Manajemen rantai pasokan adalah pengelolaan aliran barang dan jasa dan mencakup semua proses yang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. Fitzsimmons, definisi manajemen rantai pasokan adalah pendekatan sistem total untuk mengirimkan produk ke konsumen akhir dengan menggunakan teknologi informasi untuk mengoordinasikan seluruh elemen rantai pasokan mulai dari pemasok hingga pengecer. Definisi manajemen rantai pasokan adalah serangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok.
Menurut Heizer dan Rander, manajemen rantai pasok adalah kegiatan mengelola berbagai kegiatan atau aktivitas dengan tujuan memperoleh bahan mentah menjadi produk setengah jadi dan juga produk jadi, kemudian mengirimkan produk tersebut ke konsumen melalui suatu sistem distribusi. 2006) mendefinisikan manajemen rantai pasokan sebagai pendekatan yang komprehensif dan strategis dalam hal pengelolaan permintaan, operasi, pengadaan dan proses logistik.
Definisi dan Ruang Lingkup SCM
Supply chain management as the identification, acquisition, access, positioning and management of resources and related capabilities that the organization needs or may need in the achievement of strategic objectives. Supply chain management is the integration of competent business source of flow of goods that includes the planning and management of procurement and logistics activities and related information from the point of origin to the point of consumption, includes coordination and cooperation with channel partners (supplier, manufacturer, warehouse, carrier, distributor, retailer and customer) with the aim of meeting customer requirements. Supply chain (Rantai Pasok) adalah suatu sistem organizasi dalam kegatianan penyaluran barang (flow of goods) kepada kepatan.
Manajemen rantai pasokan adalah integrasi sumber daya bisnis yang kompeten di dalam dan di luar perusahaan untuk memperoleh sistem pasokan yang kompetitif dan berfokus pada sinkronisasi aliran produk dan informasi untuk menciptakan nilai tinggi bagi pelanggan. Sumber daya bisnis yang terintegrasi mencakup pemasok, produsen, gudang, pengangkut, distributor, pengecer, dan konsumen yang beroperasi secara efisien sehingga produk yang diproduksi dan didistribusikan memenuhi kuantitas, kualitas, waktu, dan lokasi yang tepat.
Ruang Lingkup SCM
SCM Link terdiri dari 7 (tujuh) link yang membentuk pelangi SCM yaitu supplier, pabrikan, gudang, pengangkutan, distributor, penjual dan pembeli. Unsur pendukung SCM terdiri dari 9 (sembilan) unsur manajemen yang berperan penting dalam keberhasilan kegiatan arus barang, yaitu unsur yang meliputi pengadaan, logistik (transportasi, penyimpanan, distribusi), persediaan (pengiriman), peramalan permintaan, pemasok . , produksi, informasi, kualitas dan pelanggan.
Supply Chain Network
Srategi SCM
Menentukan sumber pengadaan dan memilih pemasok terbaik serta melaksanakan kontrak untuk menjaga kualitas, komitmen, transportasi, tanggal pengiriman dan sistem pembayaran. Pada umumnya perusahaan memilih supplier yang menawarkan penawaran rendah, namun sebaiknya jangan memilih satu supplier saja, pilihlah beberapa supplier, sehingga suatu saat akan terjadi masalah pada salah satu supplier. Pemasok yang mempunyai hubungan jangka panjang dengan perusahaan dapat lebih memahami tujuan perusahaan dan biasanya lebih berkomitmen untuk berpartisipasi dalam sistem tepat pada saat perusahaan kehabisan persediaan karena pemasok akan mengirimkan persediaan tepat pada saat perusahaan membutuhkannya.
Hal ini tidak mudah untuk dilakukan, sehingga perusahaan biasanya hanya ingin menerapkan sistem ini dengan pemasok yang mereka percaya. Jika dibandingkan, perusahaan yang menggunakan sedikit supplier dapat menurunkan biaya menjadi lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan yang mempunyai banyak supplier, karena akumulasi biaya pengiriman dari supplier yang berbeda tentunya akan lebih besar.
Komponen Supply Chain Management
Upstream Supply Chain
Tujuan Utama Supply Chain Management
Menurut I Nyoman Pujawan, tujuan strategis rantai pasok adalah memenangkan atau setidaknya bertahan dalam persaingan pasar. Oleh karena itu, menurut I Nyoman Pujawan, untuk menjadi pemenang dalam persaingan pasar, rantai pasok harus mampu menyediakan produk yang ada.
Proses Supply Chain Management
Arus Material
Arus Informasi
Arus Finansial
SCM didasarkan pada gagasan bahwa hampir setiap produk yang masuk ke pasar merupakan hasil upaya berbagai organisasi yang membentuk rantai pasokan. Meskipun rantai pasokan telah ada sejak lama, sebagian besar perusahaan baru mulai memperhatikannya sebagai nilai tambah bagi operasi mereka. Manajemen rantai pasokan yang baik menjauhkan perusahaan dari pemberitaan dan menghindari penarikan kembali produk serta tuntutan hukum yang memakan banyak biaya.
Perusahaan ini menggunakan SCM berwawasan ke depan yang mensintesis data relevan dan menggunakan analitik untuk memprediksi perilaku pembelian pelanggan dan kemudian beroperasi dengan cara yang mendukung rantai pasokan untuk memenuhi permintaan yang diantisipasi. Misalnya, sebuah perusahaan dapat mengantisipasi pola flu, yang memungkinkannya memperkirakan secara akurat inventaris yang dibutuhkan untuk obat flu yang dijual bebas, sehingga menciptakan rantai pasokan yang efisien dengan sedikit limbah.
Definisi Sukses SCM dan Akses SCM
Perbandingan SCM dan DCM 1. Orientasi
Fokus
SCM berfokus pada praktik rekayasa aliran produk dari produsen ke distributor dan aliran informasi antar perusahaan serta pengurangan biaya operasional. SCM adalah sistem dorong yang berupaya menentukan kebutuhan pelanggan melalui perkiraan akurat yang mengarah pada efisiensi biaya dan kecepatan proses.
Kolaborasi SCM dan DCM
Prinsip VKM, mengelola komunikasi pengetahuan dan informasi bagi konsumen dan pasar dengan perusahaan mitra. Teknik logistik kemudian digunakan dalam kegiatan pengiriman barang dan terjadi kerjasama antar perusahaan ekspedisi dan terjadi kerjasama antara perusahaan ekspedisi dan gudang.
Munculnya SCM dilatar belakangi oleh
Perkembangan lingkungan bisnis yang dinamis dan kemajuan teknologi yang semakin pesat telah memunculkan persaingan yang semakin ketat.
Perbandingan SCM dan Manajemen Logistik
Adanya kewajiban untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif dan mengirimkan produk dengan cepat dan tepat waktu. Berorientasi pada perencanaan dan kerangka serta informasi yang terintegrasi antar perusahaan, mulai dari hulu (pemasok) hingga hilir (pelanggan).
Konsep SCM
Prinsip SCM
Aktivitas SCM
Strategi SCM
Fleksibilitas permintaan, yaitu kemampuan untuk memenuhi perubahan kebutuhan pelanggan mengenai kuantitas, spesifikasi, dan pengiriman. Kapabilitas proses, yaitu kemampuan untuk melakukan aktivitas manufaktur secara efektif sesuai standar industri.
Manfaat SCM
Mengukur Kinerja SCM
SCM in The Future
Tren International SCM
MASALAH SCM
Bullwhip Effect (BE)
Bullwhip Effect (BE) merupakan keadaan yang terjadi pada rantai pasok dimana permintaan konsumen mengalami perubahan yang menimbulkan distorsi. Pengurangan lead time dengan menerapkan praktik EDI dan cross docking (bongkar muat langsung tanpa melalui gudang).
Masalah SCM
Fragmentasi Kepemilikan (Fragmentation of Ownership) SCM melibatkan banyak pelanggan dengan kepentingannya masing-masing, sehingga menjadikan aktivitas SCM semakin kompleks.
Solusi Masalah SCM
- Analisis Pemasok (Vendor Analysis) a. Analisis Penawaran Kompetitif
- Evaluasi Pemasok (Vendor Evaluation)
- Hubungan Relasi Pemasok (Vendor Relationship)
- Persyaratan Umum Menjadi Pemasok
Produksi adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan kegunaan suatu barang atau menghasilkan barang atau menghasilkan barang baru agar lebih berguna untuk memenuhi kebutuhan.
Peranan Manajemen Logistik dalam SCM
- Strategi Logistik
- Peranan Logistik dalam SCM
- Kehandalan Logistik
- Third Party Logistics (TPL)
- Mengukur Keberhasilan Logistik a. Ketersediaan / Availability
TPL merupakan praktik rantai pasokan di mana sebagian fungsi logistik perusahaan dialihkan kepada pihak ketiga yang kompeten, sehingga perusahaan dapat meningkatkan daya saing, menurunkan biaya operasional, dan fokus pada aktivitas utamanya.
Pengertian Pengadaan
Peranan Pengadaan dalam SCM
Aktivitas Pengadaan dalam SCM 1. Rencana Kerja Pengadaan
Kontrak
Keputusan Pengadaan (Decision to procure)
Apresiasi Produk Dalam Negeri (Appreciation of Domestic Product)
Kontrak Kemitraan (Strategic Alliances)
- Total Cost of Ownership (TCO)
TCO merupakan suatu prinsip untuk mengetahui dan mengukur seluruh biaya yang dikeluarkan dalam berbagai aktivitas rantai pasok untuk memperoleh biaya yang optimal dan wajar. Setiap perusahaan yang terlibat dalam jaringan rantai pasok akan mencapai tujuannya dan mencapai keuntungan (nilai terbaik) melalui TCO yang optimal.
Original Equipment Manufacturer (OEM)
Procurement One
Pengadaan Sentralisasi vs Desentralisasi
Pemasok Internasional vs Pemasok Nasional
Brand Name vs Generic
Peranan Transportasi barang
- Pemilihan Moda Transportasi
- Kontainer (Peti Kemas)
- Biaya Muatan
Armada angkutan laut dapat mengangkut muatan yang berbeda-beda tergantung jenis muatannya, antara lain kapal kargo umum, kapal kontainer, kapal curah, kapal tanker, kapal RoRo (Roll-On Roll-Off). Angkutan udara dapat menjangkau tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau dengan angkutan darat maupun laut, serta mampu bergerak lebih cepat dan mempunyai jalur yang lurus dan bebas hambatan. Merupakan bentuk transportasi yang digunakan di koridor berupa kereta api yang berjalan di antara rel dan tidak sefleksibel transportasi jalan raya.
Kargo adalah segala jenis barang yang dapat diangkut dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan moda transportasi tersebut dan hampir semua jenis barang yang dibutuhkan masyarakat baik berupa bahan mentah maupun barang jadi. Kontainer adalah suatu kemasan yang dirancang khusus dengan ukuran tertentu yang dapat digunakan berulang kali dan digunakan untuk menyimpan dan mengangkut muatan dengan tujuan keamanan, keselamatan, kecepatan pengiriman dan efisiensi biaya. Biaya pengangkutan adalah total biaya yang harus dibayar oleh pengirim berdasarkan berat sebenarnya atau berat volume suatu kiriman dikalikan dengan tarif yang berlaku.
Proses ekspor adalah kegiatan menjual atau mengeluarkan barang atau bahan mentah dari dalam suatu negara ke negara lain. Impor adalah proses pembelian atau pemasukan barang atau bahan mentah dari suatu negara ke negara lain dalam hubungan perdagangan. Manajemen transportasi dan manajemen distribusi merupakan pengelolaan kegiatan pergerakan produk dari satu lokasi ke lokasi lain yang terkoordinasi dalam suatu jaringan.
Peranan Manajemen Pergudangan dalam SCM
Manajemen gudang merupakan bagian dari manajemen logistik dan SCM, yaitu pengelolaan kegiatan penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, pengiriman dan penatausahaan barang pada suatu lokasi tertentu. Penentuan lokasi gudang harus memperhatikan nilai tambah yang memberikan keuntungan bagi perusahaan dan kepuasan bagi pelanggan.
Peranan Manajemen distribusi dalam SCM 1. Pengertian Distribusi
Sistem distribusi tarik didasarkan pada permintaan pelanggan, dan penggerak kegiatan produksi dan distribusi berasal dari konsumen. Sistem distribusi dorong didasarkan pada perkiraan permintaan, dimana inisiatif dan dorongan untuk kegiatan distribusi berasal dari produsen. Saluran distribusi adalah serangkaian usaha yang saling berhubungan yang terlibat dalam proses pengiriman atau pendistribusian barang dari produsen ke konsumen.
Metode distribusi terdiri dari metode batu loncatan dan metode VAM (metode pendekatan Vogel) yang digunakan untuk menghitung dan menentukan alokasi dan biaya distribusi yang paling optimal melalui insentif dan metrik berdasarkan data kapasitas produksi, kebutuhan pelanggan, jarak tempuh dan transportasi. biaya. . Fleksibilitas, kemampuan merespon perubahan kebutuhan pelanggan, berkenaan dengan kuantitas (quantity), kualitas (spesifikasi) dan waktu pengiriman.
Peranan manajemen pelanggan dalam SCM
Peranan Manajemen Inventori dalam SCM 1. Pengertian Inventori (persediaan)
Grup B adalah item inventaris yang memiliki nilai rendah tetapi merupakan bagian terbesar dari seluruh inventaris. Jumlah permintaan lebih besar dibandingkan dengan jumlah stok bahan baku dan produk jadi yang tersedia di gudang.
Peranan Manajemen Material dalam SCM 1. Jenis Material
Barang dagangan adalah barang dalam berbagai bentuk dan keterangan, antara lain bahan mentah, barang setengah jadi, barang jadi, dan peralatan. Spesifikasi bahan adalah uraian rinci tentang sifat-sifat suatu bahan, yang meliputi nama, jenis, ukuran, bahan, fungsi/penggunaan, desain, konstruksi dan kode dari pabrikan (jenis, model, nomor seri, nomor barang dan nomor gambar), serta sebagai standar bahan umum yang digunakan atau diacu (API, ASTM, BS, JIS, SNI). Harta adalah kekayaan yang berupa barang atau benda yang terdiri dari harta gerak, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, yang merupakan bagian dari kekayaan/harta perusahaan.
Manajemen aset adalah proses pengelolaan aset (aset), baik yang berwujud maupun tidak berwujud, yang mempunyai nilai ekonomi, nilai komersial, dan nilai tukar. Umur suatu aset adalah waktu di mana aset tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat/jasa bagi bisnis. Tergantung pada sifat aset, masa manfaat dapat dinyatakan dalam waktu (tahun) atau output (unit produksi atau jasa).
Perencanaan aset merupakan hal mendasar bagi perusahaan dan bisnis yang merupakan langkah awal dan bisnis merupakan langkah pertama dalam siklus hidup aset. Perolehan aset baru dan penggantian aset yang kinerjanya menurun memerlukan perencanaan karena menyangkut biaya investasi.
Peranan Manajemen Peramalan Kebutuhan Dalam SCM
Peranan Manajemen Informasi Dalam SCM 1. Peranan teknologi informasi dalam SCM
Peranan Manajemen Kualitas dalam SCM 1. Pengendalian Mutu (Quality Control)
Peranan Manajemen Lingkungan dalam SCM 1. Pendorong Implementasi GrSCM