Kegiatan pembelajaran yang mendorong perkembangan sosial emosional anak usia dini dengan cara yang lebih kreatif. Dengan kata lain, media papan jahit ini dapat sangat membantu dalam pembentukan sosial-emosional anak yang cepat. Apakah ada perbedaan keterampilan sosial-emosional anak kelompok A TK PUI Palimanan sebelum dan sesudah penerapan papan jahit.
Mendeskripsikan tingkat kemampuan sosial-emosional anak-anak Kelompok A TK PUI Palimanan setelah media papan jahit digunakan. Mendeskripsikan perbedaan kemampuan sosial-emosional anak kelompok A TK PUI Palimanan sebelum dan sesudah media papan digunakan.
Prosedur Penggunaan Papan Menjahit dalam Pembelajaran
Papan jahit merupakan alat yang dapat mempermudah proses penerimaan materi yang disampaikan, dan tentunya akan mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran yang berhasil. Papan jahit juga diharapkan dapat menjadi alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan informasi berupa bahan ajar dari guru kepada siswa sehingga siswa menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Dari beberapa penjelasan di atas dapat ditarik pengertian bahwa yang dimaksud dengan penggunaan papan jahit adalah penggunaan alat bantu pendidikan berupa papan jahit yang dirancang dengan sengaja dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu.
Jadi, penggunaan meja jahit dalam konteks ini bukan dalam arti sebenarnya, melainkan hanya penggunaan model alat jahit yang diterapkan dalam proses pendidikan. Alat permainan papan jahit dengan berbagai bentuk yang menarik seperti baju, celana, gaun dan lain sebagainya, sehingga terlihat seperti anak menjahit menurut orang dewasa.
Fungsi Papan Menjahit
Menjahit merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk anak usia dini sebagai upaya mengembangkan keterampilan motorik halus. Selain untuk mengembangkan keterampilan motorik halus, menjahit juga digunakan sebagai media pendidikan yang dapat membantu anak meningkatkan konsentrasi, keterampilan logika dan melatih koordinasi tangan-mata anak, serta keterampilan menulis dan keterampilan gerakan tangan, pergelangan tangan dan jari. Selain itu, menjahit juga dapat melatih anak untuk bersabar dan mampu memecahkan masalah, berpikir kreatif serta menumbuhkan semangat untuk terus berjuang.
Dengan memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi dan memecahkan masalah, menjahit merupakan cara yang efektif untuk membantu anak mempersiapkan diri ke sekolah.
Perkembangan Sosial Emosional Anak 1. Pengertian Perkembangan Sosial
Perkembangan Emosional Anak
0-6 bulan Bayi dapat tersenyum dan melakukan percakapan nonverbal dengan orang tuanya dalam beberapa minggu setelah lahir, menunjukkan ekspresi dan suara yang merupakan awal dari komunikasi emosional. 6-8 bulan Bayi mulai mengenal dan menaruh minat pada orang, benda dan tempat di sekitarnya, mulai menemukan cara baru untuk mengungkapkan perasaan senang, takut, kecewa dan penasaran. 9-12 bulan Bayi mulai memahami bahwa mereka dapat berbagi emosi dengan orang lain, yang akan memperkuat ikatan emosionalnya.
1-3 tahun Anak mulai senang bertemu dengan anak lain, menjadi pemberontak dan pada saat ini perkembangan emosi menjadi sarana penting untuk mencegah anak menjadi frustasi atau marah. Usia 4-7 tahun Anak senang keluar rumah, bertemu teman baru dan belajar banyak hal karena rasa ingin tahunya.
Unsur dan Karakteristik Kecerdasan Sosial Emosional pada Anak Pada uraian tentang konsep kecerdasan emosi, sebagai mana yang
Anak tidak dapat mengungkapkan perasaannya sendiri secara berlebihan dan anak juga mampu memahami perasaannya sendiri. Anak-anak dapat bersikap sopan saat berbicara dengan teman dan orang dewasa serta memahami kesopanan saat berkunjung, melewati orang dewasa dengan pamit. Dari definisi beberapa ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional adalah bagaimana anak dapat melakukan sesuatu dalam artian ketekunan dan bagaimana kita dapat mengontrolnya tanpa berlebihan dengan melakukan suatu tindakan.
Hasil Penelitian yang Relevan
Perbedaan dari kedua penelitian tersebut adalah media yang digunakan berbeda, dalam penelitian ini digunakan metode role play, sedangkan media yang akan penulis gunakan adalah media menjahit. Menurut repository.radenintan.ac.id>Skripsi_Lengkap14 yang diunduh pada tanggal 20 November 2018 pukul 20.35 WIB. Penelitian Rizki Ayudia (2017) Mengembangkan Sosial Emosional Anak Melalui Metode Mendongeng di Ra Al-Ulya Bandar Lampung.
Berdasarkan hasil analisis siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dapat mengembangkan perkembangan sosial emosional anak kelompok B1 di RA Al-Ulya Bandar Lampung. Penelitian ini relevan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu penelitian ini menggunakan kedua variabel yang mengukur kemampuan sosial-emosional anak. Perbedaan dari kedua penelitian tersebut adalah media yang digunakan, pada penelitian ini media yang digunakan adalah metode naratif, sedangkan media
14 Rizki Ayudia Mengembangkan sosial emosional anak melalui metode bercerita, 2017 (repository.radenintan.ac.id>Skripsi_Lengkap). Dari semua penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian penulis, tidak ada satupun yang dijiplak oleh penulis, sehingga penelitian penulis berjudul Efektivitas Penggunaan Media Papan Jahit Dalam Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Pada Anak Kelompok A Di TK PUI Palimanan Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.
Kerangka Berpikir
Dari semua penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian penulis, tidak ada satupun yang dijiplak oleh penulis, sehingga penelitian penulis berjudul Efektivitas Penggunaan Media Papan Jahit Dalam Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Kelompok A Di TK PUI Palimanan Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon dapat disertifikasi keasliannya. empati, kemandirian, kepercayaan, kejujuran, ketekunan, solidaritas, sopan santun dan rasa hormat. Penerapan media papan jahit merupakan alat permainan edukatif yang dapat menunjang perkembangan sosial emosional anak misalnya dalam hal ketekunan, karena dalam memainkan media papan jahit ini diperlukan ketekunan dari yang memainkannya.
Hipotesis Penelitian
Desain Penelitian
Penelitian komparatif ini berlangsung secara alami, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan alat ukur. Statistik parametrik adalah jenis analisis di mana prasyarat tertentu harus diuji sebelum menerapkan rumus analisis statistik tertentu. Rancangan penelitian adalah variabel yang diselidiki dan berfokus pada tanggapan terhadap masalah yang mereka hadapi, yang akan mengkaji perbedaan keterampilan sosial emosional anak kelompok A.
Karena penelitian ini akan membandingkan keterampilan sosial emosional pada resiliensi anak menggunakan papan jahit, maka dirancang seperti pada gambar berikut.
Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Waktu Penelitian
Populsi dan Sampel 1. Populasi
Sampel
Jadi dalam hal ini peneliti mengambil 100%, maka sampel untuk penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A TK PUI Palimanan yang berjumlah 20 anak.
Definisi Variabel Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Obsevasi Partisipatif
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi dengan mengamati tingkah laku anak dalam situasi tertentu. Teknik ini sangat cocok digunakan untuk menilai atau mengukur tingkat perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam hal ini peneliti mengamati kegiatan anak (siswa) belajar atau bermain kegiatan menjahit, dan anak benar-benar mengamati anak dengan anak lain, anak mengamati temannya bermain menjahit.
Begitu pula guru mengamati kegiatan anak bermain menjahit dan kegiatan lain anak yang kebetulan sedang menunggu giliran bermain pacar. Penggunaan teknik observasi ini dikarenakan subjek yang diteliti adalah anak usia prasekolah, maka yang harus diperhatikan oleh peneliti adalah mengamati dan mencari data faktual. Bentuk Hasil Tes Kemampuan Sosial Emosional Sebelum Penerapan Media Menjahit Dengan Papan Menjahit Pada Kelompok A TK PUI Palimanan.
Bentuk hasil tes keterampilan sosial emosional setelah penerapan media menjahit dengan papan jahit pada kelompok A TK PUI Palimanan.
Teknik Tes
Dokumentasi
Teknik Analisis Data
Prasyarat analisis 1. Uji normatif data
Uji Homogenitas Data
Untuk menjawab pertanyaan penelitian (poin c) dilakukan uji diferensial satu sampel yang dikorelasikan dengan rumus uji “t”. Uji “t” merupakan uji terhadap dua sampel kecil yang saling berkaitan rumusnya untuk mencari “t” atau t0 dengan ketentuan sampel yang diperiksa adalah sampel kecil (N kurang dari 50) sedangkan sampel kecil tersebut memiliki afinitas atau hubungan satu sama lain.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data
Data hasil tes keterampilan sosial-emosional sebelum menggunakan metode permainan menjahit dengan papan menjahit pada kelompok A TK PUI. Untuk menjawab pertanyaan penelitian yang pertama yaitu gambaran hasil tes terhadap kemampuan sosial-emosional anak yang belajar sebelum mengaplikasikan papan jahit, data ditelaah dengan menggunakan SPSS 25. Variabel sosial-emosional Data dari tabel statistik di atas diketahui diperoleh dari jumlah data (N) yang sah atau diproses secara hukum, berjumlah 20 dan tidak ada data yang hilang.
Karena skewness ratio adalah 1,76 antara -2 dan +2, maka dapat disimpulkan distribusi sampling data sosial emosional adalah normal. Karena rasio kurtosis sebesar 0,216 terletak pada daerah antara -2 dan +2, maka dapat disimpulkan distribusi sampling data sosial emosional adalah normal. Data keterampilan sosial emosional anak yang pembelajarannya setelah menggunakan metode permainan menjahit dengan gambar diperoleh dari hasil tes dan observasi yang dilakukan pada saat penelitian dilakukan.
Data hasil tes kemampuan sosial emosional setelah penerapan papan jahit pada kelompok A TK PUI Palimanan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian kedua, yaitu gambaran hasil tes kemampuan sosial-emosional setelah menerapkan papan jahit pada kelompok A TK PUI Palimanan, data diperiksa dengan SPSS 25. Karena skewness ratio adalah -0,42 maka terletak antara -2 dan +2, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi sampling data emosi sosial adalah normal.
Karena rasio kurtosis −1,461 berada dalam kisaran antara −2 dan +2, kita dapat menyimpulkan bahwa distribusi sampel data sosial emosional adalah normal. Berdasarkan hasil analisis deskriptif variabel sosio-emosional di atas, dengan memperhitungkan nilai rata-rata (average number) yang mendapat skor 9,40, maka disusun nilai persentase sebagai berikut. Untuk mendapatkan gambaran status variabel sosio-emosional yang mendapat skor 94%, kemudian dikonversi menjadi data kualitatif untuk menarik kesimpulan deskriptif dengan mengacu pada Tabel 3.11.
Pengujian Persyaratan Analisis
Mengenai hasil belajar setelah menerapkan media papan jahit, signifikansi Shapiro-Wilk adalah 0,038 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga data tersebut tidak normal. Kedua hasil tersebut diperkuat dengan tabel statistik yang menunjukkan nilai skewnes sebesar 0,904 untuk skor belajar pretes dan -0,217 untuk skor belajar pascates, nilai data ±0 dikatakan berdistribusi tidak normal. Pada kedua gambar di atas dapat dilihat sebaran data hasil belajar sebelum menerapkan media papan jahit dan hasil belajar setelah menerapkan media papan jahit di sekitar garis tes mengarah ke kanan atas dan tidak ada data yang jauh dari distribusi data.
Dalam hal ini Uji Homogenitas Data dilakukan dengan membandingkan uji varians terbesar dan varians terkecil dengan menggunakan Tabel F.30. Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan Uji Homogenitas Varians.
Pengujian Hipotesis
Dengan demikian dapat disimpulkan juga bahwa ada pengaruh penjahitan papan terhadap peningkatan keterampilan sosial emosional anak kelompok A di TK PUI Palimanan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran