• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Hidayah Pratami - metrouniv.ac.id

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Hidayah Pratami - metrouniv.ac.id"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif kualitatif, sedangkan tujuannya adalah untuk menjelaskan ciri-ciri dakwah Buya Hamka. Hasil penelitian ini adalah jenis dakwah yang digunakan Buya Hamka untuk menyampaikan pesan dakwah agar mad'u diterima. Faktor penghambat Buya Hamka dalam menyampaikan dakwahnya adalah adanya fitnah terhadap Buya Hamka pada masa Soekarno, sehingga dakwahnya terhenti saat itu.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan wawasan keilmuan di bidang Ilmu Komunikasi, khususnya kajian tentang ciri-ciri dakwah Buya Hamka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi bagi peneliti yang akan mengkaji lebih lanjut tentang ciri-ciri dakwah Buya Hamka. 8 Surya Pratama, Disertasi “Kontribusi Buya Hamka dalam Pengembangan Tahun Dakwah Muhammadiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara 2017).

Dalam karya-karya Buya Hamka ia mencabik-cabik adat-istiadat, terutama yang bertentangan dengan ajaran Islam dan bersifat statis. Buya Hamka menyampaikan pesan dakwahnya melalui tulisan atau bi Al-Qalam yang dilakukan dengan keahlian menulis di surat kabar, majalah dan buku. Dakwah Buya Hamka sangat arif atau Bi Al-Hikmah, yaitu pendekatan sedemikian rupa sehingga mad'u mampu melaksanakan apa yang didakwahkan atas kehendak bebasnya sendiri, tanpa adanya paksaan, konflik atau tekanan perasaan.

Pukul 07.00 hari Sabtu, 1 Februari 1964, tim penyidik ​​bernama Soedakso memperkenalkan tim yang akan menyelidiki Buya Hamka. Buya Hamka menjawab, Bukannya saya tidak mau mengaku, tapi saya tidak punya apa-apa untuk diakui. Pangdam Nasuhi sendiri mengaku kepada Buya Hamka bahwa dirinya tidak pernah mengadakan perkumpulan liar di Tangerang.

Faktor penghalang Buya Hamka untuk menyampaikan dakwah kepada pengikutnya ialah Hamka didakwa melakukan jenayah Panpers pada 11/1963 dan menjual negara kepada Malaysia. Agar masyarakat lebih memahami cara berdakwah Buya Hamka bi Al-Qalam dan bi Al-Lisan untuk mengetahui kandungan karya Hamka dan kandungan dakwahnya.

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Metode Penelitian

  • Jenis dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Penjamin Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data

LANDASAN TEORI

Metode Dakwah

Kata hikmah sering diterjemahkan dengan arti kearifan, yaitu mendekati sedemikian rupa sehingga subjek dakwah mampu melaksanakan apa yang diberitakan atas kehendak bebasnya sendiri, tanpa merasakan paksaan, konflik atau tekanan. Menurut Sa'id bin Ali bin Wakif Al-Qahthani, Al-Hikmah ini memiliki arti sebagai berikut. Istilah untuk memastikan yang utama dengan ilmu utama Objek kebenaran (Al-haq) yang bisa melalui ilmu dan akal. 2) Menurut terminologi (Syarat).

Penafsiran para ulama terhadap kata Al-Hikmah berbeda-beda, baik dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah. Mau'izhah Hasanah atau nasehat yang baik, maksudnya adalah memberikan nasehat kepada orang lain dengan cara yang baik, yaitu petunjuk kepada yang baik dengan bahasa yang baik, dapat diterima, mengingatkan hati, menyentuh perasaan, tepat dihati, menghindari sikap kasar dan tidak melihat. untuk atau menyebutkan kesalahan penonton sehingga objek. Dakwah dapat dengan sukarela dan sadar mengikuti apa yang disampaikan oleh para pihak subjek dakwah.

Menurut Ali Mustafah Yakub, mau’izhah Hasanah ialah ucapan yang mengandungi nasihat-nasihat yang baik dan bermanfaat bagi orang yang mendengarnya, atau hujah-hujah yang bersifat persuasif agar khalayak dapat menerima apa yang disampaikan oleh subjek dakwah. Seorang pendakwah seperti subjek dakwah harus menyesuaikan dan mengarahkan pesan dakwahnya sesuai dengan tingkat pemikiran dan ruang lingkup objeknya, sehingga dakwahnya, sehingga tujuan dakwah sebagai upaya memajukan nilai-nilai mengaktualisasikan ajaran Islam dalam kehidupan peribadi atau masyarakat dapat direalisasikan. Mujadalah adalah kaedah terakhir yang digunakan untuk berdakwah, manakala kaedah kedua terakhir digunakan untuk orang yang tahap pemikirannya cukup maju dan kritis, seperti ahli yang sememangnya mempunyai ilmu agama daripada rasul-rasul terdahulu.

Oleh karena itu, Al-Qur'an telah memberikan perhatian khusus kepada Ahli Kitab, yaitu melarang berdebat dengan mereka kecuali dengan cara yang baik.

Jenis Dakwah Buya Hamka

Dakwah bi al-hal dilakukan oleh Nabi, terlihat jelas bahwa ketika pertama kali tiba di Madinah, Nabi membangun Masjid Al-Quba dan mempersatukan kaum Ansar dan Muhajirin. Kedua hal tersebut merupakan dakwah yang nyata dilakukan oleh Nabi, yang dapat dikatakan sebagai dakwah bi al-hal. Dakwah bi al-qalam, yaitu dakwah melalui tulisan yang dilakukan dengan keterampilan menulis di surat kabar, majalah, buku dan internet.

Jangkauan yang dapat dicapai oleh dakwah bi-al qalam lebih luas dibandingkan melalui media lisan, demikian pula metode yang digunakan tidak memerlukan waktu khusus untuk kegiatannya. Kapan pun dan di mana pun objek mad'u atau dakwah dapat menikmati dakwah bi al-qalam ini. Dalam dakwah bi al-qalam ini diperlukan keahlian khusus berupa tulisan, yang kemudian disebarluaskan melalui media cetak (printed publication).

Bentuk tulisan dakwah bi al-qalam dapat berupa artikel islami, tanya jawab hukum islam, kolom dakwah, kolom pendidikan agama, kolom islami, cerita religi, cerpen keagamaan, dan lain-lain. , puisi religi, penerbitan khutbah, pamflet islami, buku-buku dan lain-lain.7.

Karakteristik Dakwah

BIOGRAFI BUYA HAMKA

Kondisi Sosial Buya Hamka

Empat tokoh terkenal gerakan putra Minang yang dikenal sebagai pemuda adalah Syekh Taher Djalaluddin, Syekh Djamil Djambek, H. Syekh Taher Djalaluddin, meskipun sepulang dari studi di Timur Tengah menetap di Singapura dan kembali ke tanah air hanya dua kali, namun memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap ketiga tokoh lainnya. Melalui majalah ini, Syekh Taheri berusaha dan berusaha menyebarkan pemikiran Muhammad Abduh dengan mengutip pandangan-pandangannya yang dimuat dalam majalah al-Manar.

Abdullah Ahmad melakukan berbagai kegiatan yang menggemparkan masyarakat adat dan agamawan yang masih kuat berpegang teguh pada tradisi, serta pemerintah kolonial Belanda. Abdul Karim Amrullah melancarkan kritikan yang agak keras terhadap rabit}ah dan wasilah sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para pengikut tarekat, yang dimuatkannya ke dalam kitab yang dinamakan qat‟u razdi almulhidin. Abdullah Ahmad agak keras terutama dari golongan yang lebih tua seperti ucapan yang keluar dari mazhab ahl al-sunnah wa al-jamaah, dan mereka juga dituduh sebagai zindiq iaitu. sesat dan menyesatkan.

Tak sampai disitu, membawa hadits Nabi, man tashabbaha bi qaum fahuwa minhu, Syekh Djamel Djambek, Syekh Abdul Karim Amrullah, dan Syekh Abdullah Ahmad, dituduh kafir karena membawa tas, pakaian, memakai jaket dan dasi. yang dengan cara mencuci pakaian orang. Belanda.9. Sebuah organisasi yang pada tahap itu masih terbatas anggotanya yang berasal dari santri tawalib. Oleh karena itu, pada awal perkembangannya, organisasi ini hanya berbentuk pemenuhan kebutuhan mahasiswa.

Polarisasi struktur sosial-keagamaan di Minangkabau menjadi tua dan baru, semakin padat ketika para pemuda aktif membentuk model baru lembaga pendidikan dan awalnya beralih ke politik dengan membentuk organisasi politik, yaitu Ikatan Muslimin Indonesia (Ikatan Islam Indonesia). PERMI). ).

Karya-karya Buya Hamka

Buya Hamka menjelaskan bagaimana kekuatan agama dan kepercayaan kepada Allah SWT menjadi pendorong manusia untuk memperoleh kemerdekaan yang hakiki dari jiwa dan menjelaskan bagaimana Islam menjadi cara hidup manusia dalam kehidupan kehidupan mereka. Menurut Buya Hamka, daripada buku percintaan yang ditulisnya, berjalan-jalan ke deli adalah yang paling memuaskan. Dia sendiri menyaksikan dan berinteraksi dengan kehidupan seorang saudagar kecil dan dia menyaksikan kehidupan seorang kuli kontrak yang terikat dengan "Poenale Sanction" yang terkenal pada masa lalu, jadi dari kehidupan seperti itu dia mengambil bahan yang paling penting dari cerita itu " pergi ke deli".

Kemudian, secara berurutan beliau juga memaparkan pemikiran para ilmuan tentang makna kebahagiaan, kebahagiaan dan agama, kebahagiaan dan kesehatan primer, jiwa dan raga, harta dan kebahagiaan yang bersifat kana, kebahagiaan yang dirasakan Nabi. Dalam jilid I-II, ia menjelaskan sejarah Islam sejak awal, kemajuan dan kemunduran Islam di Abad Pertengahan. Kelahiran buku ini tidak terlepas dari rencana pengesahan UU Perkawinan Sekuler 1973 dan upaya mengangkat harkat dan martabat perempuan yang selama ini berada pada posisi yang cukup menakutkan.

Dalam buku ini, ia ingin mengungkap semua sisi kehidupannya, hingga ke hal yang paling mendasar, seperti sisi kehidupan keluarganya.

Metode Dakwah Buya Hamka

Dalam hal ini Buya Hamka selalu menawarkan cara-cara dakwah yang arif, menyentuh, emosional dan logis bagi masyarakat agar Hamka diterima oleh semua kalangan 1 Buya Hamka selalu menambahkan humor saat berdakwah yang dapat membuat orang tertawa. Jika seorang mubaligh memiliki kepribadian yang menarik, maka dakwahnya akan berhasil dan sebaliknya jika dia memiliki kepribadian yang tidak menarik, jika dia tidak memiliki pesona, pekerjaannya pasti akan gagal 3 Kecuali oleh bi Al-Qalam Buya Hamka untuk berdakwah juga berdakwah bi Al-Lisan, yaitu dakwah yang dilakukan secara lisan, yang dilakukan dengan ceramah, khutbah, diskusi, nasehat antara lain. Pada hari Senin, 27 Januari 1964, bertepatan dengan 12 Ramadhan 1338, sekitar pukul 11 ​​siang, setelah Buya Hamka mengajarkan mengaji kepada para wanita di Masjid Al-Azhar, tiga polisi dari DEPAK (Departemen Kepolisian) telah datang. menangkap Buya Hamka.

Mereka memiliki surat penahanan sementara yang menyatakan Buya Hamka diduga melakukan tindak pidana terkait Panperji 11/1963. Sejak Senin sore, 27 Januari hingga Jumat sore, 30 Januari, Buya Hamka bertapa di sebuah bungalo di bawah penjagaan ketat polisi. Buya Hamka tidak tahu apa kesalahannya dan bertanya-tanya sampai kapan saya akan dikucilkan dari masyarakat.

Menurut Anda, apakah Zawawi orang yang baik dan jujur?” Buya Hamka menjawab: "Menurut saya, dia jujur." Mereka bertanya lagi, “Kalau Zawawi punya informasi tentang kamu, apakah ada kemungkinan dia difitnah?” Buya Hamka menjawab: “Tidak!”. Mereka mengatakan, menurut keterangan Zawawi, Buya Hamka aktif dalam gerakan pembunuhan Presiden Soekarno dan mengadakan pertemuan rahasia di Tangerang pada 11 Oktober 1963. Dia sudah mengatakan bahwa Zawawi adalah orang yang jujur, kemudian dikatakan bahwa Zawawi adalah orang yang jujur. yang memberikan informasi kepada polisi bahwa Buya Hamka adalah orang penting dalam gerakan gelap.8.

Buya Hamka tetap dituduh berbohong oleh Soedakso karena menurut tudingan Soedakso, Buya Hamka bersekongkol dengan Nasuhi untuk mengadakan pertemuan rahasia di Tangerang. Alhasil, Nasuhi menyuruh Buya Hamka mengaku saja karena jika polisi tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, Buya Hamka akan dipukuli. Kapan saja, di mana saja, mad'u atau objek dakwah bisa menikmati sajian dakwah bi Al-Qalam.

Referensi

Dokumen terkait

Taking care of pregnant women is basically an effort to monitor maternal and child health in order to create a family with quality and live in a healthy environment. The role of

This qualitative study aimed to explore the imple- mentation of improvisation in an open parent-child music group and investigate how it is perceived by parents