tujuan suatu kebijakan tentu saja untuk menyelesaikan 'masalah' yang telah diidentifikasi pada tahap tersebut di atas. Dalam keadaan seperti ini biasanya kebijakan yang diambil pemerintah hanya ditujukan untuk mengatasi sebagian permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu, analis kebijakan harus mengidentifikasi dengan jelas tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh kebijakan tersebut.
Apakah tujuan kebijakan untuk menyelesaikan sebagian atau seluruh permasalahan yang dihadapi? permasalahannya biasanya cukup kompleks, sehingga diperlukan beberapa kebijakan untuk menyelesaikan masalah secara keseluruhan). Selain itu, analis juga harus memeriksa apakah pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan tersebut dan apakah kebijakan tersebut sejalan dengan undang-undang dan peraturan lainnya. Pada tahap ini, analis kebijakan mengkaji pengembangan tindakan alternatif (pilihan) yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan dan target yang telah diidentifikasi.
Fokus kajian pada tahap ini adalah untuk melihat apakah pemerintah telah mempertimbangkan seluruh opsi (tindakan alternatif) yang tersedia. Dengan melihat alternatif pemecahan masalah yang lain, kita dapat membandingkan dan mempertimbangkan alternatif mana yang lebih baik untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pada tahap ini, analis kebijakan menilai manfaat dan biaya (pro dan kontra) dari setiap pilihan penting atau alternatif tindakan, dilihat dari sudut pandang pemerintah, masyarakat, konsumen, pelaku usaha, dan perekonomian secara keseluruhan.
Setelah mempertimbangkan beberapa opsi tindakan yang mungkin, dan setelah membandingkan berbagai biaya dan manfaat dari opsi-opsi tersebut, tahap berikutnya adalah memilih opsi tindakan terbaik untuk mencapai tujuan dan memecahkan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya. Fungsi analis pada tahap ini adalah memastikan bahwa pemerintah telah membandingkan seluruh biaya/manfaat dan memilih opsi yang paling efektif dan efisien.
ANALISIS MAQA ṢID SHARĪ‘AH NASKAH AKADEMIK
Latar Belakang Disusunnya Naskah Akademik
Asas/Prinsip yang Terkandung dalam Penyusunan Norma
Landasan Filosofis dalam Naskah Akademik
Landasan Sosiologis dalam Naskah Akademik
Landasan Yuridis dalam Naskah Akademik
Jangkauan dan Arah Pengaturan dalam Naskah Akademik
Ruang Lingkup Pengaturan Peraturan Daerah
Kegunaan Penyusunan Naskah Akademik Rancangan
Tinjauan Umum Regulatory Impect Assessment (RIA) dalam
Analisis Maqa ṣid Sharī‘ah Terhadap Naskah Akademik
PENUTUP
Kesimpulan
Isi dan isi Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol sesuai dengan konsep maqa ṣid syarī’ah. Akibat dari faktor pertama maka pengaturan yang ada disusun untuk memenuhi tujuan hukum Islam, yaitu h{ifz{di>n (perlindungan agama) dan h{ifz{'aql (pemeliharaan akal). Faktor kedua, kebermanfaatan peraturan dalam Naskah Akademik tersebut tidak hanya dilaksanakan untuk memenuhi kepentingan masyarakat Islam Ponorogo saja, namun juga untuk menjamin kesehatan, kesejahteraan, kemakmuran dan kemaslahatan umum wilayah Kabupaten Ponorogo.
Regulatory Impact Assessment (RIA) dalam Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol telah memperhatikan 4 (empat) indikator Regulatory Impact Assessment (RIA), yaitu fase identifikasi masalah, fase identifikasi tujuan, implementasi alternatif tindakan dan strategi, serta belum memperhatikan analisis biaya-manfaat dan pemilihan opsi. Walaupun indikatornya belum sempurna, namun berdasarkan hasil penelitian Regulatory Impact Assessment (RIA) terhadap naskah akademik mempunyai manfaat bahwa dengan adanya naskah akademik yang baik dapat membantu pemerintah dalam pembentukan peraturan daerah, karena memberikan manfaat dan sesuai dengan konsep e maka sid syariah. Sebab, naskah akademis yang baik merupakan pintu awal untuk meminimalisir terjadinya kerusakan dalam proses pembentukan peraturan daerah.
Dan naskah akademik mengandung sistem tujuan yaitu keadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogo.
Saran
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol Dalam Perspektif Maq Ṣid Syarī„Ah. Analisis Saddu Al-Dhari'ah terhadap Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol dan Pembalasan Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol.” Eksistensi Naskah Akademik dalam Pembentukan Raperda Berdasarkan Pasal 56 Ayat (2), Pasal 57 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 dan Pasal 18,20,30 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 (Studi di Kabupaten Bengkayang)”.
Tinjauan Hukum Dagang Syariah terhadap Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol dalam Keputusan Menteri Perdagangan No. 06/M-Dag/Per/1/2015". Tinjauan Fiqih Muamalah Peraturan Peredaran Minuman Beralkohol dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/2015".