• Tidak ada hasil yang ditemukan

Parameter Pemotongan Pada Mesin Bubut CNC 1

N/A
N/A
Aziz Elgytian Ali

Academic year: 2024

Membagikan "Parameter Pemotongan Pada Mesin Bubut CNC 1"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Parameter Pemotongan Pada Mesin Bubut CNC

Dalam melakukan proses pemesinan CNC turning atau bubut, waktu yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk/komponen harus sesingkat mungkin agar dapat mencapai kapasitas produksi yang tinggi. Untuk mencapai waktu minimal, parameter pemotongan harus diatur pada konsisi maksimum agar menghasilkan kecepatan penghail geram yang tinggi.

Akan tetapi disisi lain kekasaran permukaan suatu produk/komponen menjadi lelbih kasar.

Parameter pemesinan dalam proses turning meliputi kecepatan potong, gerak makan, dan kedalaman pemotongan. Dalam aplikasinya ketiga parameter tersebut saling bergantung satu terhadap yang lain dalam mempengaruhi kecepatan penghasil geram dan kekasaran permukaan.

Parameter Pemotongan

Parameter pemotongan pada mesin bubut adalah, informasi berupa dasar-dasar perhitungan, rumus dan tabel-tabel yang medasari teknologi proses pemotongan/ penyayatan pada mesin bubut diantaranya. Parameter pemotongan pada mesin bubut meliputi:

1. kecepatan potong (Cutting speed-Cs),

2. kecepatan putaran mesin (Revolotion Permenit - Rpm), 3. kecepatan pemakanan (Feed – F),

4. waktu proses pemesinannya.

1. Kecepatan potong (Cutting speed – Cs )

Kecepatan potong (Cs) adalah kemampuan alat potong menyayat bahan dengan aman menghasilkan tatal dalam satuan panjang/ waktu (meter/ menit atau feet/

menit). Pada gerak putar seperti mesin bubut, kecepatan potongnya (Cs) adalah:

Keliling lingkaran benda kerja (π.d) dikalikan dengan putaran (n). atau:

Cs = π.d.n Meter/menit.

Keterangan:

d : diameter benda kerja (mm)

n : putaran mesin/benda kerja (putaran/menit - Rpm) π : nilai konstanta = 3,14

Kecepatan potong untuk berbagai macam bahan teknik yang umum dikerjakan pada proses pemesinan, sudah teliti/diselidiki para ahli dan sudah patenkan pada ditabelkan kecepatan potong. Sehingga dalam penggunaannya tinggal menyesuaikan antara jenis bahan yang akan dibubut dan jenis alat potong yang digunakan. Sedangkan untuk bahan- bahan khusus/spesial, tabel Cs-nya dikeluarkan oleh pabrik pembuat bahan tersebut.

Pada tabel kecepatan potong (Cs) juga disertakan jenis bahan alat potongnya. Pada umumnya, bahan alat potong dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu HSS (High Speed Steel) dan karbida (carbide). Pada tabel tersebut menunjukkan bahwa dengan alat potong yang bahannya karbida, kecepatan potongnya lebih cepat jika dibandingkan dengan alat potong HSS.

(2)

Tabel 1. Kecepatan Potong Bahan

2. Kecepatan Putaran Mesin Bubut (Revolusi Per Menit – Rpm)

Kecepatan putaran mesin bubut adalah, kemampuan kecepatan putar mesin bubut untuk melakukan pemotongan atau penyayatan dalam satuan putaran/menit. Maka dari itu untuk mencari besarnya putaran mesin sangat dipengaruhi oleh seberapa besar kecepatan potong dan keliling benda kerjanya.

Nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah ditetapkan secara baku, maka komponen yang bisa diatur dalam proses penyayatan adalah putaran mesin/benda kerjanya.

Dengan demikian rumus dasar untuk menghitung putaran mesin bubut adalah:

Cs= π.d.n Meter/menit n= Cs/(π .d) Rpm

Karena satuan kecepatan potong (Cs) dalam meter/menit sedangkan satuan diameter benda kerja dalam milimeter, maka satuannya harus disamakan terlebih dahulu yaitu dengan mengalikan nilai kecepatan potongnya dengan angka 1000 mm.

Maka rumus untuk putaran mesin menjadi:

n= (1000.Cs)/(π .d) Rpm Keterangan:

d: diameter benda kerja (mm) Cs: kecepatan potong (meter/menit) π : nilai konstanta = 3,14.

Contoh :

1. Sebuah baja lunak berdiameter (Ø) 30 mm, akan dibubut dengan kecepatan potong (Cs) 80 meter/menit. Berapakah besar putaran mesinnya ?

Jawaban :

Besar putaran mesinya adalah:

n = (1000 x Cs)/(π x d) n = (1000 x 70)/(3,14 x 50) n = (70000 )/157

n = 445,86 Rpm

Jadi putaran kecepatan mesinnya adalah 445,86 Rpm

(3)

2. Sebuah baja lunak berdiameter (Ø) 3 inchi, akan dibubut dengan kecepatan potong (Cs) 20 meter/menit. Pertanyaannya adalah: Berapa besar putaran mesinnya ?.

Jawaban:

Satuan inchi bila dijadikan satuan mm harus dikalikan 25,4 mm. Dengan demikian diamter (Ø) 3 inchi = 3 x 25,4 = 76,2 mm. Maka putaran mesinnya adalah:

n = (1000 x Cs)/(π x d) n = (1000 x 50)/(3,14 x 76,2) n = (50000 )/239

n = 209 Rpm

Jadi putaran kecepatan mesinnya adalah 209 Rpm

Referensi

Dokumen terkait

Cekam berfungsi untuk memegang benda kerja yang berputar mengikuti putaran poros utama. Cekam dipasang pada poros utama mesin bubut. Pemasangan cekam dilakukan

Parameter pemotongan yang divariasikan meliputikecepatan potong ( cutting speed ), gerak makan ( feed rate ), dan geometri pahat yang dilengkapi radius pemutus geram (

Dari hasil kekasaran permukaan dan analisis data yang didapat, hal tersebut sesuai dengan hipotesis dari peneliti bahwa variasi kecepatan potong berpengaruh signifikan

Berdasarkan hasil kalibrasi dapat disimpulkan bahwa dinamometer strain gauge yang akan digunakan pada pengujian gaya dan daya pada pemotongan di mesin bubut dalam kondisi

Variabel-variabel yang ditetapkan pada proses pemotongan tempe adalah jenis tempe bulat, putaran pisau potong n = 2850 rpm, sedang variabel bebasnya adalah tebal potongan (s)

Kesimpulan dari penelitian ini adalah yang pertama hasil pengujian proses bubut BV 20 untuk hubungan kecepatan potong dengan pemakaian daya listrik menunjukkan bahwa semakin

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil pengujian pada mesin bubut dengan variasi gerak makan (f) kedalaman potong (DOC) dan sudut potong utama (Kr) untuk

Kemudian Terdapat pengaruh yang sangat besar saat pengujian menggunakan variasi kedalaman potong 1 mm dan kecepatan putar mesin bubut 52 rpm, mendapatkan nilai kekasaran yang sangat