Nursing Role in
Developmental and
Innovation in Palliative Care
EKA YULIA FITRI Y.
Topik
Peran dan fungsi perawat dalam inovasi dan perkembangan askep paliatif
Peran perawat dalam interprofessional collaboration dalam perawatan paliatif
Model perawatan paliatif dan inovasi di berbagai negara
Peran dan fungsi perawat dalam inovasi
dan perkembangan askep paliatif
The WHO describes palliative care as
"an approach that improves the quality of life of patients and their families facing the problems associated with life-threatening illness, through the prevention and relief of suffering by means of early identification and
impeccable assessment and treatment of pain and other
problems, physical, psychosocial and spiritual.”
Palliative Care Nursing
Palliative care nursing involves the assessment, diagnosis, and treatment of human responses to actual or potentially life-limiting illness and necessitates a dynamic, caring relationship with the patient and family to reduce suffering.
Palliative nursing is a subspecialty of nursing practice that continues to evolve as the art and science of nursing, and palliative care evolves.
Nurses' use of palliative care practices in the acute care setting.Bradley EH, Cherlin E, McCorkle R, Fried TR, Kasl SV, Cicchetti DV, Johnson-Hurzeler R, Horwitz SM
J Prof Nurs. 2001 Jan-Feb; 17(1):14-22.
The goal of Palliative Care
The goal is to improve the quality of life for individuals who are suffering from
severe diseases.
Palliative care offers a
diverse array of assistance and care to the patient.
Perawatan paliatif diberikan pada tiga tingkatan yang berbeda:
q Palliative care approach dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan terampil yang telah menerima pelatihan secara khusus.
q General palliative care diberikan oleh tenaga kesehatan profesional di layanan primer yang telah memiliki pengetahuan dasar yang baik tentang perawatan paliatif.
q Specialist palliative care diberikan oleh tim multidisiplin untuk pasien
dengan masalah kompleks.
Peningkatan jumlah populasi usia lanjut di dunia disertai dengan peningkatan insidensi
Penyakit Tidak Menular (PTM) termasuk kanker.
Kebutuhan akan perawatan paliatif terus meningkat dengan cepat
Perawatan paliatif kurang berkembang di sebagian besar dunia
Akses masyarakat terhadap perawatan paliatif yang berkualitas
sangat terbatas.
sebagian besar sistem
kesehatan dirancang untuk memberikan perawatan kondisi akut dibandingkan dengan
perawatan kondisi kronis.
Perkembangan Perawatan Paliatif di Dunia
Tidak ada aktivitas perawatan paliatif hospice yang dapat
diketahui. Meskipun mungkin ada upaya dalam perawatan paliatif meskipun namun tidak mendapat pengakuan sebagai perawatan paliatif.
Kategori 1: Negara yang tidak mengetahui tentang aktivitas Perawatan Paliatif (Level 1)
Global Atlas of Palliative Care 2nd Edition, 2017
Kategorisasi Perkembangan Perawatan Paliatif di Dunia
Adanya bukti inisiatif luas yang dirancang untuk menciptakan kapasitas organisasi, tenaga kerja, dan kebijakan untuk pengembangan layanan perawatan paliatif,
meskipun tidak ada layanan yang tersedia. Kegiatan pengembangan mencakup kehadiran di konferensi penting, personel yang mengikuti pelatihan eksternal dalam
perawatan paliatif, melobi pembuat kebijakan dan Kementerian
Kesehatan, serta rencana pengembangan layanan.
Kategori 2: Negara dengan aktivitas peningkatan kapasitas (Level 2)
Global Atlas of Palliative Care 2nd Edition, 2017
Kategorisasi Perkembangan Perawatan Paliatif di Dunia
Negara yang mempunyai ciri khas berkembangnya aktivitas
perawatan paliatif yang
cakupannya masih tidak merata dan tidak didukung dengan baik;
sumber pendanaan yang seringkali sangat bergantung pada donor;
terbatasnya ketersediaan morfin;
dan sejumlah kecil layanan
perawatan paliatif yang terbatas dibandingkan dengan jumlah populasi.
Kategori 3a: Negara dengan penyediaan perawatan paliatif yang terbatas (Level 3a)
Global Atlas of Palliative Care 2nd Edition, 2017
Kategorisasi Perkembangan Perawatan Paliatif di Dunia
Negara dengan berkembangnya aktivitas perawatan paliatif di beberapa lokasi dengan
tumbuhnya dukungan lokal di
wilayah tersebut; berbagai sumber pendanaan; ketersediaan morfin;
beberapa layanan perawatan paliatif rumah sakit dari berbagai penyedia; dan penyediaan
beberapa inisiatif pelatihan dan pendidikan oleh organisasi rumah sakit dan perawatan paliatif.
Kategori 3b: Negara dengan penyediaan perawatan paliatif secara umum (Level 3b)
Global Atlas of Palliative Care 2nd Edition, 2017
Kategorisasi Perkembangan Perawatan Paliatif di Dunia
Layanan perawatan paliatif hospice berada pada tahap integrasi awal ke dalam penyediaan layanan umum, ditandai dengan :
berkembangnya aktivitas perawatan paliatif dalam jumlah besar di sejumlah lokasi; berbagai penyedia perawatan paliatif dan jenis layanannya; kesadaran akan perawatan paliatif di kalangan profesional kesehatan dan komunitas lokal; strategi perawatan paliatif yang telah diterapkan dan dievaluasi secara berkala; ketersediaan morfin dan beberapa obat pereda nyeri kuat lainnya; beberapa dampak
perawatan paliatif terhadap kebijakan; penyediaan sejumlah besar inisiatif pelatihan dan pendidikan oleh berbagai organisasi; keberadaan asosiasi perawatan paliatif nasional.
Kategori 4a: Negara dengan penyediaan perawatan paliatif secara umum (Level 4a)
Global Atlas of Palliative Care 2nd Edition, 2017
Kategorisasi Perkembangan Perawatan Paliatif di Dunia
Layanan perawatan paliatif hospice berada pada tahap integrasi lanjutan ke dalam penyediaan layanan umum, ditandai dengan:
Berkembangnya aktivisme perawatan paliatif dalam jumlah besar di berbagai lokasi; penyediaan komprehensif semua jenis perawatan paliatif oleh berbagai penyedia layanan;
kesadaran luas mengenai perawatan paliatif di kalangan
profesional kesehatan, komunitas lokal, dan masyarakat pada umumnya; strategi perawatan paliatif yang telah diterapkan dan diperbarui secara berkala; ketersediaan morfin dan obat pereda nyeri paling kuat yang tidak terbatas; dampak besar perawatan paliatif terhadap kebijakan; adanya pedoman perawatan paliatif; adanya Pusat Pendidikan yang diakui dan hubungan akademis dengan universitas dengan bukti
integrasi perawatan paliatif ke dalam kurikulum yang relevan;
dan keberadaan asosiasi perawatan paliatif nasional yang telah mencapai dampak signifikan.
Kategori 4b: Negara dengan integrasi sistem kesehatan yang maju (Level 4b)
Global Atlas of Palliative Care 2nd Edition, 2017
Peran perawat tidak hanya terbatas pada pemberi asuhan keperawatan
paliatif, namun lebih dari itu perawat memiliki peran sebagai penggerak, penemu, pengembang,
dan peneliti dalam model
perawatan paliatif dan inovasi yang mendukung implementasi model
perawatan paliatif.
Peran perawat dalam interprofessional collaboration
dalam perawatan paliatif
Tim Perawatan Paliatif
Juan & Jewer, 2010.
Model Kerjasama Tim Perawatan Paliatif
tim multidisiplin o model berbasis
konsultasi
o informasi yang
dibagikan secara pasif melalui rekam medis
tim interdisipliner o model yang lebih
kolaboratif
o paling sering dipimpin oleh dokter atau
perawat
tim transdisipliner/
interprofesional
o model kolaborasi dan interaksi yang intens o pengambilan keputusan
bersama
o adanya kesadaran
bahwa akan ada peran yang tumpang tindih secara signifikan
Konsensus organisasi dan pakar terkemuka merekomendasikan pendekatan tim interdisipliner yang terkoordinasi sebagai cara terbaik dalam memberikan perawatan paliatif yang berpusat pada pasien dan keluarga.
Delapan domain yang diidentifikasi sebagai kebutuhan untuk perawatan paliatif yang berkualitas:
§ Struktur dan proses perawatan
§ Aspek fisik perawatan
§ Aspek psikologis dan psikiatris dalam perawatan
§ Aspek sosial dari perawatan
§ Aspek spiritual, keagamaan, dan eksistensial dalam perawatan
§ Aspek budaya dalam perawatan
§ Perawatan pasien yang sekarat
§ Aspek etika dan hukum dalam perawatan
Contoh kasus
Pada suatu kasus penyakit yang memerlukan perawatan paliatif keanggotaan tim mungkin mencakup dokter, perawat, pekerja sosial, profesional perawatan spiritual, berbagai terapis integratif (termasuk sejumlah profesional yang ahli dalam seni ekspresif), ahli gizi, terapis okupasi, apoteker, ahli fisioterapi, psikolog, relawan dan pasien serta keluarga itu sendiri.
