Data kesehatan yang dipilah berdasarkan gender dapat digunakan sebagai data untuk memberikan wawasan dan menggambarkan kondisi, kebutuhan dan tantangan yang dihadapi laki-laki dan perempuan dalam hal akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dalam pembangunan di sektor kesehatan. Menyesuaikan sistem pencatatan dan pelaporan program kesehatan yang mendukung penyediaan data kesehatan yang dipilah berdasarkan jenis kelamin memainkan peran utama dalam mencapai data kesehatan yang sensitif gender. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam penyusunan buku “Petunjuk Teknis Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Edisi Data Terpilah Berdasarkan Gender”.
BABÂ IÂ PENDAHULUAN
Juknis Penyusunan Profil Kabupaten/Kota edisi kali ini, selain dalam bentuk cetak (buku), juga dilengkapi dengan soft copy/CD (berisi data penghubung antara tabel dan rumus indikator) dengan tujuan untuk mempermudah data. manajer. di kabupaten/kota dalam penyusunan profil kesehatan daerah kabupaten/kota.
BABÂ II
TUJUANÂ DANÂ RUANGÂ LINGKUP
TUJUAN
RUANG LINGKUP 1. Jenis Data/Informasi
- Sumber Data
- Periode Data dan Jadwal Penyusunan
Rekaman kegiatan yang dilakukan langsung oleh dinas kesehatan, termasuk unit pelaksana teknis kesehatan di wilayah kabupaten/kota. Dokumen dari Dinas Statistik Kabupaten/Kota, Kantor BKKBN Kabupaten/Kota, Bappeda Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan dan Dinas Pengolahan Data Elektronik Kabupaten/Kota serta instansi terkait lainnya. Periode data yang disajikan dalam profil kesehatan kabupaten/kota adalah periode bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun profil.
Masa pembuatan profil kesehatan kabupaten/kota dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pertama berupa tabel terlampir (draf awal: Maret) dan tahap kedua berupa narasi dan tabel (finalisasi: April). Mengingat Profil Kesehatan Kabupaten/Kota merupakan sarana penyusunan rencana kesehatan tahunan kabupaten/kota untuk tahun berikutnya serta untuk memantau dan mengevaluasi capaian pembangunan kesehatan di kabupaten/kota, maka kami berharap Profil Kesehatan Kabupaten/Kota dapat bermanfaat bagi masyarakat. selesai pada bulan April. Artinya, Profil Kesehatan Kabupaten/Kota tahun 2010 diharapkan selesai pada bulan April 2011.
BABÂ III
MEKANISMEÂ KERJAÂ PENGELOLAANÂ DATA
PENGUMPULAN DATA
Data yang terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam format tabel profil yang diberikan sebagaimana tercantum dalam lampiran petunjuk teknis ini. Analisis deskriptif merupakan upaya untuk menggambarkan/menjelaskan data yang terdapat dalam tabel sesuai dengan ciri-ciri data yang ditampilkan, meliputi angka mean, angka minimum dan maksimum. Analisis komparatif merupakan upaya menjelaskan data dengan membandingkan karakteristik data suatu wilayah dengan wilayah lain atau dengan membandingkan data lintas waktu, jenis kelamin, kelompok umur.
Analisis tren merupakan upaya untuk menjelaskan data dengan cara membandingkan data dalam jangka waktu yang relatif lama dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, penyusun Profil Kesehatan tidak hanya ahli statistik atau ahli di bidang informasi kesehatan saja, namun juga ahli di bidang kesehatan. Diagram sebar, grafik berupa kumpulan titik-titik tersebar yang menyajikan sepasang pengamatan (data) suatu benda/situasi (ditempatkan pada sumbu horizontal dan sumbu vertikal) untuk menunjukkan ada tidaknya hubungan antara titik-titik tersebut. dua (lihat gambar berikut).
Piktogram, yaitu grafik yang berupa gambar-gambar dengan bentuk realistik, misalnya gambar orang, gambar tempat tidur, dan lain-lain. (lihat gambar berikutnya). Peta yaitu suatu grafik yang diwujudkan dalam bentuk peta suatu wilayah yang bagian-bagiannya menunjukkan sebaran frekuensinya.
BABÂ IV
SISTEMATIKAÂ DANÂ DISTRIBUSI
SISTEMATIKA PENYAJIAN
DISTRIBUSI PROFIL KESEHATAN
BABÂ V
INDIKATORÂ KESEHATANÂ PADAÂ Â PROFILÂ KESEHATANÂ KABUPATEN/KOTA
DERAJAT KESEHATAN 1. ANGKA KEMATIAN
- ANGKA KESAKITAN
- STATUS GIZI
UPAYA KESEHATAN
- PELAYANAN KESEHATAN 34.Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-1
- PERILAKU HIDUP MASYARAKAT
- KEADAAN LINGKUNGAN 75. Persentase Rumah Sehat
SUMBERDAYA KESEHATAN 1. SARANA KESEHATAN
- TENAGA KESEHATAN
- PEMBIAYAAN KESEHATAN
- JUDUL
- NAMA KECAMATAN
- JUMLAH PENDUDUK DAN LAIN-LAIN (KETERKAITAN INDIKATOR ANTAR TABEL DI ATAS)
- NAMA PUSKESMAS
Petunjuk teknis penyusunan profil kesehatan kabupaten/kota dalam bentuk elektronik (CD) dilengkapi dengan rumus sehingga petugas dapat dengan mudah mengisi data dan jumlah kabupaten/kota, persentase indikator yang ditampilkan dan tautan data antar tabel. otomatis tertampil.. Pada Tabel 1, masukkan nama kabupaten/kota dan tahun pembuatan profil kesehatan pada kolom yang diberi titik (..) maka akan tertulis tabel berikut seperti pada Tabel 1. Pada Tabel 1, isikan nama-nama di bawah -kabupaten pada kabupaten/kota tersebut, kemudian untuk tabel berikutnya yang terdapat nama tempatnya akan ditulis seperti pada tabel 1 (untuk tabel yang hanya terdapat kolom luasnya saja, tanpa kolom Puskesmas).
Petunjuk Teknis Penyusunan Profil Kesehatan 17 Kabupaten/Kota Berdasarkan Jumlah Kelurahan pada Tabel 1. Untuk tabel lainnya, setelah masuk pada baris berikutnya, salin nama kelurahan di atasnya untuk menambahkan nama kelurahan tambahan, maka akan muncul seperti Tabel 1. Jumlah penduduk sasaran program, seperti jumlah penduduk, jumlah penduduk muda, jumlah ibu hamil dan jumlah perempuan usia subur akan terisi secara otomatis dengan cara yang sama seperti pada tabel referensi.
Jadi pengelola data tidak perlu mengisi kolom/nilai yang sama berkali-kali pada tabel yang berbeda. Pada Tabel 6, tuliskan nomor urut, nama kecamatan, dan Puskesmas di kabupaten tersebut. Berikut adalah tabel kolom kecamatan dan puskesmas.
GAMBARAN UMUM
DERAJAT KESEHATAN 1 Angka Kematian
- Angka Kesakitan
- Status Gizi
UPAYA KESEHATAN 1 Pelayanan Kesehatan
- Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
- Perilaku Hidup Masyarakat
- Keadaan Lingkungan
95 Siswa SD/MI mendapat pengobatan (UKGS) - - - % Tabel 53 96 Siswa SD dan sederajat mendapat perawatan gigi dan.
SUMBERDAYA KESEHATAN 1 Sarana Kesehatan
- Tenaga Kesehatan
- Pembiayaan Kesehatan
JUMLAH KASUS BARU TBC PARU DAN KEMATIAN AKIBAT TBC PARU MENURUT JENIS KELAMIN, KABUPATEN DAN PUSKESMAS. JUMLAH KASUS DAN TINGKAT DETEKSI KASUS AFB+TB PARU MENURUT JENIS KELAMIN, PUSKESMAS KABUPATEN DAN KOTA/KOTA 0. JUMLAH KASUS DAN PEMULIHAN AFB+ KABUPATEN AFB, KABUPATEN AFB+, PUSAT AFB+ ALTH 0.
JUMLAH KASUS BARU HIV, AIDS DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL LAINNYA MENURUT JENIS KELAMIN, KABUPATEN DAN PUSKESMAS. TIDAK.
JUMLAH PENYAKIT YANG DAPAT DIcegah DENGAN IMUNISASI (PDB) DI PUSAT KESEHATAN, KABUPATEN DAN KESEHATAN. JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN BAYI YANG RISIKO/KOMPLIKASI TINGGI, DISESUAIKAN MENURUT GENDER, KABUPATEN DAN PUSKESMAS. CAKUPAN VITAMIN A BAGI BAYI, ANAK BALITA DAN IBU PUBLIK BERDASARKAN GENDER, KABUPATEN DAN PUSKESMAS.
CAKUPAN IMUNISASI DPT, HB, DAN CAMPAK PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KABUPATEN DAN PUSKESMAS KOTA/KOTA0. CAKUPAN PENGAWASAN GIZI ANAK YANG BERMANFAAT MENURUT GENDER, KABUPATEN DAN PUSKESMAS KOTA/KOTA 0. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN LISAN ANAK TINGKAT DASAR DAN GENDER DAN GENDER, .
CAKUPAN PELAYANAN Rawat Jalan BAGI MASYARAKAT MISKIN (DAN DEKAT MISKIN) MENURUT STRATA FASILITAS KESEHATAN, GENDER, KABUPATEN DAN PUSAT KESEHATAN. CAKUPAN PELAYANAN Rawat Inap BAGI MASYARAKAT MISKIN (DAN DEKAT MISKIN) MENURUT STRATA FASILITAS KESEHATAN, GENDER, KABUPATEN DAN PUSAT KESEHATAN.