PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Sedangkan pendidikan Islam adalah suatu proses pengembangan dan pembinaan manusia berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam, baik melalui pembiasaan maupun kegiatan pengembangan potensi lainnya. Pendidikan Islam dapat diartikan sebagai suatu proses di mana pengetahuan dan nilai-nilai Islam diubah dan diinternalisasikan pada diri anak melalui penumbuhan dan pengembangan potensi alamiahnya untuk mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspeknya.7 Sebagaimana tertuang dalam Pendidikan Nasional Undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. 7 Robiatul Awwaliyah dan Hasan Baharun, “Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional,” Jurnal Ilmiah Didaktik Vol.
Fokus terhadap nilai-nilai pendidikan Islam juga dilatarbelakangi oleh SMK Muhammadiyah 1 Genteng yang mana sekolah tersebut mempunyai label Islami yang merupakan suatu dorongan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan Islam di sekolah khususnya untuk membekali siswa dengan agama Islam. . karakternya ketika memasuki dunia industri.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Mendeskripsikan peran Takmir Masjid an-Namiroh dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dikalangan siswa SMK Muhammadiyah 1 Genteng.
Manfaat Penelitian
Kami berharap dapat menjadi masukan atau referensi bagi sekolah untuk memperbaiki dan mengembangkan program atau kegiatan yang dibuat oleh takmir dan guru, dan tentunya program tersebut dapat bermanfaat bagi siswa.
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
Metode penelitian meliputi pendekatan dan jenis penelitian, tempat penelitian, topik penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, dan tahapan penelitian. Bab ini menjelaskan cara mendeskripsikan objek penelitian, menyajikan dan menganalisis data, serta mendiskusikan hasil yang diperoleh peneliti di lapangan.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Subjek pada penelitian sebelumnya adalah masyarakat, sedangkan subjek pada penelitian ini adalah siswa sekolah kejuruan. Subjek pada penelitian sebelumnya adalah pengurus jamaah (siswa) dan DPPAI UII, sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMK 3 Maulina Hesti. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian sebelumnya adalah studi kasus, sedangkan penelitian ini menggunakan tipe.
Subjek penelitian sebelumnya adalah siswa, dan subjek penelitian ini adalah siswa sekolah kejuruan.
Kajian Teori
Pengertian kebahasaan pendidikan Islam dapat disebut dengan al-tarbiyah, al-ta'dib dan al-ta'lim. menjalin hubungan satu sama lain agar segala sesuatunya dapat dimanfaatkan, disesuaikan dengan konotasinya.31. Makna ta’lim menunjukkan konsep pendidikan Islam yang tidak hanya menjangkau bidang intelektual saja tetapi juga bidang kira-kira. Selanjutnya rujukan yang dijadikan pedoman atau landasan dalam penyelenggaraan pendidikan Islam adalah sumber utama akidah Islam itu sendiri, yaitu Al-Qur’an dan Hadits.
Al-Qur'an dan Hadits dijadikan landasan pemikiran dalam pembentukan sistem pendidikan Islam, yang merupakan kebenaran hakiki yang langsung dianjurkan oleh Sang Pencipta Yang Maha Esa sendiri. Hal ini memberikan kesimpulan yang jelas bahwa orientasi pendidikan Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an adalah untuk kemaslahatan umat dalam menunaikan amanah Allah SWT. Penyelenggaraan pendidikan Islam hendaknya mengacu dan berpedoman pada Al-Qur’an agar umat berkembang secara dinamis, kreatif dan religius.
Dengan demikian, pendidikan Islam dapat berjalan secara terarah, sehingga menghasilkan individu-individu yang berkualitas dan bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukannya. Menurut Hasan Langgulung, tujuan pendidikan Islam adalah persiapan hidup di dunia dan akhirat, realisasi diri yang baik. Rumusan pendidikan Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits serta melihat relevansinya dengan konteks masa kini.
Dengan demikian, pendidikan Islam mempunyai sifat dinamis dan berkembang serta merespon dinamika lokal dan global. Menurut sifatnya, tujuan pendidikan Islam dibedakan menjadi tujuan umum, tujuan sementara, dan tujuan operasional. Dan tujuan akhirnya adalah tujuan yang diinginkan yaitu menjadikan peserta didik menjadi manusia sempurna yang berkepribadian baik (insan kamil) 49 Tujuan pendidikan Islam jelas mengarah pada pembentukan.
47 Ahmad Mutohar dan Nurul Anam, Manifesto Modernisasi Pendidikan Islam dan Pondok Pesantren, (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 46.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Keabsahan Data
- Tahap-tahap Penelitian
Bapak Drei Herba Ta'abudi selaku kepala bagian kesiswaan dan pendiri Takmir Masjid an-Namiroh SMK Muhammadiyah 1 Genteng. Novia Arfania selaku Ketua Takmir Masjid an-Namiroh SMK Muhammadiyah 1 Genteng bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai proses pelaksanaan program yang telah ditetapkan. Beberapa siswa SMK Muhammadiyah 1 Genteng bertujuan untuk mengetahui seperti apa pengalaman mereka selama mengikuti program yang diadakan oleh tekmir Masjid an-Namiroh.
Melalui observasi ini, data yang diperoleh merupakan data pokok atau pokok yang berkaitan dengan peran takmir masjid al-Namiroh dalam perolehan nilai-nilai pendidikan Islam. Acara takmir di Masjid an-Namiroh merupakan upaya penanaman nilai-nilai pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 1 Genteng. Peran takmir masjid an-Namiroh dalam perolehan nilai-nilai pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 1 Genteng.
Takmir Masjid an-Namiroh SMK Muhammadiyah 1 Genteng mempunyai peranan penting dalam melaksanakan kegiatan di masjid. Berdasarkan hasil wawancara di atas, maka peran takmir Masjid An-Namiroh SMK Muhammadiyah 1 Genteng adalah sebagai pendamping guru dalam melaksanakan segala kegiatan keagamaan. Di SMK Muhammadiyah 1 Genteng, kegiatan tersebut terangkum dalam organisasi yang dibentuk oleh guru Ismuba yaitu Takmir Masjid an-Namiroh.
Upaya takmir Masjid an-Namiroh dalam melakukan internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dilakukan dengan membuat program-program keagamaan yang dibutuhkan para santri. Bagaimana peran takmir Masjid an-Namiroh dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam pada siswa di SMK Muhammadiyah 1 Genteng.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian
Dengan berkembangnya zaman, muncul kebutuhan akan pendidikan tinggi pada beberapa tokoh masyarakat saat itu, karena di Kecamatan Genteng hanya terdapat SMAN 1 dan SPGN. Pada tanggal 2 Januari 1968 tahun ajaran, lokasi pembelajaran pertama kali di Jalan Dewata Genteng, beberapa tahun kemudian dibangun ruang kelas/gedung baru di belakang gedung bioskop Genteng. 6 Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuasin, Jawa Timur (sekarang SD Muhammadiyah 6 Genteng dan masih satu lokasi dengan Masjid An-Nur Genteng). 2) Di Jalan Gajah Mada no.
185, Dusun Sawahan, Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (sekarang SMA Muhammadiyah 3 Genteng). 3) Di Jalan Hasanudin No. 103, Dusun Cangaan, Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (sekarang SMK Muhammadiyah 2 Genteng). 4) Baru pada tahun 1990/1991 sekolah ini membangun gedung baru di Jalan KH Ahmad Dahlan No. Terbukti dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahun ajaran baru jumlah siswa yang mendaftar minimal berkisar 400-500 siswa, sekolah ini mendapatkan jumlah pendaftar yang cukup banyak di Kota Genteng.
Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneliti, lembaga pendidikan ini berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 10, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ini SMK Muhammadiyah 1 Genteng mempunyai delapan kompetensi keterampilan yaitu Otomasi dan Manajemen Perkantoran (OTKP), Akuntansi dan Keuangan Kelembagaan (AKL), Bisnis Online dan Pemasaran (BDP), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia, Teknik Perangkat Lunak (RPL ), perhotelan dan perjalanan. Terwujudnya peserta didik yang islami, maju, kompeten dan giat,” tepat dalam visi terwujudnya mahasiswa.
57. SMK Islam ini mempunyai beberapa program unggulan, salah satunya adalah program yang dijalankan langsung oleh guru ISMUBA yaitu Takmir Masjid an-Namiroh yang melaluinya kegiatan keagamaan dapat lebih dikembangkan. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneliti di lapangan, masjid an-Namiroh mempunyai fasilitas dan.
Penyajian Data dan Analisis
Agar tidak menimbulkan kecemburuan, sehingga banyak anak yang harus salat tetapi mengaku tidak salat, maka didirikanlah fiqih perempuan. Alhamdulillah Hadrah mulai dikembangkan oleh anak-anak dan beberapa kali mengikuti tayangan di beberapa undangan. Saya ingin yang sebaliknya, saya ingin anak-anak menjadi eksekutor, maka kami sebagai guru Ismuba coba mobilisasi dulu dari akar rumput.
Anak-anak takmir tidak disuruh bekerja, namun seperti yang selalu saya sampaikan kepada kalian anak-anak takmir, menyuruh saya menjadi takmir bukan berarti saya tidak menyuruh mereka mengepel masjid. Dua tahun terakhir, guru Ismuba mulai memberdayakan siswanya dalam mengelola aktivitas di masjid, yang kemudian berujung pada terbentuknya takmir masjid. Setelah Takmir didirikan dan dijalankan, kami akhirnya melihat bahwa Takmir memberikan semangat kepemimpinan yang kami inginkan kepada anak-anak.
Karena kami tahu agama kami sebenarnya tidak ada kerangkanya, kami bentuk anak-anak ini. Kemudian kami juga menjadikan anak-anak sebagai agen dakwah, sebagaimana kami berpedoman pada surat al-Imron ayat 104” 78. Namun anak-anak Takmir juga dibentuk untuk dijadikan sebagai kader sekolah dan juga sebagai agen dakwah.
Berdasarkan hasil observasi, anak-anak baru yang terpilih adalah anak-anak yang berkepribadian baik, berpenampilan baik dan mempunyai pengetahuan cukup baik. Ketiga, dari kesadaran anak-anak lain karena bimbingan kami menggunakan surat Al-Imron ayat 104, maka saya sering mengatakan bahwa anak-anak di sini adalah anak-anak yang tergabung dalam masyarakat dan mendapat tempat istimewa di antara teman-teman lainnya.
Pembahasan Temuan
Berdasarkan analisis data yang disajikan, maka dapat disimpulkan bahwa peran takmir dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam telah berfungsi sebagaimana diharapkan. Program Takmir merupakan salah satu bentuk upaya penanaman dan peningkatan nilai-nilai Islam di kalangan siswa SMK Muhammadiyah 1 Genteng. Kegiatan yang segera dirasakan manfaatnya, baik lahiriah maupun batiniahnya, mendorong mereka untuk mensejahterakan masjid.85 Salah satu tujuan didirikannya takmir an-Namiroh di SMK Muhammadiyah 1 Genteng adalah untuk memperbaiki keadaan dan situasi siswa agar mampu membaca Mereka tahu apa yang dibutuhkan siswa.
Berbagai program telah dilaksanakan antara lain salat zuhur dan zuhur berjamaah, salat jumat, kultum, bacaan salat, fiqih wanita, kajian an-Namiroh dan hadrah. Kajian an-Namiroh merupakan kajian bulanan yang dilakukan pada hari Jumat minggu keempat. Salah satu upaya guru agama untuk menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam adalah melalui kegiatan keagamaan di sekolah.
Berdasarkan temuan peneliti, dalam upaya penanaman nilai-nilai pendidikan Islam, Takmir an-Namiroh memainkan beberapa peran penting di dalamnya. Karena takmir an-Namiroh termasuk dalam lingkup sekolah, maka peran takmir adalah membimbing guru dalam melaksanakan segala kegiatan keagamaan di sekolah. Program-program tersebut antara lain salat berjamaah (sholat dhuha, zuhur, dan salat jumat), kultum, bacaan bacaan salat sebelum salat berjamaah, kajian fikih wanita, kajian an-Namiroh dan hadrah.
Peran takmir Masjid an-Namiroh adalah mengatur atau mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada di masjid, menggalang komunikasi dengan masyarakat atau santri, agen dakwah Islam, asisten guru dalam pelaksanaan segala kegiatan keagamaan. di sekolah, menjadi kader siswa dan menjadi teladan bagi siswa lainnya. Meningkatkan kesadaran diri untuk terus menjalankan kegiatan atau program yang dibuat oleh takmir, selalu mendukung takmir dan membantu takmir untuk terus menghidupkan dan memajukan masjid an-Namiroh melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Strategi Takmir Dakwah di Masjid Agung al-Falah Sragen Untuk Mendorong Generasi Muda.” Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, Vol.