Jika pengertian teknologi secara umum sudah dijelaskan di atas, maka pembahasan selanjutnya adalah tentang perkembangan teknologi yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicare yang berarti berbagi atau menyampaikan berita, pesan, informasi dan perasaan kepada orang lain. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian teknologi informasi adalah suatu prosedur atau sistem yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pesan atau informasi.
Seiring dengan berkembangnya komputer dan peralatan komunikasi modern, konsep teknologi informasi dan komunikasi dapat diartikan sebagai pemanfaatan komputer dan perangkat lainnya sebagai alat untuk pengolahan, penyajian dan pengelolaan data dan informasi berdasarkan peralatan komunikasi. Masyarakat mencoba memanfaatkan teknologi komunikasi berupa gambar yang menceritakan pengalaman kegiatan berburu di dinding gua, menggunakan sinyal suara untuk berkomunikasi dengan orang lain menggunakan drum, terompet, api dan asap untuk menyampaikan pesan jarak jauh. 14 https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_komunikasi#Masa_Prahistory diakses pada 15 April 2016 pukul 18.03 WIB.
Perkembangan teknologi komunikasi mempunyai kedudukan dalam setiap ilmu yang bersifat interdisipliner dan saling terkait dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terutama sebagai cara untuk memahami dan menyebarkan ilmu pengetahuan agar masyarakat dapat memahaminya secara rinci dan jelas. Teknologi komunikasi baru menawarkan pilihan mudah untuk memindahkan informasi antar negara, baik secara geografis, sosial atau psikologis. Di penghujung tahun 2015, banyak kota di dunia yang telah menerapkan teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam perencanaan kota atau biasa disebut Smart City di masyarakat.
Smart City atau Smart City merupakan pengembangan visi perkotaan yang terintegrasi dengan berbagai teknologi informasi dan komunikasi sebagai solusi untuk mengintegrasikan berbagai aset perkotaan, seperti pusat informasi perkotaan, sekolah, perpustakaan, transportasi, rumah sakit, unit pengelolaan listrik, unit irigasi, persampahan. unit manajemen. , satuan penegakan hukum dan berbagai layanan masyarakat lainnya.
TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN 1. Fungsi Teknologi dalam Pembelajaran
Padahal, pagu tersebut tidak hanya diterapkan di RSBI atau SBI saja, melainkan menjadi syarat bagi guru SMA/SMK serta dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 bahwa guru mata pelajaran harus memenuhi kompetensi penggunaan. teknologi informasi dan komunikasi untuk digunakan dalam pembelajaran yang diajarkan. Fungsi perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia seringkali hanya digunakan untuk membantu kegiatan administrasi di sekolah, seperti halnya menggantikan mesin tik konvensional. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan informasi pendidikan yang berkembang sangat pesat.
Sumber daya yang dimaksud adalah pekerja manusia yang diberi tugas dan tanggung jawab perencanaan dan pengembangan teknologi informasi. Hubungan dalam konteks ini adalah hubungan antara teknologi informasi dengan manajemen lembaga pendidikan, dalam hal ini sekolah. 37 Ibid., 64. . dengan pemanfaatan teknologi informasi berdasarkan skala prioritas dengan mengedepankan prinsip proses daripada berdasarkan fungsi organisasi.
Dengan pengelolaan yang baik dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran di lembaga pendidikan, diharapkan fungsi teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mencakup ketiga aspek di atas. Pendidikan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar kelak mampu berperan serta dalam pembangunan nasional. Pola pendidikan tradisional kini menghadapi tantangan dan ancaman seiring dengan berkembangnya berbagai produk teknologi informasi.
Oleh karena itu, dalam upaya pengembangan dan peningkatan mutu, tidak ada jalan lain bagi dunia pendidikan selain mengakomodasi perkembangan teknologi informasi. Kegiatan pendidikan dan penelitian yang melibatkan produk-produk teknologi informasi juga cenderung menghasilkan berbagai penelitian yang bermanfaat namun banyak orang merasa belum banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari barometer kompetensi lembaga pendidikan, penguasaan teknologi informasi kemudian menjadi bagian penting dalam membentuk citra lembaga yang bonafide dan pada akhirnya mampu memenangkan persaingan untuk mendapatkan calon peserta didik dan mahasiswa terbaik.
Hal inilah yang menyebabkan semua sekolah dan kampus berlomba-lomba memperbarui ruang kelas dan laboratoriumnya dengan produk teknologi informasi tercanggih. Di tahun globalisasi yang semakin meningkat ini, mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan Teknologi Informasi yang semakin pesat. Selain itu juga harus mempunyai tujuan yang ingin dicapai dari upaya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak dijumpai yang merupakan gabungan dari teknologi audio/data, video/data, audio/video dan internet. Penggunaan alat teknologi informasi seperti LCD proyektor dan CD-ROM multimedia membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Kementerian Agama Republik Indonesia merumuskan konsep Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu upaya sadar untuk mempersiapkan peserta didik beriman. Tayar Yusuf memaknai pendidikan agama Islam sebagai upaya sadar generasi tua untuk mentransfer pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah SWT. Sedangkan menurut Ahmad Tafsir, pendidikan agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.
Setiap pendidik harus memikirkan akhlak dan memikirkan akhlak agama sebelum yang lain, karena akhlak agama merupakan akhlak yang tertinggi, sedangkan akhlak mulia merupakan pilar pendidikan Islam. Berhasil tidaknya pendidikan agama Islam di sekolah dapat diukur dengan memperhatikan akhlak dan perilaku ketika berinteraksi di sekolah dan lingkungan sekitar. Tujuan merupakan faktor yang harus ada dalam setiap aktivitas manusia, begitu pula dalam aktivitas pendidikan agama Islam, karena faktor tersebut memberikan arah dan motivasi bagi aktivitas agama Islam.
Pendidikan agama Islam yang utama adalah memajukan dan menunjang kehidupan siswa dengan nilai-nilai agama, serta mengajarkan ilmu-ilmu agama masa lalu, sehingga siswa mampu mengamalkan syariat Islam dengan benar dan sesuai dengan petunjuk agama. Tujuan pendidikan Islam sejajar dengan tujuan ajaran Islam itu sendiri, yaitu mengangkat akhlak sehingga dapat mencapai nilai akhlakul kerimah. Niat tersebut sama dengan yang terkandung dalam tugas kenabian yang dilakukan oleh Rasulullah a.s., yaitu sesuai dengan sabda beliau yaitu: “Sesungguhnya aku diutus untuk membimbing manusia agar mencapai akhlak yang mulia.” .
Dengan itu, dapat disimpulkan bahawa tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui penyampaian dan pemupukan ilmu, penghayatan, pengamalan dan pengalaman pelajar tentang Islam agar mereka menjadi umat Islam yang terus berkembang dari segi keimanan, bertakwa, berbangsa dan bernegara serta dapat meneruskan pendidikan ke peringkat yang lebih tinggi.55. Sejarah kebudayaan Islam merupakan salah satu bidang pendidikan agama Islam yang dibincangkan.