Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.7 No. 1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095
Nilai Moral Dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye 128
NILAI MORAL DALAM NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE
Sainil Amral1, Maya Anjelina2
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Batanghari Jambi
[email protected] [email protected]
Abstract
This study aims to describe the moral values in the novel Kau, Aku, Dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye (Content Analysis Study) which refers to 6 aspects of moral values of human relations with fellow humans including, positive thinking, helping others, love, helping the weak selflessly, knowing each other, and respecting each other. This research uses descriptive qualitative research. The data used in this research are primary data and secondary data. Primary data is a fact that can be used as material for research, namely from dialog, narration, and events that contain moral values contained in the novel Kau, Aku, Dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the moral values in the novel Kau, Aku, Dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye, there are moral values of positive thinking aspects as many as 45 quotations, aspects of helping others as many as 22 quotations, love as many as 48 quotations, helping the weak selflessly as many as 6 quotations, knowing each other as many as 11 quotations, respecting each other as many as 26 quotations. From the six aspects of moral values, a total of 158 quotations were collected. The most dominant moral value found is the moral value of positive thinking and love. Thus, the novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye is inspired by the basic thoughts of positive thinking and love.
Keywords: literary work, moral values, novel
1Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Batanghari Jambi
2Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Batanghari Jambi
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.7 No. 1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095
Nilai Moral Dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye 130
PENDAHULUAN
Karya sastra adalah ungkapan perasaan manusia yang bersifat pribadi berdasarkan pengalaman, yang mencakup jalinan antara masyarakat dan individu.
Hal tersebut terlihat dari permasalahan yang diceritakan sering terjadi di dunia nyata. Akan tetapi tidak semata-mata hasil duplikat kehidupan nyata, melainkan hasil kreatif manusia dalam membangun sebuah karya sastra. Karya sastra dibuat bukan hanya sekedar untuk dihayati melainkan juga digunakan untuk sumber pengetahuan dan pembelajaran, sehingga berperan sebagai alat perkembangan wawasan.
Penelitian ini dilakukan untuk menelusuri ajaran moral dari pusaka kultur bangsa, demikian diperlukan media untuk penyampaian pendidikan moral yaitu dalam wujud karya sastra. Nilai moral adalah suatu kepekaan seseorang mengenai perilaku, nilai yang menjadi standar baik buruk yang mengatur pilihan seseorang, sedangkan nilai moral hubungan antara manusia dengan sesama manusia adalah bagaimana seseorang harus bersikap, bagaimana mereka menyelesaikan masalah dan saling berinteraksi.
Novel yang diteliti adalah novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye yang selanjutnya disingkat dengan (KASAM). Salah satu karya sastra yang menggambarkan nilai moral adalah novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Novel ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang pemuda sederhana yang tinggal di tepi sungai Kapuas Pontianak. Sejak usia 12 tahun telah menjadi anak yatim karena bapaknya meninggal akibat terjatuh dari perahu saat melaut, meskipun begitu Borno dapat melanjutkan hidupnya walaupun dengan berbagai cobaan dan rintangan.
Penelitian ini, memngupas nilai moral dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk
Angpau Merah karya Tere Liye. Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye ini menarik untuk ditinjau dan diteliti karena mengajarkan nilai moral dalam kehidupan.
Menurut Wicaksono (2017: 1)
“Karya sastra adalah bentuk kreativitas dalam bahasa yang berisi sederetan pengalaman batin dan imajinasi yang berasal dari penghayatan atas realitas, non-realitas sastrawannya. Selain Wicaksono, (Ahyar 2019:7) mengatakan
“Karya sastra adalah cermin hati manusia.
Ia dilahirkan untuk menjelaskan eksistensi manusia, dan memberi perhatian besar terhadap dunia realitas sepanjang zaman.
Karena itu, sastra yang telah dilahirkan diharapkan akan memberikan kita kepuasaan estetik dan intelektual.”
Untuk lebih lengkap Nugrahani Farida dan Al-Ma’ruf Ali Imron (2017:8) mengatakan “Karya sastra merupakan dunia imajinatif yang merupakan hasil kreasi pengarang setelah merefleksi lingkungan sosial kehidupannya. Dunia dalam karya sastra dikreasikan dan sekaligus ditafsirkan lazimnya melalui bahasa. Apa pun yang dipaparkan pengarang dalam karyanya kemudian ditafsirkan oleh pembaca,
Dari berbagai pengertian karya sastra yang diuangkapkan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa karya sastra adalah perwujudan atau gambaran kehidupan di masyarakat didasarkan dari pengalaman yang sering terjadi di dunia nyata dan dituangkan menjadi karya sastra yang menarik dengan ciri khasnya masing-masing.
Salah satu jenis karya sastra adalah novel. Menurut Ahyar (2019:148) “Novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang berbentuk prosa yang memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kata novel berasal dari bahasa Italia yaitu "novella"
yang berarti sebuah kisah atau cerita.
“Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.7 No. 1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095
Nilai Moral Dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye 131
kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh. Kisah dalam novel berawal dari kemunculan suatu persoalan yang dialami tokoh hingga tahap penyelesaiannya”
(Kosasih dalam Lubis, 2020:2). ”Novel merupakan bagian dari gendre prosa fiksi.
Novel termasuk fiksi fiction karena novel merupakan hasil khayalan atau sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Selain novel ada pula roman dan cerita pendek”
(Waluyo dalam Wicaksono, 2017:68).
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, penulis dapat disimpulkan bahwa novel adalah salah satu bentuk karya sastra. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sesamanya. Novel merupakan cerita fiksi dalam bentuk tulisan yang mempunyai unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Unsur pembangun novel ada unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Nilai sebagai bagian dari unsur ekstrinsik berperan besar untuk menceritakan alur dari novel. “Nilai merupakan sesuatu yang dipandang berharga oleh manusia atau kelompok manusia. Frasa dipandang berharga dikaitkan dengan manfaat, kepentingan, kebutuhan, dan perkiraan.
Nilai merupakan gejala ideal dan abstrak sehingga menjadi semacam kepercayaan”
(Koentjaraningrat dalam Wicaksono, 2017:319).
Selanjutnya (Horrocks dalam Wicaksono, 2017:320) menyatakan bahwa, “Nilai merupakan standar konseptual yang relatif stabil yang secara eksplisit atau implisit membimbing individu dalam menentukan kebutuhan psikologisnya. Nilai berkaitan dengan kebaikan yang ada dalam sesuatu hal.
Mulyana (dalam Sukitman 2016: 86) mengatakan “Pada dasarnya nilai adalah suatu konsep umum atau gagasan merujuk pada hal-hal yang dianggap benar, baik dan berharga dikehendaki oleh masyarakat umum. Nilai adalah rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan.
Nilai merupakan sesuatu yang diinginkan sehingga melahirkan tindakan pada diri seseorang”.
Berdasarkan pengertian nilai menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu gagasan yang merujuk pada hal-hal yang dianggap benar, baik, berharga, penting, indah, pantas, dan dikehendaki oleh masyarakat secara umum di dalam kehidupan.
Salah satu nilai dalam cerita sastra adalah nilai moral. Menurut Nurgiantoro, (2015:43) “Nilai moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan yang bersangkutan, pandangan tentang nilai- nilai kebenaran, dan hal itulah yang ingin disampaikannya kepada pembaca. Jadi, pada intinya moral merupakan representasi ideologi pengarang.
“Moral adalah aturan aturan kesusilaan yang meliputi semua norma untuk kelakuan, perbuatan dan tingkah laku yang baik. Nilai moral yang terdapat di dalam karya sastra dapat memberikan sumbangan yang besar terhadap pembentukan akhlak pembaca”
(Wicaksono, 2017: 334-335). Suyahmo (2019:39) mengatakan bahwa “Secara etimologis, kata moral berasal dari kata latin "mos" yang artinya adat-istiadat atau kebiasaan, dan jamaknya adalah "mores".
Dari berbagai pengertian nilai moral yang diungkapkan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan perbuatan baik serta buruk yang menjadi pedoman kehidupan manusia secara umum. Aspek nilai moral yang diteliti oleh penulis meliputi hal-hal berikut.
1. Berpikir Positif
Berpikir positif adalah, berpikir tentang seseorang yang menyangkut hal baik. Berpikir positif juga yakin atas segala sesuatu dari segi yang baik, sikap yang selalu mempunyai harapan baik dari segala hal.
2. Menolong Sesama
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.7 No. 1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095
Nilai Moral Dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye 132
Menolong sesama adalah sikap saling membantu, untuk meringankan kesulitan yang dirasakan orang lain.
Sikap menolong sesama tidak hanya dilakukan pada sesama manusia, tetapi pada semua makhluk hidup.
3. Cinta Kasih
Cinta kasih adalah perasaan dari seseorang yang timbul dengan sendirinya, dan dimiliki tiap manusia.
Cinta kasih bersumber dari ungkapan perasaan yang didapat dari tingkah laku, saling menyayangi, dan saling menjaga, menciptakan keserasian dan kebahagiaan.
4. Membantu yang Lemah Tanpa Pamrih Membantu yang lemah tanpa pamrih adalah melakukan pekerjaan dengan niat secara ikhlas dan tulus dari hati tanpa mengharapkan apapun. Dengan kebaikan akan membuat kita mendapat perlakuan serupa dari orang lain.
5. Saling Menghargai
Saling menghargai adalah saling menerima, dan toleransi. Tidak melanggar hak asasi manusia, dan menganggap keberadaan orang lain sebagai bagian dari lingkungan, tidak saling bermusuhan antar sesama individu.
6. Saling Mengenal
Saling mengenal adalah saling mengetahui satu-sama lain. Sehingga timbul rasa saling menghargai dan saling memberikan manfaat antarsatu dengan yang lain.
Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini sebagai berikut.
1. Rita Saputri (2020), Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Batanghari Jambi, dalam skripsinya yang berjudul “Nilai-Nilai Moral dalam Novel Dua Garis Biru Karya Gina S. Noer”
2. Beti Meliana Fitri (2016), Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dalam skripsinya yang berjudul “Nilai-Nilai Moral dalam Novel Warung Bu Sastro Tidak Rugi Berbisnis dengan Hati Karya Pauline Leander dan Relevansinya Dengan Pembelajaran Sastra di SMA Kelas XI Semester II”
3. Nurul Fajri (2018), Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (STKIP) PGRI Sumatera Barat, dalam skripsinya yang berjudul “Nilai Moral Tokoh Tokoh Zaman dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye”.
Penelitian yang relevan ini, peneliti jadikan sebagai acuan dalam menganalisis baik perwatakan tokoh maupun karya sastra.
Penelitian ini, berfokus pada nilai yang terkandung dalam hubungan antara manusia dengan sesama manusia yang meliputi; berpikir positif, menolong sesama, cinta kasih, membantu yang lemah tanpa pamrih, saling menghargai, dan saling mengenal (Wicaksono, 2017:350-351). Keenam aspek ini akan dianalisis pada novel Kau, Aku, Dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia aspek berpikir positif dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
2. Mendeskripsikan nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia aspek menolong sesama dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
3. Mendeskripsikan nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia aspek cinta kasih dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.7 No. 1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095
Nilai Moral Dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye 133
4. Mendeskripsikan nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia aspek membantu yang lemah tanpa pamrih dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
5. Mendeskripsikan nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia aspek saling menghargai dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
6. Mendeskripsikan nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia aspek saling mengenal dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, penulis dapat menggambarkan serta mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
Untuk menghimpun data penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1. Pertama, penulis membaca dengan seksama novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
2. Kedua, membaca buku-buku sumber yang berkaitan dengan teori sastra, serta buku-buku sumber yang berkaitan dengan nilai moral.
3. Ketiga, penulis menandai temuan- temuan dalam bentuk kutipan yang berkaitan dengan nilai moral yang terdapat dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye.
4. Empat, data-data yang telah penulis tandai selanjutnya penulis masukkan kedalam tabel klasifikasi.
Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan struktural. Adapun langkah struktural
yang diperkenalkan Levi-Strauss (dalam Rafiek, 2013: 76) sebagai berikut.
1. Membaca keseluruhan cerita terlebih dahulu.
2. Apabila cerita-cerita itu terlalu panjang, maka cerita tersebut dapat dibagi menjadi beberapa episode.
3. Setiap episode mengandung deskripsi tentang tindakan atau peristiwa (mytheme atau cerytheme) yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam cerita.
4. Memperhatikan adanya suatu relasi atau kalimat-kalimat yang menunjukkan hubungan tertentu antarelemen dalam suatu cerita.
5. Ceriteme-ceriteme disusun secara diakronis dan sinkronis atau mengikuti sumbu sintagmatik dan paradigmatik.
6. Mencoba menarik hubungan relasi antarelemen-elemen di dalam suatu cerita secara keseluruhan.
7. Menarik kesimpulan-kesimpulan akhir dengan mencoba memaknakan cerita-cerita internal di atas dengan kesimpulan-kesimpulan referensial atau kontekstual di mana cerita itu berada.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkanhasil analisis data, maka ditemukan kutipan nilai moral dalam novel Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah yang memiliki nilai pendidikan moral yang menjadi cerminan bagi para pembaca sebagai berikut.
1. Nilai Pendidikan Moral Hubungan Manusia Dengan Sesama Manusia dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye
Nilai pendidikan moral hubungan manusia dengan sesama manusia eliputi 6 aspek yaitu: berpikir positif, menolong sesama, cinta kasih, membantu yang lemah tanpa pamrih, saling mengenal dan
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.7 No. 1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095
Nilai Moral Dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye 134
saling menghargai. Temuan berupa kutipan yang berkaitan dengan nilai moral ini terdapat sebanyak 158 kutipan, diantaranya sebagai berikut.
a. Berpikir Positif
Data kutipan berkaitan dengan berpikir positif dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye penulis temukan sebanyak 45 kutipan.
Kutipan 1
Jadi pengemudi sepit juga tidak kurang masa depannya, Pak Tua.”
Mei tersenyum terhadapku (KASAM, 2012:210).
Kutipan di atas membuktikan bahwa Mei berpikir psoitif bahwa Borno meskipun seorang pengemudi sepit namun dia juga memiliki masa depan yang cerah tidak seperti yang di ucapkan oleh Pak Tua. Hal ini sesuai dengan pendapat Qudsy dalam Andinny (2015:130) menyatakan bahwa “Berpikir positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter”.
b. Menolong Sesama
Data kutipan yang berkaitan dengan menolong sesama dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye penulis temukan sebanyak 22 kutipan. Diantaranya sebagai berikut.
Kutipan 2
Kau tahu ruangan
pendaftarannya, Nak?” “Tidak tahu, Pak Mardud.” “Kau lihat pintu masuk lobi sana? Ya, yang itu. Nah, di dalamnya ada lorong, kau ikuti, nanti ada pintu dengan papan nama ‘Tata Usaha’. Serahkan lamaran kau di sana.” Aku mengangguk- angguk. “Terima kasih banyak, Pak Mardud.” (KASAM, 2012.25)
Kutipan tersebut membuktikan adanya menolong sesama, yang ditunjukan bahwa pak Mardud seorang satpam memberikan arah jalan kepada Borno yang belum tau tempat yang akan Borno tuju, yaitu Tata Usaha.
c. Cinta Kasih
Data kutipan yang berkaitan dengan cinta kasih dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye ditemukan sebanyak 48 kutipan, sebagai berikut.
Aku berjanji akan selalu mencintai kau, mei. Bahkan walau aku telah membaca surat dalam angpau merah itu ribuan kali, tahu masa lalu yang menyakitkan, itu tidak akan mengubah apapun. Bahkan walau satpam galak rumah ini mengusirku, menghinaku, itu juga tidak akan merubah perasaanku.
Aku akan selalu mencitai kau, Mei. Astaga, Mei jika kau tidak percaya janjiku, bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian Kapuas, maka siapa lagi yang bisa kaupercaya?” (KASAM, 2012:507)
Kutipan di atas menunjukan bahwa Borno memiliki cinta kasih yang besar terhadap Mei, perempuan yang di temui Borno pertama di dermaga Sepit.
Meskipun masa lalu mengenai keluarga Mei dan Borno yang menimpa mereka, namun tidak mengurangi cintanya terhadap Mei.
d. Membantu yang Lemah Tanpa Pamrih
Data kutipan berkaitan dengan membantu yang lemah tanpa pamrih dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye penulis
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.7 No. 1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095
Nilai Moral Dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye 135
temukan sebanyak 6 kutipan, diantaranya sebagai berikut.
Bapaknya tergopoh-gopoh datang ke bengkel, memohon agar aku membatu mengurusnya, bilang si Lai dipukuli petugas. Aku meringis, berhitung cepat. Baiklah, aku segara mendatangi kantor polisibersama Andi. (KASAM, 2012:391)
Kutipan di atas mendeskripsikan tentang membantu yang lemah tanpa pamrih. Borno membantu Lai keluar dari tahanan. Lai adalah karyawan Borno di bengkelnya. Ayah Lai memohon kepada Borno untuk membantu anaknya keluar dari tahanan.