Peran Perawat
Perawat sebagai koordinator layanan paliatif
◦ Menyiapkan pelaksanaan program paliatif, baik rawat jalan, rawat inap atau rawat rumah
◦ Menyiapkan peralatan medis yang diperlukan
◦ Mendistribusikan dan menghubungi tenaga pelaksana kepada anggota tim atau ke unit layanan lain
◦ Menyusun jadwal kunjungan dan tenaga paliatif yang diperlukan
◦ Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program paliatif.
Perawat sebagai tenaga pelaksana
◦ Menerima permintaan asuhan keperawatan dari koordinator program paliatif
◦ Berkoordinasi dengan anggota tim lain
◦ Menganalisa, menegakkan dan melakukan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien
◦ Menginformasikan dan mengedukasi pelaku rawat atau penanggung jawab pasien
◦ Melaporkan setiap perkembangan pasien kepada dokter penanggung jawab dan
koordinator program paliatif
Perawat sebagai tenaga pelaksana: (cont.)
◦ Evaluasi asuhan keperawatan yang telah dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui laporan harian pelaku rawat
◦ Mengusulkan asuhan keperawatan baru atau lanjutan kepada dokter penanggung jawab atau koordinator bila diperlukan
◦ Merubah asuhan keperawatan sesuai kesepakatan dan persetujuan dokter penanggung jawab serta menginformasikan kepada pelaku rawat
◦ Melakukan pencatatan dan pelaporan
◦ Mengontrol pemakaian obat dan pemeliharaan alat medis
Perawat Homecare
◦ Menerima permintaan perawatan homecare dari dokter penanggung jawab pasien melalui koordinator program paliatif
◦ Berkoordinasi dan menganalisa program homecare dan dokter penanggung jawab dan koordinator program paliatif
◦ Melakukan asuhan keperawatan sesuai program yang direncanakan
◦ Reevaluasi atau evaluasi asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan
◦ Melaporkan setiap perkembangan pasien kepada dokter penangung jawab pasien
◦ Mengusulkan asuhan keperawatan baru bila diperlukan
◦ Melaksanakan pencatatan dan pelaporan.
Model perawatan paliatif dan inovasi di berbagai negara
Model dan Inovasi Perawatan Paliatif di Berbagai Negara
SOUTH EAST ASIA REGION
Korail, Bangladesh
Pusat Perawatan Paliatif di Bangabandhu Sheikh Mujib Medical University (BSMMU), Dhaka,
Bangladesh (mitra pelaksana); The Bangladesh Medical Association, The Ministry of Health and local community NGOs, kelompok aktivis lokal bekerja sama dengan tujuh organisasi non-pemerintah yang aktif dalam isu-isu layanan kesehatan.
Proyek ini menjalin hubungan erat dengan organisasi tersebut, khususnya dalam hal rujukan pasien dan menanamkan prinsip-prinsip perawatan kasih sayang dan perawatan paliatif dalam pelayanan.
Mitra pelaksana utama memberikan dukungan medis dan keperawatan sebagai bagian dari layanan universitas untuk memberikan kunjungan perawatan di rumah ke Korail, mencakup perawatan rawat inap gratis dan obat-obatan penting termasuk morfin oral sesuai dengan protokol universitas
mengenai obat-obatan esensial, layanan penglihatan termasuk kacamata dan obat-obatan gratis, dan dukungan penelitian berkelanjutan.
Inovasi
Palliative Care Assistants (PCA)
Dibentuk Asisten Perawatan Paliatif yang diidentifikasi dan dilatih dari komunitas itu
sendiri untuk bekerja dan memberikan perawatan kepada anggota komunitas lanjut usia. PCA bekerja di pusat perawatan paliatif yang berfungsi sebagai titik fokus komunitas bagi PCA dan aktivis serta untuk melatih
kepemimpinan komunitas.
Kelompok Aktivis Lansia Lokal Kelompok aktivis lansia
dikembangkan berdasarkan model kelompok lansia yang sudah berfungsi dengan baik di masyarakat. Kelompok ini
melibatkan tokoh masyarakat dan memberikan strategi bagi anggota masyarakat untuk saling mendukung kebutuhan fisik, psikososial dan spiritual.
Wirausaha sosial dengan dukungan keterampilan
Rancangan proyek didasarkan pada investasi anggota
masyarakat termasuk yang
dalam perawatan paliatif dalam pembangunan dirinya sendiri melalui pendekatan wirausaha sosial dengan dukungan
terampil. Proyek ini sangat
mendukung keterlibatan anggota keluarga dan care givers yang secara tidak langsung mendapat manfaat dari proyek ini.
Jakarta, Indonesia
Rachel House yang didirikan pada tahun 2006 merupakan pelayanan perawatan paliatif anak berbasis rumah yang pertama di Indonesia.
Model: layanan gratis yang dipimpin oleh perawat dari Rachel House menyediakan manajemen rasa sakit dan gejala serta perawatan psikososial untuk anak-anak yang hidup dengan penyakit yang
mengancam jiwa, tujuannya untuk menciptakan ekosistem perawatan yang berpusat pada pasien yang memungkinkan anak-anak dari segala usia untuk hidup dan meninggal dengan nyaman di rumah. Para perawat diberi wewenang untuk merencanakan dan memberikan perawatan paliatif, melalui konsultasi dengan dokter yang merujuk, didukung oleh panel ahli internasional dan jaringan pekerja kesehatan masyarakat setempat.
Rachel House bekerjasama dengan layanan kesehatan di semua tingkat sistem kesehatan, mulai dari klinik perawatan primer hingga rumah sakit tersier. Hubungan erat ini merupakan kunci penerapan perawatan paliatif dan penggunaan obat pereda nyeri di beberapa rumah sakit besar di Jakarta.
Inovasi
Program pelatihan keterampilan paliatif
Sepanjang 12 tahun dilakukan pelatihan terhadap (telah menjangkau 6000 profesional kesehatan dan 2500 relawan komunitas).
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan para profesional kesehatan dan relawan di
Indonesia melalui kerjasama internasional dengan tujuan tim dokter dan perawat yang telah terlatih akan terus menyebarkan pengetahuan kepada semua pihak dalam sistem kesehatan dan akademisi.
Rachel House berencana untuk mengembangkan pusat unggulan perawatan paliatif pediatrik berbasis rumah untuk mereplikasi layanan dan modelnya di seluruh Indonesia.
Surabaya, Indonesia
Asuhan paliatif sudah mulai dikembangkan di Indonesia, Surabaya, sejak tahun 1992.
Namun perkembangan yang ada masih relatif lambat.
Tahun 2007 Kementerian Kesehatan telah menetapkan kebijakan nasional terkait
asuhan paliatif dalam (Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 812/Menkes/SK/VII/2007 mengenai Kebijakan Perawatan Paliatif). Namun hingga saat ini asuhan paliatif di
Indonesia hanya terpusat di lima kota besar (Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar) dengan pengembangan SDM, sarana dan prasarana yang berbeda
The Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2015 mengenai kualitas kematian,
Indonesia menempati peringkat 53 dinilai berdasarkan integrasinya terhadap pelayanan
kesehatan nasional, dukungan hospis, dan keterlibatan komunitas terhadap isu paliatif
Surabaya menjadi kota paliatif pertama di Indonesia sejak tahun 2010 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Wali Kota Surabaya.
Sudah terdapat berbagai macam inovasi paliatif yang dikembangkan mulai dari peningkatan kapasitas dan keterampilan dalam pemberian perawatan pasien kanker (melibatkan petugas puskesmas, keluarga pasien, dan kader), hingga pembangunan taman paliatif yang dipenuhi pasien paliatif setiap Sabtu dan Minggu dimana tersedia pemeriksaan kepada pasien paliatif dari tim dokter rumah sakit pemerintah maupun swasta.
Selain itu juga didukung dengan terbentuknya pelayanan perawatan paliatif di RSUD Dr Soetomo Surabaya sejak tahun 1992, dimana hingga kini tidak hanya melakukan pelayanan paliatif berbasis rumah sakit (rawat jalan dan rawat inap) serta melakukan kunjugan ke rumah pasien, pemberian pelayanan terhadap keluarga pasien, dan melakukan desiminasi dengan in-house training hingga luar kota Surabaya.
Alur Langkah Implementasi Aksi Pengembangan Perawatan Paliatif
Komite Penanggulangan Kanker Nasional (2019)
AFRICAN REGION
Zimbabwe, Africa
Island Hospice and Healthcare adalah rumah sakit pertama di Afrika yang menyediakan layanan Perawatan Paliatif di Zimbabwe sejak tahun 1979 dan tahun 2008 dibentuk Community Home Based Care Service (CHBC) untuk pasien yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau, terlalu sakit, dan hanya bisa mencapai fasyankes terdekat.
Model: Sebuah kendaraan Island diparkir di pinggir jalan, pada waktu dan lokasi yang telah ditentukan, dekat dengan cluster pasien yang membutuhkan layanan PC. Staf Island bekerja dengan CHBC terlatih yang merujuk dan mengantar pasien ke titik yang ditentukan. Layanan yang diberikan yaitu pengkajian, pengobatan, dan lain sebagainya.
https://www.islandhospice.care
Model ini didukung oleh jaringan kolaborator yang mapan, termasuk profesional medis di rumah sakit dan klinik-klinik di berbagai distrik, hingga rencana pemulangan yang
melibatkan petugas kesehatan di masyarakat.
Staf Island memberikan pelatihan PC kepada petugas kesehatan di masyarakat.
CHBC adalah penghubung antara pasien dan keluarga yang membutuhkan PC dan Island.
Inovasi
Ø Perluasan akses ke masyarakat yang membutuhkan hingga menangani 100 pasien per bulan.
Ø Penyediaan kemudahan dalam layanan dan akses peralatan medis di beberapa titik akses terdekat.
Ø Pasien dan keluarga yang membutuhkan dukungan psikososial dirujuk ke Pekerja Sosial.
Ø Penyediaan pendidikan perawatan di rumah pasien.
EUROPEAN REGION
Moscow, Rusia
Perawatan paliatif di Rusia dimulai dengan pembukaan rumah sakit untuk pasien kanker di St.
Petersburg dan Moskow pada tahun 1990-an.
Pada tahun 2011, dalam undang-undang Rusia, perawatan paliatif dialokasikan sebagai jenis perawatan medis terpisah, yang dijamin kepada warga negara secara gratis.
Model:
Hospice adalah institusi perawatan kesehatan yang dirancang untuk memberikan bantuan medis, sosial, psikologis, spiritual dan hukum khusus kepada pasien kanker yang tidak dapat disembuhkan dan keluarganya baik selama masa sakit maupun setelah kehilangan orang yang dicintai.
Staf rumah sakit memberikan perawatan berkelanjutan kepada pasien; menghilangkan rasa sakit dan gejala-gejala lain yang memberatkan, yang tidak hanya memerlukan terapi obat, tetapi juga kemampuan profesional untuk mengalihkan perhatian pasien, mengalihkan perhatiannya,
memberikan kenyamanan – fisik dan psikologis.
Pelayanan paliatif dilakukan oleh dokter, perawat, pekerja sosial, sukarelawan. Jika perawatan di rumah tidak memungkinkan, pasien dirawat di rumah sakit.
Inovasi
Selama di rumah sakit, keluarga dan teman pasien dapat menemani
pasien sepanjang waktu dan gratis.
Hospice menjadi pusat bantuan bagi pasien yang sekarat dan keluarga pasien, dengan nilai layanan belas kasihan, kasih sayang, tidak
mementingkan diri sendiri,
kesukarelaan, amal, dan kehidupan bermartabat sampai akhir.
.
REGION OF AMERICAS
Kingston, Jamaica
Hope Institute adalah rumah sakit kecil yang menyediakan perawatan bagi pasien kanker. Rumah sakit ini dibangun pada tahun 1963 oleh Jamaica Cancer Society, dan sejak awal berdirinya, telah menawarkan perawatan onkologi pasien rawat inap dan perawatan seperti asrama bagi pasien yang tinggal jauh dari Pusat Radioterapi regional di ibu kota.
Pada tahun 1974 rumah sakit tersebut diambil alih oleh Kementerian Kesehatan dan dengan
demikian secara resmi dihubungkan dengan sektor publik. Pada tahun 2002, dengan penunjukan seorang dokter dengan pelatihan di bidang onkologi dan pengobatan paliatif, sebuah layanan perawatan paliatif spesialis kecil didirikan.
https://www.serha.gov.jm/hope-institute
Model:
Layanan perawatan paliatif pada dasarnya berbasis rumah sakit dengan fokus pada perawatan rawat inap. Perawatan ini diberikan oleh tim kecil interdisipliner yang terdiri dari dokter,
perawat, fisioterapis, dan pemuka agama sukarelawan.
Klinik perawatan paliatif dan onkologi seminggu sekali di National Chest Hospital – untuk pasien dengan penyakit paru-paru dan kardiovaskular, dan klinik perawatan paliatif mingguan di
Kingston Public Hospital.
Semua layanan diberikan gratis kepada pasien dan pasien dirujuk ke layanan dari fasilitas sektor publik dan swasta.
Inovasi:
Inovasi di Hope berfokus terutama pada peningkatan kesadaran akan perawatan paliatif serta pendidikan dan pelatihan.
Layanan perawatan paliatif berbasis komunitas bersama dengan Asosiasi Perawatan Paliatif Jamaika.
Hope Institute telah dipilih sebagai salah satu dari enam lokasi Proyek Percontohan WHO yang akan menjadi model bagi wilayah tersebut.