PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan menggunakan aset dan liabilitas untuk menjalankan kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari. Aset dan Liabilitas memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan suatu perusahaan sehingga mampu memenuhi kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa Aset, Liabilitas dan Laba merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan terbuka, nilai aset dan liabilitas yang besar akan mendukung peningkatan laba.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki aktiva dan pasiva yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan, yang digunakan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Setiap perusahaan harus memperhatikan penggunaan aktiva dan pasiva yang dimiliki selama menjalankan kegiatan operasional perusahaan untuk memperoleh laba yang diinginkan demi kelangsungan usahanya.
Identifikasi Masalah
Pemanfaatan aset yang dimiliki perusahaan, semakin baik kemampuan perusahaan dalam mengelola asetnya akan menentukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
- Laba
- Aset
- Hutang…
- Analisa Laporan Keuangan
- Penelitian Terdahulu
- Kerangka Berfikir
Besarnya laba dalam perusahaan harus diketahui, hal ini sangat penting, karena laba merupakan salah satu informasi penting dalam laporan keuangan. Menurut Syamsuddin (2011, p. 341), faktor-faktor yang menentukan apakah suatu aset diterima sebagai jaminan pinjaman usaha jangka pendek adalah. a) Masa pakai aset. Kebijakan hutang adalah kebijakan pembiayaan perusahaan yang berasal dari sumber eksternal. Kebijakan hutang menggambarkan hutang jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan untuk membiayai operasi perusahaan. Penentuan kebijakan utang berkaitan dengan struktur modal, karena utang merupakan salah satu komponen struktur modal.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan perusahaan selama satu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan. Pemilik perusahaan sangat berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan, terutama bagi perusahaan yang pengelolaannya dipercayakan kepada orang lain di luar perusahaan, karena dengan laporan ini pemilik perusahaan akan dapat menilai berhasil atau tidaknya manajer dalam menjalankan perusahaan, dan keberhasilan manajer biasanya dievaluasi atau diukur dari laba yang diperoleh perusahaan. Analisis laporan keuangan mempelajari hubungan dalam laporan keuangan individu pada waktu tertentu dan tren hubungan ini dari waktu ke waktu.
Analisis laporan keuangan harus dilakukan secara cermat dengan menggunakan metode dan teknik analisis yang tepat agar hasil yang diharapkan benar-benar sesuai. Tujuan laporan keuangan adalah untuk dapat memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak di dalam maupun di luar perusahaan yang berkepentingan dengan perusahaan. Salah satu tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
Analisis horizontal adalah analisis dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk berbagai periode atau momen, sehingga dapat diketahui perkembangannya. Analisis vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya mencakup satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan membandingkan satu pos dengan pos lainnya dalam laporan keuangan, sehingga hanya diketahui kondisi keuangan atau hasil operasi pada saat itu. Syafrida Hani (2014:64) Analisis pertumbuhan merupakan analisis perbandingan antara satu periode laporan keuangan dengan periode sebelumnya.
Dalam penelitian ini peneliti ingin melihat pertumbuhan setiap line item pada laporan laba rugi perusahaan dengan menggunakan teknik analisis laporan keuangan komparatif. Menurut Ani dan Soegijanto (2016:107) laporan keuangan adalah hasil dari suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara kegiatan perusahaan dengan pemangku kepentingan, dan harus dievaluasi dan diuji agar dapat dipertanggungjawabkan.
METODE PENELITIAN
- Defenisi Operasional Variabel
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknis Analisis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diambil dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) berupa data laporan keuangan yaitu data yang diperoleh langsung dari peneliti dengan menggunakan alat ukur atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yaitu berupa laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kereta Api Indonesia (Persero) yang selanjutnya disebut KAI atau "Perseroan" adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyediakan, mengatur dan mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia.
Kereta Api Indonesia (Persero) akan menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan pemangku kepentingan. Kereta Api Indonesia (Persero), yaitu pengelolaan usaha perkeretaapian dan usaha penunjangnya melalui best business practice dan modal organisasi untuk memberikan nilai tambah yang tinggi kepada pemangku kepentingan dan kelestarian lingkungan berdasarkan empat pilar utama: keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan keselamatan. Di bawah ini adalah data total aset yang disediakan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tahun 2015 sampai dengan tahun 2016, sebagai berikut.
Sumber: Laporan Keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Dari tabel di atas terlihat bahwa total neraca tahun 2015-2016 mengalami peningkatan. Data total utang PT Kereta Api Indonesia (Persero) dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 adalah sebagai berikut. Berikut adalah data laba bersih yang diberikan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 sebagai berikut.
PT.Kereta Api memiliki aset yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional, dan dalam laporan keuangan PT.Kereta Api, aset meningkat dari tahun ke tahun, yang menurut Syamsuddin (2011, p. 341) disebabkan oleh beberapa faktor. PT.Kereta Api memiliki hutang yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional, pada laporan keuangan PT.Kereta Api hutang mengalami peningkatan sejak tahun 2010. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor menurut (Hartono 2000:254) yaitu. Total aset PT.Kereta Api mengalami peningkatan, namun laba bersih mengalami penurunan karena PT.Kereta Api tidak mengetahui cara mengelola asetnya dengan baik.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Objek Penelitian
Akta Pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan tanggal 1 Oktober 1999 no. Pada 31 Juli 1995, Perumka meluncurkan layanan KA penumpang kelas eksekutif dengan merek Kereta Api Agro Bromo JS-950 dan berkembang menjadi KA Agro Bromo Anggrek yang mulai beroperasi pada 24 September 1997.
