• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan SPM 2019_Biro Hukor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Paparan SPM 2019_Biro Hukor"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

PP NO 2 TAHUN 2018

tentang Standar Pelayanan Minimum PERMENDIKBUD No 32 tahun 2018 dan

tentang

Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Biro Hukum dan Organisasi

(2)

TUJUAN BERNEGARA

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

1

Memajukan kesejahteraan umum

2

Mencerdaskan kehidupan bangsa

3

Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

Alinea Ke-4 4

SETIAP WARGA NEGARA MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR UNTUK HIDUP SECARA LAYAK

UU 23/2014 MENGANUT PRINSIP-PRINSIP NEGARA KESEJAHTERAAN (WELFARE STATE) DENGAN

SALAH SATU CIRINYA:

(3)

DASAR HUKUM

Amanat

Pasal 18

UU 23/2014 ttg Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa Penyelenggara Pemerintahan Daerah

memprioritaskan pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar

.

Selanjutnya

Pasal 298

menyebutkan bhw Belanja Daerah

diprioritaskan

untuk mendanai Urusan

Pemerintahan Wajib

yang terkait

Pelayanan Dasar

yang ditetapkan dengan

Standar Pelayanan Minimal

Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan

Pelayanan Dasar

meliputi:

pendidikan;

kesehatan;

pekerjaan umum dan penataan ruang;

perumahan rakyat dan kawasan permukiman;

ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat;

sosial.

DASAR HUKUM (UU No 23 Tahun 2014)

(4)

§ Standar Pelayanan Minimal adalah standar suatu pelayanan yang memenuhi persyaratan

minimal kelayakan.

§ 15 Urusan

Pemerintahan Wajib terkait Pelayanan Dasar.

§ Ditetapkan dengan

Peraturan Menteri

oleh masing-masing Menteri/Pimpinan LPND dengan konsultasi yang dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri.

§ Dominasi pengaturan terkait

Produsen Pelayanan

§ Standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan mengenai

jenis

dan

mutu Pelayanan Dasar

yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang

berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal

.

§ 6 Urusan

Pemerintahan Wajib terkait Pelayanan Dasar.

§ Ditetapkan dalam

Peraturan Pemerintah.

§ Pengaturan terkait pemenuhan kebutuhan dasar

konsumen pelayanan

PERUBAHAN KONSEP STANDAR PELAYANAN MINIMAL

UU 32 Tahun 2004 UU 23 Tahun 2014

(5)

Standar Pelayanan Minimal (SPM

) adalah ketentuan mengenai

Jenis

dan

Mutu

Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal.

Pelayanan Dasar

adalah

pelayanan publik

untuk memenuhi kebutuhan dasar Warga Negara.

Jenis Pelayanan Dasar

adalah

jenis pelayanan

dalam rangka penyediaan barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh oleh

setiap Warga Negara secara minimal

.

Mutu Pelayanan Dasar

adalah ukuran kuantitas dan kualitas barang dan/atau jasa kebutuhan dasar serta pemenuhannya secara minimal dalam Pelayanan Dasar sesuai standar teknis agar hidup secara layak

Urusan Pemerintahan Wajib

adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh semua Daerah.

Warga Negara Indonesia,

yang selanjutnya disebut Warga Negara adalah orang bangsa Indonesia asli dan orang bangsa lain yang disahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 1

PENGERTIAN

(PP NO 2 TAHUN 2018)

(6)

6

Kriteria Penetapan

Berkaitan dengan Pelayanan Dasar

Option 2

1. Pendidikan 2. Kesehatan

3. Pekerjaan umum dan penataan ruang 4. Perumahan rakyat dan kawasan

permukiman

5. Ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat

6. Sosial

Penetapan sebagai SPM dilakukan berdasarkan kriteria barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang:

a. bersifat mutlak; dan b. mudah distandarkan,

yang berhak diperoleh oleh setiap Warga Negara secara minimal sesuai dengan Jenis Pelayanan Dasar dan Mutu Pelayanan Dasar.

Urusan Pemerintahan Wajib

Pasa l 3 Ay at 1

Pasal3

Ayat 3

(7)

7

JENIS SPM

JENIS SPM a. pendidikan;

b. kesehatan;

c. pekerjaan umum;

d. perumahan rakyat;

e. ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; dan f. sosial.

MATERI SPM

a.Jenis Pelayanan Dasar;

b.Mutu Pelayanan Dasar; dan c.penerima Pelayanan Dasar.

Pasal 4 Ayat 1

Pasal 4

Ayat 2

Pasal 4 Ayat 3

Setiap Jenis Pelayanan Dasar harus memiliki Mutu Pelayanan Dasar

(8)

SPM Pendidikan

N O

JENIS PELAYANA

N DASAR

PENERIMA PELAYANAN DASAR

MUTU PELAYANAN DASAR

1. Pendidikan

menengah Warga negara usia 16 s.d. 18 tahun.

a. Standar jumlah dan kualitas barang

dan/atau jasa;

b. Standar jumlah dan kualitas pendidik dan tenaga

kependidikan;

dan

c. Petunjuk teknis atau tata cara pemenuhan standar;

2. Pendidikan

khusus Warga negara usia 4 s.d. 18 tahun yang

berkebutuhan khusus.

N O

JENIS PELAYAN

AN DASAR

PENERIMA PELAYANAN

DASAR MUTU PELAYANAN DASAR 1. Pendidik

an Anak Usia Dini

Warga negara usia 5 s.d. 6 tahun.

a. Standar jumlah dan kualitas barang dan/atau jasa;

b. Standar jumlah dan kualitas pendidik dan tenaga

kependidikan; dan c. Petunjuk teknis

atau tata cara pemenuhan standar.

2. Pendidik

an Dasar Warga negara usia 7 s.d. 15 tahun.

3. Pendidik an

Kesetara an

Warga negara usia 7 s.d. 18 tahun.

Provinsi

Kabupaten/Kota

(9)

PP NO 2 TAHUN 2018

STANDAR PELAYANAN MINIMAL

Dasar Hukum SPM Pendidikan

Pasal 5 ayat (6)

Ketentuan lebih lanjut mengenai standar teknis

sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan yang

ditetapkan setelah dikoordinasikan dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri dan

kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian

terkait.

(10)

PASAL 11

Penerapan SPM

Pemerintah Daerah

menerapkan SPM untuk pemenuhan jenis pelayanan dasar dan mutu pelayanan dasar yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal.

Penerapan SPM dilakukan dengan tahapan:

a. pengumpulan data,

b. penghitungan kebutuhan pemenuhan Pelayanan Dasar,

c. penyusunan rencana pemenuhan Pelayanan Dasar; dan

d. pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar.

Penerapan SPM diprioritaskan bagi warga negara yang berhak memperoleh pelayanan dasar secara minimal sesuai dengan jenis pelayanan dasar dan mutu pelayanan dasarnya.

01 02

03

(11)

Dalam pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar, Pemerintah Daerah dapat:

1. Membebaskan biaya untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi Warga Negara yang berhak memperoleh Pelayanan Dasar secara minimal, dengan memprioritaskan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan; dan/atau

2. Memberikan bantuan pemenuhan barang dan/jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh Warga Negara secara minimal, dengan memprioritaskan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Pasal 15 Ay at 1

Ketentuan lebih lanjut mengenai penerapan SPM di atur dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri yang ditetapkan setelah dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian terkait.

Pasal 16

(12)

Laporan

Penerapan SPM

Pasal 17

(1) Laporan penerapan SPM termasuk dalam materi muatan laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang mengatur mengenai laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

(2) Materi muatan laporan penerapan SPM sekurang-kurangnya terdiri atas:

a. hasil penerapan SPM;

b. kendala penerapan SPM; dan

c. ketersediaan anggaran dalam penerapan SPM.

(3) Selain materi muatan sebagaimana dimaksud no. 2, laporan penerapan SPM Daerah provinsi dalam laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah harus mencantumkan rekapitulasi penerapan SPM Daerah kabupaten/kota.

Hasil Penerapan SPM

Pasal 18

Hasil pelaporan digunakan oleh Pemerintah Daerah untuk:

a. Penilaian kinerja perangkat Daerah;

b. Pengembangan kapasitas Daerah dalam peningkatan pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar; dan c. Penyempurnaan kebijakan

penerapan SPM dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan Daerah.

(13)

Pembinaan dan Pengawasan

1. Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri melaksanakan pembinaan dan pengawasan penerapan SPM Daerah provinsi secara umum.

2. Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang yang sesuai dengan jenis SPM melaksanakan pembinaan dan pengawasan penerapan SPM Daerah provinsi secara teknis.

3. Gubernur melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan SPM provinsi oleh perangkat Daerah provinsi.

4. Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat melaksanakan pembinaan dan pengawasan penerapan SPM Daerah kabupaten/kota secara umum dan teknis.

5. Bupati melaksanakan pembinaan dan pengawasan penerapan SPM Daerah kabupaten oleh perangkat Daerah kabupaten dan wali kota melaksanakan pembinaan dan pengawasan penerapan SPM Daerah kota oleh perangkat Daerah kota.

Pembinaan dan pengawasan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (PP 12 tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah).

Pasal 19

(14)

Capaian standar pelayanan minimal atas pelayanan pendidikan;

Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk ketaatan pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan

kriteria, yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dalam pelaksanaan urusan pemerintahan

konkuren bidang pendidikan dan kebudayaan;

Dampak pelaksanaan urusan pemerintahan konkuren bidang pendidikan dan kebudayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah; dan

Akuntabilitas pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara dalam pelaksanaan urusan pemerintahan konkuren bidang pendidikan dan kebudayaan di daerah.

Pengawasan teknis

meliputi (Pasal 10 ayat (4)

PP 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan

Penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah):

(15)

1. Kepala Daerah dan/atau wakil kepala Daerah yang tidak melaksanakan SPM dijatuhi sanksi administratif.

2. Ketentuan lebih lanjut mengenai sanksi administratif diatur dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri yang ditetapkan setelah dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian terkait.

SANKSI

(16)

16

PERMENDIKBUD NOMOR 32 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR TEKNIS

PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 14 Desember 2018

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 NOMOR 1687

(17)

17

Ketentuan Umum

1. Standar Pelayanan Minimal Pendidikan

yang selanjutnya disingkat SPM Pendidikan adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar pendidikan yang merupakan urusan

pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap Peserta Didik secara minimal.

2. Pelayanan Dasar

adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar Peserta Didik.

3. Jenis Pelayanan Dasar

adalah jenis pelayanan dalam rangka penyediaan barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh oleh Peserta Didik secara minimal.

4. Mutu Pelayanan Dasar

adalah ukuran kuantitas dan kualitas barang dan/atau jasa kebutuhan dasar serta pemenuhannya secara minimal dalam Pelayanan Dasar pendidikan sesuai dengan

standar teknis agar hidup secara layak.

5. Peserta Didik

adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

6. Pemerintah Daerah

adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

7. Menteri

adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.

(18)

prinsip kesesuaian kewenangan

SPM diterapkan sesuai dengan

kewenangan Daerah provinsi & Daerah kabupaten/kota menurut pembagian Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar.

prinsip keterjangkauan

SPM ditetapkan dan diterapkan dalam rangka menjamin barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang mudah diperoleh oleh setiap Warga Negara.

prinsip

kesinambungan

SPM ditetapkan dan diterapkan untuk memberikan jaminan tersedianya barang dan/atau jasa kebutuhan dasar Warga Negara secara terus-menerus.

prinsip ketepatan sasaran

SPM ditetapkan dan diterapkan untuk

pemenuhan barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal dan pemenuhan oleh Pemerintah Daerah ditujukan kepada Warga Negara dengan memprioritaskan bagi

masyarakat miskin atau tidak mampu

prinsip keterukuran

SPM ditetapkan dan diterapkan dengan barang dan/atau jasa yang terukur untuk memenuhi kebutuhan dasar Warga Negara

prinsip ketersediaan

SPM ditetapkan dan diterapkan

dalam rangka menjamin tersedianya barang dan/atau jasa kebutuhan

dasar yang berhak diperoleh oleh setiap Warga Negara secara minimal.

Tujuan dan Prinsip SPM Pendidikan

Standar teknis pelayanan minimal pendidikan bertujuan untuk memberikan

panduan

kepada

Pemerintah Daerah dalam pemenuhan kebutuhan dasar Peserta Didik sesuai dengan jenjang dan jalur pendidikan.

TUJUAN

PRINSIP

(19)

Ruang Lingkup SPM

Pendidikan Jenis dan Penerima Pelayanan Dasar

01

Mutu Pelayanan Dasar

02

Pemenuhan SPM Pendidikan oleh Pemerintah Daerah

03

Pelaporan Penerapan dan Pencapaian SPM Pendidikan

04

(20)

20

Jenis Pelayanan Dasar

1. Pendidikan Anak Usia Dini 2. Pendidikan Dasar

3. Pendidikan kesetaraan

1. Pendidikan menengah

Jenis Pelayanan Dasar pada SPM P endidikan daerah kabupaten/kota

terdiri atas:

Jenis Pelayanan Dasar pada SPM Pendidikan daerah provinsi terdiri atas:

2. Pendidikan khusus

(21)

Penerima Pelayanan Dasar

Peserta Didik

yang berusia 4 – 18 tahun.

Peserta Didik yang berusia 5 – 6 tahun

.

Peserta Didik

yang berusia 16 – 18 tahun.

Peserta Didik yang berusia 7 – 15 tahun.

.

Peserta Didik yang berusia 7 – 18 tahun

Pendidikan Kesetaraan

Pendidikan Dasar

PAUD

PendidikanKhusus

Pendidikan Menengah

(22)

22

Mutu Pelayanan Dasar

Mutu Pelayanan Dasar untuk setiap jenis Pelayanan Dasar SPM Pendidikan mencakup:

Standar jumlah dan kualitas barang dan/atau jasa.

1

Standar jumlah dan kualitas pendidik dan tenaga

kependidikan.

Tata cara pemenuhan standar.

2

3

(23)

1

STANDAR JUMLAH DAN KUALITAS BARANG DAN/ATAU JASA DAN TATACARA PEMENUHANNYA

(24)

24

Standar Jumlah dan Kualitas Barang dan/atau Jasa

Standar

satuan pendidikan ,

terdiri

atas:

a. Standar kompetensi lulusan b. Standar isi

c. Standar proses

d. Standar sarana dan prasarana e. Standar pengelolaan

f. Standar pembiayaan g. Standar penilaian

Standar biaya pribadi Peserta

Didik , terdiri atas:

a. perlengkapan dasar Peserta Didik

b. pembiayaan pendidikan

Standar jumlah kualitas barang dan/atau jasa meliputi:

Standar satuan pendidikan; dan

Standar biaya pribadi Peserta Didik.

(25)

25

a. Perlengkapan Dasar Peserta Didik

No

Penerima Pelayanan

Dasar Perlengkapan Dasar Jumlah Kualitas

1 PAUD

Buku gambar 6 buah per peserta didik per

semester Dalam kondisi baru

Alat mewarnai 1 set paling sedikit 12 warna per peserta didik per semester

2 SD dan SMP

Buku teks pelajaran 1 paket per peserta didik per

tahun Sesuai dengan kurikulum

Perlengkapan belajar (alat dan buku tulis)

1 set per peserta didik per semester

Dalam kondisi baru

3 Pendidikan Kesetaraan

Modul belajar 1 paket per peserta didik per

tahun Sesuai dengan kurikulum

Perlengkapan belajar (alat dan buku tulis)

1 set per peserta didik per semester

Dalam kondisi baru

4 SMA dan SMK

Buku teks pelajaran 1 paket per peserta didik per

tahun Sesuai dengan kurikulum

Perlengkapan belajar

(alat dan buku tulis) 1 set per peserta didik per

semester Dalam kondisi baru

5 Pendidikan Khusus

Materi ajar 1 paket per peserta didik per

tahun Sesuai dengan ragam

disabilitas dan kurikulum Perlengkapan belajar

(alat dan buku tulis) 1 set per peserta didik per

semester Dalam kondisi baru

(26)

1

2 3

4

Pembiayaan pendidikan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemda dibebankan kepada Pemda untuk:

ü pendidikan dasar; dan ü pendidikan Menengah bagi daerah yang telah

melaksanakan wajib belajar 12 tahun.

Dalam hal daerah yang

belum

melaksanakan wajib belajar 12 (dua belas) tahun, maka pembiayaan pendidikan menengah bagi satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemda

dibebankan kepada Peserta Didik atau orangtua/wali.

Besaran nilai pembiayaan pendidikan yang dibebankan kepada Peserta Didik atau orang tua/wali untuk pendidikan menengah bagi satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemda ditetapkan oleh Gubernur sesuai dengan standar biaya yang berlaku di daerah setempat

Kepala Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menetapkan besaran pembiayaan pendidikan setelah mendapatkan pertimbangan dari komite sekolah.

b. Pembiayaan Pendidikan

(27)

Timeline Style

Tata Cara Pemenuhan Standar Jumlah dan Kualitas Barang dan/atau Jasa

Perhitungan pemenuhan perlengkapan dasar bagi Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam 1 (satu) tahun dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

Jumlah Peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 12 (dua belas) buah buku gambar x biaya satuan buku gambar.

Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 2 (dua) set alat mewarnai x biaya satuan alat mewarnai.

Biaya satuan buku gambar dan biaya satuan alat mewarnai

sesuai dengan standar biaya masing-masing daerah.

PAUD

§ Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 1 (satu) paket buku teks pelajaran x biaya satuan buku teks pelajaran.

§ Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 2 (dua) set buku tulis dan alat tulis x biaya satuan buku tulis dan alat tulis.

SD & SMP

Pemenuhan perlengkapan dasar

diperuntuk

kan bagi

Peserta Didik yang belum terlayani

perlengkapan dasarnya

Pemenuhan perlengkapan dasar Peserta Didik diberikan pada setiap awal tahun.

§ Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 1 (satu) paket modul belajar x biaya satuan modul belajar.

§ Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 2 (dua) set buku tulis dan alat tulis x biaya satuan buku tulis dan alat tulis.

Kesetaraan

(28)

28

Tata Cara Pemenuhan Standar Jumlah dan Kualitas Barang dan/atau Jasa (SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus)

You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations.

Perhitungan pemenuhan perlengkapan dasar bagi Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam satu tahun dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

3

SMA dan SMK

§ Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 1 (satu) paket buku teks pelajaran x biaya satuan buku teks pelajaran.

§ Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 2 (dua) set buku tulis dan alat tulis x biaya satuan buku tulis dan alat tulis.

Pendidikan Khusus

§ Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 1 (satu) paket materi ajar sesuai dengan ragam disabilitas x biaya satuan materi ajar.

§ Jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu x 2 (dua) set buku tulis dan alat tulis x biaya satuan buku tulis dan alat tulis.

Pemenuhan:

buku teks pelajaran pada SMA dan SMK;

materi ajar pada pendidikan khusus;

diperuntukkan bagi Peserta Didik yang belum terlayani perlengkapan dasar Peserta Didik.

Pemenuhan perlengkapan dasar Peserta Didik pada SMA, SMK, dan pendidikan khusus diberikan pada setiap awal tahun.

Biaya satuan buku teks pelajaran/materi ajar dan biaya satuan buku tulis dan alat tulis sesuai dengan standar biaya masing-masing daerah.

1

2

4

(29)

29

Pelaksanaan Pemenuhan Standar Jumlah dan Kualitas Barang dan/atau Jasa

Pemenuhan pembiayaan pendidikan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Pelaksanaan pemenuhan pembiayaan pendidikan bagi Peserta Didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah, dilaksanakan dengan cara pembebasan biaya pendidikan pada satuan pendidikan.

Pelaksanaan pemenuhan pembiayaan pendidikan bagi Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, dilaksanakan dengan cara pemberian uang tunai langsung kepada penyelenggara satuan pendidikanoleh Pemerintah Daerah sesuai dengan

kewenangannya.

Perhitungan pemenuhan pembiayaan pendidikan dari Peserta Didik oleh satuan pendidikan dilaksanakan dengan cara menghitung jumlah Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu dikali 12 bulan dikali pembiayaan pendidikan.

1.Pelaksanaan pemenuhan perlengkapan dasar

dilakukan oleh Pemda sesuai kewenangannya dapat

berupa:

a.menyediakan

perlengkapan dasar; dan b.memberikan uang tunai

untuk pemenuhan perlengkapan dasar

kepada peserta didik yang berasal dari keluarga

miskin atau tidak mampu.

2. Pemenuhan pelayanan dasar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang- undangan.

Pemenuhan standar biaya pribadi diprioritaskan bagi Peserta Didik yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Perlengkapan Dasar

Pembiayaan Pendidikan

(30)

2

STANDAR JUMLAH DAN KUALITAS PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DAN TATACARA PEMENUHANNYA

(31)

31

Standar Jumlah dan Kualitas

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

No Jenis pendidik dan tenaga

kependidikan Kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.

1. Guru PAUD 1. paling rendah memiliki ijazah D-IV / S1 bidang PAUD, kependidikan lain atau psikologii; dan

2. memiliki sertifikat profesi guru PAUD.

2. Kepala Satuan PAUD 1. paling rendah memiliki ijazah D-IV/ S1;

2. memiliki sertifikat pendidik; dan

3. memiliki surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah untuk PAUD formal atau sertifikat pendidikan dan pelatihan kepala satuan PAUD nonformal dari lembaga pemerintah yang berwenang.

PAUD

(32)

32

No Jenis pendidik dan tenaga kependidikan Kualitas pendidik dan tenaga kependidikan 1. Guru Kelas (KHUSUS SD) 1. paling rendah memiliki ijazah D-IV /S1; dan

2. memiliki sertifikat pendidik.

2. Guru Mata Pelajaran 1. paling rendah memiliki ijazah D-IV /S1; dan 2. memiliki sertifikat pendidik.

3. Kepala Sekolah 1. paling rendah memiliki ijazah D-IV /S1;

2. memiliki sertifikat pendidik; dan

3. memiliki surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.

4. Tenaga laboratorium (KHUSUS SMA) 1. paling rendah memiliki ijazah SMA/sederajat 5. Tenaga laboratorium/bengkel/workshop

(KHUSUS SMK) 1. paling rendah memiliki ijazah SMA/SMK/sederajat

Keterangan : kualitas tenaga kependidikan yang memiliki ijazah SMK relevan dengan kebutuhan laboratorium/ bengkel/ workshop

6. Tenaga penunjang lainnya. 1. paling rendah memiliki ijazah SMA/sederajat.

SD/SMP/SMA/SMK/PENDIDIKAN KHUSUS

Standar Jumlah dan Kualitas

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

(33)

Standar Jumlah dan Kualitas

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

No Jenis pendidik dan tenaga kependidikan Kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.

1. Tutor pendidikan kesetaraan 1. paling rendah memiliki ijazah D-IV/S1

2. Kepala Satuan Pendidikan Kesetaraan 1. paling rendah memiliki ijazah D-IV/S1

3. Tenaga penunjang lainnya. 1. paling rendah memiliki ijazah SMA/sederajat

PENDIDIKAN KESETARAAN

(34)

34

Standar Jumlah dan Kualitas

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1. Dalam hal guru kelas dan guru mata pelajaran belum memiliki sertifikat pendidik, Pemerintah Daerah wajib menyampaikan surat keterangan yang menyatakan masih terdapat pendidik yang belum memiliki sertifikat pendidik kepada Mendagri dengan tembusan kepada Mendikbud.

2. Dalam hal kepala satuan pendidikan belum memiliki surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah, Pemerintah Daerah wajib menyampaikan surat keterangan pendukung yang menyatakan masih terdapat kepala satuan pendidikan yang belum memiliki surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah kepada Mendagri dengan tembusan kepada Mendikbud.

3. Surat keterangan dilampirkan sebagai bagian dari laporan penerapan dan pencapaian SPM kepada Mendagri dengan tembusan kepada Mendikbud.

(35)

Tata Cara Pemenuhan Standar Jumlah dan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1) Pemenuhan jumlah pendidik pada pendidikan anak usia dini didasarkan pada tata cara perhitungan kebutuhan pendidik sesuai dengan jumlah rombongan belajar pada satuan PAUD.

2) Pemenuhan jumlah tenaga kependidikan pada pendidikan anak usia dini yaitu 1 (satu) kepala satuan PAUD per satuan PAUD.

PAUD

35

Pendidikan Kesetaraan

1. Pemenuhan jumlah tutor pendidikan kesetaraan didasarkan pada tata cara perhitungan dengan memperhatikan hal sebagai berikut:

a. jumlah rombongan belajar pada pendidikan kesetaraan di satuan pendidikan;

b. kewajiban pemenuhan beban mengajar tutor; dan

c. jumlah jam mata pelajaran dalam struktur kurikulum/program yang diatur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Pemenuhan jumlah tenaga kependidikan didasarkan pada tata cara perhitungan pemenuhan kebutuhan tenaga kependidikan untuk 1 (satu) satuan pendidikan sebagai berikut:

a. 1 (satu) kepala satuan pendidikan per satuan pendidikan kesetaraan; dan

b. 1 (satu) tenaga penunjang lainnya per satuan pendidikan kesetaraan.

(36)

36

1. Pemenuhan jumlah pendidik pada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama didasarkan pada tata cara perhitungan pemenuhan kebutuhan pendidik dengan memperhatikan hal sebagai berikut.

a. jumlah rombongan belajar pada satuan pendidikan;

b. kewajiban pemenuhan beban mengajar; dan

c. jumlah jam mata pelajaran dalam struktur kurikulum

yang diatur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Pemenuhan jumlah tenaga kependidikan pada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama didasarkan pada tata cara perhitungan pemenuhan kebutuhan tenaga kependidikan sebagai berikut.

a. 1 (satu) kepala sekolah per satuan pendidikan;

b. 1 (satu) tenaga laboratorium per laboratorium (KHUSUS SMA);

c. 1 (satu) tenaga laboratorium/bengkel/workshop per laboratorium/bengkel/workshop (KHUSUS SMK); dan

d. 1 (satu) tenaga penunjang lainnya per satuan pendidikan.

SD/SMP/SMA/SMK/PENDIDIKAN KHUSUS

Tata Cara Pemenuhan Standar Jumlah dan Kualitas

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

(37)

3

PEMENUHAN SPM OLEH PEMDA

(38)

01 02

03

04

menghitung jumlah anak usia sekolah sesuai dengan jenis, jalur, dan jenjang pendidikan pada propinsi/

kabupaten/kota sesuai kewenanngannya;

Pencapaian Pemenuhan SPM Pendidikan

menghitung jumlah anak usia sekolah YANG BERSEKOLAH sesuai dengan jenis, jalur, dan jenjang pendidikan pada propinsi/kabupaten/kota

sesuai kewenanngannya;

menghitung persentase jumlah anak sebagaimana dimaksud dalam angka 02 dibagi dengan jumlah anak sebagaimana dimaksud dalam angka 01

Dalam hal Peserta Didik mengikuti pendidikan pada propinsi/kabupaten/kota lain, (sesuai kewenangannya) Peserta Didik tersebut dihitung telah memenuhi SPM Pendidikan.

(39)

40

Pembatalan Penerimaan SPM Pendidikan

Peserta Didik penerima SPM Pendidikan yang pemenuhannya menjadi

tanggung jawab

Pemerintah Daerah wajib ditetapkan oleh kepala daerah sesuai dengan

kewenangannya.

Pemerintah Daerah dapat membatalkan penerima SPM Pendidikan apabila Peserta Didik tidak

memenuhi kriteria:

usia sebagaimana diatur dalam SPM Pendidikan; dan

berasal dari keluarga miskin

atau tidak mampu.

Pembatalan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan

setelah mendapatkan

pemberitahuan secara tertulis dari satuan pendidikan

1 2 3

(40)

41

Pelaporan Pelaksanaan Pemenuhan SPM Pendidikan

Laporan pelaksanaan pemenuhan SPM Pendidikan disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

.

Materi muatan laporan pelaksanaan pemenuhan SPM Pendidikan sekurang-kurangnya terdiri atas:

a. hasil penerapan SPM Pendidikan;

b. kendala penerapan SPM Pendidikan; dan c. ketersediaan anggaran dalam penerapan

SPM Pendidikan.

Pemerintah Daerah kabupaten/kota sesuai

dengan kewenangannya wajib menyampaikan laporan pelaksanaan pemenuhan SPM Pendidikan kepada Mendagri melalui gubernur sebagai wakil dari pemerintah pusat dengan tembusan kepada Mendikbud.

.

Pemerintah Daerah provinsi sesuai dengan kewenangannya wajib menyampaikan laporan pelaksanaan pemenuhan SPM Pendidikan kepada Mendagri dengan tembusan kepada Mendikbud.

Laporan pelaksanaan pemenuhan SPM Pendidikan termasuk dalam materi muatan laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Selain materi muatan, laporan pelaksanaan pemenuhan SPM Pendidikan Daerah provinsi juga harus mencantumkan rekapitulasi penerapan SPM Pendidikan Daerah kabupaten/kota.

2 4 3 6 5

1

(41)

PENERAPAN BEBERAPA PPDB KANAL INFORMASI

021-570 3303 021-5790 3020

ult.kemdikbud.go.id 0812 976 929

021-573 3125

[email protected] 0812 976 929

jdih.kemdikbud.go.id npd.kemdikbud.go.id

simdak.dikdasmen.kemdikbud.go.id bos.kemdikbud.go.id

Data Pendidikan Daerah, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Peraturan Terkait Kemdikbud

Unit Layanan Terpadu

Posko Pengaduan Itjen Kemdikbud

(42)

Terima Kasih

43

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Biro Hukum dan Organisasi

Referensi

Dokumen terkait