• Tidak ada hasil yang ditemukan

NILAI DEOKRATIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "NILAI DEOKRATIS"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH NILAI-NILAI DEMOKRASI TERHADAP PERKEMBANGAN

KELOMPOK KEPENTINGAN

IPDN-KEMDAGRI

(2)

Biodata Narasumber

• Nama : Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP, S.AP, M.Si

• Lahir : Jambi, 4 Maret 1977

• NIP : 19770304 1995 11 1 001

• Jabatan : Dosen Fungsional (Lektor Kepala)

• Pangkat : Pembina TK. I (IV/b)

• Instansi : Kampus IPDN Jatinangor

• Alamat : Komp. Singgasana Pradana

Jl. Karangkamulyan No.2 A Cibaduyut-Bandung

• Email/HP : [email protected] - 08122445916

(3)

A. DEMOKRASI SEBAGAI NILAI UNIVERSAL

Kata demokrasi yang berasal dari gabungan kata “demos”

(rakyat) dan “cratein” (memerintah), dewasa ini sudah menjadi sebuah nilai yang bersifat universal. Inti demokrasi adalah bahwa KEDAULATAN BERADA DI TANGAN RAKYAT.

Berbagai negara mencoba mengembangkan sistem demokrasi menurut konteksnya masing-masing. Tetapi ada nilai-nilai yang telah disepakati sebagai ciri-ciri negara demokrasi yakni :

a. pemimpin-pemimpin jabatan publik dipilih oleh rakyat;

b. adanya pers yang bebas dan bertanggung jawab;

c. kelompok pelayan masyarakat bersifat netral (public service neutrality);

d. adanya hubungan antar unsur-unsur negara yang bersifat egalitarian;

e. kesamaan kedudukan di depan hukum (equal before the law).

(4)

Menurut Samuel P. Huntington, demokrasi di dunia telah memasuki gelombang yang ketiga :

- gelombang pertama terjadi setelah revolusi industri abad ke 17.

- gelombang kedua terjadi setelah perang dunia kedua selesai, sekitar abad ke 20.

- gelombang ketiga terjadi setelah adanya revolusi komunikasi dan informatika pada abad ke 21.

* Boediono (2007) mengemukakan bahwa demokrasi perlu

didukung oleh pendapatan perkapita yang cukup, catatannya yaitu sbb :

- penghasilan perkapita US$ 1.500, harapan hidupnya 8 tahun;

- penghasilan perkapita US$ 1.500-3000, harapan hidupnya rata- rata 18 tahun;

- batas kritis penghasilan perkapita bagi demokrasi adalah US $ 6.600; lewat dari batas kritis tersebut kehidupan demokrasi

sebuah negara akan stabil.

(5)

Negara demokrasi dengan penghasilan terbatas akan mengarah pada dua pilihan yakni kembali ke sistem otoriter atau menjadi negara gagal. Contoh negara gagal adalah Uni Sovyet dan

Yugoslavia, yang kemudian pecah berkeping-keping.

BAGAIMANA DGN DEMOKRASI DI INDONESIA?????

John Naisbitt dalam “Global Paradox” mengemukakan tesisnya bahwa “ Semakin besar demokrasi, akan semakin banyak negara”.

Tesis John Naisbitt tersebut di Indonesia ditanggapi dengan mengubahnya menjadi “ Semakin Besar Demokrasi Semakin Banyak daerah Otonom”.

Amartya Zen mengemukakan pandangannya : “ Jangan bicara demokrasi kalau perutnya kosong, karena orang akan

menggadaikan idealismenya untuk sepotong roti”.

(6)

Kelompok kepentingan (Interest Group) adalah setiap organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah, tampa berkehendak memperoleh jabatan publik. Kecuali dalam keadaan luar biasa, kelompok kepentingan tidak berusaha menguasai pengelolaan pemerintahan secara langsung. Sekalipun mungkin pemimpin- pemimpin atau anggotanya memenangkan kedudukan-kedudukan politik berdasarkan pemilihan umum, kelompok kepentingan itu sendiri tidak dipandang sebagai organisasi yang menguasai pemerintahan.

(7)

• Setiap individu maupun masyarakat memiliki kepentingan yang harus diraih dan dipertahankan bagi kelangsungan kehidupannya, baik dalam keluarga, masyarakat, Negara maupun dengan Negara lain. Dalam rangka meraih dan mempertahankan kepentingannya ini, tentu saja memerlukan kerja keras, perjuangan yang semuanya bersentuhan dengan individu atau masyarakat, maupun yang lebih luas yaitu Negara dan pihak Internasional.Untuk itu semua, memerlukan kekuatan dan dukungan dari semua pihak.sehingga memperoleh tanggapan yang serius dari masyarakat atau pihak tertentu yang menjadi tujuan dari kepentingan.

(8)

• Bentuk kekuatan yang memilki daya dukung adalah kekuatan yang didalamnya berisi dua atau lebih orang yang bekerjasama, untuk mencapai tujuan bersama. Bentuk kekuatan itu disebut juga dengan Organisasi. Organisasi yang berdiri dan mengatasnamakan dirinya sebagai organisasi kepentingan adalah Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi social lainnya. Hal lain yang melatarbelakangi lahirnya kelompok kepentingan ini adalah adanya dominasi individu, masyarakat, Negara dan Negara lain yang memiliki kekuatan yang besar terhadap individu, masyarakat, Negara dan Negara lain lemah (terbelakang, baru dan berkembang) yang dapat membahayakan kelangsungan kehidupannya dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(9)

Bentuk artikulasi kepentingan yang paling umum disemua system politik adalah pengajuan permohonan secara individual kepada anggota dewan kota, parelemen, pejabat pemerintahan atau dalam masyarakat tradisional kepada kepala desa atau ketua suku.

Kelompok-kelompok kepentingan berbeda-beda antara lain dalam hal struktur, gaya, sumber pembiayaan dan basis dukungannya. Perbedaan ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan politik, ekonomi, dan social suatu bangsa. Walaupun kelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasarkan keanggotaan, kesukuan, ras, etnis, agama ataupun berdasarkan issue-issue kebijkasanaan, kelompok kepentingan yang paling kuat, paling besar, dan secara financial paling mampu adalah kelompok yang sehari-hari dan karier seoranglah yang paling cepat dan paling langsung dipengaruhi oleh kebijaksanaan atau tindakan pemerintah. Karena itu sebagian besar negara memiliki serikat buruh, himpunan pengusaha, kelompok petani, dan persatuan- persatuan dokter, advokat, insinyur dan guru.

(10)

Jenis-jenis kelompok kepentingan ini menurut Gabriel a. Almond :

1. Kelompok Anomic

Adalah kelompok yang terbentuk diantara usnur-unsur dalam masyarakat secara spontan dan hanya seketika, dank arena tidak memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur, maka kelompok ini sering tumpang tindih (overlap) dengan bentuk-bentuk partisipasi politik non konvensional, seperti, demontrasi, kerusuhan, tindak kekerasan politik dll.

2. Kelompok Non Assosiasional

Adalah kelompok yang termasuk kategori kelompok masyarakat awam (belum maju) dan tidak terorganisir raoi dan kegiatanya bersifat temporer (kadangkala). Wujud kelompok ini antara lain adalah kelompok keluarga, keturunan, etnik, regional yang menyatakan kepentingan secara kadangkala melalui individu-individu, klik-klik, kepala keluarga dan atau pemimpin agama.

(11)

Jenis-jenis kelompok kepentingan ini menurut Gabriel a. Almond : 3. Kelompok Institusional

Adalah kelompok formal yang memiliki struktur, visi, misi, tugas, fungsi serta sebagai artikulasi kepentingan.

Contohnya, Partai politik, korporasi bisnis, Badan Legislatif, Militer, Birokrasi, dan lain-lain.

4. Kelompok Assosiasional

Adalah kelompok yang terbentuk dari masyarakat dengan fungsi untuk mengartikulasi kepentingan anggotanya kepada pemerintah atau perusahaan pemilik modal.

Contoh lembaga ini adalah Serikat Buruh, KADIN, Paguyuban, MUI, NU, Muhammadiyah, KWI dan lain-lain.

(12)

SALURAN ARTIKULASI KEPENTINGAN : 1. Demonstrasi dan Tindak Kekerasan 2. Hubungan Pribadi

3. Perwakilan Langsung

4. Saluran Formal dan Institusional Lain

Efektivitas Kelompok Kepentingan

Faktor penting dalam meciptakan efektivitas kelompok kepentingan adalah kemampuan untuk mengerahkan dukungan (support), tenaga

dan sumber daya anggotanya.

(13)

Tujuan yang didirikannya lembaga Interest Group ini adalah :

• Untuk melindungi kepentingannya dari adanya dominasi dan penyelewengan oleh pemerintah atau Negara.

• Untuk menjadi wadah bagi pemberdayaan masyarakat dalam kehidupannya

• Untuk menjadi wadah pengawasan dan pengamatan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah dan Negara

• Untuk menjadi wadah kajian dan analisis bagi aspek-aspek pembangunan nasional dalam semua bidang kehidupan.

(14)

SIFAT-SIFAT LEMBAGA KEPENTINGAN :

1. Independen.

Artinya bahwa dalam menjalankan visi, misi, tujuan, program, sasaran dan lain- lainnya dilakuakan secara bebas dengan tampa ada intervensi pihak lain.

2. Netral

Artinya bahwa dalam menjalankan existensinya, tidak tergantung pada pihal lain.

3. Kritis

Artinya bahwa dalam menjalankan existensinya dilakukan dengan berdasarkan pada data, fakta dan analisis yang mendalam yang dilakukan dengan metode teknik analisis yang sahih.

4. Mandiri

Artinya bahwa dalam menjalankan existensinya dilakukan dengan konsep dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri yang ditujukan bagi kesejahtraan

masyarakat luas.

(15)

KLASIFIKASI KELOMPOK KEPENTINGAN :

1. Organisasi Kemasyarakatan (MKGR dan KOSGORO)

2. Organisasi Kemasyarakatan Berdasarkan Agama (NU dan Muhamadiyah)

3. Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kepemudaan (KNPI dan HMI)

4.Organisasi berdasarkan Sosial Kedaerahan (Paguyuban Asal Bima dan Madura)

5. Organisasi Berdasarkan Profesi (PWI dan Forum Rektor)

(16)

Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami

Amiin.

Hatur Nuhun

Semoga Tuhan Selalu Memberi Yang Terbaik

Hatur Nuhun

Semoga Tuhan Selalu Memberi Yang Terbaik

(17)

TERIMAKASIH TERIMAKASIH

Atas Perhatiannya Atas Perhatiannya

Mohon Maaf Kalau Mohon Maaf Kalau

Kurang Kurang

Memuaskan!!!!

Memuaskan!!!!

Referensi

Dokumen terkait