LAPORAN AKHIR KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAK
AT
PEIYDAIVIPINGAI\ PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG PENGOLAEAN t]BI JALAR DI DESA PLAOSAI\ KECAMATAI{
WONOSARI KABTITATEN MALAI{G
OLEH:
Ketua Tlm : Dr. Tetang Suryedi, SP. MP.
Anggote : Moch. Seikhu, SP.ItLAgr Arum Pratiwi SP. MP.
POLITEKI\IIK PEMBAI\GI]NAIY PERTAITIAN MALA}{G
BAI}AN PENTYUL{JHAII DAIY PENGEMBAIYGAIY SDM PERTAI\IIAN KEENTERIAN PERTAIIIAN
2018
4te * g
H,,\I,,\]\TAN
PENGT,S,\II-\N
Pendampingan Pengabdian Mas,varakat dalam bidang pengolahan ubi
Judul Pensabdian
..jalar di
Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari. Kabupaten Malang.BidangPengabdian
:TekhnisPe(anian PelaksanaPengabdianMasyarakat:
a.
KetuaPelaksana
:Dr. Tatang Suryadi. SPMP
b.Anggota :Moch.
Saikhu,SIl M.Agr
Arurn Pratiu,i SP
MP
c..labatan
: Dosene. Program
Studr .
Penyuluhan Pertanian Berkelanjutanf. lnstitusi :
Politeknik Pembangunan Pertanian Malangg. Alarnat
Institusi
: Jl. Dr- Cipto N0. 144a. Bedali-Lawang Kab. NtlalangMenyutuj ur,
Kepala UPPM STPP Malang,
Malang. [)escmber 201 8
'drahvu Windari. S.Pt. M.Si
NtP
re68l00l
200 rl2
2 00 rKetuaP sAtlil
atang Suryadi. SP
MP
NiP te6e072l
199303 1001!V{orgetahui.
Pembanmnan l)ertarian alang
L[L,
Sudamranlo S.I't. N4l' 7050e I99(r03 t0o2
/t
I '-.
KATAPENGANTAR
Dengan
menyebutnama Allah SWT yang Maha
Pengasihlagi
Maha Panyayang,kami
panjatkan puja danpuji
syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, daninayah-Nya kepada kami, sehingga kami .lap31menyelesaikan laporan Pengabdian Masyarakat tentang
Pendampingan Pengabdian Masyarakatdalam bidang
pengolahanubi jalar di
Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang..Adapun
laporan pengabdian masyarakat2018 ini telah kami
usahakan semaksimalmungkin dan tentunya
dengan bantuan berbagaipihak,
sehinggadapat memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk itu kami tidak
lupa menyampaikan banyak terimakasih kepada semuapihak
yangtelah
membantu kamr dalam pembuatan laporan ini.Namun tidak
lepasdari
semuaitu, kami
rnenyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasa maupun segi lainnya. Oleh karenamohon masukan baik saran dan kitikkepada kami sehingga kami
dapat memperbaiki laporan pengabdian masyarakatini.
Akhimya penyusun
mengharapkansemoga dari laporan
Pengabdian Masyarakatini
dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.Malang, Desember 2018
Penyusun,
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR
ISII. PENDAHULUAN
1.1. Gambaran Umum
II.
1.3
Sasaran KegiatanINDIKATOR KINERJA 2.L
InputI .2. Tuj uan
2.2. Output 2.3. Benefit
8 8 8 8 9 2.4. Outcome
2.5. lmpact ...
III. METODEPELAKSANAAN
3.
L
Peserta3.2. Pelaksana ...
3 3. Lokasi dan Waktu
3.4. Metode Pelaksanaan dan Materi
3.5
Jadwal KegiatanHASIL KEGIATAN
Hasil KegiatanEVALUASI KEGIATAN
Hasil EvaluasiPENUTUP ,..,.,,.,.
l0
10
l0 l0
ll
t2 IV
VI
l6 l8
2 -)
4 7 7
J
BAB I
PENDAHtTLt.TAN1.1.
Gambaran Umum
Manusia membutuhkan pangan yang beragam untuk kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan pangan bukan hanya pada kebutuhan bahan pangan pokok, melainkan pada pangan jajanan. Dari tahun ke tahun kebutuhan akan pangan terus meningkat,
seiring kebutuhan hidup manusia yang terus meningkat. Masalah
ketahanan pangan bukan hanya menyangkut ketersediaan namunjuga
keterjangkauan oleh masyarakat.Oleh
karenaitu perlu
adanya suatu usaha pemberdayaan ekonomi rakyat dalam program ketahanan pangan dan penganekaragaman pangan.Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-31, dengan tema
PeningkatanDiversifikasi Pangan untuk Memantapkan Ketahanan Pangan
Nasionalseyogianya dijadikan momentum mengangkat peran pangan lokal
sebagaialternatif
pangan nonberas dan nonterigu yang saatini
sudah mendarah dagingdikonsumsi
masyarakat Indonesia.Hanya
sebagiankecil
masyarakat Indonesiayang masih
mengonsumsi pangan berbahan dasar singkong,jagung, ubi jalar,
sagu
dan
sebagainya. Pemantapan ketahanan pangan tersebutdicirikan
dengan setiap warga negara mengkonsumsi pangan yang cukup dalamjumlah
dan mutu,bergizi, aman,
beragamdan terjangkau. Untuk itu,
p€ngembangan konsumsi pangandilakukan
dengan berbasis pada keanekaragamanbaik
sumber bahan pangan maupun kelembagaan dan budaya lokal.Ditinjau dari
potensi sumberdayawilayah,
sumberdayaalam
Indonesiamemiliki
potensi ketersediaan pangan yang beragam dari satu wilayah ke wilayahlainnya, baik
sebagai sumberkarbohidrat, protein, vitamin dan mineral,
yangberasal dari kelompok padipadian, umbi-umbian,
panganhewani 2
parlgan,pengembangan pemanfaatan
pekarangan,
pengembanganpangan lokal
dan pengembangan makanantradisional. Keempat
pengembangantersebut
dalam operasionalnya, dapat disesuaikan dengankondisi
daerah serta dikombinasikan1
dengan program konsumsi pangan setempat.
Melalui
penganekaragaman pangan, masyarakat bisa mendapatkan variasi makanan yang beranekaragam sesuai hasil pertanian yang ada.Diversifikasi/Penganekaragaman Pangan, adalah proses pemilihan pangan yang tidak tergantung kepada satu jenis saja, tetapi terhadap macam-macam bahan pangan
mulai dari
aspekproduksi,
aspek pengolahan, aspekdistribusi
hinggaaspek konsumsi
pangantingkat rumah tangga.
Selamaini informasi
tentang situasi pangan/pola konsumsi pangan baru mencakup pangan pokok saja, sehinggabelum bisa
memberikan gambaran lengkap tentangkualitas
konsumsi panganpenduduk. lnformasi ini
merupakancerminan
kebiasaanmakan dan
sangatpenting untuk memprediksi
permintaan pangan serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhipola
konsumsi, seperti pendapatan, ketersediaan pangan ditingkat wilayah dan sosial budaya masyarakat. Setiap daerah
mempunyai gambaran pola konsumsi dengan menu yang spesifik dan sudah membudaya sertatercermin di
dalam tatananmenu
sehari-hari.Akan tetapi menu
yang tersedia biasanyakurang
memenuhinorma
kecukupangizi,
sehinggapelu
ditingkatkan kualitasnya dengan tidak merubah karakteristiknya, agar lEtap dapat diterima oleh masyarakat setempat.Pengembangan pangan
lokal
merupakan pengembanganpola
konsumsi pada tingkat yang lebih luas dari keluarga. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhankonsumsi
setempat sekaligus sebagai pondasidalam
pengembangan agribisnispangan. Pengembangan pemanfaatan sumberdaya lokal ditujukan
untuk peningkatanmutu dan
penganekaragaman pangan. Sasaranyang ingin
dicapai adalahtergalinya potensi
panganlokal dalam
memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang bermutu, beragam dan terjangkau di tingkat rumah tangga.Pengembangan produk pada pengolahan makanan
lokal
penting dilakukan untuk meningkatkan penampilan dan kualitas agar bisa diterima oleh masyarakatsecara luas.
Penganekaragamankonsumsi pangan dan g;zi pada
dasamyamerupakan fondasi ketahanan pangan. Bagi produsen,
penganekaragamankonsumsi
pangandan gizi akan memberi insentif pada produksi yang
lebih beragam.5
Masyarakat Desa Palosan
di
daerahGunung Kawi adalah sentral
dari komoditasUbi
Jalardi
KabupatenMalang.
