Gizi buruk adalah suatu keadaan patologis yang diakibatkan oleh kekurangan atau kelebihan satu atau lebih zat gizi secara relatif atau absolut (Sibagarang, 2010:2). Contoh makanan sumber asam lemak jenuh adalah yang sebagian besar berasal dari hewani seperti daging, unggas, produk susu, dll. Asam lemak tak jenuh ada 2 jenis, yaitu asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.
Sementara itu, asam lemak tak jenuh ganda banyak ditemukan pada minyak bunga matahari, kedelai, dan minyak ikan. Sumber makanan vitamin B-1 antara lain beras merah, daging, ikan, unggas, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Sumber makanan vitamin B-2 antara lain daging, ikan, unggas, susu, telur, buah-buahan, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Sumber makanan vitamin B-6 antara lain daging, unggas, pisang, hati, ikan, sayuran berdaun hijau, kacang tanah, kismis, kacang-kacangan, bibit gandum, biji-bijian. Sumber makanan mangan antara lain pisang, kuning telur, hati, kedelai, biji-bijian, kopi, teh, dan sayuran berdaun hijau. Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga usia 2 tahun, karena ASI tetap mengandung nutrisi penting meski jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan.
ASI yang baik dan benar merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi khususnya zat gizi mikro, sehingga bayi dan anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Biasakan makan 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam) bersama keluarga.Untuk memenuhi kebutuhan gizi di siang hari, dianjurkan agar anak makan teratur 3 kali sehari dimulai dengan sarapan atau sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. . Anak usia di bawah 5 tahun (balita) merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan tubuh yang cepat sehingga membutuhkan zat gizi yang tinggi per kilogram berat badannya.
Definisi Perilaku
Jenis Perilaku
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
Perilaku individu muncul ketika melihat kedudukan individu dalam hubungannya dengan individu lain dan masyarakat secara keseluruhan. Faktor genetik atau keturunan merupakan rancangan dasar atau modal bagi perkembangan perilaku makhluk hidup selanjutnya. Perbedaan perilaku laki-laki dan perempuan tercermin dalam cara mereka berpakaian dan melakukan pekerjaan sehari-hari.
Laki-laki bertindak atas dasar pertimbangan rasional atau nalar, sedangkan perempuan bertindak atas dasar pertimbangan emosional atau perasaan. Jika kita amati tingkah laku individu maka akan berbeda karena ciri fisiknya, misalnya tingkah laku individu yang pendek dan gemuk berbeda dengan individu yang mempunyai perawakan tinggi dan langsing. Salah satu definisi kepribadian yang dikemukakan oleh Maramis (1999) adalah “pola keseluruhan pikiran, perasaan dan perilaku yang sering digunakan seseorang dalam upaya terus-menerus untuk beradaptasi dengan kehidupannya”.
Bakat merupakan interaksi faktor genetik dan lingkungan dan bergantung pada peluang untuk berkembang. Kecerdasan merupakan kemampuan untuk melakukan kombinasi, sedangkan individu yang cerdas adalah individu yang dapat bertindak secara tepat, cepat dan mudah dalam mengambil keputusan. Lingkungan disini menyangkut segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik fisik, biologis, maupun sosial.
Agama sebagai suatu keyakinan vital yang berperan dalam pembentukan kepribadian seseorang mempunyai banyak pengaruh terhadap cara berpikir, bersikap, menyikapi, dan bersikap seseorang. Telah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu lingkungan yang mempengaruhi perilaku seseorang adalah lingkungan sosial. Ia merupakan ekspresi jiwa yang diwujudkan dalam cara hidup dan berpikir, kehidupan sosial, seni sastra, agama, rekreasi dan hiburan.
Ia memainkan peranan penting kerana ia adalah satu cara untuk memindahkan tenaga yang datang daripada rangsangan melalui neuron ke sistem saraf periferi yang tekanannya akan berubah dalam tingkah laku. Merupakan proses menerima rangsangan melalui pancaindera yang didahului oleh perhatian supaya individu itu menyedari sesuatu yang ada di dalam atau di luar dirinya.
Domain Perilaku
Dimulai dari ranah kognitif yaitu individu mengetahui terlebih dahulu tentang stimulus yang berupa suatu benda sehingga menimbulkan pengetahuan baru pada diri individu. Ranah afektif yaitu munculnya reaksi internal berupa sikap individu terhadap objek yang diketahuinya. Berakhir pada ranah psikomotorik, yaitu objek yang diketahui dan disadari secara utuh yang pada akhirnya menimbulkan respon berupa tindakan.
PERAN
Definisi Peran
Peran Orang Tua
Peran Orang Tua Dalam Pemberian Gizi Seimbang Balita
METODE DIETARY ASSESSMENT
Recall 24 Jam
Responden diminta mengingat kembali seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsinya selama 24 jam terakhir (1 x 24 jam). Responden mendeskripsikan secara rinci setiap makanan yang dikonsumsi (seperti jenis makanan, dikonsumsi mentah/matang, cara memasak, dan lain-lain). Selanjutnya dilakukan analisis zat gizi dengan mengacu pada daftar bahan pangan yang ditukar atau daftar komposisi bahan pangan.
Seringkali terjadi kesalahan dalam memperkirakan jumlah porsi (biasanya lebih besar atau lebih kecil dari jumlah sebenarnya). Tidak menggambarkan kebiasaan makan jika hanya dilakukan satu kali recall (1 x 24 jam), karena terdapat variasi pola makan per hari (day-to-day variety), sehingga diperlukan beberapa hari recall untuk menunjukkan kebiasaan makan. Menurut Buzzard (1998), Gibson (2005) dan Thompson (2008) dalam Nutrition Care Process (2015), catatan makanan atau food diary merupakan suatu metode penilaian pola makan yang berisi catatan atau daftar seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi. oleh seseorang pada hari atau beberapa hari tertentu.
Catatlah jumlah porsi makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan takaran rumah tangga (URT) atau dengan menimbangnya pada timbangan makanan. Catatan makanan biasanya digunakan untuk memperkirakan asupan aktual atau biasa seseorang, bergantung pada jumlah hari yang diteliti. Data asupan biasa dapat digunakan untuk konseling gizi dan analisis statistik (korelasi dan regresi).
Responden diminta mencatat seluruh makanan dan minuman (termasuk jajanan) yang dikonsumsi dengan menggunakan ukuran rumah selama jangka waktu tertentu dan menuliskannya pada formulir tersendiri yang telah disediakan. Sebelum mencatat makanan dan minuman, responden akan mendapat petunjuk cara melakukannya dan mencatatnya. Timbang seluruh makanan yang dikonsumsi (porsi yang disajikan tidak termasuk sisa), atau perkirakan makanan dan minuman yang dikonsumsi menggunakan ukuran rumah tangga.
Jika responden makan di luar rumah (restoran, dll), responden diminta mencatat semua makanan yang dimakan beserta jumlahnya. Hal ini memerlukan motivasi yang kuat dari responden untuk mencatat apa yang dimakannya dan akan semakin membebani responden. FFQ dirancang untuk memperoleh data kualitatif, merupakan gambaran data asupan yang biasa dilakukan selama periode tertentu (minggu, bulan, tahun), dan secara khusus menggambarkan pola makan suatu budaya atau kelompok masyarakat tertentu.
Dietary History