PENDAHULUAN
Karakteristik dan Urgensi Peneltian Hukum
Tujuan penelitian hukum adalah proses yang digunakan untuk mencari dan menemukan kaidah, doktrin, dan asas hukum dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan hukum yang ada. Pada dasarnya penelitian hukum dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan teori, argumen, dan konsep baru sebagai resep pemecahan masalah.
Objek Penelitian Hukum
Dalam melakukan penelitian normatif salah satu tujuannya adalah untuk membahas atau membedah sistem hukum yang ada berdasarkan landasan hukum yang ada. Harus ada sinkronisasi antara undang-undang yang ada dengan hierarki atau tatanan dalam peraturan hukum.
MACAM MACAM METODE PENELITIAN HUKUM
Metode Penelitian Hukum Empiris
Metode penelitian hukum empiris merupakan suatu bentuk penelitian hukum yang membahas tentang bagaimana hukum diterapkan dalam masyarakat. Penelitian empiris atau sosio-hukum memandang hukum sebagai suatu objek, dalam hal ini hukum tidak hanya dipandang sebagai suatu ilmu yang memuat syarat-syarat atau sekedar hukum yang diterapkan, tetapi hukum dipandang sebagai suatu realitas hukum. Metode penelitian hukum empiris merupakan suatu metode penelitian hukum yang berupaya melihat hukum dalam arti sebenarnya atau benar, dan dapat dikatakan pula untuk melihat, menyelidiki atau menganalisis bagaimana fungsi suatu hukum dalam masyarakat.
Penelitian hukum sosiologis (penelitian sosiologi) didasarkan pada peraturan perundang-undangan, fokus penelitian ini adalah pengaruh atau akibat dan hubungan mengenai suatu sistem norma yang sudah berlaku dalam masyarakat itu sendiri. Artinya, data yang diperoleh dari sumber dimasukkan langsung ke lapangan, biasanya sumber sasarannya adalah seorang ahli yang berkaitan dengan penelitian yang akan diteliti. Kuesioner merupakan daftar berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hal-hal yang disurvei langsung kepada responden di lapangan.
Metode Penelitian Hukum Normatif-Empiris
IDENTIFIKASI TOPIK ATAU MASALAH PENELITIAN
Kiat Identifikasi Topik atau Masalah Penelitian
Topik disini merupakan permasalahan pokok yang ingin dievaluasi atau permasalahan yang ingin diangkat dalam suatu karya ilmiah. Tema atau. Masalah penelitian ini dapat diartikan sebagai suatu peristiwa yang akan dijadikan daerah penelitian dalam suatu penelitian. Baik atau tidaknya suatu penelitian tidak selalu bergantung pada luas atau tidaknya topik atau permasalahan yang akan diteliti.
Suatu penelitian yang dilakukan tanpa dukungan data yang tersedia atau memadai tidak akan memenuhi suatu tujuan dan juga tidak dapat dibenarkan atau tidak objektif. Daya tarik topik ini sangat penting untuk diperhatikan, topik atau permasalahan yang akan dipilih atau dibahas harus menarik bagi peneliti itu sendiri, selain itu topik atau permasalahan tersebut juga harus mampu menggugah minat membaca. bagi yang membaca hasil penelitiannya. Begitu pula jika waktu yang digunakan tersedia dalam waktu yang relatif singkat, maka peneliti memilih topik yang memerlukan waktu penelitian yang relatif singkat dan juga menyeimbangkan waktu dan biaya penelitian dengan suatu permasalahan atau topik yang memungkinkan peneliti mencapai tujuan penelitian. . membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
Sumber Sumber Masalah
Pernyataan masalah adalah tulisan singkat yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai topik yang diangkat penulis. Karena dalam hal ini rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang akan dicari jawaban dan pemecahannya dalam suatu penelitian. Rumusan masalah sebagai penggerak dalam kegiatan penelitian. Rumusan masalah inilah yang menjadi faktor pendorong atau alat dalam melakukan penelitian.
Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah perbandingan…untuk membandingkan variabel yang satu dengan variabel yang lain. Titik sentral yang dibahas disini adalah rumusan masalah yang menjadi titik sentral suatu karya ilmiah atau penelitian. Namun solusi dari rumusan masalah ini merupakan solusi yang belum terwujud karena solusi tersebut masih berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus diselesaikan dalam penelitian.
KONSTRUKSI JUDUL PENELITIAN
Konsep Judul Penelitian
Perlu diketahui bahwa dalam menentukan judul penelitian yang baik dan benar harus memuat tiga unsur yang terkandung dalam desain penelitian, antara lain variabel penelitian, latar belakang, dan subjek penelitian. Selain itu juga terdapat beberapa fokus penelitian yang bisa digali, namun fokus penelitian tersebut harus dilihat terlebih dahulu apakah sejalan dengan bidang keilmuan yang kita teliti atau tidak. Jadi, sebelum melanjutkan ke kerangka berikutnya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu fokus penelitian tertentu yang sesuai dengan bidang keilmuan yang sedang diteliti.
Unsur-unsur yang termasuk dalam kerangka penelitian hendaknya terstruktur dan saling berhubungan antar bidang keilmuan. Latar belakang dan juga subjek penelitian dapat dirancang metode penelitian yang penting dalam proses pelaksanaan penelitian, analisis data serta interpretasi dan penyajian data. Metode penelitian ini mencakup pendekatan dan strategi yang digunakan dalam suatu penelitian, serta teknik dan pedoman pengumpulan data yang digunakan serta analisis dan penyajian data.
Struktur Judul Penelitian
Perumusan masalah merupakan tahapan dari beberapa tahapan untuk membentuk suatu karya penelitian ilmiah atau sebagainya. Oleh karena itu rumusan masalah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari karya ilmiah, baik skripsi, makalah, penelitian dan lain sebagainya. Semua poin-poin dalam karya tulis baik metodologi, teori, semuanya mengacu pada rumusan masalah yang telah dibuat.
Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang membahas pertanyaan-pertanyaan mengenai variabel bebas, baik hanya satu variabel atau lebih. Contoh rumusan masalah banyak sekali, karena setiap penelitian pasti mempunyai pertanyaan yang mendasari penelitian tersebut. Rumusan masalah adalah pendefinisian suatu masalah penelitian yang dapat didefinisikan dalam batas-batas masalah tersebut sehingga dapat dikaji sesuai arah dan tujuan penelitian yang terstruktur.
KONTRUKSI LATAR BELAKANG MASALAH
Cara Membuat Latar Belakang
Rumusan masalah dapat dikatakan setengah artikel ilmiah jika diilustrasikan sebagai mobil tanpa ban (tidak dapat berjalan). Secara sederhana rumusan masalah memuat beberapa komponen, dimulai dari pertanyaan mengapa dan bagaimana, yang berkaitan dengan topik penelitian, dan detail apa yang akan dibahas. Rumusan masalah merupakan titik/arah sentral penelitian. Pentingnya titik sentral di sini adalah perumusan masalah sebagai awal penelitian, dan tanpa adanya rumusan masalah maka akan sulit menentukan apa yang akan diteliti dalam penelitian dan bagaimana jalannya penelitian itu sendiri.
Rumusan masalah juga mempunyai ciri-ciri didalamnya, beberapa jenis rumusan masalah yang membedakan satu rumusan masalah dengan rumusan masalah lainnya. Rumusan masalah ini biasanya lebih umum digunakan dalam penelitian kualitatif, dan rumusan masalah deskriptif ini sering digunakan bila penelitian yang akan diteliti mempunyai lebih dari satu variabel. Rumusan masalah berperan sebagai pendorong penelitian, karena rumusan masalah terbentuk dari latar belakang masalah yang dijadikan kriteria dalam pembuatan metodologi penelitian.
PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
Perbedaan Rumusan Masalah Normatif dan Empiris
Patokan Soerjono Soekanto dalam membahas penelitian hukum normatif adalah kriteria dan ruang lingkup disiplin hukum, dimana disiplin yang dimaksud di sini adalah suatu sistem pendidikan tentang realitas, yang meliputi mata pelajaran analitis dan preskriptif, dimana subjek hukum biasanya dimasukkan dalam permasalahan yang bersifat preskriptif ketika masalah-masalah yang bersifat preskriptif muncul. hukum diterapkan. dipandang hanya mencakup aspek normatif. Hal ini tentu berbeda dengan jenis penelitian hukum positif, dimana penelitian hukum normatif cenderung memvisualisasikan hukum sebagai suatu disiplin ilmu yang bersifat preskriptif dan memandang hukum hanya dari sudut pandang normatif yang tentu saja bersifat preskriptif. Dilihat dari jenisnya yang lebih bersifat normatif, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian hukum normatif di Indonesia sama dengan penelitian common law, dimana penelitian hukum pada sistem hukum common law lebih dekat dengan praktik, yang biasanya digunakan untuk menyelidiki suatu hal tertentu untuk menyelesaikan masalah. masalah. permasalahan hukum (gugatan).
Dampak Ilmu-ilmu Sosial Terhadap Disiplin Hukum menjadi kata kunci yang tepat sebagai pengantar pembahasan penelitian jenis ini, Penelitian Hukum Empiris. Penerimaan terhadap sesuatu yang bersifat ilmiah sering dinyatakan dengan istilah “wajar”, sedangkan penerimaan terhadap sesuatu yang bersifat metafisik dan spiritual sering disebut dengan keyakinan. Oleh karena itu, penelitian hukum riil bertujuan untuk membimbing peneliti tidak hanya memikirkan dilema berdasarkan peraturan yang bersifat normatif (hukum sebagaimana tertulis dalam buku), yang berarti bersifat teknis dalam mengoperasionalkan peraturan dalam aturan sebagai sebuah mesin.
Penyusunan Rumusan Masalah Dalam Penelitian Hukum
Jika kita bicara 'kinerja polisi', secara tidak langsung kita sedang membicarakan suatu masalah, namun jika kita bicara 'mengapa kinerja polisi menurun', itu adalah masalah yang perlu dicari solusinya. Satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa pada hakikatnya suatu permasalahan tidak pernah lepas dan lepas dari faktor-faktor lain.
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Manfaat Penelitian
Rangkuman manfaat penelitian dalam tesis atau karya ilmiah lainnya, biasanya tidak sepanjang latar belakang. Meskipun dua sub-bab dalam Bab I membutuhkan waktu untuk dirumuskan dengan baik, dua sub-bab terakhir sering kali terabaikan. Oleh karena itu, dalam manfaat penelitian ini hendaknya dijelaskan secara rinci manfaat atau manfaat dari hasil penelitian tersebut.
Manfaat teoritis ini berfungsi untuk menjelaskan apakah teori yang digunakan masih relevan dengan penelitian penulis, relevan secara umum, atau tidak relevan sama sekali. Bagi sebagian peneliti akademis (mahasiswa), terkadang manfaat penelitian ini dilihat dari kepentingan pribadi peneliti, yaitu pengalaman dalam proses belajar mengajar, khususnya di bidang metodologi penelitian. Sebenarnya manfaat penelitian seperti ini tidak perlu disebutkan lagi, karena bagi peneliti, penelitian apapun otomatis menjadi pengalaman pribadi dalam melakukan penelitian.
TINJAUAN PUSTAKA (LANDASAN TEORITIK)
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka adalah kegiatan mempelajari atau mengkaji berbagai literatur yang diterbitkan oleh para sarjana dan peneliti lain sebelumnya yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Dalam banyak proses penelitian, penulis biasanya menyimpulkan karya ilmiahnya dengan tinjauan pustaka sebagai pendahuluan penelitian atau laporan penelitian sebelum, selama, atau setelah melakukan penelitian. Mengedit tinjauan pustaka sama dengan menyaring berbagai temuan sebelumnya untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang topik atau pertanyaan yang Anda teliti dan untuk mengatasi tantangan yang muncul saat Anda memulai penelitian.
Taylor dan Proctor mengatakan bahwa yang disebut juga dengan tinjauan pustaka atau tinjauan pustaka adalah suatu kegiatan meninjau atau mengkaji berbagai literatur yang diterbitkan oleh para peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan topik yang kita pelajari, yang akan saya jelaskan. Shavelson dan Towne telah menyajikan tinjauan pustaka untuk memperoleh gambaran lengkap tentang topik atau masalah yang diteliti dan memanfaatkan temuan sebelumnya. Oleh karena itu, tinjauan literatur termotivasi untuk menyelidiki lebih lanjut tentang apa itu semua dan bagaimana penelitian ini akan mengisi kesenjangan tersebut karena belum pernah dilakukan penelitian serupa.