• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pasar Induk Lau Cih Kota - Repository UMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pasar Induk Lau Cih Kota - Repository UMA"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak relokasi pasar terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang buah dan sayur di Pasar Induk Lau Cih Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak relokasi pasar terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang buah dan sayur di Pasar Induk Lau Cih Medan.

Latar Belakang

Ada banyak pasar tradisional yang tersebar di kota Medan. Berikut data mengenai pasar tradisional yang ada di kota Medan. Proses relokasi pasar tradisional belum sepenuhnya mendapat respon yang baik dari para pedagang di pasar tradisional.

Rumusan Masalah

Manfaat Peneltian

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Dampak Relokasi Pasar Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Sayur dan Buah. Studi Kasus Pasar Induk Lau Cih Kota Medan”. Bagi pemerintah daerah, penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi kesejahteraan pedagang akibat kebijakan relokasi pasar.

Kerangka Pemikiran

Dari uraian tersebut dapat disusun kerangka berpikir dalam penelitian ini, yang dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Kerangka Pemikiran
Gambar 1. Kerangka Pemikiran

Pasar

  • Definisi Pasar
  • Fungsi Pasar
  • Jenis- Jenis Pasar
  • Ciri-Ciri Pasar Tradisoinal

Merupakan titik temu antara penjual dan pembeli yang ditandai dengan transaksi jual beli tidak langsung, dimana pembeli memuaskan kebutuhannya sendiri dengan mengambil barang dari rak yang telah ditata sebelumnya. Berdasarkan pengertian di atas, pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam proses transaksi jual beli langsung antara pembeli dan penjual, dan bangunannya biasanya terdiri dari lapak atau tempat penjualan dan lapak terbuka.

Relokasi Pasar

Pemerintah Kota Medan mengatur pedagang liar sesuai dengan peraturan daerah, Peraturan Daerah Kota Medan No. 31 Tahun 1993 dan UU No. 7 Tahun 2004 tentang Penggunaan Jalan, Perkerasan, dan Parit yang Tidak Dapat Dibangun. Peraturan Daerah Kota Medan No. 31 Tahun 1993, Pasal 3 yang berbunyi: “warung, kios, atau gedung pemerintahan daerah yang pembangunannya dibiayai oleh pemerintah daerah atau lembaga swadaya masyarakat di dalam kompleks pasar milik pemerintah daerah, yang digusur, ditindak, dibongkar. untuk keperluan peremajaan pasar atau “Pemkot dan otoritas pengatur lainnya tidak akan memberikan kompensasi dalam bentuk apapun kepada penyewa jika penyewa mempunyai prioritas untuk mendapatkan tempat yang direnovasi atau tempat lain yang ditentukan oleh pemerintah daerah.”

Pedagang

Pengertian Pedagang

Penjual sayur adalah seseorang yang menjual hasil pertanian berupa sayuran untuk mendapatkan keuntungan.

Jenis-Jenis Pedagang

Pedagang non-kios yaitu pedagang yang menempati tempat selain kios, misalnya lapak dalam ruangan, lapak luar ruangan, alas, dan palyon.

Mobilitas Sosial

Terdapat berbagai macam akibat atau dampak yang dapat timbul dalam masyarakat akibat adanya mobilitas sosial (Anwar & Adang. Dampak positif yaitu mendorong seseorang untuk lebih maju, mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat menuju ke arah yang lebih baik dan lebih baik. meningkatkan integrasi sosial.

Kondisi Sosial Ekonomi

Kondisi Sosial

Kerjasama adalah usaha bersama antara individu atau kelompok orang untuk mencapai satu atau lebih tujuan bersama (Soekanto dalam Irawan. Kerja sama terjadi ketika orang-orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama. Konflik adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk mencapai tujuan mereka. dengan menentang pihak lain dengan ancaman atau kekerasan (Soekanto dalam Irawan, 2015: 27) Sanders dan McCormick (1993) mengatakan bahwa kenyamanan adalah suatu keadaan perasaan dan sangat bergantung pada orang yang mengalami situasi tersebut sarana dan fasilitas yang sesuai.

Sikap adalah suatu kecenderungan untuk mendekat atau menghindar, suatu sikap positif atau negatif terhadap berbagai situasi sosial, baik institusional maupun personal.

Kondisi Ekonomi

Pendapatan adalah sejumlah pendapatan yang diterima anggota masyarakat selama jangka waktu tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang disumbangkannya terhadap pembentukan produk nasional. Besarnya pendapatan yang dimiliki seseorang juga akan mempengaruhi status sosialnya, terutama pada masyarakat materialistis dan tradisionalis yang lebih mementingkan status sosial ekonomi tinggi dibandingkan kekayaan. Besarnya pendapatan yang diterima setiap orang akan berbeda-beda karena adanya perbedaan aktivitas sehari-hari yang dilakukan orang tersebut.

Rendi Aulia Yudha (2017) Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Sebelum dan Sesudah Pemukiman Kembali Studi Kasus di Pasar SMEP Tanjung Karang Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian ini menunjukkan:

Lokasi dan waktu Penelitian

Metode Pengambilan Sampel

Populasi

Sampel

Menurut Zulkarnain Lubis (2010), purposive sampling artinya jika menginginkan data dari sekelompok individu tertentu maka harus didasarkan pada pertimbangan tertentu. Berdasarkan data primer yang berhasil dikumpulkan, populasi pedagang sayur mayur di Grote Markt berjumlah 42 orang dan jumlah pedagang buah berjumlah 33 orang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan terhadap 5 pedagang sayur dari 5 pedagang buah yang sengaja dipilih dan dianggap sangat mewakili pedagang buah dan sayur lainnya. Setiap kegiatan penelitian selalu melibatkan pengumpulan data. Menurut (Esterberg 2002), pengumpulan data primer dalam penelitian ini adalah metode wawancara, artinya pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui tanya jawab sehingga dapat dibangun makna seputar topik tertentu.

Untuk teknik pengumpulan data melalui wawancara, saya menggunakan wawancara semi terstruktur. Sugiyono (2012) wawancara semi terstruktur merupakan jenis wawancara yang masuk dalam kategori wawancara mendalam. Dimana pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana para undangan dimintai pendapatnya.

Metode Analisis Data

Defenisi Operasional Variabel

Kenyamanan merupakan suatu keadaan perasaan yang dirasakan pedagang terhadap suasana saat berdagang di pasar, seperti tempat berdagang, fasilitas pasar yang memadai seperti toilet, depo penyimpanan dan letak lokasi pasar. Kenyamanan dalam penelitian ini dapat diukur berdasarkan tingkatannya. Keselamatan merupakan suatu keadaan perasaan yang dirasakan pedagang terhadap suasana selama bertransaksi di pasar, seperti terbebas dari ancaman bahaya, merasa cemas dan terlindungi, serta terhindar dari rasa takut. Kepastian masa depan merupakan gambaran tercapainya kesuksesan trading di masa depan, karena masih ada jaminan bahwa trader masa depan dapat terus mengandalkannya.

13. Sumber penghasilan lain adalah penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan lain atau sampingan selain berdagang di pasar atau dari pemberian keluarga.

Hasil

Sosial

Interaksi Sosial Antar Pedagang

Di bawah ini adalah hasil wawancara saya dengan salah satu responden yang menyatakan adanya persaingan di pasar tersebut sebelum berpindah ke pasar induk. Di bawah ini adalah hasil wawancara saya dengan salah satu responden yang menyatakan adanya interaksi kerjasama di pasar sebelum berpindah ke pasar induk. Di bawah ini adalah hasil wawancara saya dengan salah satu responden yang menyatakan adanya interaksi kerjasama di pasar setelah pindah ke pasar induk.

Berikut hasil wawancara saya dengan salah satu responden yang menyatakan adanya persaingan di pasar setelah ia dipindahkan ke pasar induk.

Tabel 3. Interaksi Sosial Antar Pedagang setelah Direlokasi  Interaksi Sosial  Jumlah Sampel  Persentase
Tabel 3. Interaksi Sosial Antar Pedagang setelah Direlokasi Interaksi Sosial Jumlah Sampel Persentase

Kenyamanan

Setelah berpindah ke pasar induk, 80% pedagang bekerjasama dan 20% diantaranya mengalami persaingan antar pedagang. Hal ini menunjukkan bahwa relokasi memberikan dampak positif terhadap interaksi antar pedagang setelah pindah ke pasar induk. Dengan adanya relokasi tersebut, 80% pedagang merasa sangat nyaman dan 20% pedagang merasa nyaman bertransaksi di pasar induk.

Perbedaan kenyamanan berdagang sebelum relokasi dan sesudah relokasi sangat signifikan.

Tabel 4. Kenyamanan Pedagang sebelum di relokasi
Tabel 4. Kenyamanan Pedagang sebelum di relokasi

Keamanan

Saat dipindahkan, 90% trader merasa sangat aman dan 10% trader merasa nyaman bertransaksi di pasar utama. Perbedaan perubahan keamanan perdagangan sebelum dan sesudah perpindahan sangatlah signifikan. Keamanan berdagang semakin meningkat setelah mereka dipindahkan ke pasar induk, karena setelah dipindahkan mereka tidak lagi takut barangnya dicuri seperti di pasar sebelumnya yang rawan maling atau.

Hal ini menunjukkan bahwa relokasi berdampak positif terhadap kepastian perdagangan pedagang pasca relokasi ke pasar induk.

Tabel 6. Keamanan Pedagang sebelum di relokasi
Tabel 6. Keamanan Pedagang sebelum di relokasi

Kepastian Masa Depan

Berikut hasil wawancara dengan salah satu responden yang mengatakan bahwa di pasar sebelum relokasi belum ada kepastian masa depan perdagangan. Berikut hasil wawancara dengan salah satu responden yang mengatakan bahwa setelah pindah ke pasar induk ada kepastian masa depan perdagangan. Berikut hasil wawancara dengan salah satu responden yang mengatakan bahwa belum ada kepastian masa depan setelah pindah ke pasar induk.

Kepercayaan pedagang terhadap keamanan perdagangan berjangka mereka meningkat setelah mereka pindah ke pasar utama.

Sikap Terhadap Pemerintah

Kondisi Ekonomi

Pendapatan

Di bawah ini adalah hasil wawancara dengan salah satu responden yang menyatakan penghasilannya mencukupi sebelum pindah ke pasar induk. Bahwa setelah pindah ke pasar induk, sebanyak 70% responden yang menyatakan pendapatannya mencukupi, dan responden yang menyatakan pendapatannya kurang sebanyak 30%. Di bawah ini adalah hasil wawancara salah satu responden yang mengatakan bahwa pendapatnya selalu bertambah atau bisa mencukupi setelah pindah ke pasar induk.

Berikut hasil wawancara salah satu responden yang mengatakan bahwa pendapatnya selalu kurang setelah pindah ke pasar induk.

Tabel 13. Pendapatan Pedagang setelah di relokasi ke Pasar Induk
Tabel 13. Pendapatan Pedagang setelah di relokasi ke Pasar Induk

Omset

Berikut hasil wawancara dengan salah satu responden yang mengatakan bahwa arus lalu lintas selalu meningkat sebelum menuju alun-alun. Berikut hasil wawancara salah satu responden yang mengatakan trafiknya meningkat setelah berpindah ke pasar induk. Berikut hasil wawancara salah satu responden yang mengatakan bahwa trafiknya menurun setelah berpindah ke pasar induk.

Hal ini menunjukkan bahwa relokasi berpengaruh positif terhadap omzet pedagang setelah pindah ke pasar induk.

Tabel 15. Omset Pedagang setelah di relokasi
Tabel 15. Omset Pedagang setelah di relokasi

Keadaan Aset Rumah

Di bawah ini adalah hasil wawancara salah satu responden yang mengatakan aset rumahnya meningkat sebelum ia pindah ke pasar induk. Di bawah ini adalah hasil wawancara dengan seorang responden yang menyatakan aset rumah tangganya meningkat setelah pindah ke pasar induk. Di bawah ini adalah hasil wawancara dengan seorang responden yang menyatakan aset rumah tangganya tidak bertambah setelah pindah ke pasar induk.

Selama perpindahan tersebut, 70% dealer menyatakan aset rumahnya meningkat dan 30% dealer menyatakan aset rumahnya tidak bertambah atau tetap sama setelah pindah ke pasar induk.

Tabel 17. Keadaan Aset Rumah Pedagang sesudah di relokasi  Keadaan Aset Rumah  Jumlah Sampel  Persentase
Tabel 17. Keadaan Aset Rumah Pedagang sesudah di relokasi Keadaan Aset Rumah Jumlah Sampel Persentase

Pekerjaan Lain

Setiaji (1995) mengatakan perilaku konsumen adalah kecenderungan seseorang untuk bertindak berlebihan dengan membeli sesuatu yang tidak direncanakan. Sejalan dengan pendapatannya, sebagian masyarakat tidak menyadari bahwa ketika pendapatannya berlebihan, mereka juga berlebihan dalam membeli barang-barang kebutuhannya. Alhasil, mereka kemudian membelanjakannya secara tidak rasional hanya untuk mendapatkan hal-hal yang menurut mereka bisa menjadi simbol keistimewaan.

Sumber Pendapatan Lain

Pengalaman

Modal

  • Pembahasan Penelitian
    • Kondisi Sosial Ekonomi
  • IdentitasResponden
  • Kondisi Ekonomi a. Pendapatan
  • Variabel Moderating a. Pendidikan

Yang menjadi faktor keyakinan adanya masa depan di pasar induk adalah terlihat dari lokasinya yang jauh lebih baik dan mereka menyatakan pendapatannya meningkat setelah pindah ke pasar induk. Pendapatan pedagang sebelum pindah menurun, namun setelah pindah ke pasar induk, pendapatannya mencukupi. Dari pembahasan di atas terlihat bahwa perpindahan pasar berdampak positif terhadap kondisi sosial ekonomi para pedagang. Kondisi sosial ekonomi pedagang sebelum dipindahkan berubah menjadi lebih baik setelah dipindahkan ke pasar induk.

Apakah ada sumber penghasilan lain selain penghasilan dari berdagang di pasar setelah pindah?

Tabel 20. Ringkasan Hasil Penelitian Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Sebelum  dan Sesudah di Relokasi
Tabel 20. Ringkasan Hasil Penelitian Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Sebelum dan Sesudah di Relokasi

Gambar

Gambar 1. Kerangka Pemikiran
Tabel 2. Interaksi Sosial Antar Pedagang Sebelum Direlokasi  Interaksi Sosial  Jumlah Sampel  Persentase
Tabel 3. Interaksi Sosial Antar Pedagang setelah Direlokasi  Interaksi Sosial  Jumlah Sampel  Persentase
Tabel 4. Kenyamanan Pedagang sebelum di relokasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

The objectives of this study are: 1 To find out the type of marketing channel in the Pasar Induk Kelurahan Lau Cih, Medan Tuntungan District, 2 To find out the functions of marketing