Analisis laporan keuangan melibatkan pengujian hubungan antara laporan laba rugi dan neraca, bagaimana hubungan tersebut berubah seiring waktu (analisis tren), dan bagaimana perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industrinya (analisis benchmark). Berikut ini adalah alat dan teknik analisis laporan keuangan yang paling penting: Analisis horizontal dan vertikal Analisis rasio. Cara yang berguna untuk menganalisis laporan keuangan adalah dengan menganalisis laporan secara horizontal atau vertikal.
Analisis vertikal merupakan analisis proporsional terhadap laporan keuangan yang mana setiap item baris dalam suatu laporan keuangan dinyatakan sebagai persentase terhadap item lainnya. Analisis rasio merupakan alat penting untuk menganalisis laporan keuangan. Beberapa manfaat utama yang diperoleh perusahaan dari penggunaan rasio akuntansi adalah. Analisis vertikal menunjukkan setiap akun pada laporan keuangan dalam dolar dan persentase item lainnya.
Dua cara paling sederhana dalam menganalisis laporan keuangan perusahaan adalah secara vertikal dan horizontal. Salah satu metode melakukan analisis akuntansi horizontal adalah dengan membandingkan jumlah dolar absolut dari item-item tertentu selama periode waktu tertentu. Metode lain dalam melakukan analisis akuntansi horizontal adalah dengan membandingkan persentase perbedaan item-item tertentu selama periode waktu tertentu.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PT MMM berada dalam kondisi cukup baik hingga sangat baik, karena analisis horizontal dan analisis vertikal merupakan bagian penting dalam analisis laporan keuangan.
Dedy Suryadi
Perandan Strategi Perkembangan Kewirausahaan dan Tantangannya Dalam Menghadapi Perekonomian di Masa Yang Akan Datang
- Pendahuluan
- Tinjauan Pustaka
- Metode Penelitian
- Pembahasan
- Peran dan Strategis Kewirausahaan Sebagai bagian dari pengembangan
- Strategi Pengembangan Kewirausahaan Arah kebijakan pemerintah dan
- Penutup
- Daftar Pustaka
OPTIMALKAN PERAN STANDAR PROSEDUR OPERASI (SOP), DESKRIPSI KERJA DAN PELATIHAN DALAM MANAJEMEN NOMOR KARYAWAN. DALAM KASUS TERTENTU & POSISI TINGKAT MANAJEMEN ) Ringkasan. Artikel ini membahas tentang pentingnya penggunaan SOP dan deskripsi pekerjaan sebagai alat dalam mengelola pergantian karyawan di perusahaan, khususnya untuk perusahaan profit. SOP atau standar operasional prosedur dan uraian tugas atau jobdesk merupakan bagian penting dalam proses bisnis suatu perusahaan.
Tanpa SOP dan uraian tugas, insan perusahaan akan melakukan segala sesuatunya tanpa menggunakan pedoman/aturan yang jelas. Jenis pelatihan yang efektif digunakan dalam transfer keterampilan dengan menggunakan sistem prosedur operasi dan uraian tugas adalah On. Deskripsi pekerjaan sendiri biasanya dijadikan acuan bagi karyawan untuk mengetahui tugas pokok dan tambahan apa yang akan dilakukan serta situasi kerja menurut departemen atau fungsinya.
Namun di sisi lain, SOP dan uraian tugas serta pelatihan dapat digunakan untuk mengatasi turnover yang tinggi. Di sinilah diperlukan SOP, uraian tugas dan pelatihan sebagai media pelatihan untuk menciptakan manusia yang memiliki kompetensi dan pengalaman. Meskipun SOP dan uraian tugas merupakan alat yang efektif untuk menjembatani perubahan, hal ini tidak berarti penerapannya juga buruk.
Oleh karena itu penerapan SOP dan Job Description sangat penting untuk diperhatikan lebih lanjut. Berdasarkan pengalaman penulis selama bekerja dan memberikan berbagai konsultasi di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia, bahkan ia menemukan adanya SOP dan uraian tugas yang menjadi belenggu bagi karyawan untuk menjalankan tugasnya secara fleksibel. Tuntutan standardisasi dan sertifikasi mengharuskan SOP dan Job Description dijalankan dengan sangat kaku tanpa memperhatikan tujuan dan aspek penting yang ingin dicapai perusahaan.
Selain itu, SOP dan Job Description tidak dibuat mengikuti perkembangan, kebutuhan dan persyaratan perusahaan, misalnya SOP dan Job Description dibuat mengikuti konsultan atau standarisasi dan tidak ditinjau secara berkala untuk melakukan penyesuaian. Berbeda dengan penerapan SOP atau Job Description pada level staf di level manajemen rendah atau non-manajemen. SOP dan Job Description biasanya dipahami sebagai aturan yang mengikat dan tegas, jika atasan langsung maupun tidak langsung tidak mengkomunikasikan secara jelas dan intensif mengenai hal-hal penting yang harus dilakukan, sepanjang tidak melanggar tujuan penting dan kebijakan perusahaan.
Dalam mengambil keputusan dan peraturan terkait pembuatan SOP dan uraian tugas, sebaiknya selalu mengacu pada tujuan utama perusahaan. Selain itu, cara penggunaan SOP, uraian tugas, dan pelatihan juga tidak dapat diterapkan pada pegawai yang membutuhkan keahlian khusus yang sudah berada pada tingkat penguasaan atau keahlian.
Jarot Sutrisno
SUCCESSIVE INTERVAL METHOD DALAM MENGANALISA
KEPUASAN COSTUMER PADA PT BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI JAKARTA
ABSTRAKSI
ABSTRACT
Keywords : Successive Interval, Costumer satisfaction
PENDAHULUAN
Paradigma ini sesuai dengan “discrepancy theory” yang melihat seseorang merasa puas dengan membandingkan apakah ada perbedaan antara apa yang diterima dan apa yang diharapkan.
Nilai Pelanggan, Kepuasan dan Loyalitas
RUMUSAN MASALAH
TujuandanManfaatPenelitian Tujuan penelitian ini
Dari hasil penelitian diharapkan para stakeholder PT Bank Kesejahteraan
Berdasarkan hasil survei tersebut diharapkan para pemangku kepentingan PT Bank Kesejahteraan dan pemangku kepentingan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Jakarta dapat mengetahui apakah kualitas layanan yang diberikan telah memenuhi harapan nasabah sehingga berdampak pada kepuasan nasabah.
Data &informasi yang diperoleh dari penelitian ini dapat digunakan oleh stakeholder PT Bank
TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Berdasarkan hasil survei tersebut diharapkan para pemangku kepentingan PT Bank Kesejahteraan dan pemangku kepentingan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Jakarta mengetahui apakah kualitas layanan yang diberikan sudah sesuai dengan harapan nasabah yang dihasilkannya.
Kepuasan
Konsep Jasa
- Tangibles : Penampilan dari fasilitas fisik, peralatan, personalia, dan sarana
- Reliability : Kemampuan memberi jasa yang akurat dan terpercaya
- Responsiveness : Kesedian membatu dan memberikan pelayanan yang cepat
- Competence : Menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan yang
- Courtesy : Kesopanan, rasa hormat, bijaksana dan bersahabat
- Credibility : Dipercaya dan jujur dalam memberi pelayanan
- Security : Bebas dari segala bahaya, resiko, atau kekecewaan
- Understanding the Customer : Berusaha mengetahui kebutuhan customer
Tjiptono (2006) “Beberapa kekurangan petugas pelayanan yang mempengaruhi kualitas pelayanan antara lain: tidak terampil dalam melayani pelanggan, cara berpakaian yang tidak pantas, ucapan yang tidak pantas, bau badan yang tidak sedap dan selalu cemberut.” Bahan berwujud: Presentasi benda fisik, perlengkapan, personel dan benda fisik, perlengkapan, personel, dan sarana komunikasi. Responsiveness: Kesediaan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat serta memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap.
Kompetensi : Menguasai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan.
Konsep Customer Value
Jika pasar berfungsi sempurna, dimana konsumen mempunyai banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhannya, maka produsen sangat perlu mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen. Produsen yang mampu memahami dan memuaskan kebutuhan konsumen, serta konsumen yang puas dengan kinerja dan pelayanan yang ditawarkan, akan mampu bertahan di era global. Mulyadi mendefinisikan nilai pelanggan sebagai selisih antara manfaat yang diperoleh konsumen dari barang atau jasa yang dikonsumsinya dengan pengorbanan yang dilakukan konsumen untuk memperoleh manfaat tersebut.
Manfaat yang diperoleh dan pengorbanan yang ditimbulkan konsumen bergantung pada tingkat kualitas hubungan yang terjalin antara produsen dan konsumen.
Metode Mengukur Kepuasan Pemakai
Sistem keluhan dan saran
Survei kepuasan pemakai
Ghost shopping
Analisis kehilangan pemakai (lost customer analysis)
Kepuasan Konsumen
Nilai Pelanggan (customer delivered value) adalah selisih antara pelanggan
Nilai pelanggan total adalah serangkaian manfaat yang diharapkan pelanggan dari produk dan layanan tertentu. Nilai pelanggan didefinisikan sebagai total biaya pelanggan, yang merupakan serangkaian biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan konsumen untuk mengevaluasi, memperoleh, menggunakan, dan membuang produk atau layanan.