Borno merasa harus bertanggung jawab terhadap semua karyawan di bengkelnya. Pada saat Borno mendengar kabar tersebut, Borno langsung pergi ke kapolsek untuk membantu Lai keluar dari tahanan.
e. Saling Mengenal
Data kutipan berkaitan dengan saling mengenal dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye penulis temukan sebanyak 11 kutipan, diantaranya sebagai berikut.
“Eh iya, nama, kamu tahu kalau ada orang yang bernama Rabu Kliwon?” Aku salah tingkah Gadis itu menggeleng “Yah, itu nama temanku waktu SMA dulu, lucu sekali bukan?”
Aku tertawa kecil gadis itu tidak terlalu tertarik “Namaku Mei” gadis itu berkata pelan sambil memasukan buku kedalam tasnya (KASAM, 2012:125).
Kutipan di atas menunjukan bahwa Borno berjuang tidak mudah untuk dapat berkenalan dengan Mei, gadis yang dijumpai di dermaga Sapit.
Borno akhirnya berhasil berkenalan dengan Mei, dan menjalin komunikasi.
f. Saling Menghargai
Data kutipan yang berkaitan dengan saling menghargai dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye ditemukan sebanyak 26 kutipan, diantaranya sebagai berikut.
Sialan, enak aja dia bilang “tidak level”. Bahkan Mei amat menghargai profesiku ini (KASAM, 2012:159).
Kutipan di atas mendeskripsikan tentang saling menghargai akan profesi Borno sebagai pengemudi sepit. Mei sangat menghargai profesi ini. Borno sangat senang karena Mei menghargai profesinya. Mei tidak pernah memandang rendah pekerjaan Borno sebagai pengemudi sepit.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye terdapat temuan- temuan berupa kutipan yang berkaitan dengan 6 aspek nilai moral. Keenam aspek tersebut yakni aspek berpikir positif, saling menolong, cinta kasih, membantu yang lemah tanpa pamrih, saling mengenal, dan saling menghargai. Dari ke 6 aspek tersebut nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia ditemukan sebanyak 158 kutipan.
Nilai moral dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye dapat dikategorikan sebagai nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia, hal ini dilihat dari aspek berpikir positif, masa depan seseorang itu tidak bisa ditentukan oleh apa yang sedang kita kerjakan sekarang, namun masa depan bisa diperjuangkan seperti tokoh Borno yang memiliki mimpi melanjutkan kuliah dan membuka bengkel karena Borno tidak ingin berakhir hanya sebagai pengemudi sepit. Selanjutnya dilihat dari aspek cinta kasih, perjuangan cinta Borno untuk
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.7 No. 1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095
Nilai Moral Dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye 136
mendapatkan Mei, meskipun masa lalu orang tua kedua Tokoh yaitu Borno dan Mei yang sangat memilukan, namun Borno tetap mencintai Mei. Demikian berarti novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye diilhami oleh pemikiran dasar tentang berpikir positif dan cinta kasih.
.
DAFTAR PUSTAKA
Ahyar, Juni. (2019). Apa Itu Sastra: Jenis- Jenis Karya Sastra dan Bagaimanakah Cara Menulis dan Mengapresiasi Sastra. Yogyakarta:
Deepublish.
Al- Ma’ruf, Ali Imron. dan Farida, Nugrahani. (2017). Pengkajian Sastra Teori dan Aplikasi.
Surakarta: Cv Djiwa Amarta Press.
Lubis, Wulandari. (2020). Analisis Androgini Pada Novel Amelia.
Dalam Jurnal Serunai Bahasa Indonesia Vol 17, No.1.
https://ejournal.stkipbudidaya.ac.id Nurgiyantoro, Burhan. (2015). Teori
Pengkajian Fiksi. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta CV.
Sulistyowati, Endang. (2019).
Dekonstruksi Kemanusiaan Masyarakat Cempaka dalam Novel
Galuh Hati Karya Randu Alamsyah.
Jurnal Lentera
File:///C:/Users/Smartcomp%20stor e/Downloads/845-Article%20text- 1930-1-10-20191118.Pdf
Suyahmo. (2020). Filsafat Moral.
Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama.
Wicaksono, Andri. (2017). Pengkajian Prosa Fiksi(Edisi Revisi).
Yogyakarta: Garudhawaca.