CPU
(cinta pasti utuh).
“Gimana? Bagus kan ceritanya!”
“Bagus dari mana, gajelas gitu ceritanya. Masa cinta terhalang cpu, dikira robot kali yah” jawab Sang Gadis yang memakai jaket hitam yang sedang berjalan ke parkiran motor sekolah, Bersama gadis lainnya yang baru saja menutup buku yang ia pegangi sejak keluar kelas.
“yah, sekarang ajah kamu bilang gitu. Paling nanti dirumah juga dibaca di wetpet kan”ujar gadis yang memegang buku itu sambil memutar matanya.
Gadis berjaket hitam itu menjawabnya sambil menyenggol siku temannya
”Sok tau yeuu”
“Lia!”Gadis berjaket hitam itu menengok, Lia melihat sosok Laki-laki sedikit pendek. Lia langsung mengenalinya begitu melihatnya, dia adalah adiknya yang beda satu tahun dengannya.
“Oh, Caca, duluan ya”
“Iya, hati-hati dijalan”
“Oke kamu juga”
Caca melambaikan tangannya saat Lia mulai berjalan dengan motor adiknya, lalu di balas oleh Lia sebelum Pergi. Caca mulai merogoh sakunya dan mengambil ponselnya untuk memesan ojek online.
Time Skip_
Begitu caca pulang dirumahnya, ia terkejut dapat melihat sosok lelaki tergeletak didepan rumah nya. Laki-laki itu terlihat memakai baju rumah sakit, yang membuat caca semakin kebingungan dan takut.Caca
mendekati pria tersebut dan mengecek nadinya, caca bernafas lega
mengetahui pria tersebut masih hidup. ‘untungnya ibu sama bapak pulang malem’ Pikir Caca itu salah satu keberuntungannya.
Caca mulai berusaha menyeret pria tersebut ke kursi teras, dan mengambil segelas air, lalu cepat Kembali ke teras untuk
memastikannya.
“uh…gimana yah… diciprat kali yah…”caca mulai mencripatkan air putih ke wajah pria tersebut.
Pria tersebut tak kunjung bangun dari pingsannya, namun caca tetap mencripatkan airnya hingga habis. Caca mulai panik karena pria tersebut tak kunjung bangun, dan mulai menggoyangkan tubuh pria tersebut dengan Pundak pria itu. Tapi usaha caca sia-sia karena pria tersebut tak bangun-bangun.
Caca sadar bahwa di ujung baju pria tersebut terdapat nama rumah sakit tersebut, dan mulai mencari nama rumah sakit itu di gulugele.
Hari kian gelap. Caca memiliki perasaan yang aneh dalam dirinya, karena tak mampu melihat nama rumah sakit yang ia cari sejak 2 jam yang lalu. Tak lama caca teringat akan tugas tugas rumahnya yang terbengkalai dan segera meninggalkan pria tersebut dan mulai menjalankan tugasnya.
Nafas caca tersengal-sengal karena mengerjakan semuanya dengan cepat tapi pasti. Caca melirik kearah jam dinding dan kaget, sudah lewat waktu orang tuanya pulang. Tak lama caca mendengar suara gedoran pintu yang sangat bising, caca kaget dan segera kedepan pintu untuk mengecek siapa dibalik pintu itu…
“Cacaaa!kamu tidur?bangun bukain pintu”caca mulai mengerutkan dahinya. Ia kenal dengan suaranya tapi…
Caca pun membuka pintunya, matanya terbelelak mendapati ibu dan bapaknya pulang kerja, namun tak ada orang di kursi teras tersebut.
Kedua orang tua caca mulai masuk pintu rumahnya.
“p-pak…bu…”Grogi caca sambil menyalami mereka.
“habis bangun tidur kamu?Jangan-jangan belum beresih rumahnya nih pasti”tanya ibu.
“e-engga bu…hehe..”