• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

Selain itu, media pembelajaran gores berbasis kearifan lokal dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran matematika. Cara pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran gores berbasis kearifan lokal pada seperangkat materi di kelas VII SMP Negeri 1 Stabat tahun pelajaran 2022/2023. Bagaimana kepraktisan media pembelajaran awal berbasis kearifan lokal pada materi VII. kelas SMP Negeri 1 Stabat tahun pelajaran 2022/2023.

Bagaimana kelayakan media pembelajaran gores berbasis kearifan lokal pada materi himpunan di kelas VII SMP Negeri 1 Stabat tahun pelajaran 2022/2023. Untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan media gores berbasis kearifan lokal pada materi himpunan di kelas VII SMP Negeri 1 Stabat tahun pelajaran 2022/2023. Untuk mengetahui kepraktisan media pembelajaran gores berbasis kearifan lokal pada materi himpunan di kelas VII SMP Negeri 1 Stabat tahun pelajaran 2022/2023.

Menentukan kelayakan media pembelajaran gores berbasis kearifan lokal pada materi himpunan di kelas VII SMP Negeri 1 Stabat tahun pelajaran 2022/2023.

Hakikat Pengembangan a. Pengertian Pengembangan

Berdasarkan pernyataan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran adalah interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa lain untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Menurut Seels dan Richey (dalam Alim Sumarno), pengembangan berarti proses menerjemahkan atau mendeskripsikan spesifikasi desain ke dalam bentuk ciri-ciri fisik, sedangkan menurut Tessmer dan Richey (dalam Alim Sumarno, pengembangan tidak hanya berfokus pada analisis kebutuhan saja, tetapi juga analisis kebutuhan). isu-isu luas mengenai analisis awal hingga akhir, seperti analisis konteks.

Pada dasarnya pembangunan adalah suatu usaha pendidikan, formal dan informal, yang dilaksanakan secara sadar, terencana, terarah, terorganisir dan bertanggung jawab untuk mengenalkan, menumbuhkan, memimpin, mengembangkan landasan kepribadian yang seimbang, utuh, serasi, pengetahuan, kemampuan sesuai dengan yang diharapkan. dengan bakat, keinginan serta kemampuan, sebagai watak yang mempunyai prakarsa untuk meningkatkan, memperbaiki, mengembangkan diri menuju tercapainya harkat, mutu, dan kemampuan manusia yang optimal serta individu yang mandiri (Iskandar Wiryokusumo, 2011:48). Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian dan pengembangan (R&D) adalah model penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk yang diawali dengan meneliti kebutuhan kemudian berkembang hingga menghasilkan suatu produk yang telah teruji.

Hakikat Media Pembelajaran a. Pengertian Media Pembelajaran

Dari uraian sebelumnya mengenai pengertian media dan pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan untuk menyalurkan atau menyampaikan informasi serta alat untuk memberikan rangsangan kepada siswa sehingga berlangsungnya proses pembelajaran yang berisi bahan ajar. Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan memberikan pengaruh psikologis terhadap siswa.” Berdasarkan pengertian fungsi media pembelajaran menurut para ahli di atas, maka Dapat disimpulkan bahwa beberapa fungsi media pembelajaran yang dipilih guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai sarana penyampaian materi pembelajaran, guna membangkitkan dan membangkitkan perasaan senang, gembira dan gembira.

Media pembelajaran juga diharapkan dapat merangsang minat, motivasi dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan manfaat media pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran mempunyai banyak manfaat penting untuk menunjang proses pembelajaran. Media pembelajaran dinilai cukup menjelaskan penyajian pesan dan informasi, memandu motivasi belajar, mengatasi keterbatasan panca indera dan waktu, serta memberikan pengalaman kepada siswa yang serupa dengan kejadian di lingkungannya.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa scratch merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi, animasi dan permainan serta dapat digunakan sebagai media pembelajaran berupa media interaktif yang juga dapat digunakan oleh guru untuk . membuat media pembelajaran yang efektif seperti kuis matematika dan video edukasi.

Gambar 2.1 Tampilan Awal Scratch
Gambar 2.1 Tampilan Awal Scratch

Kearifan Lokal

  • Hakikat Pembelajaran Matematika a. Pengertian Pembelajaran Matematika
  • Pengertian Himpunan
  • Menyatakan Suatu Himpunan
  • Penelitian yang Relevan
  • Pelaksanaan Pembelajaran

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat lokal, terkait dengan kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang harus terus menerus dijadikan pedoman hidup. Penelitian ini berfokus pada kearifan budaya lokal Sumatera Utara melalui pengenalan alat musik berbagai suku khas Sumatera Utara, pakaian adat, rumah adat dan makanan khas daerah suku di Sumatera Utara, yang akan dihubungkan dengan materi pembelajaran matematika yaitu mengatur bahan. .

Pembelajaran matematika merupakan proses pemberian pengalaman belajar kepada siswa, proses ini diberikan melalui serangkaian kegiatan yang terencana agar siswa memperoleh kompetensi mengenai materi matematika yang dipelajari. Menurut Ahmad Susanto, pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan berpikir kreatif siswa, yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta meningkatkan kemampuannya dalam mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan matematika yang baik. bahan. . Penelitian Haris Mardiyanto dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun 2018 “Pengembangan Media Pembelajaran Goresan Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Materi Hemat Air”.

Tahun 2021 Penelitian Fatie Izzun dari Institut Agama Islam Nasional Tulungagung “Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Menggunakan Materi Goresan Bentuk Aljabar di MTSN 5 Kediri”. Artinya pembelajaran bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa, melainkan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa. Berdasarkan pernyataan para ahli di atas tentang pelaksanaan pembelajaran, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa harus ada hubungan timbal balik antara guru dan siswa pada saat melaksanakan pembelajaran, karena dengan adanya hubungan timbal balik maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran adalah Bagus.

Tabel 2.1 Kriteria Penilaian dalam Pelaksanaan Pembelajaran  Aktivitas Guru
Tabel 2.1 Kriteria Penilaian dalam Pelaksanaan Pembelajaran Aktivitas Guru

Kerangka Berpikir

Definisi Operasional

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

Jenis Penelitian

Desain Penelitian

Prosedur Penelitian

  • Tahap Analisis (Analysis)
  • Tahap Desain (Design)
  • Tahap Pengembangan (Development)
  • Tahap Implementasi (Implementation)
  • Tahap Evaluasi (Evaluation)

Tahapan kegiatan meliputi merancang media pembelajaran dengan menyusun kerangka pembuatan potongan-potongan yang berisi materi himpunan. Tahap pengembangan merupakan kegiatan memperjelas spesifikasi desain fisik gores hingga menghasilkan prototipe media pembelajaran berupa video pembelajaran. Validasi dilakukan untuk memperoleh saran dan penilaian dari para ahli, termasuk kesesuaian materi dengan media yang dirancang.

Setelah ahli memberikan masukan, dilakukan validasi dan diidentifikasi kelemahan produk yang dikembangkan. Pada tahap implementasi ini dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Stabat dan pada saat percobaan peneliti memperhatikan kekurangan-kekurangan yang masih ada pada produk yang dirancang. Siswa diberikan soal tes dan angket sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran awal untuk melihat kepraktisan dan kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan.

Proses yang dilakukan dalam analisis media adalah tahap evaluasi untuk melihat kekurangan dari media pembelajaran.

Metode Pengumpulan Data

  • Kuesioner (angket)
  • Wawancara
  • Validasi
  • Validator ahli materi pembelajaran
  • Validator ahli media pembelajaran
  • Validator ahli pembelajaran matematika

Dalam penelitian ini peneliti menghasilkan produk berupa software, produk yang dimaksud adalah aplikasi scratch yang ditujukan untuk siswa VII. kelas SMP Negeri 1 Stabat pada materi pelajaran matematika. Tujuan penggunaan angket (angket) adalah untuk mengetahui tanggapan ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran matematika dan siswa mengenai media yang dikembangkan dan kelayakan media pembelajaran sehingga dapat diperoleh hasil dari isi. di media sebagai bahan pengembangan produk lebih lanjut. Serta angket yang ditujukan kepada siswa yaitu apa pendapat siswa mengenai penggunaan dan non penggunaan media selama proses pembelajaran.

Saya memperhatikan pembelajaran terus menerus (tidak mengantuk dan berbicara dengan teman sambil belajar) 6. Saya memperhatikan pembelajaran terus menerus (tidak mengantuk dan berbicara dengan teman sambil belajar) 5. Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat dijadikan dasar untuk melihat kepraktisan dan kelayakan media yang telah dikembangkan.

Setelah media divalidasi, hasil validasi akan dianalisis untuk mengetahui kelayakan dan kegunaan media pembelajaran yang akan dikembangkan.

Tabel 3.2 Angket Penilaian Peserta Didik Sebelum Menggunakan Media
Tabel 3.2 Angket Penilaian Peserta Didik Sebelum Menggunakan Media

No. Aspek Variabel

Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi berupa buku, arsip, dokumen, rekaman angka dan gambar dalam bentuk laporan serta informasi yang dapat menunjang penelitian. Dokumentasi penelitian ini difoto oleh peneliti untuk memperkuat hasil penelitian, dokumentasi tersebut dapat berupa tulisan seseorang, gambar atau karya monumental dan dalam penelitian pengembangan media pembelajaran awal berbasis kearifan lokal peneliti akan mengumpulkan dokumen-dokumen berkaitan dengan berbagai kegiatan penelitian seperti foto-foto pada saat proses pembelajaran atau laporan kegiatan yang dapat dijadikan sumber data.

Teknik Analisis Data

  • Kepraktisan Media Pembelajaran
  • Kelayakan Media Pembelajaran
  • Analisis Materi
  • Media yang Belum Dikembangkan

Data yang diperoleh peneliti dari instrumen berupa angket yang telah disebarkan kepada ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran kemudian dianalisis. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan mendeskripsikan seluruh pendapat, saran dan tanggapan validator yang diperoleh dari kuesioner yang telah disebarkan. Bahan ajar yang digunakan adalah himpunan yang meliputi pengertian himpunan, pengertian non himpunan, jenis-jenis himpunan, contoh himpunan dengan kearifan lokal, contoh non himpunan dengan kearifan lokal dan soal-soal tingkat sekolah menengah pertama (SMP). ).

Dalam penyampaian materi, himpunan siswa SMP Negeri 1 Stabat tidak menggunakan media pembelajaran kasar yang berbasis kearifan lokal. Oleh karena itu, perlu diterapkan penerapan penggunaan media pembelajaran gores berbasis kearifan lokal agar siswa dapat merasakan proses pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan juga menambah pengetahuan tentang kearifan lokal khususnya kearifan lokal di Sumatera Utara. Sumatera Utara untuk menghubungkannya dengan materi pembelajaran. berdasarkan kearifan lokal yaitu etnis Batak Karo. berdasarkan kearifan lokal yaitu suku Batak Toba. Indikator Keberhasilan Pengembangan Media Goresan 1. Pada tahap ini kegiatan pokoknya adalah menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran baru dan menganalisis kelayakan dan kepraktisan media pembelajaran.

Pada tahap ini media sudah dapat memenuhi kebutuhan pengembangan media pembelajaran baru dan analisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran serta analisis kelayakan dan kepraktisan media pembelajaran. Pada tahap ini peneliti dapat merancang media pembelajaran yang akan dikembangkan sesuai dengan materi pembelajaran yang telah ditetapkan. Pada tahap pengembangan, peneliti dapat melakukan kegiatan untuk mewujudkan desain media pembelajaran dalam bentuk media pembelajaran asli.

Dalam penelitian ini alat dan bahan yang diperlukan antara lain laptop, paket internet, aplikasi awal dan akun. Pada tahap implementasi, peneliti dapat menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas pembelajaran. Setelah dilakukan revisi, dilakukan uji coba terhadap produk media pembelajaran yang dikembangkan kepada beberapa siswa dengan tingkat keterampilan yang berbeda-beda.

Evaluasi formatif dilakukan untuk mengumpulkan data pada setiap tahapan yang digunakan untuk perbaikan media pembelajaran. Pada tahap ini media pembelajaran dikatakan berhasil apabila hasil validasi ahli media dan ahli materi memenuhi kualifikasi pada kisi-kisi instrumen yang telah disediakan, pemahaman siswa terhadap materi yang ditetapkan dapat meningkat, guru menjadi lebih kreatif dalam menggunakan media pembelajaran, khususnya pada materi himpunan, media efektif dan tepat digunakan pada materi himpunan di SMP Negeri 1 Stabat dan hasil belajar meningkat.

Tabel 3. 10 Kriteria Penilaian Kelayakan Media
Tabel 3. 10 Kriteria Penilaian Kelayakan Media

Gambar

Gambar 2.1 Tampilan Awal Scratch
Gambar 2.2 Macam-macam Blok
Tabel 2.1 Kriteria Penilaian dalam Pelaksanaan Pembelajaran  Aktivitas Guru
Tabel 2.2 Kriteria Penilaian Dalam Pelaksanaan Pembelajaran  Aktivitas Siswa
+7

Referensi

Dokumen terkait

By combining VR and android accelerometer sensor, we were able to create an application where user can jog at home without any other equipment but the cellphone itself and a cardboard