PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sesuai dengan undang-undang no. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai negeri sipil dengan kontrak kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Sesuai dengan undang-undang no. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengacu pada Pasal 63 ayat 3 dan 4, calon pegawai negeri sipil (CPNS) harus menyelesaikan masa percobaan selama 1 (satu) tahun. Dengan manajemen arsip, seluruh arsip dalam suatu organisasi dapat diatur, disimpan, dan diambil dengan baik.
Dokumen pembayaran akan digunakan sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran sehingga diperlukan pengelolaan pengarsipan yang baik dan benar. Selain itu juga akan berdampak buruk pada fisik arsip dokumen pembayaran yang mengakibatkan kusut, sobek atau bahkan hilang informasi yang terkandung di dalamnya. Optimalisasi pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian pengarsipan dokumen pembayaran diharapkan dapat menghasilkan pengelolaan yang baik.
Tujuan
TINJAUAN PUSTAKA
- Profil RSUD R. Tjokronegoro Kelas C Purworejo
- Gambaran Unit Kerja, Tugas Pokok dan Fungsi Peserta
- Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Kedudukan dan Peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Mendukung
- Landasan Teori Sesuai Isu yang Diangkat
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), salah satu fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sebagai pegawai negeri sipil. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengatur hak pembinaan pegawai, minimal 20 (dua puluh) jam pelajaran bagi PNS dan maksimal 24 (dua puluh empat) jam pelajaran bagi Pegawai Negeri Sipil. Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), berdasarkan jenis pegawainya, Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri atas Pegawai Negeri Sipil Negara (PNS) dan Pegawai Negeri Sipil dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pegawai Negeri Sipil (ASN) dalam melaksanakan tugas, fungsi dan perannya juga mempunyai hak dan kewajiban yang terbagi menjadi dua, yaitu hak dan kewajiban PNS dan hak dan kewajiban PNS dengan perjanjian kerja (PPPK). . Kemudian, dalam melaksanakan tugasnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus berpegang pada kode etik dan pedoman perilaku sehingga menjadi acuan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintahan. Sistem merit harus diterapkan pada seluruh komponen atau fungsi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), yang terdiri atas manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan manajemen Pegawai Negeri dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
HASIL AKTUALISASI
Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Materi: Belum ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dijadikan pedoman dalam kegiatan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran. Sedang mengalami perubahan (semula dilakukan pada 30 Mei 2022 menjadi 31 Mei 2022). b) Penyusunan Prosedur Operasi Standar (SOP) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran. Mengalami perubahan dalam pembuatan laporan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran.
Belanja keuangan dan perbendaharaan terkait persetujuan dan penyempurnaan standar operasional prosedur (SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran. SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran dan memastikan pemahaman pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran. Hasil kegiatan Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan standar operasional prosedur (SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran.
Pembahasan Hasil kegiatan Aktualisasi
Penguatan nilai-nilai organisasi: Penyusunan Prosedur Operasional Standar (SPO) penanganan pengajuan dokumen pembayaran akan memperkuat nilai-nilai organisasi profesi yaitu bekerja sesuai sistem dan prosedur yang berlaku. Nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang digunakan pada tahapan kegiatan ini antara lain: Saya berkonsultasi dengan pendamping mengenai hasil penyusunan standar operasional prosedur (SPO) penanganan penyerahan dokumen pembayaran dengan santun dan santun (pelayanan). berorientasi, kode etik: ramah); Hasil penyusunan Standar Operasional Prosedur (SPO) saya sampaikan dengan menyampaikan secara jujur proses penyusunan dan kendalanya (Akuntansi, Pedoman Perilaku: jujur); Saya berkonsultasi dengan mentor saya tentang hasil penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan mencatat dengan benar hasil konsultasi (kompeten, kode etik: kualitas terbaik); Saat berkonsultasi, saya menerima pendapat dan saran yang diberikan oleh pembimbing (Harmoni, kode etik: menghargai perbedaan); Keluaran dari tahap ini adalah disetujuinya Standar Operasional Prosedur (SPO) penanganan pengajuan dokumen pembayaran oleh Kepala Sekretariat, Kepala Sudin Keuangan dan Bendahara Pengeluaran.
Luaran kegiatan : Terlaksananya sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SPO) pengelolaan kearsipan dokumen pembayaran dan pemahaman pengelolaan kearsipan dokumen pembayaran d. Nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diterapkan pada tahapan kegiatan ini antara lain: Saya berkonsultasi dengan pendamping untuk bersikap santun dan santun dalam menentukan sasaran prioritas yang akan mendapat sosialisasi (Orientasi pelayanan, kode etik: ramah); Saya mentransfer target prioritas yang akan menerima sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya dan meninjau daftar nama atau bidang yang akan mengikuti sosialisasi sesuai kesepakatan dengan mentor (Yang dapat ditugaskan, kode etik: hati-hati); Saat berkonsultasi, saya mencatat hasil konsultasi dengan baik (Kompeten, kode etik: kualitas terbaik); Saya menerima pendapat, saran dan masukan dari mentor atas daftar prioritas tujuan yang saya buat (Harmoni, kode etik: menghargai perbedaan); Pada saat konsultasi, saya ikut memberikan ide dan masukan mengenai daftar nama karyawan atau bidang yang akan mengikuti sosialisasi (Loyalitas, kode etik: kontribusi); Saya menjalin hubungan komunikasi dan memberikan kesempatan kepada mentor untuk menentukan sasaran prioritas yang akan menerima sosialisasi (Kolaboratif, kode etik: terbuka untuk kolaborasi). 2) Membuat undangan dan menyebarkan undangan terkait sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran dan memberikan pemahaman kepada pengelola pengarsipan dokumen pembayaran. Kemudian saya menjelaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah saya buat dan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran yang benar.
Tjokronegoro Kelas C Purworejo (Koperasi, tata tertib : bekerja sama). 4) Mendistribusikan Standar Operasional Prosedur (SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran kepada Divisi, Subbagian dan Bidang. Saya melaksanakan pembagian Standar Operasional Prosedur (SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran pada Divisi, Subbagian dan Bidang yang diwakili oleh peserta sosialisasi. Luaran kegiatan : Terlaksananya pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran sesuai dengan alur atau prosedur yang dibuat d.
Hasil dari tahap ini adalah pelaksanaan monitoring pelaksanaan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran dengan lembar monitoring. Hasil dari tahap ini adalah penyampaian dan penjelasan pelaksanaan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran. Nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang digunakan pada tahapan kegiatan ini antara lain : Saya menemui pembimbing dengan santun dan santun mengenai penyampaian dan penjelasan pelaksanaan pelaksanaan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran beserta hasil pemantauan. yang telah dilaksanakan oleh Kepala Suku Dinas Keuangan dan Bendahara Pengeluaran (Berorientasi Pelayanan, Kode Etik: Ramah); Saya mendapat pendapat dan saran dari pembimbing saya mengenai pelaksanaan manajemen pengarsipan dokumen pembayaran beserta hasil pengawasannya (Harmoni, kode etik: menghargai perbedaan); Saya berkomunikasi dengan mentor mengenai pelaksanaan penyampaian dan penjelasan pelaksanaan tata kelola pengarsipan dokumen pembayaran beserta hasil pemantauannya agar dapat dievaluasi (Kolaboratif, kode etik: bekerja sama). 3) Menyusun laporan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran.
Saya menyusun laporan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran di Departemen Keuangan. Penerapan tata kelola pengarsipan dokumen pembayaran melalui Standar Operasional Prosedur (SPO) yang dibuat berjalan lancar. Hasil dari tahap ini adalah laporan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran.
Rekapitulasi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Manfaat Kegiatan Aktualisasi Dalam Rangka Pemecahan Isu
Hal ini dikarenakan telah adanya Standar Operasional Prosedur (SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran, sehingga pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran dilakukan secara sistematis dalam penataan, penyimpanan dan penemuan kembali arsip sehingga dapat memberikan informasi secara cepat dan efisien. secara akurat.
Rencana Tindak Lanjut (RTL) Aktualisasi
Saya menerima pendapat dan data peserta sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SPO) pengarsipan dokumen pembayaran berikut ini. Prosedur Operasional (OPS) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran dengan bidang terkait untuk mengambil langkah perbaikan ke arah yang lebih baik. Standar Operasional Prosedur (SPO) tata kelola pengarsipan dokumen pembayaran Kolaboratif: dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi penerapan Standar Operasional Prosedur (SPO) tata kelola pengarsipan dokumen pembayaran, menjalin komunikasi dengan pihak terkait daerah.
Penanggung Jawab : Jujur saya jelaskan...pentingnya menambah kapasitas penyimpanan Google Drive yang nantinya akan digunakan sebagai media penyimpanan arsip dokumen pembayaran yang sudah didigitalkan...ruang penyimpanan Google Drive yang gratis hanya 15 GB dan itu akan tidak cukup untuk arsip dokumenter. Pembayaran digital terus meningkat.. menerima pernyataan dan proposal dari Departemen Perencanaan. a) melaksanakan tugasnya dengan jujur. Setelah dikaji permasalahan “Belum optimalnya pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran pada sub bagian keuangan RSUD R.A.A. Tjokronegoro Kelas C Purworejo didapatkan bahwa penyebabnya antara lain: belum adanya alur/prosedur penanganan pengarsipan dokumen pembayaran yang jelas, kurangnya fasilitas dan prasarana pendukung kegiatan pengelolaan kearsipan, sumber daya manusia yang ada masih kurang, belum adanya Standar Operasional Prosedur (SPO) yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pengelolaan kearsipan dokumen pembayaran dan kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan kearsipan dokumen pembayaran.
Enam kegiatan yang saya lakukan untuk menyelesaikan permasalahan antara lain: konsultasi, presentasi dan permohonan izin pelaksanaan rencana realisasi gagasan terkait pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran kepada pembimbing dan kepala subbagian keuangan, pemenuhan syarat pengarsipan dokumen pembayaran dan identifikasi jenis dokumen pembayaran, penyusunan standar operasional prosedur (SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran, sosialisasi standar operasional prosedur (SPO) pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran dan pemberian pemahaman pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran oleh arsiparis, penerapan standar tata kelola prosedur operasional (SPO) pengarsipan dokumen pembayaran, dan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan pengarsipan dokumen pembayaran. Seluruh Bagian, Sub Bagian dan Bidang yang melaksanakan pengadaan barang/jasa dan modal diharapkan menerapkan tata kelola pengarsipan dokumen pembayaran sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SPO) yang telah ditetapkan. Tjokronegoro Kelas C Purworejo dalam hal ini Subbagian Perencanaan menganggarkan biaya penambahan kapasitas penyimpanan Google Drive berbayar.
Tjokronegoro Kelas C Purworejo dalam hal ini Sudin Perencanaan merencanakan pembelian sarana dan prasarana (kotak arsip, rak penyimpanan arsip, lemari pengisi, dan lain-lain) untuk dokumen pembayaran arsip dalam jumlah banyak, jika melihat kebutuhan. sarana dan prasarana akan terus meningkat. Tjokronegoro Kelas C Purworejo dalam hal ini Sudin Perencanaan menganggarkan pendirian ruang penyimpanan arsip tersendiri karena hingga saat ini ruang arsip dokumen pembayaran masih terkoneksi dengan ruang kerja di Sudin Keuangan. Kondisi fisik arsip dokumen pembayaran bulan Januari s/d Maret 2022 (masih dalam kondisi cukup baik).
PENUTUP
Kesimpulan
Saya melakukan enam kegiatan pembaruan dan terdapat sedikit perubahan serta penambahan tahapan kegiatan dibandingkan dengan yang direncanakan. Tjokronegoro Kelas C Purworejo yaitu terwujudnya rumah sakit umum daerah yang handal, modern dan berbudaya serta misi RSUD R.A.A. Manfaat kegiatan pemutakhiran penyelesaian permasalahan terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu manfaat bagi diri sendiri sebagai aparatur sipil negara (ASN), manfaat bagi satuan kerja RSUD RAA.
Membuat rencana tindak lanjut aktualisasi yaitu pelaksanaan sosialisasi lebih lanjut Standar Operasional Prosedur (SPO) pengarsipan dokumen pembayaran dan usulan penambahan kapasitas penyimpanan Google Drive (untuk menyimpan arsip dokumen pembayaran yang telah didigitalkan).
Saran