• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Laporan Riset

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Laporan Riset"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Indonesia (PPATK) Kelompok Kajian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). 5 Transaksi keuangan tunai LTKT adalah transaksi keuangan yang dilakukan dengan menggunakan uang kertas dan/atau uang logam dalam jumlah yang paling sedikit.

Latar Belakang

Di Indonesia, penjelasan mengenai pendanaan teroris dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Namun, hanya sebelas HA yang terkait dengan penyalahgunaan NPO untuk pendanaan teroris (pada tahun 2018 dan 2019).

Pokok Permasalahan

Untuk membantu mengidentifikasi dan melaporkan transaksi keuangan mencurigakan, penyedia jasa keuangan harus menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ). Berdasarkan laporan transaksi keuangan mencurigakan dari Penyedia Jasa Keuangan, PPATK melakukan analisis dan apabila terdapat indikasi tindak pidana pendanaan teroris, maka hasil analisis atau hasil investigasi PPATK akan disampaikan kepada aparat penegak hukum yang berwenang.

Tujuan Penelitian

Ruang Lingkup Penelitian

Kebijakan Sistem dan Prosedur

Memelihara keakuratan data transaksi, mengelola proses CDD serta mengelola kebijakan dan prosedur; Melaporkan kepada pejabat senior, direksi, dan dewan komisaris mengenai pelaksanaan kebijakan dan prosedur penerapan program APU dan PPT; dan H.

Kebijakan Uji Tuntas/ Pengenalan Nasabah

Pengelolaan risiko pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme secara berkelanjutan terkait pelanggan, negara, produk dan layanan serta jaringan distribusi (delivery channel); Terdapat keraguan mengenai kebenaran informasi yang diberikan oleh calon klien, nasabah, penerima kuasa dan/atau pemilik manfaat.

Kebijakan Identifikasi dan Verifikasi

Proses verifikasi identitas harus diselesaikan sebelum membuka hubungan bisnis dengan calon nasabah atau sebelum melakukan transaksi dengan WIC. Proses verifikasi identitas nantinya dapat diselesaikan jika syarat-syaratnya terpenuhi, antara lain kelengkapan dokumen tidak dapat dipenuhi pada saat hubungan usaha akan dilakukan, misalnya karena dokumen identitas masih dalam proses pengurusan atau anggaran dasar. masih dalam proses ratifikasi.

Kebijakan tentang Pemilik Manfaat

Kebijakan Tentang Nasabah Risiko Tinggi

Produk dari sektor jasa keuangan yang mempunyai risiko tinggi digunakan sebagai sarana pencucian uang dan/atau pendanaan teroris; Transaksi yang dilakukan oleh calon nasabah, nasabah, pemilik manfaat atau WIC diduga berkaitan dengan tindak pidana di sektor jasa keuangan, tindak pidana pencucian uang dan/atau tindak pidana pendanaan teroris.

Kriteria Ormas Berisiko Disalahgunakan Dalam Pendanaan Terorisme

Distorsi dana ormas diketahui terjadi pada beberapa tahapan proses kegiatan ormas, yaitu pada saat penghimpunan dana dan pada saat pengiriman dana (channel of delivery). Dalam beberapa kasus, tidak jelas apakah pengalihan dana ormas dilakukan oleh aktor internal atau eksternal.

Kriteria Transaksi Ormas Berisiko Dalam Pendanaan Terorisme

PJK Bank harus mengidentifikasi dan memantau apakah terdapat nasabah dengan profil ormas yang berhubungan dengan pihak ketiga seperti pemegang rekening, pengirim dan penerima dana (pemilik sah) yang berasal dari daerah/negara yang diketahui berisiko tinggi terhadap kasus teroris dan organisasi teroris untuk kemudian menetapkannya sebagai transaksi keuangan mencurigakan dan melaporkannya kepada PPATK mengingat transaksi yang dilakukan oleh nasabah ormas tersebut diduga mengindikasikan tindak pidana pendanaan teroris. Atas dana yang masuk ke rekening cabang ormas asing, sebagian dana kemudian ditarik tunai dari rekening dan ditransfer ke pihak ketiga oleh pengurus/bendahara ormas asing yang namanya tercantum dalam daftar DTTOT. Ormas melakukan penarikan tunai dalam jumlah besar secara tidak biasa, terutama setelah bank menolak mentransfer dana CSO ke luar negeri (yang berpotensi memicu pencucian uang lintas negara).

Organisasi massa tidak dapat menjelaskan dan/atau memiliki bukti minimal ketika bank menanyakan alasan/tujuan organisasi massa tersebut melakukan transfer dana ke daerah atau nasabah yang mempunyai risiko tinggi terjadinya terorisme. Transaksi-transaksi ormas tidak mempunyai tujuan ekonomi yang logis atau tidak relevan dengan tujuan pokok kegiatan organisasi.

Gambar 2. 2 Bendahara atau karyawan Ormas menarik uang dari rekening Ormas  dan memasukannya ke rekening pribadi yang bersangkutan, kemudian
Gambar 2. 2 Bendahara atau karyawan Ormas menarik uang dari rekening Ormas dan memasukannya ke rekening pribadi yang bersangkutan, kemudian

Desain Penelitian

  • Data Primer
  • Data Sekunder
  • Pencegahan pencegahan penyalahgunaan pendanaan terorisme Ormas di
  • Kerjasama pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan pendanaan
  • Kerentanan Perbankan
  • Statistik
  • Pola Transaksi Nasabah Ormas Yang Berbadan Hukum

Namun jika hanya bertumpu pada DTTOT maka pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan NPO tidak akan efektif. Sebab, pihak yang diduga terlibat pendanaan terorisme menggunakan orang atau yayasan yang tidak tercantum dalam DTTOT. Sistem belum mampu mendeteksi secara optimal pola transaksi penyalahgunaan NPO dalam pendanaan terorisme. Kerja sama yang terjadi di bidang perbankan selama ini dalam pencegahan dan pemberantasan pendanaan teroris di bidang perbankan didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peraturan yang dimaksud adalah UU No. 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Teroris dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. Bentuk kerjasama lain dalam pencegahan dan pemberantasan kejahatan pendanaan teroris tidak ditemukan dalam penelitian ini.

Tabel 3. 1 Indepth Interview
Tabel 3. 1 Indepth Interview

Yayasan ASA

2 Pola transaksi nasabah ormas/NPO yang berbadan hukum terdaftar atau diduga terlibat dalam pendanaan terorisme. Untuk melaksanakan kegiatan amalnya bagi korban perang Suriah, ASA telah bekerjasama dengan XX Foundation di Turki dengan kesepakatan kedua pihak. Umumnya sumbangan yang masuk dari masyarakat selalu disetorkan hingga saldo tertentu, kemudian penarikan tunai dilakukan dengan cek oleh DS yang merupakan bendahara ASA Foundation.

Dana sumbangan dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu, kemudian dilakukan penarikan tunai dan kemudian uang tersebut ditransfer ke negara penghubung di Turki. Melakukan kerjasama dengan salah satu LSM di Turki, namun LSM tersebut tidak dapat diketahui secara pasti (google search) dan pihak yang menandatangani perjanjian kerjasama antara ASA dan LSM di Turki bukanlah pihak-pihak yang tercantum dalam akta pendirian ASA Foundation.

Gambar 4. 5 Pola Transaksi Yayasan ASA
Gambar 4. 5 Pola Transaksi Yayasan ASA

Yayasan GF

Data IFTI menyebutkan RN melakukan transfer ke Malaysia sebanyak empat kali selama periode 2018. Tidak ada transfer ke negara tujuan untuk kegiatan amal bagi korban perang Suriah sebagaimana tujuan didirikannya GF Foundation. Transaksi penarikan dana meliputi pencairan cek oleh pengurus yayasan yang informasinya tidak jelas dan juga transfer ke rekening bendahara yang tujuan transaksinya tidak jelas.

Banyak terdapat transaksi kredit dari berbagai pihak pada rekening ormas atau dana dengan informasi “Suriah/Suriah/Ghouta”. Menyimpan dana sumbangan masyarakat dalam jangka waktu yang lama dan apabila melakukan transaksi debet, jenis transaksinya adalah penarikan tunai dan transfer dalam jumlah besar yang tidak jelas pokoknya.

Yayasan In DTer

IN DTER merupakan yayasan resmi yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor AHU-XXX.AH.XX.XX tahun 20XX. IN DTER memberikan bantuan perumahan sederhana kepada keluarga narapidana dengan biaya sewa rendah atau tanpa biaya sewa sama sekali. Secara umum program IN DTER adalah: program dakwah, program sosial dan kemanusiaan, serta program pendidikan dan pelatihan.

Berdasarkan data di media sosial, IN DTER diketahui memiliki banyak rekening untuk menampung donasi, namun tim peneliti hanya mendapatkan sampel mutasi rekening di beberapa bank. Diketahui, program IN DTER di media sosial ditujukan untuk kegiatan amal di berbagai daerah, seperti bantuan operasional, pembangunan masjid, pengobatan kanker, dan lain-lain.

Yayasan SB

Penggalangan dana dilakukan melalui media sosial dan website, dengan tujuan untuk berdonasi kepada Muslim Palestina dan Uighur serta komunitas lokal yang membutuhkan bantuan. Memanfaatkan media sosial untuk mengumpulkan donasi dengan menampilkan gambar orang-orang yang membutuhkan. Penarikan tunai dalam jumlah besar dari rekening atas nama ormas/yayasan dengan menggunakan cek, dalam wilayah yang sama.

Meski data media sosial amal tersebut untuk berbagai wilayah di Indonesia, namun penarikan dalam jumlah besar dilakukan di wilayah pembukaan rekening. Penarikan uang tunai dalam jumlah besar dari rekening atas nama organisasi/yayasan akar rumput dengan menggunakan cek di wilayah yang sama dengan tempat organisasi/yayasan akar rumput itu didirikan.

Yayasan ATP

Pola Transaksi Nasabah Ormas Yang Tidak Berbadan Hukum atau Terdaftar

AC

Berdasarkan informasi dari media sosial, sebaiknya seluruh dana donasi disalurkan ke rekening pribadi, bukan rekening yayasan, penerima rekening adalah AS yang mempunyai rekening di Bank B cabang S, nomor rekening 3100XXXXXX yang merupakan rekening tabungan. . Pola transaksi pada akun terkait tidak memberikan keyakinan yang cukup bahwa transaksi pada akun terkait adalah untuk kegiatan amal seperti yang tertera di media sosial. Berdasarkan ringkasan transaksi di atas, pola transaksi tidak menunjukkan adanya pembiayaan kegiatan zakat atau shodaqoh seperti yang dipublikasikan di media sosial.

Transaksi tunai melalui ATM tidak dapat disimpulkan sebagai penarikan tunai untuk kegiatan amal, karena kegiatan amal yang dipublikasikan tidak dekat dengan lokasi yayasan sehingga tidak efisien untuk menarik uang tunai. Penggalangan dana dilakukan melalui media sosial dan website, dengan tujuan untuk berdonasi kepada keluarga muslim Aseer (napi), syuhada dan mujahidin.

BMAM

Berdasarkan informasi dari media sosial, seluruh dana donasi harus ditransfer ke rekening pribadi bukan rekening dana, penerima rekening adalah MB yang mempunyai rekening di rekening Bank C cabang Solo nomor rekening 785069XXX, 78503XXXX, 01519XXXX dan atas nama DS di Bank I Nr. Terdapat transfer ke BMT Alfa Dinar di Bank Anak Sholeh (Koperasi Jasa Keuangan Syariah) pada 24 Januari 2019 senilai 22,9 juta. Transaksi tarik tunai menggunakan ATM dan tarik tunai dari Mubaleeq serta transfer transaksi ke rekening Mubaleeq lainnya.

Banyak terdapat transaksi kredit nasabah yang berbeda-beda pada rekening pribadi yang menampung dana yang disumbangkan oleh yayasan (distorsi profil, karena profil nasabah membeli dan menjual mobil). Banyak terdapat transaksi kredit pada rekening pribadi dari berbagai pihak yang digunakan untuk menerima donasi dari organisasi/organisasi akar rumput.

GSS(GSS)

Kesimpulan

Dana sumbangan dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu setelah diterima dan kemudian penarikannya dilakukan dengan cara mencairkan cek, transfer ke rekening yayasan/organisasi lain, transfer ke pihak lain yang tidak jelas dasar transaksinya, transfer ke negara penghubung yang mempunyai informasi untuk bantuan. di negara-negara itu, konflik. Dana sumbangan dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu setelah diterima dan kemudian penarikannya dilakukan melalui ATM atau melalui pencairan cek, transfer ke rekening lain, dan transfer ke pihak lain yang tidak jelas dasar transaksinya. Menggunakan dana sumbangan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan kegiatan amal, seperti transfer ke ibu kandung atau saudara kandung dan berbagai kegiatan lain yang tidak pantas.

Melakukan transfer kepada pihak lain yang tidak ada penjelasan jelas mengenai kegiatan amal atau transfer ke daerah yang mempunyai risiko tinggi terhadap kegiatan teroris. Penggunaan dana sumbangan untuk pembelian tiket pesawat, penggajian, sewa kantor dan berbagai penggunaan yang tidak sesuai dengan tujuan ormas/yayasan.

Rekomendasi

  • Pencegahan
  • Pemberantasan
  • Kerjasama

Menginformasikan organisasi yang diduga melakukan pendanaan teroris kepada PPATK serta kerjasama lainnya untuk mencegah dan memberantas pendanaan teroris. Melaporkan hasil pemantauan ormas berbasis risiko kepada PPATK dan aparat penegak hukum apabila terdapat ormas yang diduga terlibat dalam kegiatan pendanaan teroris. Pengenaan sanksi terhadap perbankan yang tidak memenuhi ketentuan hukum yang mengatur tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme.

Presiden Republik Indonesia, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penerimaan dan Pemberian Sumbangan Oleh Organisasi Kemasyarakatan Dalam Pencegahan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Apakah bank Anda pernah memenuhi permintaan data aparat penegak hukum terkait ormas yang diduga terorisme atau pendanaan teroris?

Pelaksanaan Indepth Interview ........................................... Error! Bookmark not defined

Gambar

Gambar 2. 1 Bagan Komite TPPU
Gambar 2. 2 Bendahara atau karyawan Ormas menarik uang dari rekening Ormas  dan memasukannya ke rekening pribadi yang bersangkutan, kemudian
Gambar 2. 4 Ormas bertransaksi dengan negara yang dikenal sebagai negara yang  mendukung kegiatan teroris atau organisasi teroris
Gambar 2. 5 Ormas Asing di Luar Negeri bertransaksi dengan Ormas Asing di  Dalam Negeri
+7

Referensi