PENDAHULUAN
Batasan dan Rumusan Masalah
- Batasan Masalah
- Rumusan Masalah
Hal inilah yang kemudian menjadi dasar kerjasama Nurdin Abdullah dalam mensukseskan pembangunan Kabupaten Bantaeng. Situasi Kabupaten Bantaeng saat Nurdin Abdullah baru terpilih menjadi bupati sangat buruk. Kerjasama Indonesia dan Jepang yang berlangsung di Kabupaten Bantaeng merupakan hasil atau produk dari aspek keistimewaan Nurdin Abdullah.
Tujuan dan Kegunaan Penulisan
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
Kerangka Konseptual
Terkait dengan hal tersebut, Nurdin Abdullah sebagai seorang pemimpin politik mempunyai keistimewaan atau keunikan yang membedakannya dengan para pemimpin daerah Kabupaten Bantaeng lainnya. Nurdin Abdullah juga merupakan keturunan raja Bantaeng yang turut menambah rasa percaya diri dan tanggung jawab Nurdin Abdullah dalam proses pembangunan kabupaten Bantaeng. Berdasarkan keinginan Nurdin Abdullah untuk mempererat kerja sama negaranya dengan negara lain, terlihat bahwa Nurdin Abdullah merupakan tipe pemimpin yang berinteraksi secara konsiliatif atau pemimpin yang menginginkan hubungan damai dengan negara lain.
Metode Penelitian
- Tipe Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Data primer adalah data yang penulis peroleh langsung dari narasumber atau pengemban penelitian – dalam hal ini para ahli atau pejabat yang dianggap mengetahui dan berhubungan langsung dengan subjek penelitian dan pengamatannya mengenai peristiwa-peristiwa pembangunan di daerah penelitian. Informasi yang penulis butuhkan untuk penelitian ini antara lain informasi kerjasama Kabupaten Bantaeng dengan Jepang yang terjadi pada masa Nurdin Abdullah menjabat sebagai pejabat pemerintah daerah, informasi kunjungan bisnis Nurdin Abdullah untuk mengejar kepentingannya, informasi prestasi Nurdin Abdullah., yang diraih oleh Nurdin Abdullah. Kabupaten Bantaeng, data faktor-faktor pendorong keberhasilan pembangunan Kabupaten Bantaeng, dan data perbaikan serta manfaat yang diperoleh Indonesia dari kerja sama yang terjalin dengan fasilitas penelitian terkait. Dalam penelitian ini penulis akan menganalisis data dengan menggunakan teknik analisis kualitatif, yaitu teknik analisis data yang digunakan untuk mempelajari kondisi benda-benda alam, dengan peneliti sebagai instrumen kuncinya (Sugiyono, 2012).
Rancangan Sistematika Pembahasan
TINJAUAN PUSTAKA
Teori Idiosinkratik
Karakteristik pribadi juga berkaitan dengan kepribadian seorang pemimpin politik, karena karakteristik pribadi seorang pemimpin politik dapat dilihat berdasarkan gaya kepemimpinan pemimpin politik, penggunaan penasihat oleh pemimpin politik, dan pola pengolahan informasi yang terjadi dalam pengambilan keputusan. membuat. lingkungan sekitar individu tersebut. Sintesis Hermann dari kerangka berpikir di atas, terdapat 3 jenis penilaian dalam menganalisis aspek idiosinkratik seorang pemimpin dalam pengambilan kebijakan, antara lain: penilaian kepribadian, analisis sifat, dan analisis kognitif. Masing-masing dari ketiga jenis penilaian ini mengarah pada analisis aspek kepribadian pemimpin politik yang mempengaruhi keputusan pengambilan kebijakan pemimpin.
Gaya kepimpinan seseorang pemimpin boleh dianalisis dengan melihat ciri-ciri peribadi yang dimiliki oleh pemimpin. Gaya interaksi seseorang pemimpin adalah berkaitan dengan ciri komunikasi interpersonal pemimpin dengan pemimpin lain (Hermann, 1980). Gaya interaksi paranoia ialah cara interaksi di mana seorang pemimpin sentiasa curiga terhadap segala yang berlaku di sekelilingnya, yang mengakibatkan kecenderungannya untuk tidak mempercayai orang di sekelilingnya.
Sedangkan Machiavellianisme adalah suatu gaya interaksi dimana seorang pemimpin merupakan entitas jahat yang memanipulasi segala sesuatu yang terjadi disekitarnya untuk mencapai apa yang diinginkannya (Hermann, 1980). Kompleksitas atau karakteristik seorang manajer dalam menyusun dan memanfaatkan informasi yang dimilikinya dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu kompleksitas konseptual tinggi dan kompleksitas konseptual rendah berdasarkan tingkat kompleksitas konseptual yang dimiliki manajer (Hermann, 1980). Kompleksitas konseptual merupakan gaya pengambilan keputusan yang didasarkan pada kemampuan seorang manajer dalam menyusun dan mengolah atau memanfaatkan informasi yang diperoleh atau informasi yang dimiliki manajer (Hermann, 1980).
Untuk menilai apakah seorang manajer mempunyai kompleksitas konseptual yang tinggi atau rendah, hal ini dapat dilihat berdasarkan respon manajer terhadap pertanyaan pewawancara.
GAMBARAN UMUM
Latar Belakang Kehidupan Nurdin Abdullah
Aktor non-negara yang dimaksud adalah Nurdin Abdullah yang terpilih menjadi Bupati Kabupaten Bantaeng pada tahun 2008. Setelah Nurdin Abdullah terpilih menjadi Bupati Kabupaten Bantaeng pada tahun 2008, luas wilayah Kabupaten Bantaeng mengalami peningkatan. Angka kemiskinan di Kabupaten Bantaeng awalnya sebesar 21% pada tahun pertama Nurdin Abdullah menjabat dan pada tahun 2016 turun menjadi hanya 5%.
Dalam artikel ilmiah kali ini, penulis akan mencoba menganalisis keistimewaan yang dimiliki Nurdin Abdullah sebagai seorang bupati yang berbeda dengan bupati lainnya sehingga memungkinkan terjadinya perkembangan drastis di Kabupaten Bantaeng berkat kerjasamanya dengan Jepang. Terlahir sebagai anak sulung seorang prajurit TNI dan menjalani kehidupan yang sulit, Nurdin Abdullah dididik menjadi manusia mandiri (kompasiana.com, 2014).
Pencapaian Kerjasama Bantaeng dan Jepang
- Kerjasama Bantaeng-Jepang Bidang Infrastruktur
- Kerjasama Bantaeng-Jepang Bidang Pertanian
- Kerjasama Bantaeng-Jepang Bidang Kesehatan
- Kerjasama Bantaeng-Jepang Bidang Perikanan
Perubahan pertama yang dilakukan Nurdin Abdullah di Kabupaten Bantaeng adalah mengatasi permasalahan banjir yang setiap tahun melanda Kabupaten Bantaeng. Cekdam Balang Sikuyu menjadi landasan Nurdin Abdullah menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai kabupaten unggulan berbasis teknologi pada tahun 2012. Nurdin Abdullah berkunjung langsung ke kota tersebut bersama pejabat SKPD dan anggota DPRD Kabupaten Bantaeng.
Nilai-nilai atau etos inilah yang kemudian mempengaruhi gaya pengambilan keputusan Nurdin Abdullah dalam mengambil kebijakan politik dan pembangunan di Kabupaten Bantaeng. Berikut hasil analisis penulis terkait etos yang dianut Nurdin Abdullah dalam mensukseskan Kabupaten Bantaeng. Hal ini terlihat dari kebijakan Nurdin Abdullah yang menawarkan ambulans yang merupakan modifikasi dari mobil Nissan Elgrand.
Penulis melihat etos tersebut juga yang menjadi landasan Nurdin Abdullah di masa kepemimpinannya berbenah Bantaeng. Peneliti melihat etos tersebut terlihat jelas pada kepribadian Nurdin Abdullah ketika mengambil keputusan di masa jabatannya. Berdasarkan analisis aspek khas Nurdin Abdullah, penulis menyimpulkan bahwa karakter Nurdin Abdullah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan kerjasama Indonesia dan Jepang yang berlangsung di Kabupaten Bantaeng.
Kedua contoh kerja sama yang terjadi antara Indonesia dan Jepang di atas dimulai di Kabupaten Bantaeng yang merupakan kampung halaman Nurdin Abdullah.
PEMBAHASAN
Kepribadian Nurdin Abdullah
Kepribadian Nurdin Abdullah memegang peranan penting dalam menganalisis keberhasilan pembangunan yang terjadi di daerah Bantaeng, karena pengambilan keputusan seorang pemimpin dipengaruhi oleh karakteristik individu dan pengalaman yang dimiliki pemimpin tersebut. Dalam hal ini, ciri khas Nurdin Abdullah terlihat dari kepribadian politiknya, gaya kepemimpinannya, dan gaya pengambilan keputusannya. Peneliti menyimpulkan bahwa tipe kepribadian narsis merupakan tipe kepribadian yang sesuai dengan kepribadian Nurdin Abdullah dimana Nurdin merupakan seorang pemimpin yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.
Dalam hal ini terlihat pada diri Nurdin Abdullah yang dilandasi ambisinya untuk membanggakan orang tuanya (tribun-timur.com, 2019). Sosok ibu dalam kehidupan Nurdin Abdullah mempunyai peranan yang sangat penting karena ibunya telah menjadi teladan sepanjang hidupnya. Berdasarkan kisah hidupnya, peneliti menemukan bahwa ayah Nurdin Abdullah juga mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dalam kehidupan Nurdin Abdullah.
Peneliti beranggapan bahwa Nurdin Abdullah mempunyai khayalan yang kuat, hal ini terlihat dari sikap Nurdin yang sangat memegang teguh sikap orang Jepang yang tidak berbohong dan juga mempunyai rasa malu yang tinggi. Penulis melihat keyakinan Nurdin Abdullah sebagai seorang muslim menjadi faktor yang mempengaruhi tindakan dan kebijakan yang diambilnya. Nurdin Abdullah juga berpendapat bahwa sikap orang Jepang yaitu pantang berbohong dan rasa malu yang tinggi adalah suatu keharusan, segala sesuatu yang diucapkan harus dilakukan setelahnya.
Berdasarkan indikator-indikator tersebut, peneliti berasumsi bahwa Nurdin Abdullah tergolong dalam individu dengan tingkat kompleksitas yang tinggi (high konseptual kompleksitas) dan dapat kita simpulkan bahwa Nurdin Abdullah merupakan tipe individu dengan gaya kepemimpinan yang berpengaruh (Influential Leadership). .
Etos dan Sifat Jepang yang ada pada Nurdin Abdullah
Dalam keberhasilan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bantaeng, penulis meyakini terdapat etika mottainai yang kuat yang diterapkan oleh Nurdin Abdullah pada masa kepemimpinannya. Mobil yang digunakan sesuai standar kesesuaian Jepang karena sudah terlalu tua atau ketinggalan jaman kemudian dilihat sebagai peluang atau kemungkinan oleh Nurdin Abdullah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Kabupaten Bantaeng. Dalam hal ini, penulis melihat etika tersebut terlihat dari kebijakan yang dilakukan Nurdin Abdullah menjadikan rumahnya sebagai sarana pertukaran pikiran antara dirinya dan masyarakat untuk menerima masukan dari masyarakat.
Penulis melihat bahwa, selama masa pemerintahannya, 5 landasan Kaizen tersebut terwujudkan dalam kepribadian Nurdin Abdullah maupun dalam kebijakan yang ia terapkan selama ia menjabat sebagai bupati kabupaten Bantaeng. Secara domestik penulis melihat bahwa Nurdin Abdullah melakukan banyak kerjasama dalam mengambil keputusan atau kebijakan politik, seperti melakukan beberapa riset atau studi lapangan yang dilakukan. Secara internasional, Nurdin Abdullah banyak melakukan kerjasama dengan negara lain, terutama dengan Jepang sebagai upaya menyiasati APBD wilayah Bantaeng yang relative rendah pada awal masa pemerintahannya untuk membangun wilayahnya.
Pola asuh orang tuanya sejak dini telah menjadikan Nurdin sebagai pribadi yang memiliki disiplin diri yang sangat tinggi, hal ini didukung dengan kesempatannya bersekolah di Jepang di tengah masyarakat Jepang yang sangat menghargai disiplin diri sehingga disiplin diri Nurdin Abdullah. telah meningkat. Dalam hal ini, penulis melihat upaya Nurdin Abdullah menyediakan rumahnya sebagai sarana penyalur nasihat masyarakat diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sehingga dapat memaksimalkan sumber daya manusia di Kabupaten Bantaeng. Sebab, sebelum Nurdin Abdullah membangun check dam Balang Sikuyu, Nurdin melakukan survei lapangan untuk mengetahui situasi nyata yang terjadi di lapangan saat terjadi hujan lebat di wilayah Bantaeng sebagai upaya untuk mengetahui situasi dan menilai keseriusannya. dampak dari hujan lebat yang terjadi di
Tak hanya itu, Nurdin Abdullah juga terlihat mengadopsi konsep tersebut saat ingin menerapkan program hijau di 3 kecamatan dataran tinggi Bantaeng.
Relasi Keberhasilan Kerjasama Jepang dan Sifat Nurdin Abdullah
Hal ini dibuktikan dengan terus terjalinnya kerjasama dengan Nurdin Abdullah serta kerjasama tersebut dipengaruhi oleh kehadiran Nurdin Abdullah pasca menjabat sebagai Bupati Kabupaten Bantaeng. Keinginan kerjasama lebih lanjut ini kemudian didukung oleh Nurdin Abdullah yang setiap tahunnya memfasilitasi investasi dari Jepang berupa ambulans, mobil pemadam kebakaran dan mobil polisi bahkan mengirimkan investasi tersebut ke. Penulis melihat tindakan Nurdin Abdullah mendapatkan investasi dari Jepang untuk mengatasi rendahnya APBD mempengaruhi Sulawesi Selatan untuk memperoleh manfaat yang sama, apalagi Jepang memiliki infrastruktur yang lebih maju dibandingkan Indonesia.
Kolaborasi ini bisa terjadi karena proses lobinya melibatkan Nurdin Abdullah sebagai pengambil kebijakan. Penulis menyimpulkan bahwa Jepang ingin menjalin kerja sama dengan Nurdin Abdullah karena Jepang melihat etos dan nilai filosofisnya pada diri Nurdin Abdullah. Berdasarkan contoh kelanjutan kerjasama yang telah terjadi, penulis berpendapat bahwa keberadaan posisi Nurdin Abdullah dan Nurdin Abdullah sebagai pengambil kebijakan menjadi faktor penting keberhasilan kerjasama yang terjadi antara Indonesia dan Jepang akibat kekeraskepalaan Nurdin Abdullah dalam hubungan tersebut. Wilayah Sulawesi Selatan, dimulai dari Kabupaten Bantaeng.
Di Indonesia, Nurdin Abdullah adalah salah satu contoh aktor non-negara yang bekerja sama dengan entitas negara. Kerjasama antara Nurdin Abdullah dan Jepang didasari oleh. Sifat Nurdin Abdullah yang unik, yaitu kepribadian dan etos Jepang yang dianutnya, serta gaya pengambilan keputusan yang dimilikinya, membuat Jepang tertarik untuk bekerja sama dengannya. Jika semakin banyak aktor non-negara di Indonesia yang bekerjasama dengan negara lain seperti Nurdin Abdullah, maka besar peluang pembangunan dan pembangunan di wilayah Indonesia.
Penelitian ini secara khusus dapat dikaji lebih lanjut di berbagai bidang kerja sama antara Indonesia dan Jepang, seperti kesehatan, pertanian, dan perikanan.
PENUTUP