• Tidak ada hasil yang ditemukan

KLASIFIKASI DAN UJI MUTU KELOMPOK BAHAN PANGAN SEREALIA, KACANG-KACANGAN, UMBI, PROTEIN HEWANI, SAYUR, BUAH, MINYAK DAN LEMAK

N/A
N/A
Ayu Fitria Khoirunisa

Academic year: 2023

Membagikan "KLASIFIKASI DAN UJI MUTU KELOMPOK BAHAN PANGAN SEREALIA, KACANG-KACANGAN, UMBI, PROTEIN HEWANI, SAYUR, BUAH, MINYAK DAN LEMAK"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

KLASIFIKASI DAN UJI MUTU KELOMPOK BAHAN PANGAN

SEREALIA, KACANG-KACANGAN, UMBI, PROTEIN HEWANI, SAYUR, BUAH, MINYAK DAN LEMAK

Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Pangan

Oleh: Ayu Fitria Khoirunisa NIM: P20631121030

Dosen Pengampu: Naning Hadiningsih, S. Tp., M.Si

PRODI DIII GIZI TASIKMALAYA POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA

Jalan Babakan Siliwangi No.35, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya Jawa Barat, 46115

2021/2022

(2)

A. Klasifikasi Bahan Pangan 1. Kelompok Serealia

No .

Foto Nama Bahan

Pangan

Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Beras Oryza sativa Protein, serat

pangan, vitamin (B1, B2, B6), Mineral (Na, Fe, Ca, Zn)

2. Jagung Zea mays 96 Kalori.

73% Air.

3,4g Protein.

21g

Karbohidrat.

4,5g Gula.

2,4g Serat.

3. Gandum Triticum 72 gram

karbohidrat.

13 gram protein.

10,7 gram serat.

2,5 gram lemak.

0,4 gram gula.

4. Sorghum Sohghum

vulgare

Protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, vitamin, dan mineral

5. Barley Hordeum

vulgare

15 gram serat, 10 gram protein, 80 gram karbohidrat.

2. Kelompok Kacang-kacangan No

.

Foto Nama Bahan

Pangan

Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Kacang

Tanah

Arachis hypogaea

6 gr

karbohidrat, 7 gr protein, 15 gr lemak baik, 4 gr serat pangan

(3)

2. Kacang ercis Pisum

sativum Protein, karbohidrat, vitamin (A, B1, C)

3. Kacang

merah Phaseolus

vulgaris L. Dalam 100 gr kacang merah terdapat 22,1 g protein, 1,1 g lemak, 56,2 g karbohidrat dan 4 g serat pangan

4. Kacang

mete

Anacardium occidentale

Lemak, vitamin B6, vitamin E, zat besi, dan protein

5. Kacang

hijau

Vigna radiata

212 kalori · 38,7 gram karbohidrat · 15,4 gram serat

· 0,8 gram lemak · 14,2 gram protein 3. Kelompok Umbi

No .

Foto Nama Bahan

Pangan

Nama Latin Kandungan zat Gizi

1. Kentang Solanum

tuberosum

Vitamin C: 20 mg · Protein:

0,7 gram · Karbohidrat: 8,8 gram · Kalsium:

12 gram

2. Gembili Dioscorea

esculenta

protein 1,5 g, lemak 0,1 g, energi 95 kkal, karbohidrat 22,4 g

(4)

3. Ubi jalar Ipomea batatas

Energi: 151 kalori · Protein:

1.6 gram · Lemak: 0.3 gram · Karbohidrat:

35.4 gram

4. Umbi uwi Diocorea

alata

karbohidrat 19,8 - 31,8 %, protein 0,6 - 2,0 %, lemak 0,2 %

5. Talas Colocasia

esculenta

nergi: 108 kal · Protein: 1,4 g · Lemak: 0,4 g · Karbohidrat: 25 g · Serat: 0,9 g

Bengkuang Pachyrhizus erosus

Vitamin C: 20 mg · Protein:

0,7 gram · Karbohidrat: 8,8 gram · Kalsium:

12 gram · Magnesium: 12 gram · Kalium:

200 mg

4. Kelompok Unggas No

. Foto Nama Bahan

Pangan Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Ayam Gallus gallus 25 gram

protein.

3,2 gram lemak.

450 miligram natrium.

0,5 miligram zat besi.

2. Kalkun Meleagris Zat besi, fosfat,

seng, kalium, vitamin B

3. Burung puyuh Coturnix

coturnix Kalori: 123.

Lemak: 4,2 gram, Protein:

20 gram.

(5)

4. Bebek Anas

platyrhynchos domesticus

19 gram protein.

4–5 gram lemak.

10 miligram kalsium.

4,5 miligram zat besi.

5. Itik Anatidae 19 gram

protein.

4–5 gram lemak.

10 miligram kalsium.

4,5 miligram zat besi.

5. Kelompok Daging No

. Foto Nama Bahan

Pangan Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Daginng sapi Bos taurus Kalori 250kkal

Lemak 15 gram.

Lemak jenuh 6 gram, Lemak trans 1,1 gram, Protein 26 gram

2. Daging

kambing

Capra aegagrus

Energi: 149 kal.

Protein: 16,6 g.

Lemak: 9,2 g.

Abu: 3,9 g.

3. Daging

kelinci

Lepus 175 kkal, 33 gram protein, 123 mg

kolesterol, dan total lemak 3,5 gram

4. Daging kuda Equus

caballus

18 kilokalori, protein 18,1 gram,

karbohidrat 0,9 gram, lemak 4,1 gram

(6)

5. Daging babi Sus Niacin (vitamin B3), thiamine (vitamin B1), folat, riboflavin (vitamin B2), dan vitamin B6 6. Kelompok Ikan

No .

Foto Nama

Bahan Pangan

Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Ikan

bandeng

Chanos chanos

Protein: 17,1 gram · Lemak:

20,3 gram · Karbohidrat:

11, 3 gram · Kalsium: 1.422 mg · Fosfor:

659 mg · Zat besi: 1,9 mg

2. Ikan bawal Bramidae Protein, 17.21,

g ; Sodium, 68, mg ; Kalium, 348, mg ; Lemak Jenuh, 0,302, g.

3. Ikan gabus Channa

striata

Kalori: 80 kilokalori (kkal) ·

Protein: 16,2 g

· Lemak: 0,5 g

· Karbohidrat:

2,6

4. Ikan lele Clarias 18 gram

protein · 3 gram lemak · 50 gram natrium · 237 miligram asam lemak omega-3

5. Ikan gurami Osphronemus

goramy

Kalori: 127 · Lemak: 5,6 gram · Protein:

18 gram · Kalsium: 41 miligram 7. Kelompok Susu

(7)

No

. Foto Nama Bahan

Pangan Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Susu sapi - Energi: 61

Kalori (Kal) · Protein: 3,2 g · Lemak: 3,5 g · Karbohidrat: 4,3 g · Kalsium: 143 miligram

2. Susu kambing - Energi: 64 kalori

· Protein: 4,3 gram · Lemak:

2,3 gram · Karbohidrat: 6,6 gram · Kalsium:

98 miligram

3. Susu onta - vitamin A,

vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, kalsium, kalium, magnesium

4. Asi - Lemak, vitamin,

mineral

5. Susu kuda - vitamin A, B, C,

dan E

8. Kelompok Telur No

. Foto Nama Bahan

Pangan Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Telur ayam

kampung

- energi 150 kalori, 13 protein, 10 gram lemak, dan 1,5 gram karbohidrat.

(8)

2. Telur bebek - 185 kalori, 13 gram protein, 14 gram lemak, 1 gram

karbohidrat, 263 miligram kolin,

3. Telur ayam

ras

- air sekitar 74%, protein 13%, lemak 12%, karbohidrat 1,0%, dan mineral 0,8%

4. Telur burung

puyuh

- 4 kalori, 1 gram protein, 1 gram lemak

5. Telur penyu - 155 kalori, 12

gr protein, 10,2 gr lemak

9. Kelompok Minyak dan Lemak No

.

Foto Nama Bahan

Pangan

Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Minyak

jagung - vitamin E,

vitamin K, asam lemak omega-3, dan asam lemak omega-6

2. Minyak zaitun - 119 kalori

dalam Minyak Zaitun (1 sdm).

Informasi Gizi.

Ukuran Porsi. 1 sdm. per porsi.

Energi. 499 kj.

119 kkal.

Lemak. 13,5g

(9)

3. Minyak

kelapa - Energi. 870

kkal.

Protein. 1 g.

Lemak. 98 g.

Karbo. 0 g

4. Minyak

kelapa sawit - Energi. 870

kkal.

Protein. 1 g.

Lemak. 98 g.

Karbo. 0 g

5. Minyak wijen - Energi 379.00

kkal, Protein 3.40 g, Lemak total 18.10 g, Karbohidrat total 50.60 g, Abu 0.80 g

10. Kelompok Sayur No

.

Foto Nama

Bahan Pangan

Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Wortel Daucus

carota subsp.

sativus

itamin dan mineral, terutama biotin, kalium, dan vitamin A dari beta karoten, vitamin K1, dan B6

2. Tomat Solanum

lycopersicum

kalori 20 kal, protein 1 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 4,2 gram

3. Terong Solanum

melongena

20 kalori, 5 gram kalori, 3 gram serat, dan 1 gram protein

(10)

4. Mentimun Cucumis

sativus Kalori, 15kcal

; Karbohidrat, 3,63g, – ; Air, 95,23g, – ; Protein, 0,65g

5. Labu

kuning

Cucurbita moschata

Air: 93,69 g · Energi: 20 kalori (Kal) · Protein: 0,72 g

· Lemak: 0,07 g ·

Karbohidrat:

4,9 g · Serat:

1,1 g · Kalsium: 15 miligram

11. Kelompok Buah No

.

Foto Nama

Bahan Pangan

Nama Latin Kandungan Zat Gizi

1. Jeruk siam Citrus Air: 93,69 g ·

Energi: 20 kalori (Kal) · Protein: 0,72 g Lemak: 0,07 g Karbohidrat:

4,9 g · Serat:

1,1 g

2. Sawo manilkara

zapota

serat, vitamin C, vitamin A, vitamin B, niasin, dan fola

3. Mangga Mangifera

indica

Kalori: 99 kalori

· Protein: 1,4 gram · Karbohidrat:

24,7 gram · Lemak: 0,6 gram · Serat:

2,6 gram

4. Pisang musa 89 kalori, 75

persen air, 1,1 gram protein, 22,8 gram karbohidrat, 12,2 gram gula, 2,6 gram serat, dan 0,3

(11)

gram lemak

5. Nanas Ananas

comosus

142 gram (g) air · 13

miligram (mg) kalsium · 12 mg magnesium

· 8 mg fosfor · 109 mg kalium B. Uji Karakteristik Fisik dan Mutu Bahan Pangan

1. Kelompok Serealia dan Kacang-kacangan A. Pengamatan Struktur dan Sifat Fisik

Alat: Mikrometer, timbangan, gelas ukur 100 ml.

Cara Kerja:

1. Warna dan bentuk

Catat warna tiap-tiap bahan dan gambar bentuknya secara utuh.

2. Ukuran

Ukur panjang, lebar dan tebal masing-masing bahan.

3. Berat

Timbang sebanyak 100 butir bahan, nyatakan berat bahan dalam g/100 butir.

B. Pengamatan Mutu 1. % Kotoran

Timbang 25 g, pisahkan kotoran atau benda asing yang terdapat pada bahan. Timbang dan nyatakan dalam %

2) % Kerusakan

Timbang 25 g bahan. Pisahkan bahan yang sudah rusak (patah, hancur, atau cacat). Timbang dan nyatakan dalam %

3) Densitas Kamba

Masukkan bahan ke dalam gelas ukur sampai volumenya mencapai 100 ml. Usahakan pengisiannya sampai benar-benar padat. Keluarkan semua bahan dari gelas ukur dan timbang beratnya. Nyatakan densitas kamba bahan dalam gr/ml.

4) Daya Serap Air pada suhu 80oC

Masukkan 20 ml air dalam gelas kimia 100 ml. Letakkan dalam penangas air 80oC. Timbang 2 g beras kemudian masukkan ke dalam tabung tersebut dan panaskan selama 20 menit, tiriskan dan timbang bahan tersebut setelah dimasak.

5) Rasio Pengembangan 2. Kelompok Daging

A. Keempukan dan Tekstur Daging 1) Pengamatan secara subyektif

Keempukan daging diukur dengan cara dipijit.

2) Pengamatan secara obyektif

Daging dipotong berbentuk kubus (10x10x10) cm dan lakukan pengamatan dengan menggunakan alat penetrometer. Pengamatan

(12)

dilakukan sebanyak 5 kali pada titik yang berbeda. Angka yang diperoleh dirata-ratakan dan kekerasan bahan dinyatakan dalam satuan mm per 10 detik dengan berat bahan tertentu yang dinyatakan dalam gram.

B. Kesegaran Daging 1) Uji Postma

Bahan: Daging sapi, daging kerbau, daging kambing, Bahan Kimia : MgO, aquades.

Alat: Cawan petri diameter 100 mm, gelas piala 250 ml, waring blender, penangas air, kertas lakmus merah, kertas saring.

Cara Kerja:

a. Daging dihancurkan dengan waring blender dengan menambahkan aquades 10 kali bagian daging. Selanjutnya hancuran tersebut disaring untuk mendapatkan filtratnya.

b. Kertas lakmus merah ditempelkan pada bagian dalam tutup cawan petri. Bagian bawah cawan petri diletakkan pada penangas air bersuhu 50 – 60oC.

c. Masukkan 10 ml filtrate kedalamnya dan tambahkan 0,1 g MgO.

Cawan petri segera ditutup.

d. Perhatikan selama 3 – 5 menit perubahan warna kertas lakmus dari merah muda menjadi biru muda.

e. Bila terjadi perubahan warna kertas lakmus merah menjadi biru menandakan adanya pembebasan NH3 yang berarti daging mulai membusuk.

2) Uji H2S

Bahan: Daging sapi, daging kerbau, daging kambing Bahan kimia : Pb asetat 10%.

Cara Kerja:

a. Potong daging sebesar kacang tanah dan taruh dalam cawan petri b. Tutup dengan kertas saring dan tetesi dengan larutan Pb asetat.

c. Tutup cawan petri dan biarkan sedikit terbuka.

d. Tunggu kira-kira 3 – 5 menit dan perhatikan terbentuknya warna coklat pada bekas tetesan Pb asetat.

3) Uji Eber

Bahan: Daging sapi, daging kerbau, daging kambing,

Bahan kimia : reagent Eber (1 bagian HCl pekat, 3 bagian alkohol 90%, 1 bagian ether).

Alat: Tabung reaksi.

Cara Kerja:

a. Masukkan 3 – 5 ml reagent Eber ke dalam tabung reaksi.

b. Daging dipotong-potong kira-kira sebesar kacang tanah, kemudian tusukkan pada ujung kawat atau lidi dan ujung lainnya tusuk dengan penyumbat gabus.

c. Masukkan kedalam tabung reaksi dengan hati-hati jangan sampai menyentuh dinding tabung, dan gabusnya disumbatkan pada tabung reaksi.

(13)

d. Perhatikan terbentuknya gelembung warna putih.

e. Adanya gelembung warna putih menandakan adanya gas NH3 dari hasil pembusukan.

3. Kelompok Unggas

A. Komposisi Fisik Karkas

Bahan: Ayam buras, ayam ras, ayam afkir, itik.

Cara Kerja:

1. Masing-masing karkas dipotong-potong untuk mendapatkan bagian sayap, punggung, dada, paha, kaki dan kepala. Bagian-bagian ini ditimbang dan dihitung persentasenya terhadap berat karkas keseluruhan.

2. Lakukan pemisahan kulit, tulang, daging, lemak dan jaringan ikat. Masing- masing komponen ini ditimbang dan dihitung persentasenya terhadap berat masing-masing bagian dan berat karkas keseluruhan.

3. Hitung komposisi zat gizi ayam secara perhitungan konversi DKBM.

B. Kesegaran Unggas 1) Uji Postma

Bahan: daging ayam

Bahan Kimia : MgO, aquades.

Alat: Cawan petri diameter 100 mm, gelas piala 250 ml, waring blender, penangas air, kertas lakmus merah, kertas saring.

Cara Kerja:

a. Daging dihancurkan dengan waring blender dengan menambahkan aquades 10 kali bagian daging. Selanjutnya hancuran tersebut disaring untuk mendapatkan filtratnya.

b. Kertas lakmus merah ditempelkan pada bagian dalam tutup cawan petri. Bagian bawah cawan petri diletakkan pada penangas air bersuhu 50 – 60oC.

c. Masukkan 10 ml filtrate kedalamnya dan tambahkan 0,1 g MgO.

Cawan petri segera ditutup.

d. Perhatikan selama 3 – 5 menit perubahan warna kertas lakmus dari merah muda menjadi biru muda.

e. Bila terjadi perubahan warna kertas lakmus merah menjadi biru menandakan adanya pembebasan NH3 yang berarti daging mulai membusuk.

2) Uji H2S

Bahan: daging ayam

Bahan kimia : Pb asetat 10%.

Cara Kerja:

a. Potong daging sebesar kacang tanah dan taruh dalam cawan petri b. Tutup dengan kertas saring dan tetesi dengan larutan Pb asetat.

c. Tutup cawan petri dan biarkan sedikit terbuka.

d. Tunggu kira-kira 3 – 5 menit dan perhatikan terbentuknya warna coklat pada bekas tetesan Pb asetat.

(14)

4. Kelompok Ikan

A. Struktur Fisik dan Sifat Ikan dan Hasil Perikanan Lain Bahan: Ikan laut, ikan darat, kepiting, udang, cumi-cumi.

Cara Kerja:

1. Amati bentuk masing-masing hasil perikanan dan gambar bentuk utuhnya.

2. Lepaskan bagian sisik, kulit. Amati bagian dalam atau dagingnya.

B. Menghitung Bagian yang Dapat Dimakan

Tidak semua hasil perikanan layak untuk dikonsumsi. Untuk mengetahui berapa persen sebenarnya bagian yang layak untuk dimakan perlu dilakukan pemisahan. Bagian-bagian yang umum dibuang antara lain yaitu sisik, kulit, cangkang, isi perut, ekor dan sirip serta kepala dan tulang.

Bahan: Ikan laut, ikan darat, kepiting, udang, cumi-cumi.

Alat: timbangan Cara Kerja:

1. Ikan

Cuci ikan sampai bersih dan timbang berat utuhnya. Pisahkan bagian sisik, ekor, sirip, kepala, insang serta isi perutnya. Pisahkan dagingnya dan cuci sampai bersih dan tiriskan. Timbang berat daging dan hitung persentase berat daging terhadap berat utuh.

2. Kepiting, udang

Cuci bahan sampai bersih kemudian tiriskan dan timbang berat utuh masing- masing bahan. Pisahkan bagian kulit atau cangkang, kulit kepala (udang).

Timbang berat bagian yang layak untuk dimakan. Nyatakan sebagai persentase terhadap berat utuh.

3. Cumi-cumi

Cuci bahan sampai bersih kemudian tiriskan dan timbang berat utuhnya.

Buang isi perutnya. Cuci sekali lagi tiriskan dan timbang beratnya. Nyatakan berat bagian yang layak untuk dimakan sebagai persentase terhadap berat utuh.

C. Komposisi Zat Gizi

Komposisi zat gizi ikan sangat bervariasi tergantung jenis atau spesies, umur, jenis kelamin dan musim. Ikan mengandung air sekitar 70%, protein 20%, lemak 0,1 – 20%, karbohidrat 1% dan mineral 1%. Kandungan lemak ikan mempunyai kisaran yang lebar.

Bahan: Ikan laut, ikan darat, kepiting, udang, cumi-cumi.

Cara Kerja:

Hitung kandungan zat gizi dari bahan yang anda amati secara perhitungan konversi dengan DKBM.

D. Kesegaran Ikan

Bahan: Ikan yang masih hidup, ikan mati (baik), ikan busuk, ikan beku.

1. Pengamatan secara subyektif

Pengamatan subyektif dilakukan terhadap warna, mata, kulit, tekstur, sisik, insang dan aroma.

2. Pengamatan secara obyektif a. Uji Postma

(15)

Bahan: Ikan laut, ikan darat, kepiting, udang, cumi-cumi, MgO Bahan kimia : MgO

Alat: Cawan petri diameter 100 mm, gelas piala 250 ml, penangas air, kertas lakmus merah, kertas saring.

Cara Kerja:

1. Daging ikan dihancurkan dengan waring blender dengan menambahkan aquadest 10 kali bagian daging. Selanjutnya hancuran ikan tersebut disaring untuk mendapatkan filtratnya.

2. Kertas lakmus merah ditempelkan pada bagian dalam tutup cawan petri. Bagian bawah cawan petri diletakkan pada penangas air bersuhu 50 – 600C.

3. Masukkan 10 ml filtrate kedalamnya dan tambahkan 0,1 gr MgO. Cawan petri segera ditutup.

4. Perhatiakn selama 3 – 5 menit perubahan warna kertas lakmus dari merah muda menjadi biru muda.

5. Bila terjadi perubahan warna kertas lakmus merah menjadi biru, menandakan adanya pembebasan NH3 yang berarti ikan mulai membusuk.

b. Uji H2S

Bahan: ikan laut, ikan darat, udang, kepiting, cumi-cumi, Bahan kimia : Pb asetat 10%

Alat: cawan petri, kertas saring, pipet tetes.

Cara kerja:

1. Potong ikan sebesar kacang tanah dan taruh dalam cawan petri.

2. Tutup dengan kertas saring dan tetesi dengan larutan Pb asetat.

3. Tutup cawan petri dan biarkan sedikit terbuka.

4. Tunggu kira-kira 3 – 5 menit dan perhatikan terbentuknya warna coklat pada bekas tetesan Pb asetat.

c. Uji Eber

Bahan : ikan laut, ikan darat, udang, kepiting, cumi-cumi,

Bahan Kimia : reagent Eber (1 bagian HCl pekat, 3 bagian alkohol 90%, 1 bagian ether).

Alat : tabung reaksi, penyumbat gabus, kawat, pipet 5 ml, karet penghisap.

Cara kerja:

a. Masukkan 3 – 5 ml reagent Eber kedalam tabung reaksi.

b. Daging dipotong-potong kira-kira sebesar kacang tanah, kemudian tusukkan pada ujung kawat atau lidi dan ujung lainnya tusuk dengan penyumbat gabus.

c. Masukkan kedalam tabung reaksi dengan hati-hati jangan sampai menyentuh dinding tabung, dan gabusnya disumbatkan pada tabung reaksi.

d. Perhatikan terbentuknya gelembung warna putih.

e. Adanya gelembung warna putih menandakan adanya gas NH3 dari hasil pembusukan.

5. Kelompok Susu A. JENIS SUSU

(16)

Bahan: susu segar sapi, susu segar kambing, susu pasteurisasi, susu kental manis.

Uji Warna, rasa dan bau

Cara Kerja : Amati warna, rasa dan bau susu secara organoleptic

Warna susu berkisar antara putih kebiruan sampai kuning keemasan, bergantung jenis hewan, pakan dan jumlah lemak atau padatan dalam susu.

Dalam jumlah besar, susu tampak keruh dalam bentuk lapisan tipis, susu tampak sedikit transparan.

Susu dengan kadar lemak rendah atau susu yang sudah dipisahkan lemaknya berwarna kebiru-biruan. Warna putih susu merupakan refleksi cahaya atau globulin, lemak, kalsium, kaseinat dan koloid fosfat. Karoten adalah pigmen yang menyebabkan warna kuning susu. Pigmen lain yang larut dalam susu tetapi hanya tampak pada bagian whey dan menyebabkan warna kehijauan.

Dalam susu normal, warna riboflavin tertutup komponen lain.

B. KUALITAS SUSU 1. Uji reductase

Uji ini dikenal dengan Uji Reduksi Biru Metilen (Methylen Blue Reduktion Test). Enzim reduktase dari mikroba mereduksi metilen biru menjadi metilen putih (tak berwarna). Waktu mereduksi warna ekivalen dengan jumlah mikroba dalam susu tersebut.

Bahan : susu segar

Alat: Penangas air, pengukur waktu, larutan biru metilen, pipet 10 ml steril, pipet 1 ml steril, tabung reaksi steril.

Cara kerja:

a. Masukkan 10 ml susu pada tabung reaksi bertutup dan tempatkan pada penangas air bersuhu 370C selama 2 jam.

b. Setelah suhu susu stabil, masukkan larutan metilen biru pada tabung reaksi tersebut sebanyak 1 ml.

c. Tabung reaksi ditutup dan dibalik perlahan agar metilen biru tercampur rata.

d. Waktu mulai dihitung pada saat penambahan larutan biru metilen.

e. Apabila 4/5 bagian campuran sudah memucat atau warnanya lenyap, maka pengujian sudah selesai dan waktunya dicatat.

2. Uji Katalase

Susu selain mengandung enzim oksidase dan peroksidase, susu juga mengandung enzim katalase, fosfatase dan enzim lain. Enzim katalase dapat mendekomposisi hydrogen peroksida (H2O2) menjadi molekul air dan oksigen. Uji katalase dapat digunakan untuk mengetahui keaslian susu mentah.

Bahan : susu segar

Bahan kimia: larutan H2O2 0,5%.

Alat: pipet 10 ml, pipet 5 ml, tabung katalase.

Cara kerja:

1. Masukkan pada tabung katalase 10 ml susu dan 5 ml larutan hydrogen peroksida 0,5%.

2. Inkubasikan pada suhu 370C selama 3 jam

(17)

3. Maksimum angka katalase 1.000 ml 3. Uji Alkohol

Susu yang mengandung lebih dari 0,2% asam atau kalsium dan magnesium dalam jumlah yang tinggi, akan terkoagulasi dengan penambahan alkohol. Kenyataan ini menjadi dasar uji alkohol untuk menentukan mutu susu. Koagulasi susu oleh alkohol juga disebabkan oleh faktor lain, misalnya adanya penyakit pada ambing, kolestrum dan rennin yang dihasilkan mikroba.

Bahan : susu segar (sapi, kambing)

Bahan kimia: alkohol 50%, alkohol 70%, alkohol 90%.

Alat: tabung reaksi, pipet 2 ml.

Cara kerja:

a.Masukkan dalam tabung reaksi 2 ml susu dan 2 ml alkohol 50%, alkohol 70% dan alkohol 90%.

b. Bila susu terkoagulasi pada

- Alkohol 50% berarti susu tersebut sudah rusak - Alkohol 70% berarti susu tersebut sudah mulai rusak - Alkohol 90% berarti susu tersebut masih baik

C. Kelompok Telur

A. Pengamatan Fisi Telur Utuh

Bahan: telur ayam ras, telur ayam buras, telur itik, telur puyuh.

Alat: jangka sorong, timbangan Cara kerja:

1. Amati tiap-tiap jenis telur mengenai warna, kekerasan permukaan telur 2. Ukur diameter dan panjang telur

3. Timbang untuk mengetahui kisaran beratnya.

B. Pengamatan Struktur Fisik Telur

Telur tersusun dari kulit, kantung udara dan isi yang terdiri dari putih telur dan kuning telur.

Bahan: Bahan: telur ayam ras, telur ayam buras, telur itik, telur puyuh.

Alat: alas kaca bening, micrometer, timbangan.

Cara kerja:

a. Timbang telur dan pecahkan pada alas kaca.

b. Pisahkan putih telur dengan kuning telur.

c. Timbang putih telur dan kuning telur dan hitung persentasenya terhadap berat utuh telur.

C. Kualitas Telur

1. Pemeriksaan candling

2. Perendaman dalam air atau air garam 10%

3. Pemeriksaan is telur 4. Porositas telur

D. Kelompok Minyak dan Lemak

Bahan: Minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak kedelai, minyak kacang tanah

(18)

Bahan kimia : asam asetat / alkohol.

Alat: Hot plat, thermometer, gelas beaker.

Cara Kerja:

1. Warna

Amati warna masing-masing jenis minyak secara subyektif. Sebutkan jenis pigmen yang terdapat pada minyak tersebut.

2. Odor / aroma

Kenali odor/aroma masing-masing jenis minyak.

3. Turbidity point (titik kekeruhan)

Masukkan sejumlah contoh pada gelas piala yang berisi asam asetat atau alkohol.

Panaskan sampai terbentuk larutan yang jernih. Tempatkan thermometer pada gelas piala. Dinginkan perlahan-lahan sampai terlihat Kristal-kristal halus lemak. Suhu saat terbentuk Kristal halus dicatat sebagai titik turbidity point.

E. Kelompok Buah dan Sayuran

A. Pengamatan Sifat Fisik Buah dan Sayuran

Bahan: Buah: mangga, apel, jeruk, alpukat, pisang, pepaya, semangka, melon, salak, lengkeng. Sayuran: wortel, kangkung, terong, tomat, kubis, bayam, kacang panjang, buncis, labu waluh, bunga kol.

Alat: penetrometer, jangka sorong, timbangan.

Cara Kerja:

1. Warna, aroma dan rasa

Amati warna, aroma dan penampakan secara umum bahan yang disediakan. Lakukan pencicipan untuk mengetahui rasanya (khusus buah).

2. Bentuk

Gambar bahan yang diamati dan berikan keterangan secukupnya.

3. Berat dan ukuran

Timbang semua bahan yang disediakan. Ukur panjang, lebar dan tebal bahan.

4. Kekerasan

4.1. Secara subyektif

Lakukan pengamatan terhadap kekerasan dengan cara dipijit menggunakan jari tangan.

4.2. Secara obyektif

Lakukan pengamatan dengan menggunakan alat penetrometer.

Pengamatan dilakukan sebanyak 5 kali pada titik yang berbeda.

Angka yang diperolah dirata-ratakan dan kekerasan bahan dinyatakan dalam satuan mm per 10 detik dengan berat bahan tertentu yang dinyatakan dalam gram.

B. Menghitung jumlah Bagian yang Dapat Dimakan (BDD)

Menghitung jumlah bagian yang dapat dimakan penting diketahui dalam perhitungan rendemen produksi hasil olahan sayur atau buah.

Bahan: Buah: mangga, apel, jeruk, alpokat, pisang, papaya, semangka, melon, salak, lengkeng. Sayuran: wortel, kangkung, terong, tomat, kubis, bayam, kacang panjang, buncis, labu waluh, kembang kol.

(19)

Alat: pisau, timbangan.

Cara Kerja:

Timbang bahan yang anda amati, setelah itu pisahkan bagian-bagian yang biasa dimakan dan yang tidak dimakan. Timbang bagian yang dapat dimakan dan nyatakan dalam persen terhadap berat utuh.

C. Karakteristik fisik dan mutu bahan pangan 1. Kelompok Serealia

a. Beras

Menurut Wibowo, dkk. secara umum karakter beras dipengaruhi oleh beberapa factor genetic dan lingkungan. Factor genetic padi merupakan factor utama yang menentukan karakter gabah dan beras. Ukuran dan bentuk, warna, pengapuran, kandungan amilosa-amilopektin, konsistensi gel, suhu gelatinisasi, dan aroma beras merupakan karakter yang diturunkan secara genetic. Sedangkan factor lingkungan yang mempengaruhi karakter varietas antara lain adalah butir kuning rusak, butir hijau mengapur, butir retak, dan kadar air beras.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31/ Permentan/ PP.130/ 8/

2017 beras dibedakan berdasarkan kelas mutu beras, yang terdiri dari beras medium dan beras premium. Adapun kelas mutu beras sebagai berikut.

Klasifikasi Mutu Beras No

.

Komponen Mutu Satuan Kelas Mutu

Medium Premium

1. Derajat Sosoh (minimal)

% 95 95

2. Kadar Air (maksimal) % 14 14

3. Beras kepala (minimal) % 75 85

4. Butir patah (maksimal) % 25 15

5. Total butir beras lainnya (maksimal) terdiri atas butir menir, merah, kuning/ rusak kapur

% 5 0

6. Butir gabah (maksimal)

(Butir/100 g) 1 0

7. Benda lain (maksimal) % 0,05 0

Derajat sosoh adalah tingkat lepasnya lapisan bekatul, Lembaga dan sedikit endosperm dari butian beras. Persentase derajat sosoh baik pada beras medium maupun premium yaitu minimal 95%. Penilaian derajat sosoh yaitu bisa dengan perhitungan berat bekatul yang terlepas setelah proses penyosohan, menggunakan pembanding standar derajat sosoh beras, secara visual dengan bantuan alat kaca pembesar, dan mengunakan alat Satake Milling Meter MM- 1C atau whiteness meter. Sedangkan beras kepala yaitu jumlah biji utuh setelah penggilingan, yang diperoleh dari pemisahan butir gabah dengan

(20)

menggunakan alat Rice Grader atau manual (pengayakan). Persentase beras kepala untuk beras medium yaitu minimal 75% dan beras premium sebesar 85%. Semakin banyak beras kepala semakin bagus kualitas beras tersebut.

Selain itu kemurnian beras berhubungan dengan keberadaan benda asing di antara biji. Benda asing meliputi bahan selain padi yaitu termasuk batu, biji gulma, tanah, Jerami, tangkah, dan sekam. Kadar benda asing pada beras medium yaitu maksimal 0,05%, sedangkan beras premium paling tinggi tidak terdapat benda asing di dalamnya.

Menurut Zahara, dkk (2016) kualitas beras dipengaruhi oleh beberapa factor seperti mutu fisik, mutu tanak, dan mutu rasa. Mutu rasa dan mutu tanak beras umumnya dipengaruhi oleh karakter pati biji beras. Kandungan amilosa dan konsistensi gel mempengaruhi mutu rasa dan mutu tanak secara langsung.

Kandungan amilosa mempengaruhi tekstur nasi. Beras dengan kandungan amilosa tinggi akan menghasilkan nasi dengan volume pengembangan yang tinggi, tekstur yang keras dan kering. Beras dengan kandungan amilosa tinggi akan menghasilkan nasi dengan volume pengembangan yang tinggi, tekstur keras dan kering. Semakin tinggi kadar amilosa beras semakin pera tekstur nasi dan semakin rendah amilosa beras semakin pulen tekstur nasi.

b. Jagung

Terdapat beberapa persyaratan mutu jagung baik kualitatif maupun kuantitatif yang sudah ditetapkan berdasarkan Standar Mutu Jagung menurut SNI No. 01- 3920-1995. Persyaratan kualitatif meliputi biji jagung harus bebas dari hama dan penyakt, biji jagung harus bebas dari bau busuk, masam, apek, atau bau asing lainnya, biji jagung harus bebas dari tanda-tanda adanya bahan kimia yang membahayakan, baik secara visual maupun secara organoleptic.

Sedangkan persyaratan kuantitatif pada umumnya meliputi komponen kadar air, butir rusak, butir warna lain, butir pecah, dan kotoran. Persyaratan kuantitatif dapat dikategorikan dalam kelas mutu I, mutu II, dan mutu III dengan persyaratan sebagai berikut.

Klasifikasi Mutu Jagung

Komponen Mutu I Mutu II Mutu III

Kadar air

(maksimal) 14% 14% 15%

Butir rusak (maksimal)

2% 4% 6%

Butir warna lain (maksimal)

1% 3% 7%

Butir pecah (maksimal)

1% 2% 3%

Kotoran (maksimal)

1% 1% 2%

c. Gandum

Gandum (Triticum sp) merupakan kelompok tanaman serealia dari suku padi- padian yang banyak mengandung karbohidrat. Umumnya biji gandum

(21)

berbentuk oval dengan Panjang 6-8 mm dan diameter 2-3 mm. gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian ayitu bagian kulit (bran), endosperma, dan lembaga (germ). ran merupakan lapisan kasar terluar dari biji. Bran memiliki 50% hingga 80% mineral dalam biji, meliputi besi, seng, tembaga, dan magnesium, juga cukup banyak serat, vitamin B, sedikit protein, senyawa fitokimia, dan komponen bioaktif lainnya.

Endosperma kaya akan karbohidrat dan protein (contoh: gluten) dengan sedikit vitamin B, sehingga endosperma memberikan asupan energi cukup besar. Germ meru=]

\n bagian terkecil dari ketiga komponen, namun kaya akan mikro min. Syarat Mutu Gandum dapat dilihat dari keadaan seperti berikut:

1. Mulus, tidak pecah atau terpotong.

2. Dilihat dari bentuknya lonjong seperti bentuk serealia pada umumnya.

3. Dilihat dari ukuran berisi, tidak kosong pada bagian dalam.

4. Dilihat dari bau tidak tengik 5. Penampakan utuh

6. Hasil gilingan bersih tidak tertinggal kulitnya.eral, lemak tak jenuh, vitamin B, antioksidan, dan senyawa fitokimia.

d. Sorghum

Sorghum memiliki ciri-ciri fisik yaitu butir bijinya berbentuk bulat ukuran 4,0 x 2.5 x 3.5 mm. strukturnya terdiri atas tiga bagian utama yaitu lapisan luar, embrio, dan endosperm. Warna bijinya dipengaruhi oleh warna dan ketebalan kulit (pericarp), terdapatnya testa serta tekstur dan warna endosperm. Warna biji sorghum sangan bervariasi, mulai dari putih, kuning hingga merah, coklat, dan ungu.c. Produktifitas batang tanaman sorgum berkisar antara 30-50 tha sedangkan daun segar7-13 tha Efendi et al. Sorgum rumput grass sorghum.

Digunakan sebagai bahan industri sapusikat.

Pemanenan juga dapat dilakukan setelah terlihat adanya ciri-ciri seperti daun- daun berwarna kuning dan mengering biji-biji bernas dan keras serta berkadar tepung maksimal. Pemanenan juga dapat dilakukan setelah melihat adanya ciri-ciri seperti daun-daun berwarna kuning dan mengering biji-biji bernas dan keras serta berkadar tepung maksimal. Daun sorgum berbentuk lurus memanjang.

e. Oat

Oat memliki bentuk bulat Panjang, oat berwarna kuning bersih, aromanya khas aroma oat.

2. Kelompok Kacang-kacangan a. Kacang Tanah

Dewan Standar Nasional (DSN) telah menetapan standar mutu fisik untuk polong dan biji (ose) kacang tanah dalam tiga kategori mutu, yaitu muti I, mutu II, mutu III yang masing-masing memiliki kriteria dan persyaratan khusus. Sedangkan persyaratan yang berlaku umumuntuk ketiga kategori mutu tersebut adalah bebas hama penyakit (kutu ulat, telur, kepompong hama da

(22)

mycelia atau spora jamur), bebas bau busuk, asam, apek, dan bau asing lainnya, bebas bahan kimia (insektisida dan fungisida) yang semuanya dilakukan secara organoleptic (penglihatan, penciuman) dan suhu ruang.

Berikut ini kriteria khusuh standar mutu fisik kacang tanah polong dan kacang tanah biji. Untuk itu, perlu dipahami definisi untuk masing-masing kriteria mutu tersebut,

antara lain:

Kadar air, merupakan jumlah air yang dikandung biji kacang tanah yang dinyatakan dalam persentase berat basah. Pengukuran kadar air dapat dilakukan dengan “moisture tester” yang telah dikalibrasi, distilasi dengan toluene (AOAC 9254), atau Monograf Balitkabi No. 13 395 metode oven.

Untuk kadar air kacang tanah polong, yang diukur adalah kadar air biji setelah polong dikupas.

1. Butir rusak, adalah biji kacang tanah yang berlubang bekas serangan hama, pecah/luka karena mekanis, biologis, fisis dan enzimatis, seperti berkecambah, busuk, berbau, berubah warna dan bentuk.

2. Butir belah, adalah biji kacang tanah yang kulit ari bijinya terlepas dan keping-keping bijinya terlepas atau tergeser.

3. Butir warna lain, adalah biji kacang tanah yang berwarna selain dari warna aslinya, disebabkan perbedaan varietas.

4. Butir keriput, adalah biji kacang tanah yang berubah bentuknya menjadi keriput, termasuk biji muda atau yang tidak sempurna pertumbuhannya.

5. Kotoran, adalah benda-benda asing, seperti kerikil, pasir, tanah, potongan/sisa batang, daun, kulit polong, biji-bijian lain yang bukan kacang tanah, kotoran lainnya.

6. Diameter biji, adalah ukuran garis tengah terpendek dari biji kacang tanah, diukur dengan Dial caliper atau jangka sorong.

7. Polong keriput, polong kacang tanah yang berubah bentuknya dan menjadi keriput (polong muda dan/atau yang tidak sempurna pertumbuhannya).

8. Polong rusak, adalah polong kacang tanah yang kulitnya rusak/pecah, terserang hama, dan terserang penyakit/berjamur.

9. Polong berbiji satu, adalah polong yang berisi satu biji kacang tanah.

10. Rendemen, adalah hasil persentase bobot biji kacang tanah keseluruhan yang diperoleh dari hasil pengupasan kacang tanah polong.

Standar mutu fisik kacang tanah polong (gelondong)

No. Jenis Uji Satuan Persyaratan Mutu

I II III

1. Kada air (maks) % 8 9 9

2. Kotoran (maks) % 1 2 3

3. Polong keriput

(maks) % 2 3 4

4. Polong rusak (maks)

% 0,5 1 2

5. Polong berbiji satu (maks)

% 3 4 5

6. Randemen (min) % 65 62,5 60

(23)

Standar mutu fisik kacang tanah biji (ose)

No. Jenis Uji Satuan Persyaratan Mutu

I II III

1. Kadar air (maks) % 6 7 8

2. Butir rusak

(maks) % 0 1 2

3. Butir belah (maks)

% 1 5 10

4. Butir warna lain (maks)

% 0 2 3

5. Butir keriput (maks)

% 0 2 4

6. Kotoran (maks) % 0 0,5 3

7. Diameter (min) % 8 7 6

b. Kacang ercis

Karakteristik fisik biji ercis (UPOV, 2014) terdiri dari karakter kualiatif dan karakter kuantitaif. Biji ercis memiliki beragam warna yaitu hijau, kuning, dan jingga. Sedangkan bentuk biji yang dimaksud terbagi menjadi 4 jenis yakni sebagai berikut:

1. Oval

Bentuk biji yang seperti ini sangat lemah sehingga tidak mempunyai lengkungan jelas karena tekanan pada permukaan radikula atau distal.

2. Silinder

Bentuk biji ini ada tekanan pada permukaan radikula maupun distal.

Berbentuk

persegi atau melengkung pada bagian sisi atas dan bawahnya.

3. Rhomboid

Bentuk biji tertekan secara tidak beraturan pada permukaan radikula dan distal, tetapi juga tertekan secara tidak beraturan pada permukaan abaxial.

4. Tidak beraturan

Merupakan jenis biji yang ditekan secara tidak beraturan seluruhnya, dan merupakan bentuk yang berbeda dari bentuk-bentuk lainnya yang telah dijelaskan.

c. Kacang merah

Kacang merah merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang memiliki kandungan pati serta serat yang tinggi yang mudah diperoleh di Indonesia.

Ada beberapa jenis kacang merah diantaranya adalah kacang adzuki (kacang merah kecil), red kidney bean (kacang merah ukuran besar) dan red bean.

Kacang adzuki: kacang ini berukuran kecil, dengan warna merah tua. Kacang ini berasal dari Asia, terutama di Jepang dan China. Polong tumbuh 4 sampai 5 inci (10-12,5 cm) dan masa panennya pada bulan November sampai Desember. Kacang ini memiliki rasa manis sehingga sering dibuat menjadi pasta kacang merah untuk bahan isian roti atau kue, sebagai makanan penutup, maupun difermentasikan (Feby, 2016).

(24)

Red bean memiliki ukuran sedang dengan bentuk seperti ginjal dan warna merah gelap. Red bean memiliki tekstur yang lebih halus dibandingkan kidney bean dan berasal dari Amerika Tengah dan Selatan (Feby, 2016). Sedangkan Kidney bean atau Cannellini bean (kacang merah ukuran besar): kacang berbentuk ginjal, memiliki ukuran yang lebih besar dan tekstur yang lembut.

Kacang ini berwarna merah daging dan memiliki rasa yang hambar. Cannellini bean merupakan kacang merah putih. Kidney bean diolah sebagai salad ataupun sup, direbus, bahan tambahan dalam membuat cabai, rendang. Ketika dimasak, kidney bean akan mempertahankan bentuk semulanya kecuali jika dihancurkan (Feby, 2016).

d. Kacang mete

Kacang mete umumnya memiliki warna putih kecoklatan. Ciri-ciri kacang mete yang bagus yaitu salah satunya tidak ada bercak dan tidak memiliki lubang. Kacang mete yang berbercak atau berlubang merupakan tanda mete sudah terkontaminasi kotoran atau kutu. Terdapat beberapa penggolongan mutu kacang mete yang terbagi menjadi beberapa grade.

Jenis Kacang Mete yang termasuk dalam Grade I, bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

 Kacang Mete utuh seleuruhnya, tanpa cacat, tidak terdapat bintik hitam atau cokelat karena serangan hama atau cendawan.

 Kacang Mete cukup kering dengan kadar air maksimal 5%.

 Kacang Mete sudah tua.

 Kacang Mete tidak tercampur dengan biji yang busuk.

 Kacang Mete berwarna putih, pucat, atau kelabu terang.

 Kacang Mete tidak tercampur kotoran atau benda-benda asing.

 Kacang Mete rusak akibat pengangkutan ke pasa kurang dari 10%.

Jenis Kacang Mete yang termasuk dalam Grade II, dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

 Kacang Mete tidak utuh, yaitu kacang mete yang sebagian kecil sudah pecah, tidak terdapat

 bintik hitam atau cokelat karena serangan hama atau cendawan.

 Kacang Mete cukup kering dengan kadar air maksimal 5%.

 Kacang Mete sudah tua.

 Kacang Mete berwarna putih, pucat, atau agak putih, atau kelabu terang.

 Kacang Mete tidak tercampur dengan kacang mete yang busuk.

 Kacang Mete rusak akibat pengangkutan ke pasa kurang dari 10%.

Jenis Kacang Mete yang termasuk dalam Grade III, dapat dibedakan dengan melihat ciri-ciri sebagai berikut:

 Kacang Mete pecah terbelah memanjang menjadi dua bagian (kacang mete belahan utuh), tidak

 terdapat bintik hitam atau cokelat karena serangan hama atau cendawan.

 Kacang Mete cukup kering dengan kadar air maksimal 5%.

(25)

 Kacang Mete sudah tua.

 Kacang Mete berwarna putih, pucat atau agak putih, atau kelabu terang.

 Kacang Mete tidak bercampur dengan kacang mete yang sudah busuk.

 Kacang Mete tidak tercamput kotoran atau benda –benda asing.

3. Kelompok Daging a. Daging Sapi

No

, Faktor Penilaian Mutu A Mutu B Mutu C

1. Penampakan tulang dada

Punggung Kaki Sayap

Normal Agak

menyimpang

Abnormal

2. Lemak Banyak Sedang Sedikit

3. Warna daging Merah

terang

Merah kegelapan

Merah gelap

4. Tekstur Halus Sedang Kasar

5. Warna lemak Putih Putih

kekuningan Kuning 6. Perubahan warna Bebas dari

memar dan freeze burn

Ada satu memar atau freeze burn

dengan diameter kurang dari 2

cm di bagian selah daerah

prime cut

Ada satu memar atau freeze burn lebih dari dua cm di bagian selain daerah prime cut dan atau ada lebih dari

satu memar dengan diameter kurang dari 2

cm selain pada prime

cut

7. Konformasi Cekung-

agak cekung Rata-

cembung Sangat

cembung b. Daging kambing

Ciri khas daging kambing yaitu memiliki bau yang menurut sebagian orang menganggu serta memiliki tekstur yang alot dan keras.

No .

Faktor Penilaian Mutu A Mutu B Mutu C

1. Penampakan Agak lembab Agak kering kering

(26)

2. Tekstur Lembut dan

kompak Agak keras dan kurang kompak

Keras dan tidak kompak

3. Warna Merah khas

daging dan homogen

Merah khas daging dan

agak homogem

Merah khas daging dan

heterogen

4. Lemak Panggul Tebal Agak tipis Tipis

5. Umur Muda/

dewasa

Muda/

dewasa

Muda/

dewasa

6. Salmonela Negatif Negatif Negatif

7. E.Coli Negatif Negatif Negatif

8. Spesifik Spesifik Spesifik Spesifik

c. Daging kelinci

Daging kelinci memiliki serat yang halus dan warna sedikit pucat, sehingga dapat dikemlompokkan dalam golongan daging putih seperti halnya ayam yang memiliki kadar lemak rendah dan glikogen tinggi. Terdapat beberapa karakteristik daging kelinci yang baik sebagai berikut.

1. Warna daging putih kemerahan dan cerah (relatif lebih merah daripada daging ayam)

2. Bau tidak menyimpang (tidak berbau amis, menyengat dan asam) 3. Permukaan daging lembab (tidak kering dan tidak basah)

4. Permukaan daging bersih dan tidak ada darah.

5. Serabut daging relatif halus.

6. Daging disimpan dalam kondisi dingin (suhu 1 – 10 derajat celcius).

d. Daging kuda

Rasa daging kuda sangat khas, merupakan perpaduan daging sapi dan rusa.

Seperti hewannya yang perkasa, serat daging kuda sangat banyak dan rasa dagingnya manis. Daging kuda yang masih muda berwarna lebih terang dan empuk. Daging kuda yang tusa memiliki aroma lebih harum. Berikut ini beberapa karakteristik fisik dan mutu daging kuda yang baik.

1. Warna daging kecoklatan, bila terkena udara luar warna daging menjadi gelap.

2. Serat-serat kasar dan panjang.

3. Konsistensi padat.

4. Diantara serat tidak terdapat lemak.

5. Lemak berwarna kuning emas dengan konsistensi lunak karena banyak mengandung oleine.

e. Daging babi

Daging babi banyak mengandung lemak dan warna dagingnya cenderung berwarna merah keputihan. Berikut ini ciri-ciri daging babi yang baik.

1. Warna daging merah muda keabuan dan cerah.

2. Bau tidak menyimpang (tidak berbau amis, menyengat dan asam) 3. Permukaan daging lembab (tidak kering dan tidak basah)

4. Permukaan daging bersih dan tidak ada darah.

(27)

5. Serabut daging relatif halus.

6. Daging disimpan dalam kondisi dingin (suhu 1 – 10 derajat celcius).

7. Kadang daging bersatu dengan lemak dan kulit.

4. Kelompok Unggas a. Ayam

No .

Faktor Penilaian Mutu A Mutu B Mutu C

1. Konformasi Sempurna Ada sedikit

kelainan pada tulang

dada atau paha

Ada kelainan pada tulang

dada dan paha

2. Lemak Banyak Banyak Sedikit

3. Keutuhan Utuh Tulang utuh,

kulit sobek sedikit, tetapi tidak pada bagian

dada

Tulang ada yang patah, ujung saya terlepas ada

kulit yang sobek pada bagian dada 4. Perubahan warna Bebas dari

memar dan atau “freeze

burn”

Ada memar sedikit tetapi

tidak pada bagian dada

dan tida

“freeze burn”

Ada memar sedikit tetapi tidak ada “freeze

burn”

5. Perdagingan Tebal Sedang Tipis

6. Kebesihan Bebas dari

bulu tunas (pin feather)

Ada bulu tunas sedikit

yang menyebar, tetapi tidak pada bagian

dada

Ada bulu tunas

b. Kalkun

Kalkun memiliki ciri daging yang lebih keras dibandingkan dengan ayam.

Tetapi dibanding daging ayam kampung dan daging ternak lainnya, daging kalkun mempunyai keunggulan dagingnya yang lezat dan proteinnya tinggi, kandungan lemak dan kolesterol lebih rendah. Sehingga termasuk salah satu jenis aneka ternak unggas yang layak dikembangkan sebagai sumber protein yang tinggi.

c. Burung puyuh

Daging puyuh yang segar adalah yang masih mengandung banyak kadar air.

Untuk melihat apakah daging masih segar atau tidak Ladies dapat melihat dari

(28)

tekstur kulitnya. Jika kulit dari daging puyuh tampak berwarna pucat tapi mengkilat baik, itu tandanya bahwa daging puyuh tersebut masih segar.

d. Bebek

Daging bebek memiliki tekstur yang lebih liat, baunya lebih amis, dan ketika diolah penanganannnya lebih rumit. Namun, rasanya lebih gurih dibandingkan dengan daging lain.

5. Kelompok Ikan a. Ikan bandeng

Ikan bandeng (Chanos chanos) mempunyai ciri-ciri morfologi badan memanjang, agak pipih, tanpa skut pada bagian perutnya, mata diseliputi lendir mempunyai sisik besar pada sirip dada dan sirip perut, sirip ekor Panjang dan bercagak, sisik kecil dengan tipe cyloid, tidak bergigi, sirip dubur jauh di belakang sirip punggung. Secara eksternal ikan bandeng mempunyai bentuk kepala mengecil dibandingkan lebar dan panjang badannya, matanya tertutup oleh selaput lendir (adipose). Sisik ikan banding yang masih hidup berwarna perak, mengkilap pada seluruh tubuhnya. Pada bagian punggungnya berwarna kehitaman atau hijau kekuningan atau kadang-kadang albino, dan bagian perutnya berwarna perak serta mempunyai sisik lateral dari bagian depan sampai sirip ekor. Ikan Bandeng yang termasuk dalam ini memiliki Kandungan Gizi per-100 gram daging ikan yang terdiri dari energi 129 kkal, protein 20 gr, lemak 4.8 gr, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg, vitamin A 150 SI serta vitamin B1 0.05 mg. Dari kandungan nutrisi tersebut kelihatan bahwa kandungan protein ikan bandeng cukup tinggi.

b. Ikan bawal (Colossoma macropomum)

Ciri-ciri morfologi ikan bawal yaitu diantaranya postur tubuh agak bulat, bentuk tubuhnya pipih, ukuran sisik kecil, kepalanya hampir bulat, lubang hidung tampak besar, sirip dada berada di bawah tutup insang, antara sirip perut dan sirip dubur terpisah, serta punggung berwarna abu- abu tua, perut putih abu-abu dan merah. Secara umum, cara mengidentifikasi ikan bawal bisa dimulai dari melihat bentuk badannya yang oval dan cenderung pipih. Oval dan pipihnya bentuk badan ini menjadikan perbandingan antara tinggi dan panjang ikan bawal 1:2.

Bila panjang badan ikan bawal sekitar 30cm, maka bisa dipastikan tinggi ikan bawal sekitar 15cm.

c. Ikan Gabus Channa striata

Ikan Gabus memiliki ciri-ciri tubuh memanjang dengan kepala bersisik yang berbentuk pipih dan lebar,dengan mata yang terdapat pada bagian anterior kepala. Sirip punggung lebih panjang dari sirip ekor, serta warna tubuh pada bagian punggung hijau kehitaman dan bagian perut berwarna krem atau putih (FAO, 2017). Ikan gabus memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya. kandungan protein ikan gabur terdiri dari asam amino non-esensial serta asam amino esensial yang

(29)

tidak dapat disintesis dalam tubuh. Ikan gabus juga mengandung albumin yang tidak dimilki oleh kan lainnya seperti kan lele, ikan gurami, ikan mas, dan sebagainya. Masa penyimpanan spesies ikan gabus sangat terbatas (<1 hari), sehingga diperlukan proses pengawetan tertentu untuk menunda proses pembusukan.

d. Ikan lele

Ikan lele memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda dengan ikan jenis lainnya, yaitu diantaranya:

a. Memiliki kumis (Misai)

Ikan lele memiliki kumis sebanyak delapan misai dan ukurannya cukup panjang tepat pada bagian dераn bibirnya. Fungsi dаrі misai atau kumis nya аdаlаh ѕеbаgаі alat peraba dan dі gunakan nya untuk menemukan makanannya berupa ikan-ikan kecil. Wаlаuрun ikan lele sedang berada dі rawa atau lumpur уаng gelap, Nаmun ikan lele mampu bergerak dan mengetahui arah nya аkаn kemana.

b. Tubuh atau kulitnya berlendir

Seluruh tubuhnya dаrі bagian kepala ѕаmраі ekornya, terdapat cairan berupa lendir dan јіkа kita memegang nya pasti аkаn terasa susah dikarenakan ѕаngаt licin. Tubuh ikan lele tаnра bersisik, tіdаk seperti ikan mujair, mas, atau рun ikan kakap.

c. Memiliki patil уаng tajam dі sekitar siripnya

Sаmа seperti lendir, patil pada ikan lele јugа digunakan untuk menghindari dаrі segala ancaman terhadap ikan lele tersebut. Jіkа kita hendak memegang ikan lele, diharapkan ѕеlаlu berhati-hati, јіkа kita ceroboh atau teledor maka siap-siap ѕаја tangan tеrѕеbut аkаn kepatil оlеh ikan lele.

e. Ikan gurami

Ikan gurami memiliki karakteristik sebagai berikut.

1. Ikan gurami memiliki karakteristik sebagai berikut.

2. Ikan Gurami Memiliki Bentuk pipih dan lonjong dengan mulut kecil dan dapat dimoncongkan.

3. Pada Rahangnya memiliki Gigi-gigi kecil dan Gigi deret luar lebih besar 4. Sementara sisik yang relatif besar pada kepala sisik memiliki tepian yang

agak kasar

5. Memiliki Duri pada sirip Punggung dan Dubur dan semakin Tua ikan Gurami maka ukuran Duri semakin besar

6. Memiliki sepasang benang yang panjang yang digunakan sebagai Alat Peraba

7. Gurami muda memiliki 8 Garis tegak

8. Bagian tubuh di atas sirip dubur terdapat bintik gelap dengan bintikan pinggiran berwarna kuning atau perak.

9. Pada bagian dasar sirip dada terdapat bintik hitam

Secara umum terdapat beberapa karakteristik yang membedakan ikan segar dengan ikan tidak segar atau busuk yang dilihat dari beberapa komponen sebagai berikut.

Komponen Ikan Segar Ikan Busuk

(30)

Mata Cemerlang, kornea bening,

mata cembung Redup, tenggelam, pupl mata kelabu, tertutup lender Insang Warna merah sampai merah

tua, cemerlang, tidak berbau Kotor, warna pucat atau gelap, keabuan dan berlendir, bau busuk Lendir Terdapat lender alami

menutupi ikan yang baunya khas menurut jenis ikan, rupa lender cemerlang seperti lender ikan hidup, bening

Berubah kekuningan dengan bau tidak enak, atau

lendirnya suah hilang, atau lender mengering dan putih susu atau lender pekat

Kulit Cemerlang, belum pudar,

warna asli kontras

Rupa pudar, bila pengesan kurang baik kulitnya mengering dan retak Sisik Melekat kuat, mengkilat

dengan tanda/ warna khusus tertutup lender jernih

Banyak yang lepas, tanda dan warna khusus ini memudar dan lambat menghilang

Daging Sayatan daging cerah dan elastis, bila ditekan tidak ada bekas jari

Lunak, tekstur berubah, bila ditekan jari ada bekasnya.

Daging telah kehilangan elastisitasnya dan terasa lunak bila ditekan Rongga perut Bersih dan bebas dari bau

yang menusuk, tekstur dinding perut kompak, elastis, tanpa ada diskolorasi dengan bau segar yang karakteristik, selaput utuh

Mengalami dislokasi, bau menusuk dan busuk,

lembek, bagian rongga perut kemerahan, diskolorasi jadi kecoklat-coklatan karena makanan dalam usus membusuk

Darah Darah sepanjang tulang

belakang segar merah dan konsistensi normal

Darah sepanjang tulang belakang berwarna gelap dengan konsistensi cair, bau yang menusuk

Sayatan Bila ikan dibelah, daging melekat kuat paa tulang terutama tulang rusuknya

Bila dibelah daging mudah lepas, tulang rusuk

menonjol keluar Tulang Tulang belakang baerwarna

abu-abu mengkilap

Tulang belakang mengalami dislokasi dan kekuning- kuningan

Bau/aroma Segar dan menyenangkan seperti air laut/ rumput laut, tidak ada bau yang pesing (tidak enak)

Mulai dengan bau tidak enak makin kuat menusuk lalu timbul bau busuk yang khusus menusuk hidung Kondisi secara

umum Bebas dari penyakit apapun tanda luka atau kerusakan pada badan

Banyak terdapay parasit, badannya banyak luka, patah

6. Kelompok Susu

(31)

Cara menguji kemurnian susu Cara pertama:

 Pertama – tama rebus susu sama seperti cara pertama, namun kali ini tambahkan madu ke dalam susu yang sedang direbus

 Campuran madu dan susu ini dibiarkan dahulu selama beberapa saat

 Setelah direbus dan dibiarkan selama beberapa menit barulah dapat kita amati campuran madu dan susu tersebut

Perhatikan campuran susu dan madu tersebut, perhatikan apakah keduanya memisah atau tidak. Apabila susu tadi memisah dengan madu dan kemudian membeku maka susu tersebut adalah susu sapi murni. Mungkin bentuk susu murni yang memisah dan membeku ini akan terlihat asing bagi kita, namun itu justru tanda susu yang kita beli adalah susu murni.

Cara kedua:

Cara kedua ini memang lebih praktis namun membutuhkan bantuan alat ukur, biasanya cara ini digunakan pada kalangan industri. Berikut adalah cara tes susu murni dengan bantuan alat ukur:

 Siapkan terlebih dahulu alat ukur Refraktometer Digital

 Ambil sampel susu yang sudah kita beli kemudian masukkan ke dalam sensor alat ini

 Setelah itu Anda dapat mengaktifkan alat ukur ini dan melihat hasilnya Refraktometer ini akan mengukur kadar brix atau kandungan bahan terlarut dalam setiap 100 gr larutan, dalam hal ini adalah brix susu yang kita uji. Apabila kadar air susu yang kita beli sekitar 83,3% maka susu tersebut adalah susu sapi murni.

7. Kelompok Telur a. Telur bebek

telur bebek punya ukuran yang lebih besar daripada telur ayam. Warnanya biru kehijauan, dengan bagian putih yang lebih kental daripada telur ayam.

Telur ayam yang besar biasanya punya berat sekitar 50 gram, sedangkan telur bebek biasanya 70 gram. Walaupun hanya berbeda 20 gram, telur bebek mengandung dua kali lipat kalori, lemak, dan tiga kali lipat kolesterol daripada telur ayam. Kuning telur bebek yang konon punya rasa lebih kaya dari pada telur ayam juga kaya akan kandungan lecithin dan choline. Choline sangat penting untuk kesehatan otak, dan jadi nutrisi penting untuk ibu hamil.

b. Telur ayam kampung

Berdasarkan Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Memahami Gejala, Tanda, dan Mitos (2019) karya Dr. dr. Umar Zein, DTM&H, Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr.

Emir El Newi, Sp.M, kandungan nutrisi antara telur ayam kampung dan telur ayam ras memang berbeda. Dari segi nutisi, dalam jumlah 80gram sampai 100 gram telur ayam kampung mengandung nutrisi seperti energi 150 kalori, 13 protein, 10 gram lemak, dan 1,5 gram karbohidrat. Telur ayam kampung juga mengandung vitamin E yang lebih banyak dua kali lipat daripada telur ayam ras, meskipun beratnya lebih kecil disbanding telur ayam ras. Dengan warna

(32)

cangkang yang putih cenderung krem. Cangkangnya lebih halus, dengan kuning telurnya yang lebih oranye daripada telur ayam negeri.

c. Telur ayam ras

Sementara untuk telur ayam ras mempunyai ukuran yang cukup besar disbanding telur ayam kampung, dengan cangkang kasar berwarna kecoklatan.

Kuning telurnya punya warna kuning cerah. Kandungan nutrisi pada telur ayam ras terdiri dari energi 150 kalori, 12,5 gram protein, 10 gram lemak, dan 1 gram karbohidrat.

d. Telur burung puyuh

Telur burung puyuh memiliki ukuran yang kecil dan warnanya putih bercorak.

Apabila telur burung puyuh sudah tidak segar akan timbul beberapa ciri sebagai berikut.

 Telur mengalami perubahan fisik yang meliputi penurunan berat, pembesaran kantung udara dalam telur, pengenceran putih dan kuning telur.

 Adanya bau busuk yang keluar dari telur puyuh.

 Munculnya bintik-bintik berwarna pada telur puyuh yang berbeda dengan totol-totol pada kulit telurnya.

 Warna kulit telurnya sedikit bulukan atau sedikit memudar.

e. Telur Penyu

Mengutip dari dilihatya.com bahwa, telur penyu mempunyai cirri fisik yang tak jauh berbeda dengan telur ayam. Telur penyu memiliki fisik bulat hingga lonjong dengan ukuran yang berbeda tergantung jenis, usia, dan sifat genetiknya. Telur penyu memiliki susunan yang sama seperti telur pada umumnya, yakni cangkang telur, putih telur dan kuning telur. Cangkang telur penyu tersusun dari garam-garam organik, pada telur baru, pori-pori masih dilapisi kurtikula yang terdiri atas 90% protein dan sedikit lemak yang mampu mengurangi penguapan air dan mencegah masuknya mikroba dari luar. Putih telurnya terdiri dari 40% putih telur encer dan 60% putih telur kental.

Makanya, 'nyeruput' putih dan kuning telur pada telur ayam terasa 'eneg' karena amis, apalagi telur bebek, tapi tak berlaku untuk telur penyu.

8. Kelompok minyak dan lemak a. Minyak jagung

Ciri-ciri dari minyak jagung adalah warnanya yang agak kekuningan, dengan bau dan rasa yang ringan dan khas. Dilansir dari laman Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), sekitar 15 ml minyak jagung mengandung 122 kalori, 14 gram lemak, dan 13 persen vitamin E.

b. Minyak zaitun

Minyak zaitun asli memiliki aroma yang khas, ringan, agak pedas, ataupun meninggalkan aroma rumput setelah diminum begitu saja. Sebaliknya, minyak zaitun palsu akan terasa berat, berminyak, hambar, dan meninggalkan aftertaste yang tidak nyaman di mulut.

(33)

c. Minyak wijen

Minyak wijen asli memiliki ciri khas sebagai berikut:

 Minyak wijen asli biasanya berwarna agak kecoklatan

 Teksturnya kental

 Memiliki aroma wangi yang tajam

 Harga minyak wijen asli pada umumnya relatif mahal

 Pemakaian cukup 1-2 sendok the d. Minyak kelapa

Minyak kelapa memiliki aroma yang cenderung harum dan gurih ketika dipanaskan di atas wajan. minyak kelapa hanya memiliki mengandung 117 kalori setiap 1 sdmnya. minyak kelapa (coconut oil) berasal dari ekstrak daging buah kelapa yang disuling dan diambil minyaknya. Minyak kelapa mwmiliki warna kuning terang yang bening atau transparan tanpa warna seperti air.

e. Minyak kelapa sawit

Minyak sawit diekstraksi dari biji kelapa sawit hingga menjadi larutan oranye pekat, kemudian disuling. Minyak kelapa sawit berwarna kuning ke-emasan.

Cara memilih minyak nabati yang baik

1) Memiliki Warna yang Jernih dan Bening lalu tidak memiliki Rasa (plain) dan tidak berbau. Pastikan minyak tersebut tidak terlalu kental. Hindari menggunakan minyak jelantah yang umumnya terlihat kental, minyak dengan karakter tersebut bisa meningkatkan risiko terkena kanker dan kolesterol. Selain itu, jika tercium bau tengik pada minyak, maka itu tandanya minyak goreng tersebut adalah jelantah dan sudah rusak.

2) harga mahal tidak selalu berarti yang terbaik, tetapi kadang-kadang itu menunjukkan kualitas dan kemurnian.

3) Kemasan produk harus masih tersegel dengan rapi. Produk harus diproses dan dikemas dalam kondisi higienis di tempat berlisensi. Perhatikan label merek dagang, bulan dan tahun pembuatan juga harus teridentifikasi.

Pastikan bahwa produk tersebut belum kadaluwarsa.

4) Produk juga harus diakui lembaga sertifikasi yang diakui, ditandai dengan tanda sertifikasi badan tersebut, seperti BPOM. Juga untuk memastikan kehalalan produk, pastikan terdapat label halal.

9. Kelompok Sayur a. Wortel

Wortel mempunyai senyawa antioksidan yaitu fitokimia. Adalah senyawa kimia yang berasal dari tanaman, termasuk pigmen (zat warna) tanaman. Nah, fitokimia pada wortel yang juga berperan penting, khususnya sebagai antioksidan, adalah berbagai senyawa fenolik yang umumnya terdapat di kulit.

Selain itu senyawa pigmen yang ada pada wortel yaitu beta karoten. Kata karoten berasal dari kata Latin yang berarti wortel (carrot), yaitu pigmen warna kuning dan oranye pada buah dan sayuran. Salah satu anggota senyawa

(34)

karoten yang banyak dikenal adalah beta-karoten, yaitu senyawa yang akan dikonversikan jadi vitamin A (retinol) oleh tubuh. Itu sebabnya, beta-karoten sering disebut pro-vitamin A (sumber vitamin A).

b. Tomat

Tomat memiliki tekstur yang halus, tidak ada kerusakan secara fisik, berwarna orange, dan berbentuk bulat. Warna orange ke merah-merahan pada tomat disebabkan karena didalamya terkandung senyawa pigmen likopen. Likopen adalah salah satu pigmen pemberi warna pada tanaman yang lebih dikenal sebagai karotenoid. Karotenoid menghasilkan berbegai warna, mulai dari warna kuning pada buah lemon, warna orange pada buah labu, sampai warna merah pada tomat. Karotenoid juga memberi aroma pada buah. Karotenoid juga berperan dalam aktivitas dari provitamin A. likopen dikenal sebagai salah satu antikosidan paling kuat di dunia. Sumber yang diketahui paling baik mengandung likopen adalah tomat matang atau produk tomat karena likopen dilepaskan dari tomat saat pemasakan. Tomat mentah memiliki sekitar satu perlima kandungan likopen dari kandungan tomat matang. Zat dalam tomat yang bekerja sebagai antioksidan tidak hanya likopen saja, namun terdapat zat lain seperti vitamin C dan flavonoid.

c. Terong

Terong memiliki bentuk yang beragam mulai dari lonjong, silindris, bulat, dan oval. Buah terong yang sering dijumpai bisanya berwarna ungu dan hijau.

didalamnya terdapat biji-biji kecil.

d. Ketimun

Mentimun biasa ditandai dengan penampilan kulit buah yang tipis, lunak, dan pada saat buah muda berwarna hijau keputih-putihan, tetapi setelah tua menjadi berwarna coklat. Mentimun watang memiliki ciri-ciri kulit buah tebal, agak keras, buah muda berwarna hijau keputih-putihan dan setelah tua berwarna kuning tua.

e. Labu kuning

uah labu kuning berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang dengan banyak alur (15-30 alur). Ukuran pertumbuhannya cepat sekali, mencapai 350 gram per hari. Labu kuning megandung karotenoid (betakaroten), Vitamin A dan C, mineral, lemak serta karbohidrat.

10. Kelompok Buah a. Jeruk siam

Warna buah jeruk disebabkan oleh adanya karotenoid. Warna tersebut berkisar dari oranye gelap pada jeruk merah hingga kuning muda pada lemon. Studi terbaru pada komposisi karotenoid berbagai jenis jeruk kecuali jeruk nipis, mengandung kriptosantin dan lutein dalam jumlah yang cukup besar.

Karotenoid yang terdapat dalam jeruk nipis adalah –karotenoid dan lutein.

Flavonoid dalam buah jeruk ada dalam konsentrasi tinggi dan mudah terisolasi. Tiga kelompok utama flavonoid adalah flavanon, flavon, dan antosianin. Umumnya flavanon ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi

(35)

sedangkan flavon dan antosianin ditemukan dalam jumlah kecil. Kelebihan jeruk ini antara lain rasanya manis, harum, mengandung banyak air, dan harganya relatif murah.

b. Sawo

Sawo memiliki kulit serta daging buah yang berwarna cokelat. Buah sawo terdiri dari daging buah yang lembut dan mudah dicerna yang terbuat dari gula sederhana seperti frukrosa dan sukrosa, kulit buah yang tipis dan sedikit lebih keras dari daging buah dan memiliki biji lonjong pipih berwarna hitam. Sawo sangat kaya antioksidan polifenol, yaitu tanin. Antioksidan ini berguna untuk tubuh sebagai antiinflamasi, antiparasit, antivirus dan antibakteri. Ada juga kandungan senyawa aktif dan protein nabati yang dapat membantu pertumbuhan proses metabolisme tubuh.

c. Pisang

Buah pisang tersusun dari beberapa sisir dan satu tandan. Kulit pisang berwarna hijau jika belum masak dan akan berwarna kekuningan jika sudah masak atau matang. Daginya berwarna putih atau tampak kekuningan dan di dalamnya terdapat biji, adapula yang tidak berbiji.

d. Mangga

Buah mangga, merupakan buah batu yang berdaging dengan panjang mencapai 30 cm. bentuk buah bervariasi, yaitu bulat, bulat oval, atau pipih.

Warna buah bervariasa antara hijau, kuning, merah atau kombinasi. Buah memiliki kulit yang tebal dan daging yang tebal. Biji terdapat di dalam buah.

Bagian-bagian buah mangga yang berubah kerika matang bisa dilihat dari warnanya. Ya, warna dari buah mangga ketika belum masak alias matang adalah hijau. Namun apabila sudah matang maka buah akan memiliki warna kuning kemerah-merahan. Tetapi perlu diketahui bahwa, ada juga jenis buah mangga yang tetap memiliki warna hijau ketika sudah matang.

Cara mengamati buah yang sudah tidak layak konsumsi lagi cukup mudaj, bisa dilihat dari struktur luarnya apakah adanya pengerutan pada kulit buah atau tidak, kemudian pada buah berkulit tanda busuk cenderung tekstur akan melunak dan tumbuh jamur.

Berkembangnya jamur sebagi tanda terjadinya proses pembusukan.

D. Referensi

Prihadi, dkk. 2009. Identifikasi Karakteristik dan Mutu Beras di Jawa Barat.

Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Vol. 28. No.1.

Zahara, dkk. 2016. Evaluasi Beras untuk Menentukan Pola Preferensi Konsumen di Pulau Jawa. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Vol. 35. No.3.

Ginting et. Al. Standar Mutu Kacang Tanah.

Sumber Internet

https://pertanian.pontianakkota.go.id/artikel/78-kelas-mutu-beras.html http://cybex.pertanian.go.id/artikel/98456/mutu-dan-standar-mutu-jagung/

https://ilmulagi.com/ciri-ciri-sorgum-10284932

(36)

http://indomete.blogspot.com/2013/11/mutu-kacang-mete.html

https://rozener.com/2016/06/21/mengetahui-ciri-ciri-daging-yang-baik/

https://www.fimela.com/lifestyle/read/3850888/tips-memilih-daging-burung-puyuh- segar

http://eprints.umm.ac.id/54958/3/BAB%20II-dikonversi.pdf https://petpintar.com/ikan/ciri-ciri-ikan-bawal

http://repository.unimus.ac.id/1704/15/11.BAB%20II.pdf https://hewanpedia.com/mengenal-ciri-ciri-lengkap-ikan-lele/

https://www.kompasiana.com/www.susukambingorganik.com/550032e7a33311bb745 10011/mengenal-ciri-ciri-susu-kambing-organik-yang-baik

https://www.kompas.com/food/read/2020/09/02/180800375/bedanya-telur-bebek- dengan-telur-ayam-kampung-dan-ayam-ras?page=allt

http://azwarammar.blogspot.com/2016/06/telur-penyu.html

https://mommyasia.id/9036/article/jangan-sampai-salah-pilih-kenali-dulu-ciri- minyak-wijen-asli-ya-moms

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/23/143659720/cara-sederhana-mengenali- minyak-zaitun-asli?page=all#:~:text=Minyak%20zaitun%20asli%20memiliki

%20aroma,yang%20tidak%20nyaman%20di%20mulut.

https://berkeluarga.id/2020/09/03/ini-perbedaan-minyak-kelapa-dan-minyak-kelapa- sawit/

https://www.ciri-ciri.id/2018/03/ciri-ciri-pisang.html

https://hot.liputan6.com/read/4049904/ciri-khusus-pohon-mangga-penjelasan-dan- gangguan-yang-biasa-menyerang

http://etheses.uin-malang.ac.id/1075/4/05520025%20Bab%202.pdf

Gambar

Foto Nama Bahan
Foto Nama Bahan
Foto Nama Bahan
Foto Nama
+4

Referensi

Dokumen terkait