PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Bagi akademisi: Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian-penelitian selanjutnya terkait teori konsep etika kerja Islam. Selain itu dapat dijadikan bahan perbandingan (penelitian terdahulu), khususnya pada penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif.
Definisi Istilah/ Penjelasan Judul
Secara etimologis berasal dari bahasa aikononemia (Yunani) yang terdiri dari dua kata: oicos yang berarti rumah dan nomos yang berarti tuan. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ekonomi Islam merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berupaya menganalisis, melihat, dan pada akhirnya menyelesaikan permasalahan ekonomi dengan cara Islam.
Tinjauan Penelitian Relevan
21Umi Mahmudah, Etos Kerja Pedagang Perempuan Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 2016), hal. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan penulis adalah analisis yang dilakukan menjangkau dampak etos kerja terhadap peningkatan kesejahteraan.
Landasan Teori
Etos kerja merupakan kekhususan sosiologis yang kehadirannya dibingkai oleh hubungan-hubungan bermanfaat yang timbul akibat rencana keuangan yang ada di ruang publik saat ini. Tinggi rendahnya kualitas sumber daya manusia tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara lain masalah etos kerja. Masyarakat yang mempunyai sistem nilai budaya yang maju akan mempunyai etos kerja yang tinggi dan sebaliknya masyarakat yang mempunyai etos kerja yang tinggi
Semakin tinggi etos kerja yang dilihat pada lingkungan seseorang maka akan semakin besar pula etos kerja dalam diri seseorang. Tinggi rendahnya etos kerja masyarakat dipengaruhi oleh lemahnya konstruksi politik yang mendorong individu untuk berusaha ikut serta secara penuh dalam hasil kerja kerasnya. Dari pendidikan tersebut warga negara akan memiliki etos kerja yang cerdas, tidak hanya sebatas bekerja saja, namun harus selalu memperhitungkan segala akibat yang akan timbul.
Seorang Mujahid dan ciri khas seorang muslim yang memiliki etos kerja Islami adalah pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan. 41Toto Tasmara, Menumbuhkan Etos Kerja Islami, (Jakarta: Gema Insani, 2002), hal. 109. . Nilai ilahi-Nya sungguh luar biasa. Oleh karena itu, etos kerja yang tinggi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sangat kompleks.
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Jenis Data
- Metode Pengumpulan Data
- Metode Pengolahan Data
Metode penelitian meliputi beberapa bagian yaitu jenis penelitian, pendekatan penelitian, jenis dan sumber data yang digunakan, teknik pengumpulan dan teknik pengolahan data54. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data kepustakaan, menganalisis konsep etos kerja dari sudut pandang ekonomi Islam, menggunakan buku dan majalah, serta karya ilmiah lain yang berkaitan dengan fokus penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan, dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode perpustakaan, dimana peneliti mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku atau sumber perpustakaan lainnya. Pemeriksaan adalah pemeriksaan dan penelaahan kembali terhadap seluruh data yang diperoleh, khususnya mengenai kelengkapan data yang diperoleh, kejelasan makna, keselarasan dan kesesuaian data yang ada, serta relevansinya dengan penelitian yang dilakukan. Verifikasi adalah proses penelaahan data dan informasi yang diperoleh dari sumber yang digunakan sehingga keabsahan data tersebut dapat diketahui, dipercaya dan digunakan dalam penelitian.
Penelitian ini menggunakan metode pengolahan data dengan menggunakan analisis deskriptif yang artinya konsep etos kerja dalam perspektif ekonomi Islam dimaksudkan untuk memahami makna yang terkandung dalam pemikirannya.
KONSEP EKONOMI ISLAM KAITANNYA DENGAN ETOS KERJA
Semangat Kerja
Menurut Nichisemit, pengertian semangat kerja adalah keadaan seseorang yang mendukungnya untuk bekerja lebih cepat dan lebih baik di perusahaan. Semangat kerja juga merupakan sikap seseorang atau suatu kelompok terhadap kerja sukarela, untuk mengabdikan diri sepenuhnya pada ilmu profesionalnya. Status sosial yang tinggi dan pekerjaan pada suatu jabatan dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan semangat kerja.
Seseorang yang memiliki semangat kerja yang tinggi tentu tidak akan pesimis jika menemui kesulitan dalam pekerjaannya. Aspek ini tidak serta merta berarti seseorang dengan semangat kerja yang tinggi tidak mudah menyerah. Adanya kesempatan untuk maju akan mendorong semangat dan semangat karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Masyarakat lebih memilih bekerja dengan upah rendah namun dihargai dibandingkan bekerja dengan upah tinggi namun dipandang rendah oleh perusahaan.
Etika Kerja
Anda dapat melakukannya dengan mengizinkan karyawan untuk ikut serta membeli saham perusahaan yang bersangkutan, dll. Dibandingkan dengan ajaran Calvinis Protestan, ajaran Islam menunjukkan persamaan dan perbedaan dalam etos kerja dan motivasinya. Kita tidak boleh lupa bahwa hak istirahat dan hiburan dalam Islam merupakan bagian yang cukup dalam upaya mencapai kehidupan yang seimbang dalam Islam.74 Dalam Q.S. Al-Baqarah/2: 208.
Wahai orang-orang yang beriman, masuklah seluruh Islam dan janganlah kamu mengikuti jejak setan. Dalam hal ini, kita harus mengembangkan sikap dan perilaku yang menyimpang dari ketaatan terhadap standar Tuhan dalam bekerja. Inilah kajian etika kerja dalam perspektif Islam, dengan penekanan pada kesediaan menerima nasib, menjaga proporsionalitas, dan menaati norma agama (Islam).
76 Isa Abduh dan Ahmad Ismail, Yahya, Al-Amal fil Islam, (Kairo: Da’rul-Ma’rif), hlm.
Ketauhidan
Ayat ini dapat dimaknai bahwa Allah SWT menciptakan hamba-hamba-Nya agar mereka beribadah kepada-Nya sekaligus memberikan kebebasan memilih. Al-Qur'an memberikan bimbingan melalui ajaran yang mencakup seluruh aspek kehidupan, bukan pernyataan-pernyataan yang tidak efektif. Oleh karena itu, segala aktivitas manusia yang berhubungan dengan alam, sumber daya, dan manusia (Muamalah) adalah bagian dari hubungan kita dengan Allah SWT.
Prinsip kehambaan kepada Allah swt haruslah terkandung dalam peraturan akhlak serta tingkah laku dan nilai kehidupan bermasyarakat. Prinsip tauhid ini perlu dijelmakan dalam semua aspek kehidupan manusia, dan mesti diambil daripada ajaran Allah swt. 84 Dengan prinsip tauhid ini, pengabdian diambil daripada ajaran Allah swt sebagai tumpuan segala penghormatan, kesyukuran dan sebagai satu-satunya sumber nilai 85 . Manusia dapat menyedari bahawa hak milik masyarakat manusia hanyalah anugerah Allah swt kerana ianya berpunca daripada hak mutlak.
Hak itu tidak lain dan tidak bukan adalah hak untuk mendapat manfaat daripada perkara yang ada di muka bumi ini, sehingga hak milik manusia bukanlah hak asasi tetapi hak mutlak Allah swt.
Kerja Keras
Sebagai umat Islam kita hendaklah terlebih dahulu berusaha dan bertawakkal kepada Allah swt sebelum takdir datang. Kerana Allah swt tidak mengubah nasib seseorang melainkan seseorang itu mengubah takdirnya.90 Sesuai dengan firman Allah swt. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah diri mereka sendiri.
Dan jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum, maka tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya; dan tidak ada pelindung bagi mereka kecuali Dia.91. Ayat di atas menyatakan bahwa Allah berfirman kepada hamba-Nya bahwa ada malaikat yang harus dilindungi siang dan malam. Allah SWT juga berpesan kepada hamba-Nya bahwa Allah SWT tidak akan mengubah keadaan manusia kecuali jika hamba-Nya mengubah keadaannya sendiri tanpa izin-Nya.
