• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF http://mataramkota.bps.go.id - PPID Kota Mataram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF http://mataramkota.bps.go.id - PPID Kota Mataram"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

Pada tahun 2015, tidak terjadi pemekaran wilayah administratif di Kota Mataram baik tingkat kelurahan, kecamatan maupun kelurahan. Realisasi pendapatan asli daerah tahun 2015 meningkatkan PAD Kota Mataram pada tahun 2015 mencapai 215 Miliar rupiah, dengan pengalaman.

Gambar Kover oleh/Cover Designed by:
Gambar Kover oleh/Cover Designed by:

PEMERINTAHAN

Pada tahun 2015, jumlah PNS di lingkungan Pemerintahan Daerah Kota Mataram sebanyak 6.214 orang, meliputi sekretariat daerah, sekretariat dewan, dinas dan guru. Jumlah PNS di Mataram mengalami penurunan dibandingkan tahun 2014, penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah guru di Mataram, sedangkan jumlah PNS non-pengajar justru meningkat. Pemerintah Kota Mataram terus berupaya meningkatkan kualitas PNS melalui program kursus dan peningkatan jumlah pegawai dengan pendidikan minimal setara sarjana.

Kota Mataram yang memiliki luas wilayah 61,30 km2, mempunyai jumlah penduduk sebanyak 450.226 jiwa pada tahun 2015, dengan kepadatan penduduk 7.345 jiwa/km2 dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,08 persen. Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi potensi dan juga dapat menjadi beban dalam proses pembangunan apabila kualitasnya rendah. Pertambahan jumlah penduduk Kota Mataram disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah mobilitas penduduk di kota ini yang tinggi, pergerakan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Indikator Kependudukan Kota Mataram

PENDUDUK

Penduduk Perempuan Lebih Banyak dari Penduduk Laki-laki Jumlah penduduk Kota Mataram tahun 2015 berjumlah 450 226 jiwa dengan

Hal ini tergambar pada piramida penduduk, dimana jumlah penduduk pada kelompok umur 20-24 tahun lebih besar dibandingkan kelompok umur lainnya. Kelompok umur 15 sampai dengan 19 tahun dikenakan wajib belajar dan memerlukan perhatian khusus dari pemerintah kota Mataram mengenai penyediaan fasilitas pendidikan. Rasio ketergantungan atau Dependency Ratio Kota Mataram pada tahun 2015 sebesar 43,82 yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) akan menghidupi 43 penduduk non produktif (0 – 14 tahun dan 64 tahun ke atas).

Rasio beban tanggungan pada tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2014 yang berarti beban yang ditanggung penduduk usia produktif (15-64 tahun) terhadap penduduk non-produktif (0-14 tahun dan 64 tahun ke atas) semakin menurun.

Penduduk Usia 20-24 Mendominasi

Perempuan yang menikah sebelum usia 16 tahun rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi sehingga meningkatkan risiko kematian ibu saat melahirkan. Meskipun sebagian besar perempuan di Mataram menikah pada usia di atas 20 tahun, namun masih terdapat perempuan yang menikah di bawah usia 20 tahun. Persentase perempuan yang menikah antara usia 15 dan 19 tahun adalah 22 persen, dan perempuan di bawah 15 tahun adalah 4 persen.

Banyak Perempuan Kawin Muda

Kualitas tenaga kerja di suatu wilayah berperan besar dalam meningkatkan produktivitas perekonomian di wilayah tersebut. Angka Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada tahun 2015 sebesar 63,31 persen, lebih tinggi dibandingkan TPAK pada tahun 2014 sebesar 61,2 persen. Tingkat kesempatan kerja ini menggambarkan kemungkinan angkatan kerja terserap ke dalam pasar tenaga kerja atau mampu bekerja.

KETENAGAKERJAAN

Tingkat Pengangguran Terbuka Meningkat

Pekerja yang jam kerjanya kurang dari 35 jam biasa disebut pekerja non penuh waktu, pekerja waktu normal biasanya bekerja lebih dari 35 jam per minggu. Gaji menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja baik dari daerah maupun pencari kerja dari luar daerah. Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram menjadi tujuan sebagian besar pencari kerja.

Setiap tahunnya upah minimum di Kota Mataram selalu mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan biaya kebutuhan hidup. Upah Minimum Kota Mataram Tahun 2015 sebesar Rp. Upah Minimum Kota Mataram Tahun 2015 Lebih Tinggi Dari Upah.

Upah Minimum Kota Mataram Tahun 2015 Sebesar Rp 1.405.000,- Upah Minimum Kota Mataram Tahun 2015 Lebih Tinggi dibandingkan Upah

Program pendidikan gratis tingkat sekolah dasar dan menengah yang dilaksanakan secara nasional sangat membantu masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya, termasuk di Kota Mataram.

PENDIDIKAN

Tingkat Kelulusan Sangat Tinggi

Sehingga masyarakat berlomba-lomba untuk berprestasi di pendidikan tinggi untuk menjamin masa depannya. Persentase penduduk yang masih bersekolah menurut kelompok usia sekolah (Angka Partisipasi Sekolah) yaitu 7-12 tahun (usia sekolah dasar) pada laki-laki lebih besar dibandingkan TPT perempuan. Sementara pada kelompok umur 13-15 tahun (usia SMP) dan 16-18 tahun (usia SMA), TPT perempuan justru lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Selain APS, indikator pendidikan yang sering digunakan adalah Angka Partisipasi Bruto (GPR) dan Angka Partisipasi Net (NPR). Kedua indikator ini digunakan untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah pada setiap jenjang pendidikan.

APS Perempuan Lebih Tinggi Daripada Laki-laki

Rata-rata lama sekolah penduduk kota Mataram semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan juga semakin meningkat. Pada tahun 2015 rata-rata lama sekolah penduduk kota Mataram mencapai 9,05 yang berarti rata-rata penduduk kota Mataram bersekolah pada jenjang sekolah menengah atas tahun pertama. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat maka semakin tinggi pula tingkat melek huruf masyarakat tersebut.

Hasil Susenas penduduk usia 15 tahun ke atas menunjukkan angka melek huruf (AMH) di Kota Mataram pada tahun 2015 mencapai di atas 96,69 persen. Pemerintah Kota Mataram berupaya menurunkan angka buta huruf melalui berbagai program baik melalui pendidikan formal maupun program nonformal.

96 Persen Penduduk Sudah Melek Huruf

Keberhasilan pelayanan kesehatan masyarakat tidak hanya meningkatkan angka harapan hidup masyarakat, tetapi juga berarti mereka dapat tetap aktif hingga usia lanjut (active ageing). Penuaan aktif ditandai dengan berlanjutnya aktivitas penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) dalam aktivitas sosial dan ekonomi. Angka harapan hidup di Kota Mataram terus meningkat setiap tahunnya hingga mencapai 70,43 tahun pada tahun 2015.

Namun yang lebih penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan fasilitas kesehatan tersebut.

KESEHATAN

Kualitas Kesehatan Masyarakat Meningkat Angka Harapan Hidup Penduduk Kota Mataram tahun 2015 mencapai 70,43

Ketersediaan fasilitas kesehatan dan asuransi serta kesadaran masyarakat untuk memanfaatkannya menjadi faktor pendorong kualitas kesehatan penduduk di suatu daerah. Selama tahun 2015, persentase penduduk yang berobat jalan dengan menggunakan jaminan kesehatan sebesar 58,97 persen, hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan cukup tinggi, hal ini ditunjukkan dengan pemanfaatan fasilitas kesehatan dan asuransi. Jumlah kasus kematian ibu saat melahirkan di Kota Mataram semakin menurun dari tahun ke tahun.

Kualitas Kesehatan Meningkat

Faktor biaya, kenyamanan, dan risiko menjadi pertimbangan bagi pengguna KB dalam menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan.

KELUARGA BERENCANA

Kesadaran Masyarakat Mengikuti Program KB Meningkat Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan program KB

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok atau primer manusia selain pangan dan sandang. Pada tahun 2015, 98,25 persen rumah di Kota Mataram berdinding, 63,15 persen rumah berlantai marmer/keramik, dan 61,03 persen rumah beratap beton dan genteng. Berbagai indikator tersebut menggambarkan bahwa lebih dari 50 persen rumah di Kota Mataram berada dalam kondisi baik.

PERUMAHAN

Cocok atau tidaknya suatu rumah dapat dilihat dari berbagai indikator, antara lain luas dan jenis lantai, kondisi atap dan dinding, serta akses air bersih.

Listrik adalah sumber penerangan rumah yang utama

Dari sisi penggunaan air minum, sebanyak 45,92 persen rumah tangga di Kota Mataram menggunakan air kemasan dan air isi ulang sebagai sumber air minumnya pada tahun 2015. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan sumber air minum bersih cukup tinggi. Sarana buang air besar merupakan fasilitas yang harus tersedia agar perumahan dapat nyaman dan sehat.

Selama tahun 2015, jumlah rumah tangga yang mempunyai tempat buang air besar sendiri sebanyak 68,83 persen, dan yang menggunakan tempat buang air besar bersama/komunal/umum sebanyak 26,20 persen. Sementara itu, terjadi penurunan jumlah rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas buang air besar pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2014. Air kemasan dan air isi ulang merupakan sumber utama air minum. Sebagian besar rumah tangga di Kota Mataram menggunakan air minum dalam kemasan dan.

Air Kemasan dan Air Isi Ulang Sumber Utama Air Minum Sebagian besar rumah tangga di Kota Mataram menggunakan air kemasan dan

Sumur atau mata air yang tidak terlindungi dapat dikatakan sebagai sumber air yang kualitasnya buruk karena air yang dihasilkan tidak memenuhi syarat air sehat karena mudah terkena limbah luar. Pembangunan manusia diartikan sebagai suatu proses memperluas pilihan masyarakat (a process of expand people’s choice). IPM Kota Mataram pada periode 2010-2015 selalu mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Kota Mataram mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Mataram.

PEMBANGUNAN MANUSIA

Indeks Pembangunan Manusia Kota Mataram Meningkat

Belakangan ini isu kemiskinan kerap menjadi heboh masyarakat, terutama ketika pemerintah menerapkan program-program yang ditujukan untuk keluarga miskin. Ketika pemerintah memulai program bantuan seperti PKH, BLSM, BSM, terdapat kontroversi mengenai berapa jumlah penduduk miskin dan siapa yang berhak menerima program tersebut. Berdasarkan sumber BPS, angka kemiskinan di Kota Mataram mencapai 10,53 persen dengan nilai garis kemiskinan sebesar Rp.

Dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 15,41 persen dengan garis kemiskinan sebesar Rp 242.224, tahun ini bisa dikatakan ada kemajuan. Semakin banyaknya program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan di tingkat nasional dan daerah, diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan secara bertahap dan berkelanjutan.

Kemiskinan Di Kota Mataram Menurun Persentase penduduk miskin di Kota Mataram Tahun 2014 sebesar 10,53

Kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Kota Mataram tidak terlalu tinggi dan terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Sebagai ibu kota provinsi, tidak dapat dipungkiri bahwa lahan pertanian akan beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman, pusat komersial, dan lahan non-pertanian lainnya. Alih fungsi lahan pertanian ke lahan non pertanian pada umumnya akan berdampak pada penurunan produksi tanaman pertanian.

Namun keterbatasan lahan dapat menjadi motor penggerak pembangunan pertanian, melahirkan inovasi dan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Mataram.

PERTANIAN

Lahan Pertanian Semakin Berkurang Tiap Tahun

Produktivitas padi terus mengalami peningkatan, sehingga produksi padi tetap mengalami peningkatan walaupun luas panennya berkurang

Semakin luasnya pangsa pasar komoditas perikanan darat seperti ikan nila, mendorong peningkatan produksi pada sektor ini melalui budidaya perikanan air tawar.

PERIKANAN

Produksi Perikanan Meningkat Hasil produksi perikanan tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan

Pada tahun 2010, nilai produksinya mencapai 929 miliar rupiah, meningkat menjadi 978 miliar rupiah pada tahun 2011, dan pada tahun 2015, nilai produksinya mencapai 1,11 triliun rupiah. Industri nonformal menghasilkan nilai produksi sebesar 561 miliar rupiah, lebih besar dibandingkan industri formal yang hanya mampu menghasilkan nilai produksi sebesar 550 miliar rupiah. Data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram menyebutkan, jumlah usaha sektor industri di Kota Mataram mengalami peningkatan.

Pada tahun 2015, jumlah usaha industri di Kota Mataram mencapai 3790 usaha, meningkat dibandingkan jumlah usaha pada tahun 2014. Peningkatan jumlah usaha pada sektor ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan. dan investasi. nilai yang diciptakan.

INDUSTRI PENGOLAHAN

Sektor Industri mengalami peningkatan daya serap tenaga kerja Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor industri baik formal maupun

Pertumbuhan sektor industri baik dari segi jumlah maupun nilai produksinya tentu memerlukan investasi yang besar. Meningkatnya jumlah industri di Kota Mataram baik formal maupun nonformal didukung oleh nilai investasi yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada periode 2010-2015, nilai investasi bagi industri mengalami peningkatan baik pada sektor formal maupun nonformal.

Pada tahun 2010, nilai investasi sektor industri sebesar 93,32 miliar rupiah dan meningkat menjadi 139,05 miliar rupiah pada tahun 2015. Pada tahun 2010, nilai bahan baku yang digunakan sebesar 540 miliar rupiah dan pada tahun 2015 mencapai 622 miliar rupiah. Peningkatan nilai bahan baku mendorong peningkatan nilai produksi karena bahan baku merupakan biaya variabel dimana setiap kenaikan biaya bahan baku akan selalu meningkatkan nilai produksi.

Industri Pengolahan Semakin Berkembang Industri pengolahan mampu membukukan nilai investasi sebesar 139,05 milyar

Referensi

Dokumen terkait