Pemanfaatan sumber pangan lokal seperti umbi-umbian(baik
dalam bentuk tepung atau bahan segar) belum banyakdilakukan,
padahalbila dilihat dari
kandungangizi
yang terdapatdalam
umbi-umbian
seperti singkong,ubi jalar tidak
kalah dengan tepung beras dan terigu, Pemanfaatanumbiumbian
(baik dalam bentuk tepung maupun umbi segar) dalam pengembanganproduk tidak akan
mengurangikualitas hasil yang
diperoleh, bahkan dengan penggunaan bahan umbi-umbian dapat memperkaya rasa, aroma, dan penampilan dari produk cake tersebut. Selainitu
berbagaijenis
umbi-umbian seperti ketela pohon dan ketela rambat yang diolah menjadi makanan menarik dan enak diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada tepung beras dan terigu sebagai bahanbaku dalam
pembuatanjajanan.
Berdasarkan fenomena tersebut maka perlunya sosialisasi dalam bentuk pelatihan kepada masyarakat untuk mulai memanfaatkan sumberdaya pangan lokal (umbi-umbian) sebagai panganaltematii
selainuntuk ikut
mensukseskanprognm diversifikasi
pangan yang dicanangkan oleh pemerintah,juga
sebagai peluang untuk meningkatkannilai
ekonomi sumber panganlokal
(umbi-umbian). Teknologi pengolahan menjadi makanan bergengsiitu
sebenamya tidak begiturumit
dengan modal yang tidak begitu besar, namun 5memerlukan ketekunan dan keuletan serta
mengutamakanfaktor
kebersihan dalam proses produksi.Dari
sisi Sumber Daya Manusia yang diharapkan adalah SDM yangkreatif
sertaproduktif,
sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaanbagi dirinya
sendiri serta oranglain.
Jumlah penduduk yang cukup padat merupakan masalah apabila lapangan pekerjaan yang tersediatidak
mampu menampungSDM
yang siap bekerja.Untuk itu
diperlukan terobosan-terobosanbaru untuk
memberikanbekal ketrampilan
dengan harapankelak mampu mencipakan
lapangan kerjasendiri
(berwiraswasta).Salah satu
desayang memiliki hasil pertanian
dan perkebunan yang cukup beragam serta SDM yang potensial6
1.2.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan
ini
adalah memperkenalkan teknologi pengolahan ubi jalar yangmemiliki nilai gizi
yangbaik
dan berguna bagi masyarakat setempat.Setelah kegiatan
ini
selesai, masyarakat desa diharapkan mampu mengolah sendiri umbi-umbianlokal
yang adadi wilayah
setempat dan memasarkan produkini di
warungwarungyang
beradadi sekitar
lingkungan desa serta supermarket atautokotoko
yang menjual makanan oleh-oleh.13.
SasaranKegiatan
Sasaran
kegiatan
pengabdian masyarakatini
adalahKelompok
Wanita Tani "Sidomakmur" di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.7
BAB II
INDIIiATOR KINERJA
2.1.
Input
Pelaksanaan
kegiatan
PengabdianMasyarakat dilaksanakan oleh tim be{umlah 3 orang
dosenProgram Studi
Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan Malang. Dana diperolehdari DIPA POLBANGTAN
Malang Tahun 2018.2.2.Output
l.
Terselenggaranyakegiatan
PengabdianMasyarakat
Pembinaan DesaMitra
di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.2.
Kegiatan kunjungan pendampingan dilalrukan selama 3 bulan Oktober-
Desember 2018
2.3.
Benefit
1. Kelompok Wanita Tani
mendapatkanketerampilan dan
pengetahuan tentang materi penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.2. Kelompok Wanita Tani dapat mengembangkan usaha
agribisnispengolahan ubi jalar sehingga produktivitas
usahanyadapat
lebih meningkat sehin gga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.2.4.
Outcome
L
Terlatihnya kelompok wanita tani dalam hal pengolahan ubijalar
di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.2.
Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang Pengolaha ubijalar
di Desa Plaosan, Keca.matan Wonosari, Kabupaten Malang.8
2.5.
Impact
Melalui
kegiatan Pengabdian Masyarakat Pembinaan DesaMitra di
DesaPlaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang ini dilakukan
untukmendampingi para
petani dalam
mengembangkan usaha pengolahanubi
jalar.Harapannya dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga
dan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.9
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.l.Peserta
Peserta
dalam
kegiatan Pengabdian Masyarakat Pembinaan DesaMitra
adalalahKelomppok Wanita Tani "SidoMakmur" di
Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatanini
dilakukan untuk mendampingi petanidalam
mengembangkan usahamelalui
pemdampingan peningkatan ketrampilan pengolahan ubijalar
3.2.