Kepuasan pelanggan, perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul
Retensi pelanggan, tujuan menyeluruh dari nilai pelanggan tersedia secara
Loyalitas Konsumen
- Pembelian ulang
- Kebiasaan mengkonsumsi merek tersebut 3. Selalu menyukai merek tersebut
- Tetap memilih merek tersebut
- Yakin bahwa merek tersebut yang terbaik 6. Merekomendasikan merek tersebut pada
Banyak perusahaan berfokus pada kepuasan yang tinggi karena pelanggan yang kepuasannya adil dapat dengan mudah berubah pikiran jika menerima penawaran yang lebih baik. Di era Relationship Marketing, pemasar berasumsi bahwa loyalitas pelanggan terbentuk oleh adanya nilai dan merek. Nilai merupakan persepsi nilai yang dimiliki pelanggan berdasarkan apa yang diterimanya dan apa yang dikorbankannya dalam melakukan transaksi.
Untuk memperoleh loyalitas pelanggan, perusahaan tidak hanya mengandalkan nilai dan branding seperti yang diterapkan dalam Pemasaran Konvensional. Saat ini diperlukan perlakuan yang lebih atau yang disebut dengan Unique Needs, perbedaan kebutuhan antara satu pelanggan dengan pelanggan lainnya, untuk itu peran Relationship Marketing sangat diperlukan. Pada gambar berikut, terdapat tiga pilar loyalitas pelanggan di era Relationship Marketing yang berfokus pada pelanggan sebagai pusat pusaran.
METODE PENELITIAN Sampel Penelitian
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
Teknik Analisis Data Validitas dan Reliabilitas
Metode Successive Interval
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
PENGUJIAN VALIDITAS INSTRUMEN
Hasil kuesioner terlampir di bawah ini, dimana Q1 dan Q2 s/d Q18 dihapus penulis sebagai item pertanyaan yang ditujukan kepada nasabah Bank Kesra Jakarta, sedangkan kolom “res” adalah responden nomor 1 sampai dengan Q1. responden ke 35, karena. 35 orang diperiksa. Terlihat tingkat validitas instrumen pertanyaan yang ditanyakan kepada responden, dari total 18 pertanyaan yang diajukan, 16 pertanyaan valid, sedangkan 2 pertanyaan tidak valid. Walaupun Anda terbiasa menggunakan predikat valid untuk suatu tes, namun perlu Anda pahami bahwa yang dimaksud dengan validitas sebenarnya adalah masalah mengukur hasil, bukan pada alat ukur itu sendiri.
Hal inilah yang dikemukakan oleh Cronbach’s alpha, bahwa dalam proses validasi sebenarnya kita tidak bertujuan untuk memvalidasi tes, melainkan untuk memvalidasi interpretasi data yang diperoleh dengan prosedur tertentu (Cronbach: 1971).
PENGUJIAN RELIABILITAS INSTRUMEN
SUCCESSIVE INTERVAL METHOD
KESIMPULAN
Secara konseptual didapat perbedaan konstruksi teoritis antara deteminan
Konsep kepuasan adalah sesuatu yang dinamis, satu waktu konsumen dapat
Dengan adanya penelitian ini, dapat disimpulkan
Nantinya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan serta rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR QUISIONER
PT BANK Kesejahteraan Ekonomi JAKARTA
Deskripsi Pertanyaan Responden mengenai Bukti Fisik (Tangible)
Gedung kantor Bank Kesejahteraan Ekonomi Jakarta yang bersih dan tertata rapi
Peralatan kantor yang digunakan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Jakarta modern dan
PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Jakarta memiliki media transaksi seperti brosur
Deskripsi Pertanyaan Responden Mengenai Kehandalan (Reliability)
Kemampuan karyawan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Jakarta
Kemampuan karyawan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Jakarta
Deskripsi Pertanyaan Responden Mengenai Tanggapan (Responsiveness)
Karyawan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
Kemudahan nasabah menghubungi lewat
Deskripsi Pertanyaan Responden Mengenai Assurance
Keamanan dalam bertransaksi
Ketelitian karyawan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
Pelayanan karyawan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
Deskripsi Pertanyaan Responden mengenai Emphaty
Tegur sapa dan tutur kata karyawan PT Bank
Deskripsi Pertanyaan Responden mengenai Kepuasan Customer PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Jakarta Cabang Jakarta
Penampilan karyawan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
Kecepatan karyawan dalam memberikan pelayanan
Respon karyawan PT. Bank Kesejahteraan Ekonomi
HASIL ANALISA STATISTIK
Succesive Detail
BIODATA PENULIS
AHMAD SUBAGYO
JAROT SUTRISNO
MARTINO WIBOWO
DEDY SURYADI
TATA PENULISAN