• Tidak ada hasil yang ditemukan

Olahraga Lempar Lembing: Sejarah, Teknik, dan Peraturannya

N/A
N/A
Arif Bayannangi

Academic year: 2024

Membagikan "Olahraga Lempar Lembing: Sejarah, Teknik, dan Peraturannya"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Olahraga Lempar Lembing: Sejarah, Teknik, dan Peraturannya

Olahraga lembar lembing merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Olahraga ini membutuhkan teknik, kecepatan, dan kekuatan untuk dapat melemparkan lembing sejauh mungkin. Lempar lembing ini berasal dari dua kata, lempar yang berarti membuang jauh, dan lembing yang berarti tongkat berujung runcing.

Melempar adalah proses pemindahan benda dari satu tempat ke tempat lain dengan sekuat tenaga agar benda mencapai jarak maksimal. Melempar ini adalah unsur terpenting dalam kegiatan olahraga lempar lembing.

Menurut PASI (1988), lempar lembing adalah salah satu olahraga dalam cabang atletik yang menggunakan alat bulat panjang berbentuk tombak dengan melempar sejauh- jauhnya. Sedangkan menurut Jerver (1996), lempar lembing merupakan suatu gerakan sentuhan tangan dengan menggunakan benda berbentuk panjang yang dilempar sejauh mungkin.

Buku tersebut adalah buku pendidikan jasmani dan olahraga untuk SMP atau MTS kelas IX.Mengetahui olahraga lempar lembing ini tidak akan lengkap jika kita tidak mengetahui bagaimana sejarahnya. Di balik olahraga yang mendunia ini, lempar lembing memiliki sejarah pada zaman kuno. Berikut adalah sejarah olahraga lempar lembing.

Sejarah Olahraga Lempar Lembing

Kegiatan lempar lembing sering kali dilakukan oleh manusia pada zaman kuno untuk berburu binatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia juga menggunakan lembing ini untuk berperang. Sebelum dijadikan sebagai olahraga, kegiatan lempar lembing ini lebih digunakan untuk beraksi dan melindungi diri. Setelah berabad-abad kemudian, lempar lembing dijadikan olahraga seperti sekarang.

Lempar lembing ini sudah diperkenalkan sejak olimpiade pada masa kuno sebagai

bagian dari Pentathlon pada 708 SM. Selanjutnya olahraga ini juga muncul di Jerman dan Swedia pada tahun 1870-an. Lalu olahraga lempar lembing ini secara resmi menjadi bagian dari cabang atletik pada olimpiade modern sejak tahun 1908 (pria) dan tahun 1932 (wanita).

(2)

Selain itu ada dua perkembangan yang telah memengaruhi perkembangan dari olahraga lempar lembing ini. Yang pertama adalah menggunakan cakram sebagai alat putaran untuk melempar. Metode tersebut menghasilkan jarak yang baik untuk melempar, namun metode tersebut juga sering dilarang. Yang kedua adalah aturan agar atlet tidak membelakangi arah lemparan.

Teknik Olahraga Lempar Lembing

Lempar lembing ini adalah sebuah olahraga cabang atletik yang mengutamakan

gerakan lengan dan otot. Oleh karena itu perlu dilakukan latihan dan teknik yang tepat untuk memaksimalkan lemparan dan juga mengurangi cedera pada lengan. Sebelum melakukan latihan teknik lempar lembing ini diharuskan untuk pemanasan agar seluruh badan termasuk lengan sudah renggang dan tidak kaku saat digerakkan.

Dalam tekniknya, lempar lembing sendiri dibagi menjadi empat yaitu, teknik memegang lembing, teknik membawa lembing, teknik berlari, dan teknik melempar lembing.

1. Teknik Memegang Lembing

Memegang lembing dengan baik dan benar merupakan kunci dari lemparan yang bagus.

Pada bagian lembing pastinya terdapat lilitan tali yang gunanya sebagai tempat yang dianjurkan untuk memegang lembing. Pada titik itulah tempat yang paling efektif dalam memegang lembing.

Ada tiga gaya untuk memegang lembing yaitu, gaya Amerika, gaya Finlandia, dan gaya penjepit. Berikut gaya-gaya untuk memegang lembing.

a. Gaya Amerika

Gaya Amerika ini adalah gaya yang mudah dilakukan, khususnya untuk pemula yang baru ingin belajar lempar lembing. Selain pemula, masyarakat dan pendidikan juga menggunakan gaya ini untuk memegang lembing karena daya dorong yang dihasilkan oleh ibu jari dan jari telunjuk lebih tinggi.

Cara memegang lembing dengan gaya Amerika adalah dengan memegang lembing pada bagian tali di antara jari telunjuk dan ibu jari, lalu telapak tangan dan jari lainnya menggenggam tongkat seperti biasa.

Gaya pegang ini juga lebih mudah dilakukan daripada gaya Finlandia. Biasanya orang- orang yang memegang gaya Finlandia adalah atlet elit saja. Secara umum gaya pegang lembing Amerika dan Finlandia masih digunakan sampai sekarang karena memiliki dorongan yang sama kuat, hanya berbeda teknik memegang saja.

b. Gaya Finlandia

Cara memegang lembing dalam gaya Finlandia ini adalah memegang lembing pada bagian lilitan tali dengan jari tengah dan ibu jari yang bertemu, lalu diikuti oleh sisa jari lainnya yang menggenggam, namun jari telunjuk tetap lurus mengikuti lembing.

(3)

Gaya memegang lembing yang satu ini mirip dengan gaya Amerika, namun telunjuk yang lurus harus diulur agak ke belakang untuk mengontrol saat ingin melemparkan lembing.

c. Gaya Penjepit

Gaya penjepit ini caranya dengan memegang lembing pada bagian lilitan tali dengan jari telunjuk dan jari tengah berada di antara lembing dengan posisi menjepit. Gaya

memegang lembing ini untuk mencegah terjadinya luka di siku karena salah melempar.

Tetapi karena lilitan tali yang tipis tersebut dapat memicu juga masalah saat melempar.

2. Teknik Membawa Lembing

Setelah bisa menentukan mana gaya memegang lembing yang cocok untuk kalian, langkah berikutnya adalah teknik membawa lembing dengan benar. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya.

 Pegang lembing dan posisi kan lembing berada di atas bahu. Dalam hal ini posisi siku harus mengarah ke depan. Lalu arahkan lembing ke depan dengan kemiringan 40 derajat ke area lemparan yang dituju.

 Pada saat melakukan langkah pertama, usahakan agar pinggul kalian tegak lurus dengan area target. Sebelum melempar, umumnya pemula akan

melakukan lari 10 langkah, sedangkan atlet biasanya bisa sampai 13 hingga 18 langkah.

 Selama berlari, kalian harus memastikan posisi memegang lembing harus sesuai dengan teknik awal.

 Ketika kamu telah mencapai langkah akhir, putar kaki yang berlawanan

dengan tangan kamu yang memegang lembing, lalu arahkan pinggul kalian ke target lempar lembing.

 Selanjutnya, lakukan gerakan kaki menyilang sambil menarik lembing ke belakang. Dalam hal ini posisi tubuh harus condong ke belakang untuk siap- siap melempar lembing di area target.

3. Teknik Lari Lempar Lembing

Sumber: masterpendidikan.com

Ketika kalian sudah paham bagaimana cara memegang lembing, selanjutnya adalah bagaimana teknik berlari ketika ingin melemparkan lembing. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya.

 Saat awal berlari, pastikan kalian berlari sambil membawa lembing dengan posisi lembing berada di atas kepala, lengan ditekuk ke depan, dan telapak tangan menghadap ke atas. Seperti pada awal posisi memegang lembing. Yang kalian harus ingat juga adalah posisi lembing harus sejajar di atas garis paralel dengan tanah.

 Pada bagian akhir dari awal terdiri dari langkah silang yang disebut

dengan cross steps. Selain itu ada beberapa cara lainnya seperti, jingkat (hot steps), langkah silang (cross steps), langkah silang belakang (rear cross steps).

(4)

 Pada cara cross step, saat kaki kiri diturunkan, lalu bahu diputar ke arah kanan secara perlahan. Setelah itu lengan kanan bergerak ke belakang. Pada saat yang bersamaan ini titik gravitasi turun selama melakukan awalan lari.

 Perputaran bahu dan meluruskan lengan ini terus bergerak ke belakang tanpa terputus hingga melewati atas kaki kiri. Hal tersebut menghasilkan tubuh yang condong ke belakang.

 Pandangan mata kalian harus lurus ke depan. Lalu, saat tungkai kanan

mendarat dengan posisi ditekuk lalu diakhiri oleh langkah silang. Setelah itu, angkatlah tumit kanan saat lutut bergerak maju, lalu buka kedua tungkai dengan melangkahkan kaki kiri sejauh mungkin ke depan dan injak ke arah kiri sedikit.

 Dalam kondisi ini tetap jaga lembing dalam genggaman yang berada pada posisi setinggi bahu. Pergelangan tangan kalian harus terjaga dengan posisi menghadap ke atas agar ekor lembing tidak menyentuh tanah.

 Lalu pada fase terakhir ini, saat kaki kiri sudah diturunkan dalam akhir lemparan, lalu pinggul berputar ke depan dan ditandai dengan putaran ke dalam kaki kanan dan lutut. Setelah itu segeralah membuka bahu kiri, dan siku kanan di putar ke arah atas, lembing diluruskan di atas lengan dan bahu ke arah target.

 Lalu tekan kaki kiri seperti melompat dan disusul dengan kaki kanan ke dalam, lalu meluruskannya sambil lutut kanan juga ikut lurus sehingga membentuk posisi membujur dari badan, dan siap untuk melempar.

4. Teknik Melempar Lembing

Berikut adalah beberapa langkah untuk melempar lembing. Teknik ini bisa digunakan jika kamu ingin melempar lembing tanpa awalan lari.

Kamu harus meluruskan lengan dan mencondongkan badan ke belakang. Jangan lupa untuk tetap pertahankan pandangan ke area target.

 Gunakan kaki depan sebagai tumpuan, lalu dorong dengan kaki lainnya. Ubah titik gravitasi dan berat badan ke depan sambil bersiap untuk melemparkan lembing.

 Pada saat yang bersamaan, kamu bisa melemparkan lembing ke arah atas depan. Lepaskan lembing yang kamu pegang saat posisi tangan berada di depan kaki tumpuan.

 Lemparlah lembing sekuat tenaga, dan tetap jaga keseimbangan tubuh ketika melempar.

(5)

Peraturan Umum dalam Lempar Lembing

Internationa Association of Athletics Federations (IAAF) telah menentukan sejumlah aturan terkait lempar lembing. Berikut adalah peraturan umum dalam olahraga lempar lembing.

1. Peralatan Lempar Lembing

Dalam alat lembing terdiri dari tiga bagian yaitu, mata lembing, badan lembing, dan juga tali lembing. Badan pada lembing terbuat dari metal, lalu mata lembing lancip dengan ujung yang panjang.

Spesifikasi lembing pura dan putri memiliki beberapa perbedaan. Aturan spesifikasi yang telah ditetapkan ini untuk menjamin lembing dapat melayang dan menancap dengan baik dan benar. Dalam hal ini, manajer teknik harus berhati-hati dalam menjamin semua lembing agar sesuai dengan aturan yang sah.

Berat lembing untuk putra adalah 800 gram, sedangkan putri sebesar 600 gram.

Panjang lembing untuk putra adalah 2.60 m sampai 2.70 m. Sedangkan lembing putri memiliki panjang 2.20 m sampai 2.30 m.

Dalam lomba kejuaraan dunia atau regional, peserta harus menggunakan lembing yang telah disediakan oleh panitia. Namun pada perlombaan lainnya dalam tingkatan yang lebih kecil, peserta boleh membawa lembingnya sendiri asal telah diperiksa dan diberi tanda oleh panitia.

2. Lintasan Awalan Lempar Lembing

Menurut aturan yang berlaku, panjang lintasan awalan lempar lembing tidak boleh lebih dari 36.50 m dan tidak kurang dari 30 m. Lintasan ini harus diberi tanda dengan dua garis paralel 4 m terpisah dengan lebar garis 5 cm.

3. Lengkungan Batas Lempar Lembing

Lengkungan untuk batas lempar lembing ini dibuat dari kayu meta yang dicat putih dan dipasang datar dengan tanah. Lengkungan ini merupakan suatu busur yang memiliki garis tengah dengan radius 8 m. Garis lengkungannya berukuran 7 cm. Sepanjang 0.75 m dibuat sebagai perpanjangan dari lengkungan lempar dan siku-siku terhadap paralel lintasan lari awalan.

4. Area Pendaratan Lempar Lembing

Area pendaratan ini ditandai dengan busur yang ditarik dan dititik pusatkan dengan sudut 28.96 derajat.

5. Penilaian Lempar Lembing

Dalam penilaiannya, lempar lembing ini menggunakan bendera sebagai suatu simbol.

Bendera putih digunakan jika lemparan dilakukan dengan benar dan menancap sukses

(6)

di area pendaratan. Sedangkan bendera merah digunakan untuk menandakan bahwa lemparan yang dilakukan itu salah.

Suatu lemparan lembing diukur dari tanda yang terdekat dengan mata lembing sampai ke bagian dalam lingkaran, lalu mengukur tanda antara tanda tersebut. Beberapa unsur penilaian adalah bagaimana cara memegang lembing yang benar dan pendaratan

lembing yang paling jauh dan tepat.

Muhajir (2007) mengatakan bahwa, lemparan dapat dikatakan sah apabila lembing telah menggores atau menancap di area pendaratan. Lemparan dikatakan tidak sah jika

sewaktu peserta melempar, kaki menyentuh lengkung lemparan. Sedangkan Ballesters mengatakan bahwa lemparan akan dianggap sah jika mata lembing menyentuh tanah sebelum bagian lembing yang lain, dan sepenuhnya harus jatuh ke dalam area

pendaratan.

Persyaratan Lemparan Lembing yang Sah

 Lembing harus dipegang pada lilitan tali, serta harus dilempar dari atas bahu dan bagian teratas dari lengan.

 Lemparan tidak sah jika mata lembing tidak menggores terlebih dahulu pada area pendaratan sebelum bagian lainnya.

 Pelempar tidak boleh memotong salah satu jalur paralel ketika sedang melempar lembing.

 Lemparan dihitung tidak sah jika pelempar menyentuh garis lempar siku-siku terhadap garis paralel dengan tubuh dari pelempar.

 Setelah gerakan awal lemparan sampai lembingnya telah dilepaskan dan melayang, pelempar tidak boleh memutar tubuhnya hingga membelakangi area pendaratan.

 Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur awalan sebelum lembing dilempar ke area pendaratan. Dari sikap berdiri meninggalkan jalur lari awalan, dari

belakang lengkung lempar, dan garis perpanjangan.

 Lembing harus mendarat pada area pendaratan dan memberi tanda pendaratan, tidak harus menempel hingga melubangi rumput.

 Tidak boleh menggunakan alat bantu untuk merekatkan tangan agar lemparan pada lembing menjadi lebih baik. Bahkan memakai sarung tangan juga tidak boleh.

 Atlet hanya memiliki waktu selama 1 menit untuk melakukan lempar lembing.

Jika 15 detik terakhir atlet masih belum melempar maka wasit akan

mengibarkan bendera kuning sebagai peringatan. Poin tidak akan dihitung jika telah melebihi batas waktu.

 Umumnya, atlet melakukan percobaan melempar dengan tiga kali kesempatan dalam sebuah kompetisi. Bahkan di beberapa kesempatan, atlet dapat

memiliki kesempatan enam kali percobaan.

 Jika poin antar atlet berujung seri, maka harus dilakukan lemparan sekali lagi.

Atlet dengan lemparan terbaik akan keluar sebagai pemenang.

 Wasit menentukan pemenang dari lemparan yang sah dan jarak terjauh.

(7)

Pengertian Olahraga Lempar Cakram:

Sejarah, Teknik Dasar & Peraturan

Lempar Cakram – Bagi kalian yang menggemari kegiatan atau segala macam jenis hal yang berbau olahraga pasti tidak akan asing dengan cabang olahraga satu ini. Tebak cabang olahraga apa hayo? Yap, cabang olahraga atletik.

Seperti yang kalian ketahui sendiri bahwa nomor olahraga yang ada dalam cabang olahraga atletik sendiri dikenal sangat banyak dan beragam. Nah, salah satunya adalah jenis nomor olahraga lempar cakram.

Apakah ada kalian disini yang asing dengan nomor olahraga tersebut? Tidak dong

pastinya, lempar cakram sendiri sudah sangat tidak asing terdengar di telinga penduduk Negara Indonesia apalagi dunia. Terlebih lagi, olahraga lempar cakram sudah sering masuk dalam perlombaan olahraga internasional, yaitu Olimpiade.

Nah, pada artikel kali ini, kamu akan kami ajak untuk mengenal serta mengetahui apa saja sih yang bisa dipelajari dari salah satu nomor atau jenis olahraga dari cabang olahraga atletik ini. Kalau kalian ingin mengetahui lebih lanjut, simak artikel ini sampai selesai ya!

Pengertian

Apa kalian sudah tahu mengenai definisi lengkap dari lempar cakram? Hayo apa definisi dari lempar cakram? Jika kalian belum mengetahuinya, tenang saja pertama-tama kami akan membahas mengenai definisi lengkap dan jelas dari lempar cakram itu sendiri beserta dengan sejarah, teknik dasar, dan peraturan olahraga lempar cakram.

(8)

Secara umum, lempar cakram diartikan sebagai salah satu nomor atau jenis olahraga dari cabang olahraga atletik yang pelaksanaannya menggunakan alat bantu berupa kayu dengan bentuk seperti piring dilengkapi dengan sabuk besi, atau juga bisa terbentuk dari bahan dasar lain yang memiliki bentuk pipih dan bundar untuk

dilemparkan. Lempar cakram dalam Bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Discus Throw.

Secara bahasa, lempar cakram dapat diartikan secara terpisah dan lebih rinci. Untuk kata pertama, yakni adalah kata lempar memiliki arti atau definisi sebagai salah satu jenis olahraga yang dilakukan dengan cara melempar, lebih tepatnya kurang lebih seperti lempar peluru, lembing, martil, serta cakram.

Lalu untuk kata yang kedua, yakni kata cakram sendiri adalah sebuah benda yang menjadi alat bantu untuk melakukan olahraga lempar cakram. Cakram ini memiliki bentuk seperti piring yang dikelilingi oleh bingkai yang terbuat dari bahan dasar sabuk besi.

Jadi, lempar cakram adalah olahraga yang berupa melempar cakram dengan lapangan yang sudah ditentukan. Pemenang dari olahraga ini ditentukan melalui siapa yang melempar cakram paling jauh, maka dialah yang menjadi pemenangnya.

Pengertian Menurut Para Ahli

Apakah itu saja pengertian atau definisi mengenai lempar cakram? Oh tentu tidak, selain definisi atau pengertian lempar cakram secara umum dan bahasa. Ternyata ada juga pengertian atau definisi dari lempar cakram dari para ahli dengan berbagai bidang yang ikut mengemukakan serta menyuarakan pendapat atau pandangan mereka mengenai pengertian atau definisi dari lempar cakram.

1. Mochtar

Definisi lempar cakram menurut Mochtar (2011:124), menjelaskan bahwa pengertian lempar cakram sendiri merupakan salah satu jenis olahraga yang dilakukan dengan gerakan melempar atau melontarkan sebuah benda yang tergolong alat bantu. Benda tersebut memiliki bentuk pipih dan bulat dengan berat alat tertentu sesuai dengan ketentuan.

Alat atau benda bantu tersebut terbuat dari bahan baku kayu dengan pinggirannya terbuat dari bahan besi atau metal. Dalam melakukan gerakan lemparan dalam olahraga lempar cakram dilakukan dengan menggunakan satu tangan dari arah samping badan guna mencapai tujuan, yakni menempuh jarak sejauhnya seperti yang sudah ditentukan oleh peraturan.

2. Suherman

Definisi lempar cakram menurut Suherman (2001:19), menjelaskan bahwa pengertian dari lempar cakram adalah salah satu nomor olahraga yang termasuk ke dalam nomor olahraga lempar dalam cabang olahraga atletik. Olahraga lempar cakram merupakan olahraga yang menggunakan teknik lempar yang menggunakan perputaran atau rotasi dari kaki serta badan.

3. Adi

Definisi lempar cakram menurut Adi (2008:73), menjelaskan bahwa lempar cakram merupakan salah satu nomor perlombaan yang ada di dalam perlombaan cabang

olahraga atletik. Dalam perlombaan atletik ini, para atlet melakukannya dengan gerakan melempar suatu objek yang memiliki bentuk bulat dan pipih dinamakan cakram dengan

(9)

jarak sejauh mungkin mengikuti peraturan serta ketentuan yang sudah diberlakukan.

Dalam lempar cakram masing-masing atlet diberikan 3 kali kesempatan untuk melempar. Olahraga lempar cakram diberlakukan untuk atlet baik laki-laki maupun perempuan.

4. Javer

Definisi lempar cakram menurut Javer (2012:91), menjelaskan bahwa ada beberapa tujuan umum yang nantinya akan dicapai ketika melaksanakan olahraga lempar cakram, yakni tujuan pertama adalah untuk melemparkan cakram dengan kecepatan maksimal:

tujuan ini akan tercapai apabila pelempar cakram mempunyai tubuh yang besar, jadi dilakukan oleh pelempar yang bertubuh sebesar mungkin. Selanjutnya adalah tujuan keduanya, yakni bertujuan untuk melemparkan benda yang disebut cakram dengan menggunakan sudut pandang pelemparan sebaik mungkin.

Sejarah dan Perkembangannya

Setelah mengetahui segala jenis definisi atau pengertian dari olahraga lempar cakram, saatnya kami memberitahukan kepada kalian tentang bagaimana sih sejarah terbentuk dan masuknya lempar cakram menjadi salah satu nomor olahraga yang dilombakan dalam olimpiade olahraga cabang atletik.

Sejarah lempar cakram akan kami hadirkan dalam dua jenis, yakni sejarah lempar cakram dunia dan yang kedua adalah sejarah lempar cakram di Negara Indonesia.

1. Sejarah Lempar Cakram di Dunia

Apabila kalian sudah membaca sejarah dari cabang olahraga atletik, maka kalian pasti tidak akan asing dengan buku yang berjudul Odyssey. Ya, buku ini seolah-olah menjadi buku sejarah dari olahraga cabang atletik yang ada di dunia. Nah, untuk sejarah dari nomor olahraga lempar cakram sendiri ada di buku tersebut juga.

Seperti biasanya, dalam buku itu menyebutkan bahwa gerakan-gerakan atletik yang mencakup gerakan dasar manusia itu sudah ada sejak zaman prasejarah. Bahkan, sudah ada semenjak adanya manusia di bumi, gerakan-gerakan atletik itu sudah dikenal dan dikuasai. Gerakan-gerakan dasar itu digunakan oleh orang zaman prasejarah untuk mempertahankan hidup mereka.

Manusia-manusia pada zaman prasejarah tentu sangat bergantung pada performa

jasmani mereka, jelas karena manusia pada zaman itu belum memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni, seperti manusia-manusia pada zaman modern ini. Apabila manusia zaman prasejarah tidak memiliki jasmani yang efisien, seperti memiliki kekurangan dalam ketangkasan melompat serta melempar, tidak pandai lari cepat, tidak terampil dalam berjalan, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya seperti memiliki kekurangan saja, tetapi manusia zaman prasejarah akan sangat mudah untuk tertangkap oleh binatang buas atau bahkan lebih parahnya lagi akan sulit untuk menyelamatkan diri dari bencana alam yang ada di zaman prasejarah.

Dari hal tersebutlah yang membuat manusia zaman prasejarah sangat memperhatikan kesehatan jasmani mereka. Dari hal itu juga yang membuat atletik menjadi cabang olahraga tertua yang ada di dunia.

Meskipun gerakan olahraga atletik sudah ada ketika zaman prasejarah, tetapi

perlombaan olimpiade atletik pertama kali diadakan setelah manusia memasuki masa zaman purba. Untuk kapan tepatnya, kurang diketahui, tapi yang pasti terjadi sekitar kurang lebih 1000 tahun yang lalu sebelum memasuki tahun masehi. .

(10)

Diketahui fakta dalam buku berjudul Pujangga Yunani yang ditulis Homerus sendiri menceritakan mengenai perjalanan petualangan dari Odysseus yang terdampar di suatu pulau yang diindikasi sebagai kepulauan Phaeacia kepunyaan Raja Alcinous. Dalam buku itu, diceritakan Odysseus menghadap Sang Raja Alcinous, kemudian, Sang Raja

memutuskan untuk mengadakan suatu upacara dengan tujuan untuk menyambut kedatangan Odysseus di kepulauan tersebut. Lantas apa isi dari acara penyambutan tersebut?

Isi dari acara penyambutan tersebut adalah acara perlombaan yang diikuti oleh seluruh rakyat Raja Alcinous. Dalam perlombaan itu, seluruh pemuda Phaeacia memperlihatkan semua keahlian yang mereka miliki dalam berbagai perlombaan, seperti perlombaan gulat, perlombaan tinju, perlombaan lari, hingga perlombaan lempar cakram.

Setelahnya di penghujung acara, Sang Raja meminta Odysseus untuk

mendemonstrasikan gerakan dari salah satu olahraga yang dilombakan, yakni lempar cakram. Awalnya Odysseus merasa tidak berkenan untuk mendemonstrasikannya dan menolak Sang Raja dengan sangat halus.

Namun, akhirnya ia menuruti permintaan dari Sang Raja. Langsung Odysseus masuk ke gelanggang perlombaan, bahkan tanpa melepaskan pakaian perang yang ia pakai dan mengambil sebuah cakram.

Dengan gaya teknik dasarnya yang sangat sempurna, Odysseus melemparkan cakram itu dan cakram tersebut pun jauh meluncur lalu jatuh sesuai dengan jarak jauh yang sudah dicapai oleh para atlet di kepulauan Phaeacia.

Nah, kesimpulan apa yang dapat kita tarik? Kita dapat menarik kesimpulan bahwa sudah dari zaman purba penduduk Yunani mengenal serta memperlombakan segala jenis olahraga yang ada di cabang olahraga atletik. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya nomor olahraga, seperti nomor olahraga lari, lompat, serta nomor olahraga lempar cakram yang dikenal serta dilombakan hingga saat ini dalam setiap olimpiade.

2. Sejarah Lempar Cakram di Indonesia

Sejarah lempar cakram di Negara Indonesia sendiri diketahui sangat berhubungan

bahkan tidak bisa dipisahkan dari cerita sejarah cabang olahraga atletik itu sendiri. Lalu bagaimana Negara Indonesia mengenal cabang olahraga atletik?

Negara Indonesia sendiri mengenal dan mengetahui adanya cabang olahraga atletik di dunia melalui Negara Belanda. Lebih tepatnya ketika Negara Indonesia masih berada dalam masa penjajahan Negara Belanda.

Lalu pada sekitar awal tahun 1942 hingga tahun 1945, tepatnya pada saat masa

penjajahan sudah berpindah ke tangan Negara Jepang, kegiatan dari olahraga atletik ini sudah mengalami sebuah perkembangan yang dinilai cukup signifikan.

Fakta tersebut dapat dibuktikan dari banyaknya pelajar serta pegawai yang mulai menerapkan kegiatan senam. Tak hanya itu saja, ada fakta dimana lempar cakram menjadi salah satu materi yang dipelajari untuk mata pelajaran olahraga.

Seiring dengan berjalannya waktu, Indonesia pun merdeka tepatnya pada tahun 1945, olahraga lempar cakram menjadi sangat berkembang dikenal oleh banyak penduduk

(11)

Indonesia dan meluas di penjuru daerah. Banyak penduduk Negara Indonesia mulai mempelajari cabang olahraga atletik lempar cakram ini dan menjadi professional.

Teknik-Teknik Dasar

Setelah mengetahui pengertian hingga sejarahnya, saatnya kalian mengetahui

mengenai teknik dasar yang dimiliki oleh olahraga lempar cakram. Lalu, teknik dasar apa saja yang ada di dalam lempar cakram?

1. Teknik Memegang Cakram

Letakkan tepi cakram pada lekuk pertama pada tangan kalian. Usahakan untuk sedikit merenggangkan jari dengan jarak yang sama antar jarinya pada tangan kalian. Perlu diketahui, makin panjang jari yang kalian miliki, maka akan semakin mudah pula kalian memegang cakram. Jangan lupa untuk memegang cakram dengan erat.

2. Sikap Tubuh Ketika Melempar Cakram

Ada dua cara yang bisa kalian terapkan dalam bagaimana sikap tubuh kalian ketika akan melempar cakram. Kedua cara tersebut adalah menggunakan gaya menyamping dan menggunakan gaya membelakangi. Di saat kalian hendak melakukan sebuah lemparan, usahakan untuk berdiri tegak dengan menyamping mengarah ke lemparan dengan membuka lebar kedua kaki kalian.

Kaki kiri dihadapkan lurus kedepan sesuai degan kemana arah lemparan, sedangkan untuk kaki kanan di belakang tepat di samping kaki kiri. Jangan lupa untuk sedikit membengkokkan lutut serta arahkan ke serong samping kanan. Kaki kanan digunakan sebagai tumpuan dan condongkan badan ke kanan.

Tangan kanan digunakan untuk membawa cakram tepat di samping badan dengan lengan yang lurus serta lemas, untuk tangan kiri dan siku cukup dibengkokkan. Taruh tangan kiri dan siku tadi di depan badan kalian yang sudah dilemaskan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan.

3. Sikap Lanjutan (Follow That)

Untuk teknik ketiga ini mirip seperti saat melakukan tolak peluru serta lempar lembing.

Ketika cakram akan dilemparkan dari tangan, kaki kanan kalian ditolakkan dan tubuh diinjakkan ke arah atas dan ke arah depan. Lalu, akhiri dengan sikap akhir, yakni setelah cakram dilepas, usahakan untuk mendaratkan kaki kanan secepat mungkin.

Untuk kaki kiri diangkat lurus ke arah belakang dan dilepaskan, disertai dengan

membungkukkan badan ke depan. Semua itu bertujuan untuk menjaga keseimbangan tubuh kalian agar tidak terjatuh ke depan, sehingga masih berdiri dengan baik ketika cakram sudah dilepaskan.

4. Langkah Mengambil Awalan

Untuk pelaksanaan pengambilan sikap awal pada lempar cakram diketahui sama dengan awalan yang diambil ketika melakukan langkah awalan pada olahraga tolak peluru.

5. Langkah Akhir

Untuk langkah akhir dalam olahraga lempar cakram adalah gerakan lanjut yang akan dilakukan oleh para atlet guna memulihkan stabilitas tubuh serta berguna untuk

(12)

menghindari adanya kesalahan. Gerakan langkah akhir ini dilakukan dengan alasan untuk mengerem, dimana sangat berguna untuk menjaga dan menghindarkan atlet dari pelanggaran dan agar atlet tetap didalam lingkaran.

Gerakan kelima ini dilakukan dengan cara mengganti tungkai kaki dengan cara sangat cepat setelah cakram dilepaskan dari tangan. Tungkai kaki kanan ditekuk dan tungkai kaki kiri diayunkan ke arah belakang dan melayang dengan tujuan memulihkan stabilitas tubuh.

Peraturan Dasar

Setiap cabang olahraga yang dilombakan atau ada pada Olimpiade pastilah memiliki peraturan yang sudah ditentukan sesuai dengan ketentuan yang ada, begitu pula dengan berbagai jenis olahraga yang ada di cabang olahraga atletik. Salah satunya adalah olahraga lempar cakram.

Dalam olahraga lempar cakram sendiri diketahui memiliki banyak peraturan yang ada, tetapi pada artikel kali ini kami hanya akan memberikan sebanyak enam poin dari

peraturan yang berlaku dalam olahraga lempar cakram. Berikut ini enam peraturan yang berlaku di olahraga lempar cakram.

1. Syarat Melakukan Lemparan Cakram

Seorang atlet atau peserta lomba olahraga lempar cakram diperbolehkan melakukan lemparan cakram, apabila atlet tersebut berdiri pada lintasan atau arena lempar

cakram. Arena lempar cakram ini berbentuk lingkaran yang mempunyai diameter sekitar 2,5 meter.

2. Tidak Boleh Terkena Tanah yang Ada di Luar Lingkaran

Seorang atlet atau peserta lomba olahraga lempar cakram tidak diperbolehkan atau tidak diizinkan untuk menyentuh atau melakukan kontak fisik dengan tanah yang berada di luar lingkaran.

3. Hanya Boleh Menyentuh Rim Bagian Atas

Seorang atlet atau peserta lomba olahraga lempar cakram untuk menyentuh atau melakukan kontak fisik dengan rim bagian atas. Seorang atlet atau peserta lomba olahraga lempar cakram hanya diperbolehkan menyentuh atau melakukan kontak fisik dengan rim bagian dalam.

4. Tidak Boleh Meninggalkan Lingkaran Sebelum Cakram Mendarat

Seorang atlet atau peserta lomba olahraga lempar cakram tidak diperbolehkan untuk meninggalkan lingkaran lemparan cakram sebelum cakram yang dilempar jatuh ke tanah. Apabila atlet atau peserta lomba olahraga lempar cakram melakukan hal

tersebut, maka cakram yang dilempar tadi akan dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

5. Jumlah Kesempatan Melempar Cakram

Seorang atlet atau peserta lomba olahraga lempar cakram diberi kesempatan sebanyak delapan kali untuk menunjukkan keahliannya dan kemampuan yang terbaik akan di

(13)

rekapitulasi atau dicatat hasilnya guna menentukan hasil keseluruhan dari seorang atlet tersebut.

6. Tidak Sahnya Cakram yang Dilempar

Jika cakram yang sudah dilemparkan jatuh atau mendarat di luar zona atau daerah yang sudah menjadi ketentuan, maka lemparan tadi akan dianggap sebagai lemparan yang tidak sah dan tidak dihitung. Nah itulah hal-hal mengenai lempar cakram yang dapat kalian ketahui serta kenali melalui artikel ini. Apakah diantara dari kalian merupakan atlet atau tertarik menjadi atlet cakram? Ada banyak sekali manfaat yang bisa kalian dapatkan dari olahraga cabang atletik jenis ini lo! Jadi, jangan pernah ragu untuk menekuni olahraga lempar cakram, Grameds.

Olahraga Tolak Peluru: Pengertian, Sejarah, Gaya, Teknik, dan Peraturan

Tolak peluru atau shot put bisa dikatakan sebagai salah satu olahraga yang bertujuan untuk melemparkan bola logam sejauh mungkin. Hanya saja, olahraga tolak peluru tidak benar-benar melakukan gerakan melempar. Maka dari itu, tolak peluru sangat berbeda dengan cabang olahraga atletik lempar lainnya.

Tolak peluru merupakan suatu cabang olahraga yang melakukan suatu tolakan dengan menggunakan tenaga semaksimal mungkin untuk mendapatkan jarak tolakan yang jauh.

Dengan mengandalkan gerakan tolakan atau dorongan terhadap bola logam dengan bobot tertentu. Selain itu, gerakan tolak peluru hanya boleh menggunakan kekuatan dari salah satu tangan saja.

Penilaian pada tolak peluru berdasarkan jarak antara pelempar dengan bola atau pelurunya. Semakin jauh peluru atau bola logam yang dilempar, maka poin yang diperoleh semakin besar.

Nah, artikel ini akan membahas secara lengkap terkait apa itu olahraga tolak peluru hingga tekniknya. Bagi Grameds yang ingin belajar terkait sejarah, gaya, teknik, peralatan hingga peraturan tolak peluru, maka bisa simak ulasan selengkapnya!

(14)

Sejarah Cabang Olahraga Tolak Peluru

Olahraga shot put kali pertama kali dimainkan pada masa masyarakat Yunani Kuno. Pada saat itu, masyarakat Yunani Kuno memanfaatkan batu sebagai salah satu alat untuk berolahraga, yakni dengan cara melemparkannya. Dalam perkembangannya atau lebih tepatnya pada abad pertengahan, sekelompok tentara perang memiliki kebiasaan untuk melemparkan bola meriam. Kebiasaan itu yang pada akhirnya disebut sebagai cikal bakal kelahiran olahraga tolak peluru sampai populer sekarang ini.

Tolak peluru mulai dimainkan dengan bentuk yang modern pada sekitar abad ke-19.

Pada saat itu, Highlands Games Skotlandia menyelenggarakan lomba lempar batu atau logam berat. Para peserta akan saling melemparkan bola untuk mendapatkan jarak terjauh. Selanjutnya, pemenang akan ditentukan berdasarkan seberapa jauh jarak lemparan dengan posisi asli pelempar atau di belakang garis.

Tolak peluru menjadi semakin populer setelah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga pada perhelatan olahraga terbesar di dunia, yakni Olimpiade modern. Dalam kompetisi tersebut, cabang olahraga shot put sudah menggunakan bola dengan berat atau massa yang sudah ditentukan dan termasuk cabang atletik.

Bahan yang digunakan untuk bola shot put sendiri menggunakan material besi atau kuningan. Cabang olahraga tolak peluru mulai dipertandingkan untuk putra pada tahun 1896. Sementara itu, shot put untuk putri baru dipertandingkan pada tahun 1948.

Gaya Tolak Peluru

Dalam sebuah perlombaan resmi, cabang olahraga tolak peluru dikenal dua macam gaya yang paling banyak digunakan oleh para peserta, yakni gaya O’brien dan gaya spin. Namun, ada satu jenis gaya yang sangat cocok bagi para pemula, yaitu gaya ortodoks. Gaya ortodoks biasanya digunakan pada pelatihan atau tujuan pendidikan seperti di sekolah. Berikut adalah tiga gaya dalam olahraga shot put yang perlu Grameds ketahui, antara lain yaitu:

1. Gaya Ortodoks

Gaya melempar dalam cabang olahraga shot put yang biasa digunakan untuk seorang pemula adalah gaya ortodoks. Hal ini dikarenakan gaya ortodoks tidak terlalu

membutuhkan banyak gerakan. Sebagai gaya yang paling sederhana dan paling mudah, gaya ortodoks sangat cocok untuk seseorang yang ingin belajar atau berkenalan dengan olahraga tolak peluru.

Oleh sebab itu, tak heran apabila para atlet profesional jarang menggunakan gaya ortodoks. Pelempar dapat melakukan tolakan peluru dengan cara memosisikan tubuh menyamping dari area pendaratan. Selanjutnya, pelempar dapat meletakkan bola logam antara kepala dan bahu untuk kemudian dilakukan tolakan.

2. Gaya O’brien

(15)

Apabila gaya ortodoks biasa digunakan pemula, maka gaya O’brien merupakan gaya melempar shot put yang paling sering digunakan atlet profesional. Gaya O’brien sendiri digunakan pertama kali oleh seorang atlet yang berasal dari negara Amerika Serikat bernama Parry O’brien.

Gaya ini sendiri biasa dikenal juga dengan gaya glide atau meluncur, tetapi sekarang lebih populer sebagai gaya O’brien. Dalam cabang olahraga shot put, gaya O’Brien dilakukan dengan cara membelakangi arah tolakan

Pada saat menggunakan gaya O’brien, seorang atlet atau pelempar harus memiliki posisi membelakangi area pendaratan. Kemudian, atlet tersebut akan melakukan

gerakan setengah putaran atau 180 derajat terlebih dahulu sebelum melakukan tolakan terhadap bola logam. Hal ini menjadikan pada saat persiapan, pelempar akan

menghadap ke belakang sebelum kemudian berbalik ke depan.

Setelah Grameds sudah terbiasa dengan gaya ortodoks, gaya O’brien sangat cocok untuk menunjang keterampilan melakukan tolakan peluru. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan tolakan peluru dengan gaya o’brien:

1. Posisi tubuh berdiri membelakangi arah tolakan dengan badan membungkuk dan bertumpu pada kaki kanan sekaligus lutut ditekuk. Sementara itu, kaki kiri diangkat lurus menuju arah tolakan.

2. Peluru atau bola diletakkan di bagian antara leher, dekat dengan dagu.

3. Peluru dipegang pada bagian pangkal jari, bukan telapak tangan. Kemudian, posisikan ibu jari di bawah peluru.

4. Selanjutnya, siku mengarah keluar sehingga membentuk sudut 45 derajat.

5. Pada saat meluncur, kaki kiri dapat diluruskan sembari memutarkan pinggul.

6. Kaki kanan diangkat pendek ke depan dengan kaki kiri diayun ke belakang untuk tetap menjaga keseimbangan.

3. Gaya Spin

Selain gaya ortodoks dan gaya O’brien, gaya yang juga sering digunakan dalam cabang olahraga tolak peluru adalah gaya spin atau gaya berputar. Gaya ini kali pertama

diperkenalkan oleh Aleksandr Baryshnikov, seorang atlet shot put yang berasal dari Rusia.

Meskipun tidak sepopuler gaya O’brien, tetapi teknik ini juga sering digunakan atlet profesional pada saat berlomba resmi olahraga shot put. Perlu diketahui, gaya spin membutuhkan keterampilan tinggi.

Hal ini dikarenakan seorang atlet harus melakukan putaran hingga 360 derajat dalam kecepatan tinggi terlebih dahulu sebelum melempar bola logam ke depan. Maka dari itu, gerakan ini memiliki tujuan untuk menghasilkan momentum sehingga dapat

membuahkan jarak tolakan terjauh.

Dalam suatu olahraga tidak pernah bisa dilepaskan dari yang namanya peran pelatih.

Dengan pelatih, maka atlet mendapatkan arahan dan bimbingan, sehingga bisa

memenangkan perlombaan olahraga. Buku Kepelatihan Olahraga membahas tentang

(16)

pentingnya peran pelatih bagi seorang atlet. Buku ini sangat cocok untuk dibaca bagi seseorang yang ingin menjadi pelatih atau menjadi atlet.

Cara Melakukan Olahraga Tolak Peluru

Nah, bagi kamu yang hendak berkenalan dengan olahraga tolak peluru. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk melakukan tolakan peluru:

1. Posisi tubuh berdiri tegak menyamping ke arah tolakan

2. Kedua kaki dibuka dengan kaki kiri lurus ke depan dan kaki kanan ditekuk agak ke depan hingga serong ke samping kanan

3. Posisikan berat badan di bagian kaki kanan dan bentuk badan supaya lebih condong ke samping kanan

4. Tangan kanan memegang dan menyangga peluru pada bahu atau pundak 5. Siku pada tangan kiri dengan ditekuk taruh di depan hingga membentuk posisi

sedikit serong ke atas dan melemas

6. Tangan kiri sendiri memiliki fungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan

7. Pandangan pelempar dapat diarahkan ke area tolakan sebelum melakukan lemparan

8. Dorong tangan kiri ke depan kekuatan penuh sehingga memunculkan tolakan pada peluru yang dipegang

9. Pada saat melakukan tolakkan peluru, kaki kanan yang berposisi di belakang dapat diangkat untuk memperbesar kekuatan tolakan

Teknik Dasar dalam Olahraga Tolak Peluru

Dalam olahraga tolak peluru, prinsip utama yang harus dipahami oleh para pelempar adalah melakukan tolakan atau dorongan terhadap bola logam dengan hanya

mengandalkan kekuatan satu tangan. Salah satu cabang olahraga atletik ini bertujuan untuk menghasilkan tolakan atau dorongan bola logam dengan jarak sejauh mungkin dari posisi awal atau garis start.

Supaya Grameds dapat melakukan shot put dengan baik dan benar. Berikut ini adalah beberapa teknik dasar yang harus dipahami, antara lain yakni:

1. Bola logam dapat ditempatkan pada bagian pangkal jari, bukan telapak tangan. Lebarkan jari-jari tangan sedikit, selanjutnya gunakan ibu jari untuk menahan bola logam agar tidak terjatuh.

2. Berikutnya, posisikan bola logam antara kepala dan bahu, tepat pada bagian bawah rahang.

3. Sembari menahan bola logam, pelempar dapat memastikan untuk menjaga kondisi siku lengan tetap tinggi dan tampak lurus dengan bahu.

4. Posisikan tubuh menyamping dengan posisi bahu tangan yang bebas dari bola logam mengarah ke area pendaratan.

5. Buka kedua kaki membentuk kuda-kuda lurus dan tekuk kaki yang berada jauh dari area pendaratan, hal itu akan secara otomatis membuat tubuh condong ke belakang.

6. Putar pinggul sehingga berhadapan dengan arah yang berlawan dari area pendaratan.

7. Pada saat bersiap melakukan tolakan, pelempar dapat mendorong dengan kaki belakang dan putar pinggul sehingga tubuh menghadap ke area pendaratan.

8. Buka agak lebar lengan yang memegang bola logam menghadap ke depan dengan sudut 45 derajat sembari berusaha melakukan dorongan bola logam dengan sekuat tenaga.

9. Pada saat melakukan tolakan atau lemparan, tambahkan juga dengan

dorongan pergelangan tangan mirip seperti gerakan menembak bola basket.

(17)

Prinsip dasar dalam olahraga tolak peluru pada dasarnya merupakan gerakan awal yang harus dipahami oleh pemula. Setelah menguasai prinsip tersebut, para pelempar dapat mencoba gaya lempar seperti profesional, yakni gaya O’brien atau gaya spin. Hal ini perlu dilakukan untuk menghasilkan lebih banyak momentum dan mencapai jarak maksimal saat melakukan tolakan.

Peralatan Olahraga Tolak Peluru

International Association of Athletics Federations atau disingkat IAAF merupakan suatu organisasi yang menaungi berbagai cabang olahraga atletik dunia, salah satunya adalah tolak peluru. IAAF atau sekarang disebut juga dengan World Athletics telah menentukan standarisasi ukuran bola logam dan lapangan yang boleh digunakan untuk pertandingan tolak peluru.

Beberapa peralatan maupun aturan olahraga tolak peluru yang perlu diketahui, antara lain:

1. Bola logam

IAAF telah memutuskan bahwa berat bola logam yang digunakan dalam cabang olahraga tolak peluru yakni 7,26 kg untuk putra dan 4 kg untuk putri. Bahan atau material yang harus digunakan pada bola logam biasanya terdiri dari unsur besi padat atau kuningan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga beberapa jenis logam lain yang tidak lebih lembut dari kuningan bisa digunakan.

2. Bentuk lapangan

Vuiral.com

Untuk ukuran lapangan yang digunakan dalam cabang olahraga tolak peluru harus berbentuk lingkaran, dengan diameter 2,135 meter pada lapangan beton dan sektor pendaratan yang ditandai busur pada lapangan rumput dengan sudut 34,92 derajat.

Selain itu, lingkaran yang terdapat dalam lapangan tolak peluru memiliki papan penghenti setinggi 10 cm pada bagian depan sebelum memasuki sektor pendaratan.

Peraturan Tolak Peluru

Penentuan pemenang dalam cabang olahraga tolak peluru ditentukan berdasarkan jarak tolakan yang mampu dicapai. Seorang atlet yang berhasil mendapatkan jarak tolakan peluru terjauh berhak menjadi pemenang pertandingan atau perlombaan.

Dalam sebuah kompetisi resmi tolak peluru, atlet umumnya akan mendapatkan kesempatan melakukan tolakan sebanyak empat hingga enam kali. Apabila terdapat hasil imbang atau seri, maka para atlet akan diberikan kesempatan sekali lagi untuk menentukan pemenangnya.

(18)

Selain peraturan permainan dalam menentukan pemenang cabang olahraga tolak peluru, ada juga beberapa peraturan lain yang perlu diperhatikan pada saat mengikuti kompetisi tolak peluru, antara lain:

1. Seorang atlet atau pelempar harus bersiap setelah namanya diumumkan. Para atlet hanya diberikan waktu 60 detik untuk memulai gerakan.

2. Agar memenuhi tujuan keamanan, atlet harus memakai taping pada jari tangan tetapi tidak diperbolehkan mengenakan sarung tangan.

3. Bola logam dapat diletakan di dekat leher sepanjang gerakan. Apabila bola logam terlepas dan tidak menempel dekat leher selama melakukan gerakan, maka hasil tolakan dapat dianggap tidak sah.

4. Gerakan tolak peluru hanya boleh menggunakan satu tangan dan tembakan harus berada di atas ketinggian bahu.

5. Seorang atlet bisa memakai seluruh lingkaran, tetapi bagian kaki tidak

diperbolehkan melakukan gerakan keluar lingkaran atau menapak pada papan penghenti di daerah depan lingkaran.

6. Tolakan dianggap sah apabila bola logam mendarat pada sektor pendaratan dengan sudut 34,92 derajat. Wasit atau juri akan melakukan penghitungan titik pendaratan pertama bola logam.

7. Seorang atlet tidak bolehkan meninggalkan lingkaran sebelum bola logam atau lemparan mendarat di sektor pendaratan, serta hanya boleh meninggalkan lingkaran dari belakang.

Tolak peluru pada dasarnya merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang sangat mengandalkan kekuatan otot lengan untuk bisa meraih hasil maksimal. Olahraga tolak peluru mungkin tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

Hal ini dikarenakan ada peralatan dan lokasi yang harus dipersiapkan secara memadai dan profesional. Selain itu, perlu pelatih atau instruktur untuk menggunakan bola tolak peluru agar tidak menjadikan bahaya untuk diri sendiri atau orang-orang sekitar.

Dalam dunia olahraga selalu berkaitan dengan psikologi, bahkan, kondisi psikologi dapat memengaruhi suatu pertandingan olahraga. Buku Psikologi Olahraga berisi berbagai macam hal tentang psikologi yang berkaitan dengan olahraga. Selain itu, buku ini bisa dijadikan sebagai referensi atau sumber rujukan mahasiswa yang mengambil pendidikan olahraga.

(19)

Pengertian dan Macam-Macam Gerak Senam Lantai

Pengertian dan Macam-Macam Gerak Senam Lantai – Senam lantai merupakan senam yang dilakukan di atas lantai, biasanya menggunakan matras sebagai alasnya.

Penggunaan matras dalam senam lantai ini tentunya untuk mengurangi cedera saat melakukan senam lantai. Hal tersebut dilakukan karena senam lantai melakukan gerakan yang langsung bersentuhan dengan lantai.

Senam lantai umumnya memiliki gerakan seperti, berguling, melompat, berputar, bertumpu dengan tangan atau kaki, bertumpu dengan punggung, bertahan untuk menyeimbangkan badan, bahkan bertumpu dengan kepala saja. Gerakan senam lantai itu bisa dilakukan di mana saja. Umumnya gerakan senam lantai jika dilakukan di

pertandingan resmi biasanya berada di dalam ruangan berukuran 12×12.

Senam berasal dari istilah bahasa Inggris yang memiliki nama “gymnastic”. Artinya senam dilakukan di dalam ruangan khusus serta melakukan performa dari gerakan, kecepatan, keserasian, dan juga kekuatan tubuh. Performa tersebut dibutuhkan karena senam lantai membutuhkan kombinasi-kombinasi gerakan agar manfaat mental dan fisik dapat dirasakan.

Ebook ini hadir untuk mengenalkan Senam Bugar Cerdas Ceria Berkarakter (BCCB) kepada seluruh pelaku kesehatan. Termasuk para pengajar dan masyarakat umum yang peduli dengan kesehatan dan kebugaran sejak dini.

(20)

Setelah ini akan dipaparkan lebih lanjut bagaimana pendapat ahli mengenai pengertian senam lantai dan juga macam-macam dari senam lantai. Yuk Grameds, simak ulasan berikut!

Pengertian Senam Lantai Menurut Ahli

Dalam hal ini para ahli juga memiliki pendapat mengenai pengertian dari senam lantai.

Berikut adalah pengertian senam lantai menurut para ahli.

Menurut Yusup Hidayat (2010), senam lantai adalah suatu latihan fisik dengan gerakan- gerakan yang sistematis dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Muhajir (2013), senam lantai adalah salah satu rumpun dalam senam. Gerakan dalam senam lantai sangat beragam dan dilakukan sesuai dengan istilahnya yaitu di lantai.

Muhajir (2010) juga membahas mengenai senam lantai lagi, ia mengatakan bahwa senam lantai adalah suatu cabang olahraga yang memproduksi gerakan berupa

mengguling, melenting, keseimbangan lompat, dan juga loncat. Untuk bisa melakukan kegiatan senam lantai, kamu harus banyak melakukan latihan.

Menurut Sayuti Sahara (2010), senam atau gymnastic adalah sistem dari latihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengembangan fisik tubuh melalui latihan gerak tubuh.

Menurut Budi Sutrisno (2010), senam lantai mengacu pada gerakan kombinasi yang terpadu dari setiap anggota tubuh seperti, kemampuan gerak, keseimbangan,

kecepatan, kekuatan, ketepatan, kelincahan, dan juga kelenturan tubuh.

Macam-Macam Gerak Senam Lantai

Senam lantai memiliki beragam gerakan untuk dilakukan di atas matras. Seperti yang sudah diketahui bahwa senam lantai mengutamakan kombinasi gerakan dalam

performanya. Berikut adalah macam-macam senam lantai.

1. Gerak Sikap Lilin (Shoulder Stand)

Sikap lilin atau shoulder stand adalah salah satu gerakan senam lantai untuk melatih keseimbangan dan ketenangan tubuh. Dalam gerakan sikap lilin, kaki sampai pinggang akan diluruskan ke atas sementara bagian kepala, lengan tangan, dan punggung berada

(21)

di bawah. Sikap lilin ini bertumpu pada punggung bagian atas dan juga siku tangan yang menahan pinggul agar tegak lurus.

Untuk melakukan sikap lilin, berikut ada beberapa langkahnya.

 Baringkan tubuh di atas matras;

 Angkat kaki sampai pinggul kalian ke atas secara perlahan;

 Letakkan telapak tangan di bagian pinggul kalian untuk menopang tubuh agar kaki bisa tegak lurus ke atas;

 Usahakan agar lengan dan punggung atas menopang tubuh kalian dengan benar agar tubuh tidak jatuh;

 Luruskan postur kaki hingga pinggul. Lalu kalian bisa menahannya sesuai waktu yang kalian inginkan.

2. Gerak Headstand

Gerakan senam lantai headstand ini cukup menantang. Hal ini dikarenakan kepala dan telapak tangan menjadi tumpuan badan agar anggota tubuh lainnya bisa tegak lurus ke atas dengan seimbang. Headstand ini membuat posisi tubuh menjadi terbalik, tepat di ubun-ubun kepala dan telapak tangan berada di bawah, dan anggota tubuh lainnya menghadap ke atas secara tegak lurus.

Gerakan headstand ini dapat membuat aliran darah dan oksigen mengalir lancar ke otak, sehingga meningkatkan sistem kerja pada saraf otak.

Untuk melakukan headstand, kalian bisa mengikuti langkah-langkahnya seperti ini.

 Sediakan matras di dekat tembok, lalu kamu harus berdiri menghadap tembok dengan beberapa jarak;

 Setelah itu kamu bisa meletakkan telapak tangan dan kepala mu di atas matras yang mepet dengan tembok;

 Kemudian kamu harus membuka bahu sedikit lebar agar bisa menopang tubuhmu lebih kuat;

 Setelah kamu yakin bahwa posisimu telah kuat, kamu bisa mengangkat

punggung perlahan ke atas, kemudian menyusul untuk mengangkat kaki satu per satu ke atas. Gunakan tembok sebagai penjaga keseimbangan tubuhmu.

 Ketika semua anggota tubuhmu telah terangkat dan berhasil

melakukan headstand, kamu bisa menahannya selama yang kamu bisa.

Lakukan hal ini berulang kali agar semakin bisa.

3. Gerak Handstand

Gerakan handstand ini sedikit mirip dengan gerakan headstand dan tentunya lebih sulit.

Yang membedakan gerakan ini adalah tumpuan hanya ada pada telapak tangan. Oleh karena itu lengan dan telapak tangan kita harus kuat untuk menopang tubuh karena kepala kita juga ikut terangkat, tidak menjadi tumpuan lagi.

Gerakan ini memiliki tujuan yang sama seperti headstand dan sikap lilin yaitu,

mengalirkan darah dan oksigen agar menuju ke tubuh bagian atas dengan sempurna.

Untuk dapat melakukan gerakan handstand, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

 Pasang matras di dekat tembok, lalu kamu bisa berdiri di atasnya;

 Bungkukkan badan kamu ke bawah, lalu letakkan telapak tangan di atas matras;

 Setelah itu, angkatlah kaki kanan disusul dengan kaki kiri ke atas dengan cepat agar langsung naik;

 Jika keduanya telah terangkat, seimbangkanlah tubuhmu dengan lengan dan telapak tangan yang menopang tubuh. Gunakan tembok sebagai penyeimbang tubuhmu;

(22)

 Kemudian tahanlah sikap handstand selama yang kamu bisa. Kamu bisa mengulanginya lagi jika perlu.

4. Gerak Guling ke Depan (Forward Roll)

Gerakan guling ke depan atau forward roll adalah salah satu gerakan dasar dalam senam lantai. Gerakan ini dimulai dari gerakan dari tengkuk, punggung, pinggang, dan diikuti oleh panggul. Dasarnya gerakan ini mengutamakan otot tangan dan juga kaki.

Agar kamu juga bisa mempraktikkan gerakannya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

 Posisikan tubuh untuk jongkok di atas matras;

 Letakkan tangan di samping kanan dan kiri tubuh dengan menyentuh matras;

 Bersiap dengan mengangkat pinggul dengan kaki yang diluruskan. Lalu kamu bisa menundukkan kepala dan menendang kaki agar tubuh terguling ke depan;

 Saat menggulingkan badan, usahakan tengkuk kepala terlebih dahulu yang menyentuh matras, kemudian disusul oleh punggung, pinggang, panggul, dan juga kaki;

 Setelah kaki kembali menyentuh matras dengan keadaan jongkok, kamu bisa meluruskan tangan untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Buku Ajar Keperawatan Gerontik: Terapi Tertawa dan Senam Cegah Pikun disiapkan untuk promosi kesehatan dan perawatan usia lanjut. Buku ini merupakan bahan ajar keperawatan gerontik yang memberikan gambaran mengenai usia lanjut, perubahan yang dialami usia lanjut, teori yang mendasarinya serta upaya promosi kesehatan bagi lansia dan asuhan keperawatan bagi usai lanjut.

5. Gerak Guling ke Belakang (Backward Roll)

Gerak guling ke belakang atau backward roll ini hampir mirip dengan gerak guling ke depan. Namun tumpuan tidak lagi berada di tangan dan tengkuk kepala. Tumpuan pada gerak guling ke belakang berada pada bokong dan panggul.

Gerakan ini bertujuan untuk melatih keseimbangan dan kelenturan tubuh. Seperti yang kita tahu bahwa berguling ke belakang jauh lebih sulit daripada ke depan.

Agar kamu mengerti cara untuk gerak guling ke belakang, kamu bisa melihat langkah- langkah berikut.

 Posisikan tubuh dengan jongkok dan membelakangi matras, lalu letakkan juga bokong dan panggul sebagai tumpuan utama;

 Setelah itu berjaga-jagalah dengan telapak tangan saat ingin menggulingkan badan untuk menahan beban tubuh;

 Untuk menggulingkannya naikkan kaki dan paha dengan cepat, jangan lupa paha menyentuh dada agar dapat terguling dengan mudah dan cepat;

 Gunakan tangan untuk menahan dan menolak tubuh agar semakin terguling ke belakang. Pastikan kedua kaki masih berada di dada;

 Setelah kembali pada posisi jongkok, luruskan tangan untuk menyeimbangkan tubuh.

(23)

6. Gerak Push Up

Gerak push up ini adalah gerakan yang paling sering kita dengar bahkan lakukan.

Gerakan push up ini bertumpu pada telapak tangan dan juga jari kaki. Dalam

praktiknya, push up ini hanya melakukan gerak naik turun pada lengan. Hanya lengan yang bergerak, semua anggota tubuh hanya berada pada posisi lurus dan kaki sebagai tumpuan.

Gerak push up ini memiliki tujuan untuk melatih kekuatan otot tubuh. Otot yang dapat diperkuat dengan gerakan ini adalah otot tubuh dada, otot trisep, dan juga otot bahu.

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan push up.

 Posisikan tubuh menghadap matras dengan bertumpu pada kaki dan tangan;

 Luruskan lengan dan buka selebar bahu. Dekatkan kedua kaki, dan punggung juga harus lurus;

 Saat memulai push up tekuk lengan tangan hingga membentuk siku 90 derajat. Jaga agar bagian tubuh tidak menyentuh matras;

 Angkat kembali tubuh pada posisi awal. Atur napas dan kamu bisa melakukannya berulang kali.

7. Gerak Kayang

Gerakan kayang ini dapat dibilang cukup sulit karena tangan dan kaki menjadi tumpuan tubuh dengan posisi terbalik. Untuk melakukan kayak ini ada dua pilihan, yaitu dari posisi berdiri dan juga dari posisi tidur. Namun biasanya untuk pemula berawal dari posisi tidur. Posisi tersebut juga posisi yang aman dari cedera.

Berikut adalah langkah-langah untuk gerak kayang.

 Posisi kan tubuh tidur di atas matras;

 Persiapkan tangan menyentuh matras dengan posisi siku terangkat dan telapak berada di samping kanan dan kiri telinga. Persiapkan juga kaki yang kuat untuk membantu tangan menopang tubuh;

 Angkat tubuh dengan tangan dan kaki yang menyentuh matras. Dorong perut dan pinggang ke atas agar lebih mudah terangkat. Tolak kuat-kuat pada bagian tangan dan kaki;

 Jika berhasil terangkat maka posisi tubuh akan melengkung seperti huruf “n”.

Hal tersebut menandakan kamu telah berhasil. Kamu dapat menahannya selama yang kamu bisa.

10. Gerak Bicycle Crunch

Seperti pada namanya, gerakan ini seperti gerakan mengayuh sepeda. Namun gerakan ini digerakkan di lantai dengan posisi telentang. Gerakan ini termasuk yang cukup mudah dilakukan, namun memerlukan tenaga yang besar seperti mengayuh sepeda pada umumnya.

Gerakan ini bertujuan untuk membakar lemak, khususnya lemak yang ada di perut.

Dengan lemak yang terbakar maka perut kalian juga dapat mengecil dan juga berotot.

Berikut adalah cara untuk melakukan gerak bicycle crunch.

 Baringkan tubuh di atas matras dengan posisi telentang;

 Jadikan punggung sebagai tumpuan. Lalu pegang kepala dengan tangan dan juga angkat bahu kalian;

(24)

 Angkat kaki dan tekuk ke bagian dada hingga membentuk sudut 45 derajat;

 Jika sudah siap, kamu bisa mengayuh kakimu seperti sedang mengayuh sepeda. Saat mengayuh kamu bisa memutar tubuhmu ke kanan dan ke kiri;

 Lakukan berulang agar lemak terbakar lebih banyak.

Pendidikan Seks Bebas: Pengertian,

Tujuan dan Bahaya

(25)

Pendidikan Seks Bebas adalah salah satu materi mata

pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang diajarkan di kelas VIII baik di tingkat SMP/MTS.

Mari kita simak referensi tentang: Pengertian Pendidikan Seks Bebas, Tujuan Pendidikan Seks Bebas, Pendidikan Seks Bagi Remaja dan Bahaya Seks Bebas.

DAFTAR ISI : 1.

Pengertian Pendidikan Seks Bebas 2.

Tujuan Pendidikan Seks 3.

Pendidikan Seks Bagi Remaja 4.

Bahaya Seks Bebas

Pengertian Pendidikan Seks Bebas

Pendidikan seks mempunyai ruang pembahasan yang luas dan kompleks.

Pendidikan seks bukan hanya mengenai penerangan seks dalam arti heterosexual (seseorang yang mempunyai keinginan seks hanya pada lawan jenisnya), dan bukan semata-mata menyangkut masalah biologis atau fisiologis, melainkan juga meliputi psikologi, sosio-kultural, agama, dan kesehatan. Dalam pendidikan seks dapat dibedakan

antara sex instruction dan education in sexuality.

Sex instruction ialah penerangan mengenai anatomi, seperti pertumbuhan rambut pada ketiak dan sekitar alat kelamin, dan

mengenai biologi dari reproduksi, yaitu proses berkembang biak melalui hubungan kelamin untuk mempertahankan jenisnya. Termasuk di

dalamnya pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan.

Education in sexuality meliputi bidang-bidang etika, moral, fisikologi, ekonomi, dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individual seksual, serta mengadakan hubungan interpersonal yang baik Sex

instruction tanpa education in sexuality dapat

menyebabkan promiscuity (pergaulan dengan siapa saja) serta hubungan seks yang menyimpang.

Tujuan Pendidikan Seks

Sesuai dengan kesepakatan internasional “Conference of Sex Education and Family Planning” pada 1962 adalah: “Untuk menghasilkan manusia- manusia dewasa yang dapat menjalankan kehidupan yang bahagia,

karena dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya,

serta bertanggung jawab terhadap dirinya dan terhadap orang lain”.

(26)

Tujuan utamanya adalah melahirkan individu-individu yang senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun orang lain.

Pendidikan Seks Bagi Remaja

Masih banyak yang belum memahami seks dengan baik dan benar. Hal ini disebabkan norma dan nilai dalam masyarakat kita menganggap

pendidikan seks masih tabu untuk dibicarakan secara terbuka dan hanya merupakan masalah orang dewasa. Pandangan demikian mengandung banyak kebenarannya terutama pada masa lampau, ketika informasi tentang seks masih sangat terbatas. Namun, saat ini informasi tentang seks lebih mudah diperoleh dan sangat banyak. Maka usaha untuk

memberikan informasi yang benar perlu diberikan terutama kepada para remaja.

Kini, kemajuan di bidang teknologi informasi telah mengubah struktur dan pandangan hidup masyarakat kita. Dampak negatif dari kemajuan tersebut adalah pergeseran nilai dan moral yang terjadi di masyarakat.

Sesuatu yang dahulu dianggap tabu, kini menjadi menjadi lazim dan begitu sebaliknya.

Salah satu pergeseran moral ialah nilai moral seksual terutama di kalangan remaja. Nilai moral seksual yang dulu dianggap tabu dan bertentangan dengan norma agama, tidak demikian lagi oleh sebagian kaum remaja. Dengan demikian memberikan bimbingan dan penerangan seks kepada para remaja merupakan suatu yang sangat penting dan perlu. Alasan pendidikan seks sangat penting diajarkan kepada para

remaja adalah: (a) Dapat mencegah penyimpangan dan kelainan seksual.

(b) Dapat memelihara tegaknya nilai-nilai moral. (c) Dapat mengatasi gangguan psikis. (d) Dapat memberi pengetahuan dalam menghadapi perkembangan anak

Bahaya Seks Bebas

Seks bebas berarti melakukan aktivitas seks dengan pasangan tanpa diikat perkawinan. Melakukan seks bebas sangat dilarang oleh agama manapun norma-norma di masyarakat. Pasangan yang melakukan seks bebas akan mendapat sanksi, baik secara hukum negara atau hukum masyarakat:

Bagaimana Budaya Seks Bebas Muncul?

Budaya seks bebas muncul akibat pergaulan antara pria dan wanita yang bebas. Pergaulan yang bebas antara pria dan wanita biasanya

menggiring pada pelakukan aktivitas seks meskipun mereka tidak terikat

perkawinan. Padahal, pria dan wanita yang belum terikat perkawinan

tidak boleh melakukan aktivitas seks. Faktor-faktor negatif seperti

(27)

merebaknya informasi bertema pornografi di media massa, dan

kurangnya penanaman moral agama, merupakan sebagian faktor yang menyebabkan munculnya budaya seks bebas.

Apa Bahaya Seks Bebas?

Seks bebas sangat berbahaya, karena sangat bertentangan dengan norma-norma agama, masyarakat, juga negara, hamil di luar nikah,

mudah tertular penyakit kelamin, dan mudah terserang penyakit menular lainnya. Berikut beberapa risiko dari perilaku seks bebas :

1. Hilangnya keperawanan dan keperjakaan Indikasi fisik yang jelas terjadi pada perempuan, yakni robeknya selaput darah.

2. Ketagihan Karena sudah merasakan kenikmatan, maka mudah sekali muncul rasa ketagihan. Selalu ingin berbuat, mengulangi dan

semakin susah mengendalikan diri.

3. Kehamilan Perilaku seks bebas dapat mengakibatkan kehamilan padahal pasangan tersebut belum terikat secara perkawinan.

Biasanya kehamilan yang disebabkan seks bebas ini merupakan kehamilan yang tidak diinginkan.

4. Aborsi dengan segala risikonya jika hubungan intim sudah berbuah kehamilan, maka biasanya pasangan tersebut akan melakukan pengguguran kandungan (aborsi). Mereka menganggap aborsi adalah jalan yang terbaik untuk menutup aib dan rasa malu

terhadap masyarakat sekitar. Mereka juga belum siap untuk hidup berumah tangga. Risiko dari aborsi antara lain adalah pendarahan, infeksi, kemandulan, bahkan kematian.

5. Penularan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. AIDS singkatan

dari Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan gejala penyakit infeksi yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh manusia yang disebabkan bukan keturunan akan tetapi karena virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pengidap HIV adalah

seseorang yang telah terinfeksi virus HIV akan tetapi penderita masih tampak sehat-sehat saja namun sudah sangat berbahaya karena dapat menularkan virus HIV pada orang lain, sedangkan penderita AIDS adalah pengidap virus HIV yang telah menunjukan gejala-gejala infeksi oportunistik (infeksi yang timbul akibat

penurunan kekebalan tubuh disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus), penderita umumnya akan meninggal dunia antara 1 – 2 tahun setelah munculnya gejala AIDS.

6. Infeksi saluran reproduksi remaja perempuan yang sudah aktif secara seksual di bawah usia 20 tahun serta sering berganti-ganti pasangan cenderung mudah terkena kanker mulut rahim.

7. Perasaan malu, bersalah, berdosa dan tidak berharga mereka yang sudah terjerumus pada perilaku seks bebas biasanya selalu

dirundung rasa bersalah. Perasaan malu dan bersalah semakin

muncul ketika dirinya atau pasangannya diketahui hamil padahal

(28)

secara resmi belum menjadi suami istri. Bukan hanya pelakunya yang mendapat aib tapi keluarga besarnya pun ikut mendapat rasa malu juga.

Bagaimana Menghindari Seks Bebas

Seks bebas sangat mudah untuk dihindari. Apabila kita telah memahami begitu berbahayanya seks bebas, maka kita akan berusaha untuk

menghindarinya. Mempertebal keimanan merupakan benteng yang

kokoh untuk menghindari perilaku seks bebas. Selain itu, kita juga harus membatasi pergaulan antara pria dan wanita agar tidak terlalu bebas.

Biasanya dari pergaulan yang bebas ini akan menimbulkan keinginan untuk melakukan seks bebas. Perhatian dari orang tua juga penting untuk menghindari perilaku seks bebas. Orang tua senantiasa

mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus pada pergaulan yang merugikan ini.

Mengapa Kita Menolak Seks Bebas ?

Budaya seks bebas bukan merupakan budaya bangsa Indonesia. Perilaku

seks bebas sangat bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di

masyarakat. Untuk itu, kita harus menolak budaya seks bebas, karena

tidak sesuai dengan kepribadian kita. Seks bebas banyak menimbulkan

kerugian daripada keuntungan.

Referensi

Dokumen terkait