Termasuk pengelolaan properti yang terkait dengan pelayanan kereta api, wisata kereta api, restoran kereta api (on train services) dan stasiun, termasuk jasa catering dan distribusi logistik.Dalam menjalankan kegiatannya, KAI terus berupaya menerapkan standar terbaik di bidangnya berdasarkan sistem manajemen yang berlaku.
Deskripsi data
Selain perkembangan dunia usaha dan tuntutan pasar, saat ini KAI juga melakukan kegiatan pendukung usaha lainnya dengan memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya. Aset memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan suatu perusahaan sehingga mampu memenuhi kebutuhan perusahaan. Berdasarkan data laporan posisi keuangan yang disajikan perusahaan, perlu diketahui jumlah total aset.
Dari hasil analisis yang dilakukan peneliti terhadap total aset terlihat dari tabel total aset bahwa total aset meningkat dari tahun 2015 ke tahun 2016. Total hutang adalah penjumlahan hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang yang semuanya merupakan kewajiban keuangan perusahaan. Aset merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari suatu bisnis, hampir semua jenis bisnis memiliki hutang dalam laporan keuangannya.
Utang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan suatu perusahaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Berdasarkan data laporan posisi keuangan yang disajikan oleh perusahaan, perlu diketahui jumlah utang secara keseluruhan. Dari hasil analisis yang dilakukan peneliti terhadap total utang, terlihat dari tabel total utang bahwa total utang meningkat dari tahun 2015 ke tahun 2016.
Laba bersih adalah kelebihan penjualan atas biaya sehubungan dengan usaha untuk memperoleh penjualan tersebut selama periode tertentu. Berdasarkan data laporan posisi keuangan yang disajikan oleh perusahaan, perlu diketahui jumlah total laba bersih. Nilai laba bersih tahun 2016 mengalami penurunan, hal ini menunjukkan bahwa laba yang dihasilkan perusahaan tidak berhasil meningkatkan nilai laba bersih.
Pembahasan
- Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Total Aset
Pertumbuhan total aset, perusahaan dengan pertumbuhan total aset yang tinggi merupakan perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dan dapat menghasilkan laba atau nilai tambah bagi perusahaan. Perusahaan dengan pertumbuhan total aset yang tinggi adalah perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dan aset yang tinggi, memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Perusahaan dengan pertumbuhan aset yang tinggi akan menggunakan hutang yang relatif kecil karena perusahaan lebih banyak menggunakan dana internalnya. Laba ditahan, laba ditahan menunjukkan bahwa perusahaan menunda pembagian dividen kepada pemegang saham untuk dijadikan investasi, semakin besar laba ditahan maka semakin besar penggunaan dana internal sehingga penggunaan hutang relatif kecil. Struktur aset, perusahaan yang memiliki aset tetap besar berpotensi mengambil pinjaman atau utang yang besar.
Turunnya laba bersih ini disebabkan oleh pengelolaan aset yang kurang baik oleh perusahaan, sehingga kemungkinan kerusakan dan kadaluarsa suatu aset tidak segera diatasi (menurut Widyalestariningtyas dalam majalah tahun 2009). Penurunan laba bersih disebabkan oleh utang, utang mengandung risiko, semakin tinggi utang perusahaan maka semakin tinggi pula risiko yang dihadapi perusahaan. Berdasarkan uraian di atas, laba berasal dari semua transaksi atau peristiwa yang terjadi dalam badan usaha yang akan mempengaruhi kegiatan usaha pada periode tertentu dan laba diperoleh dari selisih antara pendapatan dan biaya, jika pendapatan lebih besar dari biaya maka perusahaan akan memperoleh laba.
Nilai total aset mengalami peningkatan sedangkan nilai laba bersih mengalami penurunan, hal ini dikarenakan terdapat faktor-faktor yang menyebabkan nilai total aset meningkat yaitu: umur aset, tingkat likuiditas aset, persentase pinjaman terhadap nilai aset, suku bunga dan biaya. Nilai total utang mengalami peningkatan sedangkan nilai laba bersih mengalami penurunan, hal ini dikarenakan ada faktor yang menyebabkan nilai total utang meningkat yaitu: profitabilitas, pertumbuhan total aset, laba ditahan, struktur aset. Jika tingkat penggunaan total aset dan total hutang meningkat, laba bersih juga harus meningkat.
Jika laba turun, perusahaan harus menggunakan total aset dan total hutang secara efisien dan efektif. Seharusnya perusahaan menggunakan aset dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya agar laba perusahaan diharapkan dapat meningkat. Dalam hal ini perusahaan harus lebih baik dalam meningkatkan laba bersih perusahaan agar perusahaan tidak mengalami kerugian dan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya.