Penjatuhan sanksi dan tindakan paksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) dilakukan oleh Satpol PP dengan bantuan perangkat daerah terkait dan dapat didampingi oleh unsur kepolisian dan/atau TNI. Pengenaan sanksi administratif berupa teguran tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh walikota/bupati dan dapat didampingi oleh perangkat daerah yang bersangkutan. Pelaku usaha, pengelola, pengurus, atau penanggung jawab rumah makan, kafe, atau rumah makan yang tidak memenuhi kewajiban perlindungan kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikenakan sanksi administratif berupa: pencabutan izin sementara. ; dan/atau f. 4) Pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dilakukan oleh Satpol PP dengan bantuan unsur perangkat daerah terkait dan dapat didampingi oleh kepolisian dan/atau TNI.
Ketentuan lebih lanjut mengenai perlindungan kesehatan masyarakat pada warung makan, rumah makan, kafe atau rumah makan serta pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat pertama, kedua, dan ketiga diatur dalam peraturan gubernur. Pemantauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat pertama dilakukan paling kurang satu kali dalam sebulan atau sesuai kebutuhan. 4) Untuk memperkuat pengawasan transparansi dan akuntabilitas, pelaksanaan pengelolaan keuangan penanggulangan Covid-19 dilakukan oleh aparat pengawasan internal pemerintah.
PENDANAAN
TAHUN 2020 TENTANG
- PASAL DEMI PASAL Pasal 1
Bahwa badan kesehatan dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) sebagai pandemi dan Pemerintah Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Akibat Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) telah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan darurat kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya mitigasi. Penyebaran penyakit Covid-19 yang bermula dari Kota Wuhan di Tiongkok telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, yang saat ini semakin berkembang dan meluas di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, termasuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, disertai dengan angka yang semakin meningkat. jumlah kasus dan/atau jumlah kematian terus meningkat. Pertumbuhan tersebut berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia, oleh karena itu pemerintah mengambil kebijakan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar, yang pada prinsipnya berlaku untuk semua negara. menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, yang didasarkan pada pertimbangan epidemiologi, besaran ancaman, efektivitas, dukungan sumber daya, teknik operasional, pertimbangan ekonomi, sosial, budaya dan keamanan.
Dalam upaya menekan semakin meluasnya penyebaran Covid-19 yang ditunjukkan dengan meningkatnya kejadian transmisi lokal di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, berdasarkan usulan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Menteri Kesehatan telah menetapkan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam rangka percepatan pengobatan Covid-19 sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/ 239 Tahun 2020 tanggal 7 April 2020. Bahwa seiring berjalannya waktu, penanganan penyebaran Covid-19 tidak lepas dari upaya pemulihan ekonomi dan perlindungan sosial karena dampak penyebaran Covid-19 telah berdampak pada penurunan berbagai kondisi sosial, ekonomi dan sosial. kegiatan kebudayaan dan kegiatan masyarakat Jakarta yang dapat mengancam dan membahayakan pertumbuhan perekonomian, kesejahteraan sosial, dan peradaban kebudayaan masyarakat Jakarta. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta memandang perlu untuk segera mengambil serangkaian kebijakan yang lebih strategis, terpadu dan terencana dalam rangka penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi serta perlindungan sosial secara menyeluruh.
Dengan muatan materi sebagaimana disebutkan di atas, Peraturan Daerah ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang kuat dan menyeluruh bagi pelaksanaan penanggulangan Covid-19 di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta secara lebih terencana, terkoordinasi, dan terpadu. Yang dimaksud dengan asas “kemanusiaan” adalah penanganan Covid-19 harus dilandasi oleh perlindungan dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang adil, beradab, dan universal. Yang dimaksud dengan asas “perlindungan” adalah pelaksanaan penanggulangan Covid-19 harus mampu melindungi seluruh masyarakat dari penyakit dan faktor risiko kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat.
Yang dimaksud dengan asas manfaat adalah pelaksanaan penanggulangan Covid-19 harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perlindungan kesehatan masyarakat, pemulihan ekonomi, dan perlindungan sosial masyarakat rentan terhadap bahaya dan dampak pandemi Covid-19. . Yang dimaksud dengan asas “kepentingan umum” adalah pelaksanaan penanggulangan Covid-19 harus mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan individu atau kelompok tertentu. Yang dimaksud dengan asas “transparansi” adalah pelaksanaan penanggulangan Covid-19 secara benar, jujur, dan tidak diskriminatif dengan tetap memperhatikan perlindungan hak asasi pribadi, kelompok, dan rahasia negara.
Yang dimaksud dengan asas “kemitraan dan kerja sama” adalah pelaksanaan penanggulangan Covid-19 secara terpadu harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, dan dunia usaha serta pemerintah daerah lainnya dalam bentuk kemitraan dan kerjasama regional. pemerintah. kerja sama. Yang dimaksud dengan asas “kesadaran hukum” adalah pelaksanaan penanggulangan Covid-19 mengharuskan masyarakat turut serta dalam kesadaran hukum dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai respons terhadap COVID-19. Yang dimaksud dengan asas “efisiensi” adalah pelaksanaan penanggulangan Covid-19 harus efektif dan efisien dalam pengalokasian dan penggunaan anggaran daerah sehingga mampu menangani penyebaran Covid-19, pemulihan perekonomian. dan memberikan perlindungan dan keamanan sosial kepada masyarakat terhadap dampak pandemi Covid-19. .
Yang dimaksud dengan “walikota/bupati administratif” adalah walikota kota administratif/kabupaten administratif Kepulauan Seribu di provinsi DKI Jakarta. Yang dimaksud dengan “perlindungan sosial” adalah segala upaya yang ditujukan untuk mencegah dan mengelola risiko guncangan dan kerentanan sosial.