Keseimbangan
Nilai moderat ini menyampaikan dan mengisyaratkan bahwa umat Islam memposisikan dirinya sebagai ummat tengah, dan bersikap moderat dibandingkan ummat lain yang cenderung membesar-besarkan salah satu pihak yang bertikai. Aqidah syariah Islam menolak keduanya dan mengambil jalan lurus yaitu jalan moderat sesuai dengan statusnya sebagai ummat wasatiyah (ummat tengah), sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Al-Baqarah/2: 143. 92Hamzah Ya'qub, Islami Etika Kerja : Pedoman Kerja Yang Benar Halal Dalam Syariat Islam, (Jakarta; Pedoman Ilmu Jaya, 1992).
Ayat ini mengatakan bahwa umat Islam bukanlah orang-orang ekstrim dan radikal yang hanya mengabdi pada satu pihak, melainkan orang-orang yang berusaha berpegang pada prinsip keseimbangan hidup dalam arti setiap orang mengikuti jadwalnya. Upaya lahiriah dilakukan dengan berusaha sekuat tenaga sesuai dengan etos kerja atau kemampuan tinggi dalam arti etos kerja, dan upaya batin dilakukan dengan bantuan banyak dzikir dan Allah SWT. Bila hal ini terwujud dalam hidupnya, maka seorang muslim dapat menghasilkan makanan halal dengan ridha Allah SWT dan pada akhirnya memperoleh keberkahan dan manfaat di akhirat.
Konsep ajaran Islam jika dijadikan pedoman hidup seluruh umat Islam akan membawa pada kehidupan yang tenteram dalam segala situasi dan keadaan.
Solidaritas
Pada asasnya manusia adalah bersaudara kerana berasal dari satu jiwa, membina kerjasama dan menjadi satu untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar perintah Allah, dan janganlah kamu menceroboh kehormatan bulan-bulan haram, janganlah kamu (mengganggu) binatang hadya dan binatang qalaa-id, dan janganlah kamu (pula) mengganggu orang yang menziarahi. Baitullah sedang mereka mencari rahmat dan keredhaan dari Tuhan mereka dan apabila kamu telah selesai mengerjakan haji barulah kamu boleh berburu. Ayat ini berdasarkan asbabun nuzul, maka menurut salah satu riwayat bahawa Rasulullah s.a.w. telah dihalang dari mengerjakan umrah di Masjidil Haram Makkah, dan para sahabat merasa kecewa dengannya.
Apabila mereka melihat orang Yahudi dibenarkan masuk ke kota Mekah oleh orang Quraisy, para Sahabat tidak menahan emosi mereka, mereka kemudian berkata. Sehubungan dengan itu, Allah swt menurunkan ayat ini sebagai ketetapan tentang larangan berperang pada bulan haram dan membalas dendam. Ketiga, perintah tolong menolong dalam kebajikan dan takwa, dan melarang tolong menolong dalam dosa, permusuhan, dan perselisihan.
Penerapan etika sosial menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi leluhur merupakan hal yang penting untuk dilakukan dan patut diapresiasi.
PERWUJUDAN ETOS KERJA DALAM EKONOMI ISLAM
Peningkatan Solidaritas Sosial
Peningkatan Falah
PENUTUP
Saran
Konsep ekonomi dalam kaitannya dengan etos kerja hendaknya selalu memperhatikan aturan syariah yang diterapkan dalam agama. Dengan demikian, semangat kerja, etos kerja dan motivasi kerja dalam Islam tidak hanya sekedar untuk mencari nafkah saja, namun juga merupakan kewajiban agama wajib lainnya. Nilai-nilai etos kerja dalam perekonomian Islam hendaknya diterapkan pada seluruh aspek kehidupan sosial ekonomi sehingga nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membawa manusia pada kesadaran beragama, yang pada akhirnya dapat mendekatkan manusia kepada Allah SWT semata. .
Analisis Etika Kerja Pedagang Muslim di Sekitar Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga) Demak dan Dampaknya. Pengaruh Etos Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan PT BPRS Buana Mitra Perwira Purbalingga Skripsi Ekonomi Islam”.