PENDAHULUAN
Latar Belakang
Modal merupakan salah satu unsur penting bagi suatu usaha karena tanpa adanya modal kerja yang cukup maka kegiatan operasional suatu usaha tidak dapat terlaksana. Oleh karena itu pengelolaan modal kerja sangat diperlukan agar penggunaan sumber daya dan dana tepat atau efisien. Pengelolaan modal kerja yang baik dapat mengefektifkan operasional dan meningkatkan kesuksesan bisnis dengan mencapai keuntungan yang diharapkan.
Meningkatnya persaingan dan permintaan berarti bahwa perusahaan perlu mengelola modal kerja mereka secara lebih efisien untuk mendapatkan keuntungan. Pengelolaan modal kerja harus efektif dan daya saing perusahaan harus ditingkatkan, terutama bagi perusahaan yang sudah go public.
Masalah Penelitian
Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan efisiensi modal kerja yang tinggi mempunyai profitabilitas yang rendah, dan sebaliknya, perusahaan dengan efisiensi modal kerja yang rendah mempunyai profitabilitas yang tinggi. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk memilih judul “PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI ROKOK YANG TERDAFTAR DI PASAR SAHAM INDONESIA. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian yang membuktikan pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas suatu perusahaan.
Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah return on total aktiva yaitu laba setelah pajak dibagi total aktiva, sedangkan ukuran efisiensi modal kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah perputaran modal kerja bersih yaitu penjualan dibagi aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar. Pengaruh Efisiensi Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Industri Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003 Sampai 2007.
Tujuan Penelitian
Penelitian dilakukan terhadap 4 perusahaan sektor industri rokok yang terdaftar di BEI dengan menganalisis laporan keuangan dan mengevaluasi kinerja tahunan perusahaan. Data keuangan yang digunakan sebagai data penelitian adalah laporan keuangan selama 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2003-2007. Pengetahuan tentang pengaruh efisiensi modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka
- Modal Kerja
- Pentingnya Modal Kerja
- Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
- Penentuan Besarnya Modal Kerja
- Efisiensi Modal Kerja
- Profitabilitas
- Pentingnya Profitabilitas
- Pengukuran Profitabilitas
- Rasio-Rasio Profitabilitas
- Hasil Penelitian Sebelumnya
Kegagalan dalam mengelola modal kerja dapat mengakibatkan tertundanya kegiatan usaha perusahaan bahkan terhentinya kegiatan tersebut. Sumber dana sebaiknya dipisahkan menjadi kebutuhan modal kerja permanen dan kebutuhan modal kerja variabel. Peningkatan aset lancar diimbangi dengan peningkatan kewajiban lancar, sehingga modal kerja (dalam modal kerja bersih) tidak berubah.
Ketersediaan modal kerja yang dapat digunakan langsung dalam operasional perusahaan tergantung pada sifat likuid (mudah ditukar atau diubah menjadi uang tunai) dari aktiva lancar perusahaan. Menurut Agus Sabardi (1997), modal kerja yang terlalu besar dari kebutuhan sebenarnya akan menyebabkan tidak efisiennya penggunaan dana perusahaan. Untuk menentukan kecukupan modal kerja suatu perusahaan, perlu diketahui terlebih dahulu faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya modal kerja.
Sedangkan Amin Widjaja Tunggal (1997) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya modal kerja adalah sebagai berikut :. Kesalahan atau kekeliruan dalam pengelolaan modal kerja akan menyebabkan keadaan keuangan perusahaan semakin terpuruk, sehingga kegiatan perusahaan dapat terhambat atau terhenti sama sekali. Kesalahan atau kegagalan dalam pengelolaan modal kerja dapat mengakibatkan kelebihan atau kekurangan dalam penyediaan modal kerja (Tunggal, 1995).
Kekurangan modal kerja terkadang terjadi karena adanya investasi dari aset lancar untuk memperoleh aset tidak lancar. Kurangnya modal kerja mungkin disebabkan oleh kenaikan harga yang memerlukan investasi dalam jumlah besar dalam rupiah untuk mempertahankannya. Sebaliknya perputaran modal kerja yang tinggi menunjukkan kurangnya modal kerja, atau bisa juga perusahaan mengelola modal kerjanya secara efektif (Jumingan, 2008).
Rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi modal kerja adalah perputaran modal kerja bersih. Sedangkan pada saat yang sama dapat diketahui bahwa variabel independen yang digunakan yaitu variabel efisiensi modal kerja (WCT), likuiditas (CR) dan solvabilitas (DTA) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan industri konsumen. barang di BEJ.
Kerangka Pemikiran
Hal ini terlihat dari nilai F yang dihasilkan yaitu sebesar 1735 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,169 lebih besar dari tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 0,005. Nilai Adjusted R Square hanya sebesar 0,032 yang berarti perubahan profitabilitas (ROI) perusahaan industri barang konsumsi dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu efisiensi modal kerja (WCT), likuiditas (CR) dan solvabilitas (DTA) yang semuanya merupakan variabel independen. hanya 3,2 persen. .
Hipotesis
METODOLOGI PENELITIAN
Pemilihan Obyek Penelitian
Metode Pengumpulan Data
- Data Yang Dihimpun
- Metode Pengambilan Data
- Tehnik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari laporan tahunan PT. Jenis pengumpulan data dalam penelitian ini adalah populasi karena sampel yang digunakan meliputi seluruh perusahaan industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan laporan keuangan tahunan perusahaan industri rokok selama lima tahun yaitu dari tahun 2003 hingga tahun 2007.
Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari pengumpulan data sekunder yaitu berupa laporan keuangan tahunan PT. Pengumpulan data Situs internet www.idx.co.id dilakukan dengan mengumpulkan data yang berkaitan dengan penulisan. Buku dan jurnal diperoleh dari berbagai toko buku dan perpustakaan di Jakarta seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), toko buku Gramedia dan perpustakaan berbagai universitas di Jakarta.
Metode Analisis Data
- Pengukuran Variabel Penelitian…
- Rasio Efisiensi Modal Kerja
- Rasio Profitabilitas
- Tehnik Pengolahan Data
- Uji Asumsi Klasik
- Tehnik Pengujian Hipotesis
- Uji t
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rasio modal kerja dan rasio profitabilitas pada perusahaan rokok go public yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Efisiensi modal kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah perputaran modal kerja bersih 4 perusahaan industri rokok yang terdaftar di BEI selama periode 2003 sampai dengan 2007. Berdasarkan tabel 4.3 di atas, efisiensi modal kerja mempunyai probabilitas sebesar 0,982 dan probabilitas profitabilitas sebesar 0,688 , yang berarti hasil tersebut diatas nilai signifikansi 0,05.
Berdasarkan hipotesis normalitas Ho tidak dapat ditolak yang berarti efisiensi modal kerja dan profitabilitas berdistribusi normal. Disinilah Ho ditolak yang berarti efisiensi modal kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat profitabilitas. Konstanta sebesar -0,098 artinya jika nilai efisiensi modal kerja tetap maka perubahan profitabilitas sebesar -0,098 satuan.
Jadi terlihat hubungan antara efisiensi modal kerja dengan profitabilitas adalah signifikan artinya setiap peningkatan efisiensi modal kerja sebesar satu satuan maka akan diikuti dengan peningkatan profitabilitas sebesar 0,040 satuan. Sedangkan sebesar 57,5% dipengaruhi oleh faktor lain seperti yang dikemukakan oleh Ima (2002) yaitu total penjualan dan total biaya, sehingga hasil penelitian sesuai dengan hipotesis penulis dalam penelitian ini yaitu efisiensi modal kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keuntungan. level, sehingga Ho menolak. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Ima (2007), secara parsial efisiensi modal kerja berpengaruh positif terhadap profitabilitas, dibuktikan dengan hasil uji t dengan nilai p = 0,044 < 0,05.
Hubungan antara efisiensi modal kerja yaitu Net Working Capital Turnover dengan variabel profitabilitas yaitu Return on Assets adalah signifikan, sehingga terdapat hubungan antara efisiensi modal kerja dengan profitabilitas. Peningkatan perputaran modal kerja pada perusahaan rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan, sebaliknya jika terjadi penurunan perputaran modal kerja perusahaan maka akan terjadi penurunan profitabilitas perusahaan. Dengan kata lain penelitian ini sesuai dengan hipotesis penulis yaitu efisiensi modal kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan sektor industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 5 tahun yaitu pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2007. .
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
- Sejarah Singkat Perusahaan Rokok yang Go Public
- PT Gudang Garam, Tbk
- PT Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk
- PT Bentoel Internasional Investama, Tbk
- PT. British American Tobacco Indonesia, Tbk
- Efisiensi Modal Kerja dan Profitabilitas Perusahaan….…
- Efisiensi Modal Kerja Perusahaan
- Profitabilitas Perusahaan
Perusahaan yang bergerak di bidang industri rokok pasti memerlukan modal kerja dalam menjalankan kegiatan operasionalnya karena modal kerja memegang peranan penting dalam menjamin kelangsungan perusahaan, modal kerja dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya, modal kerja digunakan untuk pertumbuhan perusahaan. perusahaan, modal kerja dapat memberikan rasa aman bagi para kreditur, dan juga karena segala aktivitas di dalam dan di luar perusahaan sangat bergantung pada modal kerja yang ada di perusahaan. PT Gudang Garam Tbk bergerak di industri rokok kretek yang produknya dipasarkan dengan merek Gudang Garam. Dilihat dari aset yang dimiliki, nilai penjualan, pembayaran cukai dan pajak kepada pemerintah Indonesia serta jumlah karyawan, PT Gudang Garam Tbk merupakan perusahaan industri rokok kretek terbesar di Indonesia.
Berkantor pusat di Jalan Semampir II/1, Kediri, Jawa Timur dengan kantor perwakilan berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani No. 79, Jakarta dan Jalan Pengenal 7-15, Surabaya. Pada bulan Maret 2005, perusahaan ini diakuisisi oleh Philip Morris, perusahaan rokok terbesar dunia asal Amerika Serikat. PT Hanjaya Mandala Sampoerna berkantor pusat di Jalan Rungkut Industri Raya No.18, Surabaya dan memiliki kantor operasional di Wisma Bapindo Lt.18 Jalan Jendral Sudirman Kav 58, Jakarta.
Pada tahun 2008, Bentoel merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 7 persen. British American Tobacco Indonesia Tbk beroperasi di bidang tembakau, cerutu, tembakau pipa, tembakau linting tangan, dan rokok kretek. Profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Return On Assets dari 4 perusahaan industri rokok yang terdaftar di BEI selama periode tahun 2003 hingga 2007.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Uji data
- Normalitas
- Heteroskedastisitas
- Autokorelasi
- Uji Hipotesis
- Uji t
- R Square
Uji heteroskedastisitas memberikan hasil signifikansi sebesar 0,244, dimana dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa data pada penelitian ini tidak mengalami heteroskedastisitas karena hasilnya berada diatas signifikansi gt; 0,05) yang berarti Ho tidak dapat ditolak. Persamaan regresi penelitian ini dilihat dari nilai koefisien tidak terstandarisasi pada kolom B dan probabilitasnya sebesar 0,002. Hasil analisis regresi menunjukkan koefisien β bertanda positif yaitu 0,3328 yang berarti setiap kenaikan efisiensi modal kerja sebesar satu persen maka akan diikuti kenaikan profitabilitas sebesar 0,316. Hal ini dapat terjadi karena peredaran modal kerja itu sendiri dimulai sejak dana moneter dimasukkan ke dalam komponen modal kerja sampai kembali menjadi uang tunai.
Hal ini disebabkan oleh peningkatan modal kerja 4 perusahaan industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hampir setiap tahun selama 5 tahun, diikuti dengan peningkatan laba setelah pajak yang membuat profitabilitas masing-masing perusahaan mengikuti fluktuasi. Perputaran modal kerja yang menimbulkan hubungan antara perputaran modal kerja dengan profitabilitas perusahaan berbanding lurus. Perusahaan rokok yang terdaftar di Indonesia harus lebih efisien dalam mengelola modal kerjanya. Peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel lain untuk mengukur efisiensi modal kerja, seperti perputaran piutang, perputaran persediaan, dan rasio kas.
Disarankan juga untuk menambah jumlah tahun lebih dari 5 tahun agar dampak perubahan modal kerja terhadap profitabilitas jangka panjang menjadi terlihat. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan makanan dan minuman yang go public di Bursa Efek Surabaya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran