• Tidak ada hasil yang ditemukan

NEGERI BHAKTI KENCAN RRI MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "NEGERI BHAKTI KENCAN RRI MAKASSAR "

Copied!
82
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pengelolaan modal kerja terhadap sisa kinerja usaha pada Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bhakti Kencana RRI Makassar. Penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan atau dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk perkembangan dan kemajuan koperasi dimasa yang akan datang, khususnya dalam pengelolaan modal kerja untuk menghasilkan keuntungan atau sisa hasil usaha.

TINJAUAN PUSTAKA

Jenis-jenis Koperasi

Jenis-jenis koperasi di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan seiring dengan berkembangnya peraturan koperasi yang berlaku di Indonesia. Koperasi sekunder dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: koperasi pusat yang anggotanya paling sedikit 5 koperasi asli, koperasi anggota gabungan paling sedikit 3 koperasi pusat, dan koperasi induk yang anggotanya paling sedikit 3 koperasi pusat.

Landasan, Asas dan Tujuan Koperasi

Fungsi, Peran dan Prinsip Koperasi

Koperasi mempunyai arah dan tujuan untuk dapat bekerjasama mengelola kegiatan-kegiatan positif yang memerlukan keahlian dalam operasionalnya, sehingga diperlukan pendidikan dan kepemimpinan dalam pelaksanaannya dengan tujuan agar koperasi sebagai wadah yang berlandaskan asas kekeluargaan dapat bermanfaat, oleh karena itu koperasi pendidikan sangat dibutuhkan sebagai landasan pendidikan.

Pengertian Modal Kerja

Konsep ini menitikberatkan pada kualitas modal kerja, dalam konsep ini yang dimaksud dengan modal kerja adalah kelebihan aktiva kerja atas utang jangka pendek (networking capital), yaitu jumlah modal kerja yang berasal dari pinjaman jangka panjang atau pemilik bisnis. . Konsep ini menitikberatkan pada fungsi aset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan (keuntungan) dari bisnis inti perusahaan.

Jenis-jenis Modal Kerja

Modal kerja normal adalah modal yang harus ada agar suatu koperasi dapat beroperasi pada tingkat produksi yang normal. Modal kerja variabel adalah modal kerja yang besarnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan kegiatan atau keadaan lain yang mempengaruhi koperasi. Modal kerja musiman merupakan jumlah dana yang diperlukan untuk mengantisipasi fluktuasi kegiatan koperasi.

Modal kerja darurat adalah modal kerja yang kebutuhannya bergantung pada keadaan di luar kemampuan koperasi.

Komponen Modal Kerja

Obligasi pemerintah, obligasi perusahaan industri dan surat utang serupa, serta saham perusahaan lain yang dibeli untuk dijual kembali dikenal sebagai investasi jangka pendek. Surat berharga yang dibeli sebagai investasi jangka pendek dari dana yang belum terpakai dan apabila dapat segera dijual dapat dianggap sebagai aset lancar. Pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan karena telah memberikan jasa kepada pelanggan lain, namun pembayarannya belum diterima sehingga merupakan invoice.

Biaya untuk memperoleh jasa dari pihak lain, namun biaya tersebut belum merupakan biaya atau jasa dari pihak lain yang belum dinikmati oleh perusahaan pada periode berjalan. Kewajiban lancar adalah kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dipenuhi dalam waktu kurang dari satu tahun, atau kewajiban yang tanggal jatuh temponya termasuk dalam siklus akuntansi berjalan. Hutang Wesel Hutang wesel adalah surat promes tertulis dari suatu perusahaan untuk membayar sejumlah uang atau perintah dari pihak lain pada suatu tanggal tertentu di masa yang akan datang.

Pentingnya Modal Kerja

Sumber Modal Kerja

Modal pinjaman anggota berupa simpanan pribadi adalah modal pinjaman yang diperoleh anggota untuk membiayai kebutuhan tertentu, dan simpanan sukarela merupakan simpanan anggota dan dapat diambil kembali sesuai kesepakatan yang ditentukan dalam anggaran dasar. Bank dan lembaga keuangan lainnya adalah modal yang diperoleh dari bank atau lembaga keuangan lainnya, namun Anda harus mengajukan persyaratan terlebih dahulu untuk mendapatkan pinjaman.

Penggunaan Modal Kerja

Jika perusahaan membeli kembali obligasi yang jatuh tempo atau melunasi utang jangka panjangnya, maka kas perusahaan akan berkurang.

Tujuan Penggunaan Modal Kerja

Untuk memperkirakan pengeluaran koperasi, menunjukkan seberapa besar pertumbuhan koperasi dibelanjakan dari dalam koperasi dan berapa banyak pertumbuhan koperasi dibelanjakan dari luar koperasi.

Penentuan Besarnya Kebutuhan Modal Kerja

Sisa Hasil Usaha

  • Prinsip-Prinsip Pembagian Sisa Hasil Usaha

Sisa keuntungan setelah dikurangi dana cadangan dibagikan kepada anggota sesuai dengan jasa usaha yang dilakukan masing-masing anggota pada koperasi dan digunakan untuk keperluan lain koperasi sesuai dengan keputusan majelis anggota. Penggunaan sisa keuntungan meliputi dana cadangan, pendidikan koperasi, dana sosial dan pembagian kepada anggota berdasarkan jasa yang dibayarkan kepada koperasi. Lebih jelasnya, penggunaan sisa keuntungan ditentukan dalam anggaran dasar dan anggaran dasar koperasi (ZD dan ČL) yang diputuskan oleh majelis anggota.

Anggota koperasi mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pemilik yang wajib menanam modal dan berhak menerima hasil penanaman modalnya serta sebagai nasabah yang berkewajiban dalam setiap transaksi usaha dalam usaha koperasinya, sehingga perlu memperhatikan asas-asas berikut ini. pembagian sisa keuntungan usaha (Avina Widya dalam skripsinya yang berjudul pembagian shu pada koperasi) a. Sedangkan sisa hasil usaha yang dihasilkan dari transaksi dengan anggota pada hakekatnya tidak dibagikan kepada anggota melainkan dijadikan cadangan koperasi. Sisa hasil usaha yang diperoleh masing-masing anggota terutama merupakan modal bersih yang ditanam dan hasil transaksi yang dilakukan oleh anggota koperasi.

Oleh karena itu, perlu ditentukan persentase sisa pendapatan usaha atas jasa permodalan dan jasa transaksi usaha yang dibagikan kepada anggota. Sisa pendapatan usaha dibayarkan secara tunai, karena dapat membuktikan kepada anggotanya bahwa koperasi tersebut dalam keadaan sehat. Penyajian pembagian sisa hasil usaha pada hakikatnya tidak sama, namun tidak jauh berbeda.

Pembagian sisa hasil usaha biasanya dilakukan sesuai dengan kesepakatan para anggota dalam anggaran rumah tangga koperasi yang bersangkutan. Bagian (Persentase) SHU transaksi usaha anggota merupakan SHU yang diperoleh dari bagian SHU anggota yang diperuntukkan bagi jasa transaksi anggota.

Analisis Rasio Keuangan

  • Perbandingan Rasio Keuangan
  • Keterbatasan Rasio Keuangan
  • Bentuk-Bentuk Rasio Keuangan

Rasio keuangan pesaing pada perusahaan yang paling sebanding, yang dijadikan acuan dalam menilai rasio keuangan yang diperoleh selain standar industri yang ada. Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas suatu koperasi dalam menggunakan aset yang dimilikinya, atau dapat juga dikatakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektivitas) mengukur penggunaan sumber daya koperasi. Rasio aktivitas yang digunakan mempunyai beberapa tujuan yang harus dicapai dan juga memberikan banyak manfaat bagi kepentingan koperasi dan pihak luar koperasi saat ini dan di masa yang akan datang.

Untuk mengukur berapa lama pemungut hutang berbelanja dalam satu tempoh atau berapa kali dana yang dilaburkan dalam penghutang ini berputar dalam satu tempoh. Untuk mengukur berapa kali dana yang dilaburkan dalam modal kerja berputar dalam satu tempoh atau berapa banyak pendapat yang boleh diperolehi oleh setiap modal yang digunakan. Dalam bidang modal kerja dan jualan atau pendapatan boleh mengetahui berapa kali dana yang dilaburkan dalam modal kerja berputar dalam satu tempoh atau dengan kata lain berapa banyak pendapatan yang diperolehi oleh setiap modal kerja yang digunakan.

Perputaran modal kerja merupakan suatu rasio untuk mengukur atau menilai efisiensi modal kerja dalam suatu periode tertentu. Menurut Mekari dalam jurnal wirausaha (2019). Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan koperasi dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Untuk mengukur produktivitas seluruh dana yang digunakan, baik modal pinjaman maupun ekuitas. 2) Manfaat Rasio Profitabilitas.

Mengetahui produktivitas seluruh dana yang digunakan, baik modal pinjaman maupun ekuitas, Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, ada beberapa jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan. Return on Asset merupakan rasio untuk mengukur kemampuan koperasi dalam menghasilkan keuntungan atau sisa hasil usaha dari penggunaan seluruh aset yang dimilikinya. Return on equity merupakan rasio untuk mengukur laba bersih atau sisa laba usaha dengan modal ekuitas.

Rasio likuiditas disebut juga rasio modal kerja, merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuid suatu koperasi.

Standar Penilaian Rasio Keuangan

Hasil dari pengukuran rasio ini, jika terdapat current rasio yang rendah maka dapat dikatakan koperasi tersebut kekurangan modal untuk membayar utangnya. Untuk melihat kondisi koperasi baik atau tidak, lihatlah standar rasio industri yang telah ditetapkan saat ini.

Kerangka Pikir

Hipotesis

METODE PENELITIAN

Jenis dan Sumber Data

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data menggunakan wawancara langsung kepada pimpinan dan pengurus untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan dan anggaran pada Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bhakti Kencana RRI Makassar. Metode pengumpulan datanya dengan mengumpulkan data diskusi yang diambil dari bahan kajian kepustakaan dan sumber lain yang berkaitan dengan judul penelitian.

Metode Analisis

Modal kerja merupakan modal yang diperlukan untuk membiayai seluruh kegiatan pada Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bhakti Kencana RRI Makassar agar koperasi berjalan sesuai rencana yang dibuat. Sisa hasil usaha disebut juga dengan laba bersih yang diperoleh Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bhakti Kencana RRI Makassar setiap periode tahunnya. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa modal kerja yang tersedia pada koperasi ini cukup banyak, terlihat mengalami peningkatan sebesar Rp 705.709 pada tahun 2017-2018.

Seperti halnya pendapatan yang diperoleh setiap tahunnya, perputaran modal kerja di koperasi ini mengalami naik turun. Dilihat dari rata-rata perputaran modal kerja industri yang ≥ 3,0 kali, keadaan koperasi pada tahun 2016-2018 dinilai kurang baik karena masih di bawah standar rata-rata industri. Perhitungan analisis profitabilitas pada data keuangan Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bhakti Kencana RRI Makassar tahun 2016-2018 adalah sebagai berikut.

Keadaan rasio aktivitas yang diukur dengan perputaran modal kerja koperasi cukup mengkhawatirkan karena berfluktuasi setiap tahunnya. Standar industrinya >3 kali lipat, sehingga perputaran modal kerja Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bhakti Kencaana RRI Makassar pada tahun 2016 sangat buruk karena sangat jauh dari rata-rata industri. Hal ini disebabkan oleh buruknya pengelolaan modal kerja untuk memperoleh sisa hasil usaha atau keuntungan yang tinggi padahal modal kerja yang tersedia sangat banyak.

Perputaran modal kerja setiap tahunnya dikategorikan buruk karena tidak memenuhi standar rata-rata pengukuran perputaran modal kerja. Hal ini dikarenakan banyak modal kerja yang terkumpul tidak dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan keuntungan atau sisa hasil usaha pada koperasi ini. Terdapat saran yang perlu diperhatikan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti perputaran modal kerja terhadap sisa pendapatan.

Bagi Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bhakti Kencana disarankan untuk membuat suatu usaha untuk lebih meningkatkan dan mengoptimalkan pengelolaan modal kerja sehingga pendapatan meningkat dan sisa hasil usaha (SHU) juga meningkat dan kepercayaan anggota terhadap koperasi tetap terjaga. . . Analisis sumber dan penggunaan modal kerja untuk mengukur kinerja keuangan pada PT Timah (Persero) Tbk. Analisis sumber dan penggunaan modal kerja untuk mengukur kinerja keuangan pada PT Timah (Persero) Tbk.

Tabel  4.2.1.  Rekapitulasi  hasil  perhitungan  Perputaran  Modal  Kerja  (WCTO) pada tahun 2016-2018
Tabel 4.2.1. Rekapitulasi hasil perhitungan Perputaran Modal Kerja (WCTO) pada tahun 2016-2018

Defisini Operasional

HASIL DAN PEMBAHASAN

Visi dan Misis Koperasi

Struktur Organisasi

Uraian Tugas

Analisis Data

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Referensi

Dokumen terkait