• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendampingan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Pola Pemberian Makan Balita dan Anak (PMBA) Untuk Mencegah Terjadinya Stunting di Dusun Urang Agung Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo

N/A
N/A
zakaria

Academic year: 2023

Membagikan " Pendampingan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Pola Pemberian Makan Balita dan Anak (PMBA) Untuk Mencegah Terjadinya Stunting di Dusun Urang Agung Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo"

Copied!
155
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pemberian makanan balita dan anak kecil (IYCF) dimulai sejak bayi baru lahir hingga usia 24 bulan (2 tahun). Jumlah anak stunting yang tercatat oleh Kader Posyandu di Desa Urang Agung berjumlah sekitar 10 balita dan anak-anak.

Rumusan Masalah

Diharapkan para peneliti mampu membawa perubahan dengan memberikan program yang memberikan edukasi dan pengetahuan kepada orang tua baru maupun calon orang tua tentang pentingnya kecukupan gizi pada anak.

Tujuan Penelitian

Dusun Urang Agung memiliki 3 Satuan Kelurahan (RT) yaitu Rukun Warga (RW) 04 dengan jumlah penduduk sebanyak 218 Kepala Rumah Tangga (KK) di Dusun Urang Agung. Kritik dan saran dari orang tua terhadap pelayanan posyandu di desa Urang Agung sangat diperlukan.

Strategi Mencapai Tujuan

Sistematika Pembahasan

Pada bab ini peneliti akan menjelaskan dengan menganalisis keadaan masyarakat Dusun Urang Agung. Bab ini berisi kesimpulan dan saran bagi berbagai pemangku kepentingan mengenai hasil pendampingan di lapangan.

KAJIAN TEORETIK

Kerangka Teori

Penelitian Terdahulu yang Relevan

METODE PENELITIAN

Jenis dan Pendekatan.Penelitian

Prosedur Penelitian

Di setiap lokasi di Desa Urang Agung, terdapat lebih dari 100 bayi dan anak yang mengikuti penimbangan dan imunisasi posyandu setiap bulannya. Usai pembukaan, beliau melanjutkan pembahasan mengenai permasalahan stunting atau gizi buruk di Desa Urang Agung. Sebagian besar masyarakat, khususnya orang tua di Dusun Urang Agung, mengenyam pendidikan hingga SD dan SMA.

Upaya yang dilakukan bidan desa bersama kader posyandu keluarga Urang Agung sangat bertanggung jawab dalam mengatasi berbagai permasalahan pada anak gizi buruk.

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Secara umum Participatory Rural Appraisal (PRA) merupakan suatu teknik penyusunan dan pengembangan berbagai program yang operasional dalam pembangunan di tingkat desa. 36 Tujuannya agar mampu menganalisis, mengevaluasi dan mengetahui segala hambatan dan peluang dengan segala kemampuan yang dimiliki. untuk dapat menghimpun segala informasi dan mengambil keputusan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Tujuan utama PRA adalah merancang segala bentuk rencana dan program pembangunan desa yang memenuhi persyaratan dan diterima oleh masyarakat setempat, menguntungkan desa secara ekonomi dan membantu menggerakkan sumber daya alam dan manusia untuk memahami permasalahan, dengan pertimbangan program yang telah berhasil dan analisis kapasitas lokal, serta penilaian terhadap institusi modern. Teknik pengumpulan data observasi dilakukan jika peneliti tertarik pada seluruh perilaku manusia, proses kerja dan fenomena alam serta kemungkinan jumlah minimum responden yang diamati tidak tinggi.

FGD menganalisis data dengan berbagai teknik, sehingga peneliti, masyarakat, dan orang tua dapat mendiskusikan perolehan data yang valid.

Teknik Validasi Data

Prinsip metode PRA untuk melihat hasil cross check data secara valid dan akurat adalah melalui triangulasi. Data diperoleh melalui peneliti, kader posyandu dan orang tua agar bisa saling terbuka dan memberikan informasi yang jelas mengenai kejadian di daerah tersebut.

Teknik Analisis Data

Tekniknya adalah dengan melihat langsung pada saat pendampingan di lapangan bagaimana hubungan masyarakat dengan Lembaga Desa. Analisis pohon masalah sering digunakan oleh masyarakat karena dianggap sangat visual dan mudah melibatkan banyak orang dalam waktu yang bersamaan.43 Dengan demikian, akar masalah dapat dengan mudah dilihat dan diberikan solusi pada pohon harapan.

Jadwal Penelitian

Posyandu di Desa Urang Agung didirikan pada tahun 1998 atas bantuan nenek desa, Ibu Yuli. Berikut gambaran Posyandu Kusum Wijay di Desa Urang Agung, anak-anak yang sebelumnya masuk dalam kategori stunting dan saat ini masih dalam pengawasan anggota Posyandu. Rata-rata ibu-ibu di Dusun Urang Agung mayoritas mempunyai tingkat pendidikan yang rendah yaitu SD – SMP.

Pada pemetaan awal ini, peneliti mengundang kader Posyandu dari Kecamatan Urang Agung untuk memetakan wilayah tempat tinggalnya.

PROFIL LOKASI PENELITIAN

Kondisi Geografis

Désa Urang Agung aya genep dusun, nya éta Urang Agung, Urang Agung Njaretan, Urang Agung Ngepo, Griya Perum Bhayangkara, Urang Agung Njedong jeung Perum Pinang Graha. Dina kagiatan Islamna, suasana Dusun Urang Agung masih dipangaruhan ku aspék budaya jeung sosial Jawa. Nurutkeun catetan sajarah, Désa Urang Agung can kungsi ngalaman bencana alam sosial anu cukup gedé.

Jarak Desa Urang Agung ke Kota Sidoarjo adalah 5 km, dengan jarak tempuh 25 menit jika menggunakan kendaraan bermotor.

Sejarah Penamaan Desa

Kependudukan

Agama

Pendidikan

Data di atas dapat berubah sewaktu-waktu mengingat dari waktu ke waktu dan tahun ke tahun tidak menutup kemungkinan akan terjadi peningkatan jumlah penduduk yang datang dan pergi dari Dusun Urang Agung. Banyak penduduk yang tamat SMA tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena sebagian besar dari mereka memilih untuk segera mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, karena biaya orang tuanya, banyak dari mereka yang memilih mencari pekerjaan.

Dari data survei di lapangan, rata-rata masyarakat, terutama orang tua, hanya mampu membiayai pendidikan sampai SD dan SMP.

Mata Pencaharian

Rendahnya kualitas pendidikan di Dusun Urang Agung tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia, selain itu juga terdapat permasalahan ekonomi dan kehidupan yang terjadi di masyarakat. Kemajuan di bidang pendidikan saat ini sangat membantu masyarakat yang berpendapatan rendah, karena pemerintah kota sangat membantu anak-anak yang ingin mengenyam pendidikan tinggi dengan mengurus berbagai persyaratan yang berhubungan dengan kampus, dengan cara ini pemerintah kota akan selalu melakukan proses. dokumen lebih mudah untuk membuat diperlukan. Sebab keluarga mempunyai pengaruh yang besar terhadap tumbuh kembang anak, apalagi jika pola makannya tidak teratur atau gizinya kurang sehingga menyebabkan anak mengalami keterlambatan tumbuh kembangnya.

Sebelumnya para peneliti dan pemuda desa telah membuat program menanam sayuran sehat yang hasil tanamnya dibagikan kepada masyarakat, walaupun tidak bersifat universal namun sangat bermanfaat bagi mereka yang tidak mampu untuk hidup.

Visi dan Misi Desa Urang Agung

Kondisi Sosial dan Budaya

  • Profil Posyandu Kelurahan Urang Agung

Inilah salah satu tradisi yang masih ada di Dusun Urang Agung, Setiap orang menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan menyiapkan tumpeng atau makanan tradisional pada umumnya. Selain megengan, masih banyak tradisi lain yang masih dilestarikan oleh masyarakat Urang Agung, seperti laki-laki dilaksanakan pada 10 malam ganjil terakhir bulan Ramadhan, baik dilakukan di rumah, di masjid dan musala. bersama-sama atau sendiri-sendiri. Dan acara mulut juga merupakan kegiatan rutin di bulan Maulid Nabi Muhammad SAW yang biasa dilakukan di masjid setempat. Posyandu merupakan pos pelayanan terpadu bagi ibu dan anak yang ingin ditimbang dan diberikan imunisasi.

Kegiatan dilaksanakan setiap hari Senin minggu pertama awal bulan di Dusun Urang Agung dengan gabungan RT dan 32. Berikut daftar pengurus posyandu tahun 2021.

Profil Kader Posyandu

Tingginya proporsi anak stunting membuat dinas kesehatan menghimbau kepada seluruh anggota posyandu agar mampu mengatasi dan memberikan solusi yang baik dalam penanganan stunting. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi, bantuan dan menjaga pola makan yang baik pada ibu dan anak. Posyandu selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak dan orang tuanya, setiap akhir pendataan, penimbangan dan penyuntikan, Posyandu memberikan roti dan makanan bergizi kepada balita dan anak.

Tak hanya seperti yang dilakukan dua bulan terakhir, Dinas Kesehatan juga sudah mendata masyarakat yang akan divaksin di setiap desa.

Potret Balita Stunting

Pola pemberian makanan bayi dan balita (PMBA) yang dilakukan orang tua Muthia masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan anggota posyandu dan bidan desa senantiasa memberikan bimbingan yang baik kepada orang tua untuk memantau gizi dan pola makan anaknya. Pendampingan harus diberikan dari berbagai pihak yaitu seluruh kader posyandu dan bidan desa untuk memberikan edukasi atau sosialisasi kepada orang tua.

Di hari kedua, Ibu Triyanti dibantu para peneliti memberikan edukasi kepada orang tua adik Ojik tentang IYCF.

TEMUAN PROBLEM

Perilaku Hidup Masyarakat Rumah Tangga

PHBS merupakan seperangkat perilaku yang dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang memungkinkan seseorang atau keluarga dapat membantu dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Sedangkan PHBS di rumah merupakan upaya pemberdayaan anggota keluarga agar mengetahui, mampu dan mau menjaga pola hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di komunitasnya. Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari keluarga, karena keluarga yang sehat merupakan aset atau modal pembangunan masa depan yang harus dijaga, ditingkatkan dan dilindungi.

Berdasarkan penelitian para peneliti di bidang tersebut, selama tiga bulan terakhir di masa pandemi, masyarakat Dusun Urang Agung tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Kehidupan Pola Asuh Balita

Potret BGM bayi di Pos 1. Sumber : Diambil peneliti pada saat kegiatan posyandu) Gambar diatas adalah BGM bayi yang dicatat oleh posyandu Kusuma Wijaya di pos 1. Menurut kader posyandu Ibu Triyanti, adik dari Khalid pernah berada di Posyandu. Kategori BGM sejak November hingga sekarang. Hal ini berkat kerjasama yang baik dari pihak keluarga dan pelayanan posyandu untuk adik Khalid.

Pola Hidup yang Tidak Sehat

Peneliti juga terus mengikuti perkembangan dan memberikan pendampingan kepada orang tua agar tumbuh kembang anak dapat terlihat dengan jelas. Pendampingan dan sosialisasi langsung kepada orang tua diharapkan dapat membawa perubahan bagi masyarakat dan anak. Pasalnya faktor ini sering muncul di masyarakat karena orang tua masih belum begitu memahami cara memberikan nutrisi dan pola makan yang baik.

Pada hari ketiga, peneliti datang langsung dan melakukan tanya jawab serta wawancara kepada orang tua adik Ojik.

Permasalahan Gizi Kepada Anak

Pola Asupan Pada Anak Belum Baik

Peran Pemerintah Dalam Menurunkan Jumlah

DINAMIKA PROSES PENDAMPINGAN 95

Pemetaan Awal

Nyonya. Nur dan Ny. Endah memberikan arahan mengenai apa yang harus dilakukan pada balita dan ibu hamil agar terhindar dari stunting dan BGM. Hal ini membuat peneliti tertarik bagaimana kader memberikan bekal yang baik kepada ibu hamil dan balita serta bagaimana cara menghadapi balita BGM. Dari situ dirumuskan hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari stunting pada ibu hamil dan stunting pada balita.

Yang perlu dilakukan adalah pertolongan dan konseling, serta kontak dengan ibu hamil 5 bulan dengan anak kecil usia 5 tahun.

AKSI PERUBAHAN

  • Strategi Aksi
  • Pendampingan dan Sosialisasi Gizi Anak
  • Pendampingan dan Sosialisasi Ibu Hamil
  • Program Pendidikan Cerdas dengan

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ny. Ana, adik Ojik kurang menerapkan pola pemberian makan pada balita dalam kesehariannya dengan baik. Bersama Ny. Triyanti menjelaskan kepada peneliti maksud dan tujuan kedatangannya, serta bermaksud memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada adik-adik ojik dan orang tuanya. Hasil bantuan tersebut kemudian peneliti berikan kepada orang tua dari adik-adik Ojik agar dapat memberikan makanan bergizi dan cukup kepada adik-adik Ojik setiap harinya.

Pasalnya, usia adik Ojik merupakan masa emas bagi tubuh untuk berkembang baik secara fisik maupun intelektual.

EVALUASI DAN REFLEKSI

Evaluasi Program

Pasalnya peran orang tua khususnya ibu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dalam hal pemenuhan dan penerimaan nutrisi yang cukup. Dan para orang tua dapat memikirkan bagaimana cara meningkatkan gizi yang tepat melalui IYCF pada anaknya. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan ini dilakukan secara tatap muka dengan mendatangi rumah orang tua.

Harapan dari keberhasilan ini adalah agar para orang tua tetap menerapkan pola hidup sehat dan asupan gizi yang baik dan cukup pada anaknya serta selalu menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.

Refleksi Keberlanjutan

Refleksi Program Prespektif Islam

PENUTUP

Simpulan

Gambar

Diagram 1.1 Data Anak dan Balita Stunting.........................5  Diagram 2.1 Kerangkap Konsep Malnutrasi.......................27

Referensi

Dokumen terkait