Latar Belakang
Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan modal intelektual dapat secara efektif dan efisien meningkatkan nilai dan kinerja perusahaan (Khan et al, 2012). Islamiyah (2015) menyatakan penelitian human capital tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, hal ini dikarenakan perusahaan belum mampu memaksimalkan human capital yang dimilikinya sehingga masih belum mampu mencapai kinerja perusahaan. Pengetahuan bersama merupakan nilai modal pelanggan yang paling tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai kinerja perusahaan.
Konsisten dengan penelitian lain yang dilakukan oleh Rahmawati (2012), ekuitas pelanggan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Inayah Sari (2014) menyatakan bahwa perusahaan yang melakukan diversifikasi memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan. Artinya strategi diversifikasi perusahaan yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan belum memberikan hasil yang optimal terhadap kinerja perusahaan.
Penelitian ini merupakan pengembangan dari Soetedjo (2014) yang juga meneliti dampak modal intelektual terhadap kinerja perusahaan perbankan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “DAMPAK INTELEKTUAL MODAL DAN DIVERSIFIKASI BISNIS TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN”.
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis dapat memperkaya konsep atau teori yang mendorong pengembangan pengetahuan tentang modal intelektual dan diversifikasi bisnis terhadap kinerja perusahaan.
Sistematika Penulisan
Teori Pendukung
- Resources Based View Theory (RBV Theory)
- Market Based View (MBV Theory)
Kinerja Perusahaan
Perusahaan
Modal
Intellectual capital
Diversifikasi usaha
Penelitian Terdahulu
Kerangka Pemikiran
- Pengaruh Structural Capital Value Added terhadap kinerja perusahaan
- Pengaruh Value added customer capital terhadap kinerja perusahaan
- Pengaruh Value added Intellectual capital terhadap kinerja perusahaan
- Pengaruh tingkat diversifikasi usaha terhadap kinerja perusahaan
Data & Populasi/Sampel
- Jenis dan Sumber Data
- Metode Pengumpulan Data
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan termasuk sub sektor real estate dan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan pemilihan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling, artinya sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan yang diambil dari laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit dan dipublikasikan.
Alasan peneliti memilih perusahaan dari subsektor real estate dan real estate adalah karena peneliti sebelumnya lebih banyak menggunakan perusahaan. Oleh karena itu, peneliti mencoba melakukan penelitian terhadap perusahaan real estate dan real estate dan membuktikan apakah kinerja perusahaan real estate dan real estate berpengaruh terhadap modal intelektual dan diversifikasi usaha. Metode dokumentasi mempelajari data perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan perusahaan yang menjadi sampel penelitian.
Data yang disajikan dalam bentuk cetak antara lain jurnal, buku, disertasi, makalah. Data yang disajikan secara elektronik antara lain laporan BEI dan website.
Operasional Variabel
- Variabel Dependen
- Variabel Independen
Metode Value Added Intellectual Capital (VAIC™) dikembangkan oleh Pulic pada tahun 1998 dan dimaksudkan untuk menyajikan informasi. Value Added Human Capital (VAHU) menunjukkan besarnya nilai tambah yang dapat dihasilkan dari uang yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. VACA = nilai tambah modal yang digunakan VAHU = nilai tambah sumber daya manusia STVA = nilai tambah struktural 3.2.2.2 Diversifikasi usaha.
Diversifikasi perusahaan diukur dengan indeks Herfindahl (Lim et al., 2008) yang menunjukkan seberapa terkonsentrasi perusahaan pada segmen usaha yang dimilikinya. Sebaliknya, semakin mendekati nol indeks Herfindahl berarti penjualan perusahaan tersebut tersebar pada beberapa segmen usaha. Atau dengan kata lain jika perusahaan tersebut termasuk dalam satu segmen, maka nilai indeks Herfindahl adalah 1.
Sedangkan jika nilai indeks Herfindahl di bawah 1 maka perusahaan tersebut tergolong perusahaan multi segmen (Hendricks et al., 2009).
Metode analisis
- Statistik deskriptif
- Analisis Regresi Data Panel
- Uji Asumsi Klasik
- Koefisien Determinasi (Uji R 2 )
- Model Regresi
- Uji Hipotesis
Gambaran Umum Objek Penelitian
Statistik Deskriptif
Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolineritas
- Uji Heteroskedastisitas
- Uji Autokolerasi
Analisis Data Panel
- Uji Chow
- Uji Hausman
- Model 2
Uji Hipotesis
- Pengaruh Value Added Human Capital terhadap Kinerja Perusahaan (Hipotesis
- Pengaruh Structural Capital Value Added terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Value Added Customer Capital terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Value Added Intellectual Capital terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Diverifikasi Usaha terhadap Kinerja Perusahaan (Hipotesis 5)
Implikasi Manajerial
Kesimpulan
“Pengaruh Value Added Human Capital, Structural Value Added, Customer Value Added Capital, Value Added Intellectual Capital, dan Derajat Diversifikasi Usaha terhadap Return on Assets pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di BEI Tahun 2014- 2016". Variabel nilai tambah human capital (VAHU) mempunyai probabilitas yang lebih kecil dari tingkat signifikan dalam penelitian ini. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan Ha1 diterima yang berarti variabel VAHU berpengaruh positif terhadap return on assets (ROA).
Nilai Human Capital yang positif mencerminkan kemampuan kolektif perusahaan dalam menghasilkan solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia di dalam perusahaan. Variabel Structural Capital Value Added (STVA) pada penelitian ini mempunyai probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikan dengan nilai koefisien negatif. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan Ha2 diterima yang berarti variabel STVA mempunyai pengaruh negatif terhadap Return On Asset (ROA).
Karena penggunaan sumber daya yang tidak efisien dapat mengakibatkan penurunan laba operasional sehingga berdampak pada rendahnya kinerja perusahaan. Sebab dalam suatu perusahaan, jumlah pelanggan setia mempunyai perbedaan yang besar dengan jumlah pelanggan pada umumnya. Serta pelayanan pelanggan yang kurang optimal mampu meningkatkan keuntungan perusahaan namun tidak signifikan.
Dalam hal ini menunjukkan bahwa modal intelektual bernilai tambah sepenuhnya mendukung peningkatan kinerja perusahaan di sektor keuangan. Karena dengan menggunakan model Pulic (VAIC™) untuk menguji hubungan IC dengan kapitalisasi pasar dan kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan sampel perusahaan industri real estate dan properti, Anda akan mampu memotivasi karyawan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Variabel Diversifikasi Bisnis (DIVER) Tingkat diversifikasi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, namun sebaliknya kinerja perusahaan yang terdiversifikasi tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan segmen tunggal.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik dan kondisi masing-masing perusahaan pada sektor industri yang berbeda, sehingga akan menimbulkan kinerja yang berbeda pula.
Keterbatasan Penulis
Saran
“Pengaruh Modal Kerja, Likuiditas, Aktivitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia”. Perusahaan modal intelektual dan kinerja perusahaan multinasional AS: Sebuah studi tentang pandangan berbasis sumber daya dan pemangku kepentingan. Jurnal Internasional Penelitian Akademik Ilmu Ekonomi dan Manajemen, Vol. modal intelektual dan ukuran tradisional kinerja perusahaan.
Pengaruh modal intelektual terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan khususnya pada industri keuangan dan industri pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. Dampak modal intelektual terhadap kinerja keuangan bank di Pakistan: Restrukturisasi perusahaan dan pengaruhnya terhadap semangat dan kinerja karyawan”, Jurnal Internasional Ilmu Bisnis dan Perilaku. Analisis pengaruh modal intelektual terhadap nilai pasar dan kinerja keuangan perusahaan menggunakan metode koefisien intelektual nilai tambah.
Pengaruh modal intelektual terhadap nilai perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai variabel intervening. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Pertambangan dan Jasa Pertambangan di Bursa Efek Indonesia.”