PelaksanaSusunan organisasi pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat Pembinaan Desa
Mitra
adalah sebagai berikut:Pengarah : Direktur
Polbangtan Malang PenanggungJawab :
Kepala UPPM Polbangtan MalangKoordinator :
Dr. Tatang Suryadi, SP. MP.Anggota 1.
Moch. Saikhu, SP.M.Agr
2.
ArumPratiwi,
SP. MP.3.3.Lokasi
danWaktu
Lokasi
pengabdian masyarakat Pembinaan DesaMitra
dilaksanakan di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Sedangkan pelaksanaan kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Oktober-
Desember 2018.3.4. Metode Pelaksanaan dan
Materi
Kegiatan pengabdian masyarakat Pembinaan Desa
Mitra
dilaksanakandi
dilaksaaakandi
salah satu kediaman anggotaKWT
denganwaktu
pelaksanaan yang disepakati bersama-sama dengan perwakilan kelompokwanita tani.
Metodeyang digunakan adalah metode diskusi,
ceramahdan prakfik. Media
yangl0
digunakan adalah Laptop, LCD dan materi
presentasi,serta bahan
praktek pengolahan ubi jalar.3.5.
Jadwal Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan pembinaan
didahului
dengan pertemuan koordinasi dengan perangkat desa, perwakilan petemakbersama sama dengan PPL setempat.Pada pertemuan koordinasi dilaksanakan diskusi tentang potensi
dan permasalahan pertanian yang adadi
Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari.Dari
hasil koordinasi yang dilakukan, akhimya ditentukan materi dan jadwal penyuluhan. Selanjutnya,
pelaksanaankunjungan dan penyuluhan
dilakukan sebanyak 3kali,
dengan rencanajadwal sebagai berikut:Tabel
1. RencanaKegiatanPengabdian Masyarakat Pembinaan
DesaMitra
"I T SidoMakmur" di
DesaPlaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang
No
Waktu
JenisKegiatan Lokasi
I
Oklober 20185
November 2018Koordinasi
dengan perangkat desa dan perwakilan peternakIdentifikasi
Potensi Wilayah Penentuanjadwal
penyuluhan /pelatihanPelatrhan pengolahan ubi
jalar
Rumah Ketua KWT
"Sidomakmul'
Desa Plaosan.
Kecamatan WonosariKantor Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari Kantor Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari
7
Desember2018
Evaluasi Kegiatanll
BAB IV HASIL KEGIATAN
Pengabdian masyarakat
yang
dilaksanakandi
Desa Plaosan KecamatanWonosari
KabupatenMalang,
pelaksanaannyaterjadwal, dan berjalan
sesuai rencana awal. Pada tahap persiapan dilaksanakan observasi dan permohonanijin ke
desatujuan
guna mendapatkanijin untuk
melaksanakan kegiatan pelatihan, sekaligus mencari informasijumlah
peserta yang akandilibatkan
dalam kegiatan tersebut. Setelahijin diberikan
ketua pelaksana menyusunjadwal
pelaksanaankegiatan sesuai arahan dari penyuluh
setempat,dimana waktu
pelaksanaandiambil menyesuaikan dengan kesediaan ibu-ibu dan remaja putri
untuk berkumpul mengikuti pelatihan (negosiasi) untuk mengisi waktu luang mereka.Kegiatan
penerapanteknologr dalam bentuk pelatihan
kepada warga masyarakat desa Petandakan Buleleng (khususibu-ibu PKK
dan remajaputri) ini diberikan untuk
meningkatkan keterampilandan
pendapatan peserta pelatihan(memulai
wirausaha kuehasil
pelatihan). Pelatihan diberikan berupa pemberian keterampilan pembuatan cake( roll
cake, pound cake, danchiffon
cake) dengan bahan tepung umbiumbian(
tepung casava, tepung ubijalar
putih/kuning, tepungubi jalar ungu,
dan tepungtalas).
Sepertitelah diuraikan
bahwa umbi-umbianmerupakan hasil pertanian yang banyak dihasilkan di wilayah
kecamatanBuleleng pada umumnya, tidak terkecuali desa
Petandakandan
sekitarnya.Setelah dilakukan pelatihan, para peserta pelatihan
dibimbing
untuk menerapkanhasil pelatihan dalam
mengembangkan usahayang telah dilakukan
ataujuga
memulai usaha baru bagi yang belummemiliki
usaha sampingan. Adapun tahapan pelaksanaanpelatihan meliputi 1) tahap persiapan, yaitu survey
tempat dilaksanakannya pelatihan,jumlah
peserta dan membagi peserta menjadi beberapa kelompok kerja ketika pelatihan, penyusunan bahan dan alat pelatihan, merancangalat
evaluasiproduk terkait
tanggapan peserta(tingkat
kesukaan), menyiapkanmateri praktik
pembuatankue
cake( roll
cake, pound cake, danchiffon
cake) berbahan tepung umbi-umbian darijenis umbi
singkong,ubi jalar (kuning
dan12
ungu), dan talas dalam bentuk resep yang dengan
jelas
menjabarkan bahan, alat, dan cara membuatnya.Persiapan
mediajadi
berupa kue cake( roll
cake, pound cake, danchiffon 17 cake) dengan bahan umbi-umbian dilakukan untuk menarik minat
dan antusiasmepeserta dalam mengikuti pelatihan, 2) tahap
pelaksanaan,yaitu
kegiatan pelatihan dilaksanakan sesuai kesepakatanwaktu
yang telah ditentukan bersamayaitu
pada bulan November bertempatdi
kantor desa. Adapun tahapan pelatihanmeliputi:
(1) pelatihan yangmenitik
beratkan pada kemampuankognitif
peserta berupa pembekalan materi terkait jenis-jenis umbi-umbian, manfaat umbi- umbian dalam seni
kuliner
terutamajajanan,
serta kandungangizinya
danjuga dilakukan
pengenalanalat dan
bahan penunjang pembuatancake ( roll
cake,pound cake, dan chiffon cake) tepung umbi-umbian; dan (2)
pelatihan keterampilan membuat cake( roll
cake, pound cake, danchiffon
cake) berbahan tepung singkong, tepungubi jalar (kuning
dan ungu), dan tepung talas. Contoh pengemasan produkjuga
menjadi materi pelatihan karena produk yang dikemasbaik
danmenarik
akan berpengaruh pada penampilanproduk
serta merupakan dayatarik
konsumen untuk membelinya. Pada pelatihan pertama, materi pelatihan diberikan kepada setiap peserta berupa uraiar/langkah-langkah dalam pembuatan pound cake, danchiffon
cake serta memperkenalkan contoh produk jajanan yang dapat dihasilkandari
tepung tersebut. Pemberian resep dasar( roll
cake, pound cake, danchiffon
cake) dengan subtitusi tepung umbi-umbian juga diberikan agardapat dipelajari sebelum praktik membuat kue. Pelatihan dimulai
dengandemonstrasi
pembuatanpound cake, dan chiffon cake, diikuti oleh
pesertapelatihan
secaraberkelompok. Arahan dan tanya jawab
berlangsung selama kegiatan berlangsung.Instruktur menjelaskan langkah-langkah pembuatannya
sambil mendemonstrasikan proses pembuatanpound
cake, danchiffon
cake berbahantepung umbi-umbian.
Pesertayang telah terbagi menjadi 6 kelompok ke{a mengikuti
arahaninstruktur
denganikut praktik
langsung membuatkue
cake sesuai bahan dan alat yang digunakan. Pelatihan berlangsungdari pukul
09.3015.00
wita.
Evaluasi pada tahap pertama sesuai denganindikator
dan rancanganl3
evaluasi diperoleh data sebagai
berikut: l)
Jumlah peserta yang hadir sebanyak 40 orangdari 40
peserta yang diharapkanhadir
sehingga 100%.2)
Keantusiasan peserta sangatterlihat jelas
dimanahampir
seluruh pesertaaktif terlibat
dalam prosespelatihan hingga pelatihan
selesai.3)
Semuakelompok
menyelesaikan pelatihan membuat (pound cake, danchiffon
cake) tepung umbi-umbian sesuai dengankriteria
yangditentukan. l8 4)
Evaluasi terhadapproduk
sesuai denganindikator
dantolok ukur
produk(
pound cak, danchiffon
cake yang dihasilkanmemiliki rasa manis, tekstur lembut dan beraroma khas umbi-umbian
serta dihasilkan wama kue yang menarik. 5) Evaluasi pada tingkat kesukaan konsumen (peserta pelatihan)hampir
semua peserta >95y0 menyatakan suka dengan hasil pound cake, dan chiffon cake dari tepung umbiumbian.Beberapa pesera memberikan tanggapan bahwa (pound cake, dan
chiffon
cake)dari
tepung talas kurang khas aromanya dandari
segi warnajuga
kurang menarik. 6) Catatan: dalam pelatihan pembuatan produk pound cake, danchiffon
cake tepung umbi-umbian tidak menggunakan tambahan pewama,jadi
warna kueasli./alami dari bahannya. Respon
baik
diberikan seluruh peserta dengan bersedia menuntaskan pelatihan membuat pound cake, danchiffon
cakedi hari
pertama walaupun harus pulang sorehari.
Respon pesertajuga terlihat
beberapa pesertamembawa sisa bahan pelatihan untuk dapat mencoba sendiri di
rumahnya.Pelatihan kedua
dimulai
dengan pengenalan bahan dan alat untuk membuatroll cake, diikuti
penjelasan langkahJangkahdalam
pembuatannya.Situasi
samaterlihat ketika pelatihan di hari
pertama,seluruh
peserta antusias mengikuti pelatihan hingga berakhir.Beberapa peserta menceritakan pengalaman membuat pound cake tepung umbiumbian yang dicoba kemarinnya dengan memperlihatkan foto hasil karyanya.
Pelatihan hari ke dua
berlangsungdari pukul 09.30 - 13.00 wita.
Metodepelaksanaan sama dengan pelatihan pertama
dimana
pesertadibagi menjadi
6kelompok ke{a. Evaluasi pada tahap kedua sesuai dengan indikator
dan rancangan evaluasi diperoleh data sebagaiberikut:
1) Jumlah peserta yang hadir sebanyak40
orangdari 40
pesertayang
diharapkanhadir
sehingga 100o/o 2) Keantusiasan peserta sangatterlihat jelas dimana
seluruh pesertahadir
sesuait1
waklu
yang telah disepakati, pesertaterlihat aktif terlibat
dalam proses pelatihan hingga pelatihan selesai.3)
Semua kelompok menyelesaikan pelatihan membuatroll
cake sesuai dengankriteria yang
ditentukan.4) Evaluasi
terhadap produk sesuai dengan indikator dan tolak ukur, produkroll
cake yang dihasilkanmemiliki
rasa manis dan beraroma khas umbi-umbian. Warnakue
19 menarik, tekstumya lembut , dan bentuk sesuai dengan kriteria yaitu bulat (karena hasil akhirroll
cake menggunakanteknik digulung). 5) Evaluasi
padatingkat
kesukaan konsumen (peserta pelatihan) 100% menyatakan suka denganroll
cakedari
tepung umbi- umbian. Evaluasi kegiatan secara umumberhasil
denganbaik
dan memuaskan peserta maupuninstruktur
pelatihan. Peserta berharap ditahun-tahun berikutnya dapat diberikan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan sejenis.l5
BAB V HASIL EVALUASI
5.1
Partisipasi
PesertaPara peserta
yang mengikuti
kegiatanini
adalahibu-ibu
anggotaKWT
Sido Makmur dengan
jumlah
peserta sebanyak 20orang.
Para pesertaaktif
dalammengikuti
kegiatanini baik
pada saat ceramah, diskusi maupun saat pembuatanproduk. Peran allif
masyarakatini
disebabkankarena
masyarakat desa adat Penglipuran sangat memerlukaninformasi terkait
dengan penerapan teknologi dalam pengolahan umbi-umbian.5.2 Tanggapan Peserta
terhadap Kegiatan PKM
Tanggapan
masyarakat
selaku peserta ceramah sangatpositif
Pesertapelatihan
sangat antusiasdalam mengikuti kegiatan ini yang ditunjukan
dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada saat acara diskusi. Mereka juga praktek langsungmengikuti
arahaninstruktur
pelatihan untuk mengolah langsungumbi-
umbian hingga akhimya menjadiproduk
olahan. Masyarakat juga tertarik denganteknologi pengolahan umbi-umbian menjadi pie disebabkan karena
cara pembuatannya mudah dan peralatan yang dipergunakanjuga
sederhana. Kualitasproduk yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat langsung dirasakan
oleh masyarakat serta adanya keinginan untuk melakukan pengolahan sendiri maupun berkelompok.5.3
Evaluasi Kegiatan
Pengenalan pengolahan umbi-umbian menjadi
pie
sangat dirasakan oleh masyarakat.Upaya yang dilakukan melalui
ceramahdan praktek
langsung pengolahanubi jalar
dapat menggugah dan mendorong masyarakatuntuk
lebih menambah dan meningkatkan produk olahandari
umbi-umbian. Pengolahan pie merupakan inovasi barudi
desa Plaosan. Pengenalan dan penerapan teknologiini
sudah dapat menyentuh salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam membantu usaha dan menambah pengetahuan serta keterampilan.
l6
Umbi-umbian merupakan produk hasil pertanian yang kaya akan zat gtrzi dan
juga
serat. Serat merupakan zatgizi
yang tidak dapat dicema dan diserap oleh saluran pencemaan manusia, namunmemiliki fungsi yang
sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahanpenyakit, dan
sebagai komponen penting dalam terapigizi.
Rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia baru memenuhi sepe(iga dari kebutuhan ideal sebesar 30 gram setiap hari. Oleh karenaitu
untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka perlu dicarikan suatu alternatif produk makanan olahan yang mengandung serat dan halini
dapat dilakukan denganjalan
melakukan suplementasi padaproduk
makanan yang digemari dandisukai
oleh masyarakat, salah satunyapie. Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat yangdilakukan di
Desa Plaosan telahbe{alan
dengan lancar sesuairencana. Hal ini
dapatdilihat dari
antusiasnya masyarakatmengikuti
pelatihanini. Kegiatan ini
telah tepat sasaran dengan mempraklekkan secara langsung teknologi pengolahan umbi-umbianlokal
menjadi tepung ddanpie
kepadaibu-ibu
anggotaKWT
Sido Makmur.l7
BAB VI
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Upaya yang akan
dilakukan
dalam pelakanaan pengabdiaan kepada masyarakatini melalui
ceramahdan praktek
langsung pembuatantepung dan pie
umbi-umbian.
Pengenalandan
penerapanteknologi
pengolahanumbi-umbian
lokalmenjadi tepung dan pie diyakini
manfaatnyatidak saja dalam
menambah keterampilan dan pengetahuan masyarakat, tetapijuga
mendorong masyarakatdi
bidang agribisnis.5.2. Saran
Hasil
kegiatan pengabdian kepada masyarakatini perlu ditindak lanjuti
melalui pembinaan yang lebih intensif oleh dinas terkait, beke{asama dengan Polbangtan Malang dan pemerintah daerah setempat.I8
Lampiran
19
Lampiran
1.Dokumentasi Kegiatan
I
20
t
t
5; #
I
{
4.
v
ah
)
7 I I
\ I /
& rl rl
rf -
-/ I
,lI
/ F
v r v-''
-/ rl
tr
I
t l ,- --1
E
-l
I fr
7
\ r' ..l -1,
o
^Sr e. I
i \
2t
I l'
r
^1 l I
r a
f!
rtl{ t
t
\
tr 7
V
f
EC
\ \ /
I
LBr
I
I/ /
aI
,t
L-7 !
\
\
!\
I
I )
l7-- t a
E
I E!
t
L.
r-r(
\
I
t
t FFl.
Lampiran
2. Bagan Pembuat TepungUbi Jalar
t-'br Jalar ungu
Pcngupasrn
Pcnrotongan (0
-i' l.
1.5 cm)Pcnsukusan l0O "C ( 5. 7. 10. l-(. dan lO mcnrt)
Pcngccrlan ukumn lpcnva\\ utan)
Pcngcrrngan (o\-Ln pcngrTlng dan matahan)
Pcnggrlingan
Pcnguvakan
I-cpung ubr talar ungu
22
Lampiran
3. Bagan PembuatRoti tlbi Jalar
Shone.lrng Tcputg tcngu. tcpurg r-6r lalrr rogu. arr. gula. susu stinl garan
ngt toi,t. hrad inpmrer
Pcr.-ampuran dan pcngqluhn (6 fiEnlt]
Bulatan adonan
Pcr,amr[ran darr F.ngndutan hrngpn kalrs (9.1{ rD('nrt)
t'rTnrnta-sr aral tl7.l0 "C, tt0-t5'o Rll- sclama 60 nrnrt)
Petnbcntuta[ (dntdrnE. tolunding. ntetmcdote pnnling. mouhlng)
Pru2fing 1!8"C,75-85!" Rll. sclama 60 nxnitl
Pemanggaogal I 190 .C sclama
,10 rr:nrt)
I)epolaorg dan Pcndnglnan
Ror iar ar ungu
23
Lampiran
4. Bagan Pemtruat Pieubi Jalar
lcrigu gula huhul,, gitrnrn
I
hi,jllar,Ltr u rchur\lcntcgit
l)lrdrrl Irlur
dirnitrt\ I)irilint
lmlu, llutlcrl)ilrilrkmJ0rnerrit
\liir:r
illilll lir
fiulu
sust\ tclur.lirr u[)igilirrg ictr;hrrl I crn
,\duI hinggrr lcrnhut
(ictaLdftrn
lorarrgthnggnng
lii'(
'r:hrru
55.60 nr,rrrit
Pii: Srriu
24
DAFTAR HADIR PERTEMUAN DALA" RANGIq PEilGABDIAT{ TIASYARAKAT SEKOLAH TtNGGt PENYULUHAN PERTANIAN (STpp) l{At-AilG
TAHUN 2018
Nama Kebrnpok Tani De*/KecamatanKabupaten Waktu
: KWT Sitlomakmur
: Desa Plman / Kecamahn WdDsari/
lGbu@n ildaru
: 3 D*em&r ad8
trSti
n
.4. l{l
No Nama Asal
I
Tarda Taruan1
I"{wJ^ti z
2
Mafr/qol
{3
tbtsi'
4
tdrktal^.
5
P4li"r.l^
6
(aitmoh
7
rnana
Nurtrq
f
I
10
[4uYrr
11
1)
'M
tIn. rll t\
IJ I
ragll N!
14
h, htrq
'15
tvtustt@,
16
NurIarul-
17
i-ma.ryr,[.'
18
l,/ \ sr"
19
hur ufqml
20
E+r\ Vvld:ar,izfi
I
I
I
DAFTAR HADIR PERTEI{UAII DAI.AM RANGIO PE}IGABDIAT{ MASYARAKAT SEKOI-AH TtNGGt PEIYULUHA]i PERTAT\IIAfl (STppl mALAt{c
TAHUil A.lE
Nama Kekrnpok Tani Desa/Kecamatam/Kabupaten Waktu
: l$YT Sidomd(mur
: Desa Phosan / Kecamatsn Wono6ari/
lcbu@n
i&lang: la NoVqrbel.
&otEl{ lrfi
Tani1
n
No Nama Asal
)andalxgen'
1
Nqrquti
2 Poct
^*
3 Sblrk\a{^
4
h
lff,lrna"1<
5
th,Pt i )) I n
6
lg\r A{w &en(
7
Macrya,n .t
I I'krynd^ /J,'1,
o
-hhnr -/ L(
lil,
10
,Nrryot,
11
W)ahU M
12
fohroh- I
t/s fu14/
13
f<gnanal-
,.-.?t
14
W "((
ltulyN
16
fumrryht" (/
17
tr,I-
UttrWr r18
t\tur{iha t,
19
Enrn WtXaktfi w
t1-suuntl \y
h
I
I
I I
I U, r\{rvl
I
20
/t\
DAFTAR HADIR PERIEilUAN DAI.AT RA}IGIG PET{GABDIAI{ MASYARAKAT SEKOTAH TINGGI
PENI
LUHAII PERTAilIiAil (STPP) MA-ANGTAHUN 2OI8
Nama Kelompok Tani Desa/lccamatam/Kabupaten Waktu
: l(VtIT Sidomakmur
: Desa Plaosan / Kecamatan Wonosari / Kabupaten lilalaru
.
tFO?'@r &B
Tani I
^4..
lld In
hNo. Nama Asal Tanda Tangan
1
Sde[oh
a
Yeot
3 Nurodi
4
qn
5 ahrnqh
6 7
8 Mul'rah
I
'10
w
11
hen
12
ahoL-
14
UworVa^
t3 16 17
ta0rd\
18
utcun/
19 20
r
I
I
I
I
I U ,\ YJI!,YW
I
I {V.t {r
fr+*--
lAn,V;'
Tlrhn \ ffitfi"
I
U*";
I V" --{/mt,U
I
)r,efl . "u tDil( \, ,
-+tfrA) \
I
@rnar-1al^ "_/ ww
| flt,%-t"
ruarq M.
,W-
Ntrryatt l\'hr$sq
I /,II#P(
l+,,Ym Wdya,'Jq{i