DEPARTEMEN PERHUBUNGAN
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN
SKRIPSI
”OPTIMALISASI PENERAPAN PROSEDUR TANK CLEANING PADA CREW GUNA MENUNJANG KESIAPAN BONGKAR MUAT DI
MT.MARTHA PROGRESS”
Oleh :
ARI INDRA PANGESTU NRP : 11.6296 / N
PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA IV J A K A R T A
2 0 1 5
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
BADAN PENGEMBANGAN SDM PERHUBUNGAN SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN
TANDA PENGESAHAN SKRIPSI
Nama : ARI INDRA PANGESTU NRP : 11.6296 /N
Program Pendidikan : DIPLOMA IV Program Studi : NAUTIKA
Judul : OPTIMALISASI PENERAPAN PROSEDUR TANK CLEANING PADA CREW GUNA MENUNJANG KESIAPAN BONGKAR MUAT DI MT.MARTHA PROGRESS
Mengetahui, Ketua Jurusan Nautika
Capt. Anisah, M.M.Tr Penata Tk. I (III/d) NIP. 1972121420021 2 001
Jakarta, Agustus 2015 Penguji I
Capt. E.Purnomo.H, MM Pembina Tk.1 (IV/b) NIP. 19510315198503 1 001
Penguji II
Capt. Irfan Faozun Penata (III/c) NIP. 19730908200812 1 001
Penguji III
Erna Sri Haryati ,S.Psi Penata (III/c) NIP. 19800122200604 2 003
DEPARTEMEN PERHUBUNGAN
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN
SKRIPSI
”OPTIMALISASI PENERAPAN PROSEDUR TANK CLEANING PADA CREW GUNA MENUNJANG KESIAPAN BONGKAR MUAT DI
MT.MARTHA PROGRESS”
Diajukan guna memenuhi persyaratan
untuk penyelesaian program pendidikan Diploma IV
Oleh :
ARI INDRA PANGESTU NRP : 11.6296 / N
PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA IV J A K A R T A
2 0 1 5
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ……… i
HALAMAN PERSETUJUAN ……… ii
HALAMAN PENGESAHAN ………. iii
KATA PENGANTAR ………. iv
DAFTAR ISI ………... vi
DAFTAR LAMPIRAN ………... viii
DAFTAR GAMBAR ………... ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……….. 1
B. Identifikasi Masalah ……….. 2
C. Batasan Masalah ………... 3
D. Rumusan Masalah ……... 3
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ………. 3
F. Sistematika Penulisan ………... 4
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka ………... 6
B. Kerangka Pemikiran ……….. 17
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ………... 18
B. Metodologi Pendekatan dan Teknik Pengumpulan Data ……….. 18
C. Subjek Penelitian ……….. 21
D. Teknik Analisis Data ………. 21
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini, dan merupakan salah satu tanggung jawab penulis sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan program Diploma IV di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dengan judul :
“ OPTIMALISASI PENERAPAN PROSEDUR TANK CLEANING PADA CREW GUNA MENUNJANG KESIAPAN BONGKAR MUAT DI MT.MARTHA
PROGRESS ”
Berkat bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada penulis, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bpk. Capt. Arifin Soenardjo,M.Hum selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Jakarta.
2. Ibu Capt. Anisah, M.M.Tr, selaku Ketua Jurusan Nautika.
3. Bpk. Capt. Supendi, M.M.Tr, selaku Dosen Pembimbing Materi atas kesediaan beliau disela kesibukannya masih berkesempatan memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penulis.
4. Bpk. Drs. Bambang Sumali,M.Sc ,selaku Dosen Pembimbing Penulisan yang telah memberikan pengarahan dalam penulisan skripsi ini.
5. Yth. Seluruh Civitas Akademika,Staff dan Dosen Pengajar Jurusan Nautika Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.
