• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

i BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Coronavirus Disease 19 (COVID-19) adalah penyakit baru yang pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember 2019, penyakit ini menyebabkan sakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS- CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Coronavirus Disease adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona adalah penyakit zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia)1.

Pada tangal 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai sebuah pandemi2. Dikutip dari website gis and data, per tanggal 25 Juli 2020 tercatat ada sebanyak 15.656.042 kasus COVID- 19 yang tercatat diseluruh dunia3. Di Indonesia sendiri, kasus positif terkonfirmasi COVID-19 pertama dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020.

Hingga tanggal 25 Juli 2020, kasus positif terkonfirmasi yang dilaporkan oleh kementrian kesehatan mencapai 95.418 kasus dengan 53.945 orang sembuh dan

(2)

i

4.665 orang meninggal4. Salah satu provinsi dengan jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak di Indonesia adalah provinsi Jawa Barat. Per tanggal 19 April 2020, Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat ada sebanyak 5915 kasus positif terkonfirmasi di Jawa Barat5.

Pandemi COVID-19 ini memberikan dampak merugikan pada berbagai sektor di seluruh dunia. Sektor kesehatan menjadi sektor yang paling dirugikan.

Semakin banyaknya pasien COVID-19 di Indonesia, rumah sakit terutama yang berada diluar jabodetabek, mengalami kelebihan kapasitas ruangan isolasi, kekurangan APD dan ventilator6. Ahli epidemiologi memperkirakan apabila pemerintah tidak serius menanggulangi COVID-19, maka akan ada ratusan ribu pasien yang memerlukan perawatan rumah sakit7. Sektor pendidikan serta perekonomian juga terkena dampaknya. Menurut UNESCO, ada sekitar 1,37 juta pelajar yang harus belajar dirumah karena sekolah-sekolah ditutup sementara untuk mencegah penyebaran COVID-19. Pencarian metode pembelajaran jarak Hal ini menyebabkan para mentri khawatir apabila ada murid yang akan benar-benar putus sekolah akibat kegiatan belajar dirumah ini8. Di sektor ekonomi, dampak yang ditimbulkan juga besar. Nilai tukar rupiah terhadap dollar kembali turun, lonjakan harga dan kasus penimbunan barang menjadikan situasi dunia dengan pandemi ini semakin tidak kondusif.

Untuk menanggulangi pandemi ini, salah satu cara yang dapat dilakukan ada melakukan berbagai penelitian untuk mendapatkan informasi

(3)

i

dari virus Corona yang baru ini. Salah satu informasi yang penting diketahui adalah karakteristik epidemiologi dari COVID-19. Karakteristik epidemiologi berguna untuk mengetahui suatu perjalanan penyakit. Nantinya data ini dapat digunakan untuk menentukan cara menanggulangi COVID-19.

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit da faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia (MacMahon & Pug, 1970)9. Epidemiologi diketahui sebagai dasar dari kesehatan masyarakat karena epidemiologi membantu dalam memahami sifat, derajat dan penyebab dari masalah kesehatan masyarakat dan memberikan informasi untuk meningkatkan kesehatan dan kondusu social masyarakat10. Penelitian epidemiologi bertujuan untuk mendapatkan informasi berguna dalam upaya pencegahan penyakit dan memperoleh perhatian dari media popular11. Sejatinya, epidemiologi adalah ilmu observasional yang meliputi pendeskripsian penyakit yang ada di suatu populasi (epidemiologi deskriptif) dan mencari tahu etiologi dari suatu penyakit (epidemiologi analitik)12. Epidemiologi deskriptif menggambarkan kejadian penyakit berdasarkan karakteristik orang, tempat dan waktu11. Epidemiologi deskriptif memberikan informasi untuk pencegahan penyakit, desain intervensi dan menjadi dasar penelitian selanjutnya12.

Penelitian yang dilakukan oleh Fei Zhou, dkk (2020) di rumah sakit Jinyintan dan rumah sakit paru Wuhan menyatakan hal yang serupa. Dalam penelitiannya, Zhou menyatakan bahwa 48% pasien yang meninggal memiliki

(4)

i

penyakit penyerta, 30% diantaranya adalah hipertensi lalu disusul oleh diabetes dan penyakit jantung. Pasien lanjut usia berisiko 1,10% lebih besar untuk mengalami kematian akibat COVID-1914. Penelitian yang dilakukan oleh Kaike Ping, dkk (2020) mengenai karakteristik epidemiologi dari COVID-19 yang dilakukan di Guizhou, Cina menyatakan bahwa sebanyak 50,62% pasien COVID-19 berjenis kelamin laki-laki, median usia pasien adalah 37 tahun dan 52% kasus terkonfirmasi memiliki riwayat terpapar dari Wuhan dan daerah lain di luar Guizhou15.

Caramelo dkk (2020), menyatakan bahwa pasien berusia 60 tahun ke atas berisiko 18 kali lebih tinggi untuk meninggal karena COVID-19, disusul dengan pasien dengan penyakit penyerta berupa penyakit jantung dan ISPA.

Dalam artikelnya, Caramelo, dkk juga menyatakan bahwa laki-laki 1,8 kali lebih rentan meninggal dibanding dengan perempuan13. Bi Q dkk (2020) melaporkan bahwa laki-laki berisiko mengalami gejala COVID-19 yang parah ([OR] 2·5 [95% CI 1·1–6·1). Individu yang berisiko mengalami gejala parah adalah orang berusia 60-69 tahun (OR 3·4 [95% 1·4–9·5])16.

Meski penting untuk diketahui, belum banyak penelitian yang membahas mengenai epidemiologi COVID-19, terutama di Indonesia.

Informasi mengenai epidemiologi COVID-19 diharapkan dapat membantu pemegang kebijakan dalam membuat dan mempertimbangkan keputusan untuk menanggulangi COVID-19 juga diharapkan penelitian ini dapat dijadikan dasar

(5)

i

penelitia selanjutnya, terutama di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji literatur epidemiologi COVID-19.

B. Identifikasi Masalah

COVID-19 merupakan penyakit baru dan telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Semakin hari, jumlah kasus positif terkonfirmasi semakin tinggi.

Per tanggal 25 Juli 2020, website gis and data mencatat jumlah kasus positif terkonfirmasi di seluruh dunia adalah 15.656.042 orang dan di Indonesia sebanyak 95.418. Berbagai penelitian dilakukan para ahli untuk mencari informasi yang dapat digunakan untuk menanggulangi pandemi COVID-19.

Salah satu informasi penting yang perlu diketahui adalah informasi COVID-19 berdasarkan ilmu epidemiologi, informasi mengenai epidemiologi COVID-19 dapat digunakan untuk menentukan langkah penanggulangan dan pencegahan penyebaran COVID-19. Hal tersebutlah yang membuat peneliti tertarik untuk mencari tahu bagaimana epidemiologi COVID-19.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mengetahui epidemiologi dari COVID-19 2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui epidemiologi COVID-19 berdasarkan orang b. Untuk mengetahui epidemiologi COVID-19 berdasarkan tempat c. Untuk mengetahui epidemiologi COVID-19 berdasarkan waktu

(6)

i

d. Untuk mengetahui faktor risiko dari COVID-19 D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi megenai epidemiologi COVID-19

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai mengenai Epidemiologi COVID-19

2. Manfaat Praktis

a. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya mengenai epidemiologi COVID-19

b. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan terkait penanggulangan COVID-19

E. Ruang Lingkup

1. Ruang Lingkup Metode

Metode penelitian ini merupakan naratif review yang dikombinasikan dengan tematik sintesis dalam menganalisis hasil.

Teknik ini dapat digunakan untuk memperimbankan bukti kuantitatif hingga kualitatif.

2. Ruang Lingkup Tempat

Dalam mendapatkan artikel ilmiah, penulis melakukan penelusuran di Internet melalui berbagai situs data base artikel ilmiah

(7)

i

seperti Google Scholar, ScienceDirect, NBCI, The Lancet, CDC, JAMA, ELSEVIER atau bibliografi dari artikel.

3. Ruang Lingkup Waktu

Tahun publikasi artikel yang digunakan ada pada retan tahun 2019 sampai 2020. Waktu pengumpulan artikel untuk direview sekitar 1 minggu dan pemilahan artikel selama 1 minggu.

Referensi

Dokumen terkait

2005; ISBN: 0-7803-9484-4 King Fahd University of Petroleum & Minerals http://www.kfupm.edu.sa Summary A mathematical model for the open-circuit output voltage of a micromachined