6. Ayahanda Juhari dan Ibunda Euis Dewi Ratnasari yang telah bekerja keras serta memberikan kasih sayang dan doanya kepada penulis untuk mampu menulis skripsi ini. Adik ku Helfida Septiani yang senantiasa memberikan dorongan,motivasi serta bantuan doa kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Indonesia terdiri dari negara kepulauan yang wilayahnya sangat luas, sehingga negara kita membutuhkan sarana transportasi laut yang sangat besar. Hal itu digunakan untuk pendistribusian kebutuhan pokok maupun bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia. Dalam pendistribusian tersebut dibutuhkan kapal tanker sebagai sarana transportasi. Indonesia juga merupakan negara maritim yang sebagian besar devisa negara itu berasal dari kelautan, dengan demikian sarana sektor perhubungan laut saat ini sangat penting dalam menunjang kelancaran pengangkutan minyak dan gas bumi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Untuk kelancaran pengoperasian kapal, khususnya kegiatan bongkar muat, dibutuhkan adanya personil operasional lapangan. Dalam hal ini adalah crew deck yang mengerti dan menguasai tugasnya, terutama seorang Mualim yang dituntut bertanggung jawab untuk menguasai proses memuat dan tank cleaning yang baik serta efisien, sehingga klaim dari pemilik muatan yang ditunjuk pada pihak perusahaan tidak terjadi. Dalam kegiatan bongkar muat pada kapal tanker yang memuat product oil (minyak produk) dimana muatannya sering berganti-ganti jenis seperti premium, kerosene, solar, avtur dan lain-lain. Maka dalam hal ini tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan pembersihan tangki (tank cleaning) yang baik dan benar serta efisien, pekerjaan yang sangat penting sebelum minyak dimuat ke dalam tangki. Maka tangki harus dalam keadaan bersih dan bebas dari gas (free gas) sebelum menerima muatan minyak yang akan dimuat. Pada pelaksanaan tank cleaning ini, pembersihaan tangki-tangki muatan harus kering dan bebas gas. Semua kegiatan ini tidak lepas dari keahlian dan kecakapan para kru di atas kapal terutama crew deck yang dipimpin oleh Mualim I.
Dalam pelaksanaan tank cleaning ada beberapa faktor yang menghambat pelaksanaan tank cleaning, diantaranya adalah keterbatasan pengetahuan dan wawasan crew deck dalam pelaksanakan prosedur tank cleaning di atas MT. Martha
Progress sebelum melaksanakan pemuatan yang berlainan jenis dengan muatan sebelumnya, kurangnya pengawasan dari para perwira dek dalam proses tank cleaning, kemudian sering terjadi keterlambatan, dikarenakan waktu yang diberikan terlalu singkat, dengan cara mengerjakan tank cleaning yang kurang efisien, serta faktor kelengkapan fasilitas dalam pelaksanaan tank cleaning.
Hal yang menyebabkan kru dari pihak penyewa, sehingga harus mencoba untuk mencari pemecahan yang baik. Maka dalam penulisan skripsi, penulis mengambil judul:
“ OPTIMALISASI PENERAPAN PROSEDUR TANK CLEANING PADA CREW GUNA MENUNJANG KESIAPAN BONGKAR MUAT DI MT.MARTHA PROGRESS ”
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka identifikasi masalah yang penulis dapat adalah :
1. Masih kurangnya waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan tank cleaning 2. Keterbatasan pengetahuan dan wawasan crew deck dalam melaksanakan
prosedur tank cleaning di atas MT. Martha Progress, sebelum melaksanakan pemuatan yang berlainan jenis dengan muatan sebelumnya
3. Kurangnya pengawasan dari para perwira deck dalam proses tank cleaning 4. Kurangnya fasilitas-fasilitas pada pelaksanaan tank cleaning sehingga
pelaksanaan tank cleaning tidak begitu optimal.
C. BATASAN MASALAH
Mengingat terlalu banyak masalah yang akan timbul, maka penulis membatasi ruang lingkup masalah dalam skripsi ini, dan dalam penulisan hanya pada : 1. Masih kurangnya waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan tank cleaning
2. Keterbatasan pengetahuan dan wawasan crew deck dalam melaksanakan prosedur tank cleaning di atas MT. Martha Progress, sebelum melaksanakan pemuatan yang berlainan jenis dengan muatan sebelumnya.
D. PERUMUSAN MASALAH
Perumusan masalah yang terkandung dalam skripsi ini akan dibahas bagaimana cara meningkatkan keterampilan kru pada pelaksanaan tank cleaning dalam menunjang kelancaran bongkar muat. Oleh karena adanya beberapa masalah yang sering terjadi dalam proses tank cleaning maka penulis mengemukakan perumusan masalah pokok di dalam skripsi ini adalah:
a. Apakah ada korelasi antara masih kurangnya waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan tank cleaning dengan keterbatasan pengetahuan dan wawasan crew deck dalam melaksanakan prosedur tank cleaning di atas MT. Martha Progress, sebelum melaksanakan pemuatan yang berlainan jenis dengan muatan sebelumnya ?
b. Apakah ada pengaruh antara masih kurangnya waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan tank cleaning terhadap keterbatasan pengetahuan dan wawasan crew deck dalam melaksanakan prosedur tank cleaning di atas MT. Martha Progress, sebelum melaksanakan pemuatan yang berlainan jenis dengan muatan sebelumnya ?
E. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, yaitu:
a. Untuk mengetahui apakah ada korelasi antara kurangnya waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan tank cleaning dengan keterbatasan pengetahuan dan wawasan crew deck dalam melaksanakan prosedur tank cleaning di atas MT. Martha Progress, sebelum melaksanakan pemuatan yang berlainan jenis dengan muatan sebelumnya
b. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara masih kurangnya waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan tank cleaning terhadap keterbatasan pengetahuan dan wawasan crew deck dalam melaksanakan prosedur tank
cleaning di atas MT. Martha Progress, sebelum melaksanakan pemuatan yang berlainan jenis dengan muatan sebelumnya.
2. Manfaat Penelitian
a. Agar terhindar dari klaim pihak penyewa yang dapat merugikan pihak perusahaan
b. Sebagai informasi dan masukan bagi anak buah kapal yang akan melaksanakan tank cleaning
c. Sebagai pengetahuan tentang pentingnya kebersihan tangki pada kapal tanker untuk keselamatan muatan dan memahami kondisi tangki yang layak isi, dan dapat menjadi masukan bagi para pembaca skripsi ini d. Sebagai sarana untuk menerapkan, memahami dan mengaplikasikan ilmu
pengetahuann yang telah diperoleh secara teoritis, yang sedikit banyak akan menambah wawasan dan pengembangan pola pikir bagi penulis pribadi
e. Sebagai masukan dan acuan serta bahan bagi penelitian dalam bidang serupa maupun yang terkait dalam persiapan tank cleaning yang efisien F. SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memudahkan pemahaman, penulis menguraikan skripsi ini secara sistematika menjadi lima bab sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab pendahuluan menguraikan mengenai latar belakang masalah, dan kegunaan penelitian, perumusan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB II Landasan Teori
Pada bab ini, penulis menguraikan beberapa landasan teori yang digunakan sebagai pedoman untuk pembahasan selanjutnya, yaitu tinjauan pustaka secara kerangka mengenai perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan.
BAB III Metode Penelitian
Bab ini menguraikan metode pengumpulan data dari objek yang diteliti, yaitu: waktu dan tempat penelitian, teknik pengumpulan data, populasi dan sample serta teknik analisis.
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini merupakan inti dari penulisan skripsi. Dalam bab ini di uraikan mengenai deskripsi data yang penulis dapatkan, analisa data, alternative pemecahan masalah yang dipilih, serta evaluasi pemecahan masalah.
BAB V Penutup
Bab ini merupakan kesimpulan dari keseluruhan skripsi. Penulis menyimpulkan seluruh uraian dari awal sampai bab terakhir.
Pada bab ini penulis juga mencoba memberikan saran-saran sebagai suatu masukan yang diharapkan berguna dalam penyelesaian permasalahan.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Tank Cleaning
a. Pengertian Tank Cleaning
Tank Cleaning atau pencucian tangki merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan di atas kapal tanker.
Kegiatan ini dilakukan dalam menunjang rangkaian kegiatan bongkar muat, dimana biasanya dilakukan setelah kegiatan bongkar selesai dilakukan.
Secara sederhana kegiatan ini bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Pencucian pendahuluan,
2. Pencucian menggunakan air laut, 3. Pencucian menggunakan air tawar, 4. Pengusiran Gas ( Gas Freeing), 5. Mopping.
b. Tahap-Tahap Tank Cleaning 1. Pencucian Pendahuluan
Pencucian pendahuluan dilakukan untuk mengangkat atau mengosongkan sisa muatan yang ada di bellmouth dan sisa-sisa yang ada di dalam pipa serta yang berada di pompa muatan, maka dari itu kegiatan ini tidak memerlukan waktu yang tidak terlalu lama (+/ - 15 menit) menggunakan air laut. Bilamana muatan yang dilakukan pencucian merupakan muatan yang tidak diperbolehkan dibuang ke laut maka pada proses ini hasil pencucian dibuang ke tangki slop.
2. Pencucian dengan air laut
Pencucian dengan air laut dilakukan untuk memaksimalkan agar sisa- sisa muatan yang dicuci benar-benar telah habis dari tangki,hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan air dingin maupun air panas ataupun air hangat, lama waktu pengerjaan disesuaikan dengan volume tangki dan juga jenis muatan yang dicuci, jadi tidak bisa digeneralisasikan bahwa waktunya sama untuk setiap muatan ataupun untuk semua volume tangki.
Perlu diperhatikan juga bahwa ada beberapa muatan yang apabila diberikan air laut dingin mengakibatkan timbulnya bercak-bercak putih di dinding/ permukaan tangki.
Diantara proses pencucian dengan air laut dengan proses pencucian dengan air tawar terkadang diselingi dengan pencucian dengan menggunakan air sabun ataupun juga dengan menggunakan bahan kimia tertentu. Hal ini dilakukan untuk muatan-muatan yang memerlukan penanganan khusus akibat dari sifat minyaknya/
kimiawinya. Beberapa bahan yang sering digunakan diantaranya : teepol, de greaser dan lain-lain.
3. Pencucian Menggunakan Air Tawar
Pencucian dengan air tawar dimasuksudkan untuk membilas agar tangki bersih dari air laut ataupun sabun, terkadang untuk memaksimalkan hasil agar kadar garamnya hilang dilakukan penambahan proses dengan penguapan (steaming).
4. Mopping
Secara sederhana pada proses ini dilakukan proses pengangkatan sisa cairan yang sudah tidak bisa lagi dihisap oleh pompa, jadi bagian yang belum kering dilap.
Perlu diingat satu hal yang penting sebelum melakukan kegiatan mopping yaitu mengeluarkan sertifikat Entry Enclosed Space Permit.
Karena tangki yang akan dimasuki haruslah aman bagi orang yang akan memasukinya baik dari segi kadar oksigen, kadar racun maupun hidrokarbonnya.
c. Bagian-Bagian tentang Tank Cleaning 1. Portable Blower
Alat yang bisa dibawa kemana – mana untuk mmemberikan gas free ke dalam tanki sebelum pembersihan dilakukan.
2. Butterworth
Suatu alat yang digunakan pada waktu pembersihan tanki dimana cara kerjanya dengan tekanan air dari kamar mesin dapat berputar sambil menyemprotkan air ke segala penjuru tanki.
3. Manifold
Lubang pipa muatan yang ada di atas kapal yang merupakan penghubung antara pipa di kapal dengan pipa atau selang minyak dari darat.
4. Gas Free ( Bebas Gas )
Sebuah tanki, compartment atau tempat penyimpanan disebut bebas gas apabila telah dimasukkan udara sampai 100% volume, atau dapat dibebaskan dengan alat gas free fan setelah proses tank cleaning.
5. Tank Cleaning
Proses pencucian tanki untuk membersihkan ruang muat agar tanki siap untuk menerima muatan.
6. Tank Inspection
Pemeriksaan tanki yang dilaksanakan oleh surveyor apabila tanki dinyatakan bersih dan siap untuk menerima muatan
7. Dry Certificate
Seseorang atau pihak yang ditunjuk oleh perusahaan yang ditunjuk oleh perusahaan yang bertugas mengecek tanki dan memberikan dry certificate apabila setelah di cek tanki dinyatakan bersih atau siap untuk menerima muatan
8. Flashpoint
Temperatur terendah dimana suatu uap cairan minyak dapat menyala sekejap dan mati lagi bila dipengaruhi oleh temperature luar tertentu.
9. Bellmouth
Ujung pipa hisap yang berbentuk melebar seperti terompet atau corong di dalam tanki muatan. Bellmouth ini masuk dalam kotak lebih ke bawah daripada dasar tanki sehingga dengan demikian sangat memudahkan dalam pengeringan muatan.
d. Faktor yang Mempengaruhi Tank Cleaning
Waktu atau Masa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997 : 45) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/ kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.
Cara pandang terhadap waktu bukan hanya sekedar cara melihat detikan arloji pada dinding yang terus berputar tanpa henti dan menunggu komando dari setiap orang, namun waktu lebih dilihat sebagai kesempatan, uang dan karya yang terus berlangsung mengukir hidup yang tiada hentinya. Kebebasan waktu terjadi di mana orang mampu memberikan segala karya, cipta, dan karsanya bagi semua.
Manajemen waktu yang baik adalah dengan membuat data aktifitas atau pekerjaan dan menentukan skala prioritas dari setiap pekerjaan tersebut.
Disini perlu kita tahu bahwa setiap pekerjaan pastilah penting namun dari daftar pekerjaan penting itu ada yang lebih penting yaitu pekerjaan yang mendesak atau genting dan biasanya berhubungan dengan deadline.
Letakkanlah aktifitas yang genting pada daftar yang paling atas untuk segera dikerjakan baru diikuti dengan daftar urutan pekerjaan lain yang kurang prioritasnya.
Teori manajemen waktu ini akan memberikan hasil yang baik jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan disiplin tinggi. Selain itu komitmen yang tinggi setiap individu juga sangat diperlukan dalam
mematuhi dan menjalankan manajemen waktu kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan, instansi atau kita tentukan sendiri dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari.
Manajemen waktu bertujuan kepada produktivitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu.
Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.
Begitu pula dalam sub bab ini penulis mengaitkan masalah waktu dengan prosedur tank cleaning. Dalam pelaksanaan tank cleaning sering terjadi keterlambatan, dikarenakan waktu yang diberikan terlalu singkat, sehingga prosedur tank cleaning menjadi kurang efisien serta akan menyebabkan ruang muat yang tidak siap untuk proses bongkar muat dan akan mendapat klaim dari pihak penyewa, sehingga harus mencoba untuk mencari pemecahan yang baik, dan pastinya akan merugikan banyak pihak.
Menurut G.S. Marton (1992 : 163), alasan tank cleaning adalah:
1. Pergantian muatan (change in cargo).
2. Perbaikan kerja atau pengecekan (repair work on inspection).
Pencegahan dari timbunan lumpur (prevention of sludge accumulation).
Sehingga untuk menghasilkan tangki yang bersih, maka sebagai awak kapal kita harus mengetahui bagaimana cara membersihkan tangki yang baik dan tidak terjadi kendala dalam proses pemuatan.
Menurut teori/ tata cara pencucian tangki dari Oil Tanker Familarization (2000 : 151), dalam hal pencucian tangki dan pembebasan gas perlu diperhatikan hal sebagai berikut:
a. Pengawasan
Seorang perwira yang bertanggung jawab harus mengawasi semua pelaksanaan pekerjaan pencucian tangki dan pembebasan gas.
MT.Martha Progress Tank Cleaning Program
Hari Tanggal Uraian Kerja Jam Kerja
Senin 13/08/2014 Cleaning Tank 5C lanjutan 1600 karung 0900 – 2400 WIB Selasa 14/08/2014 Cleaning Tank 5C lanjutan 2200 karung 0800 – 2400 WIB
Rabu 15/08/2014 Cleaning Tank 5C lanjutan 3100 karung 0800
Mengetahui Chief Officer Pengawas Cleanning
Abdullah Hendra Gunawan
DAFTAR PUSTAKA
International Safety Guide For Oil Tankers Terminals (ISSGOT) Fourth Edition, London 1996.
Istopo. Kapal dan Muatannya, Jakarta 1999.
King G.A.B. Tanker Practice Third Edition , London 1996.
Marton G.S. Tanker Operation Third Edition, Mary Land England 1992.
Oil Tanker Familarization. Badan DIKLAT Perhubungan, Jakarta 2000.
Sutiyar. Kamus Istilah Pelayaran & Perkapalan. Pustaka Beta Jakarta 1987.
Taylor, L.G. Cargo Work: The Care, Handling and Carriage of Cargoes, 12th Edition. Brown, Son & Ferguson, Ltd. Glosgow 1992.
Verweys. Tank Cleaning Guide, Roterdam 1998.
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Butterworth Machine ……….41 Gambar 2 Portable Gas Freeing Fan………..42