Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kegiatan ekspor dan impor di empat kawasan perdagangan bebas AFTA (ASEAN Free Trade Area), NAFTA (North American Free Trade Agreement), EEA (Economic Area Area), LAFTA plus (Latin American Free Trade Area). ) pengaruh. Asosiasi ditambah Cina, Jepang dan Jerman). Hasil uji spesifikasi model, deteksi gejala klasik, dan uji signifikansi variabel menunjukkan bahwa kinerja ekspor dan impor di keempat wilayah menunjukkan tren peningkatan (kecuali permintaan impor di EEA), dan kinerja ekspor terutama dipengaruhi oleh jumlah produk. diproduksi dan tingkat efektif nilai tukar riil. Namun faktor-faktor seperti tingkat inovasi dan tingkat daya saing juga mempengaruhi kawasan perdagangan bebas Uni Eropa.
Introduction
Analisis data panel pada masing-masing wilayah digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan ekspor dan impor. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perlambatan perdagangan global, baik sisi penawaran (ekspor) maupun sisi permintaan (impor), di negara-negara empat zona perdagangan bebas AFTA (ASEAN Free Trade Area), EEA. (Wilayah Ekonomi Eropa), NAFTA (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara) dan LAFTA (Asosiasi Perdagangan Bebas Amerika Latin) selama periode analisis, juga untuk menentukan apakah aktivitas perdagangan suatu kawasan dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan kawasan lain, termasuk perdagangan Tiongkok kegiatan .
Literatur Review
Peran Kawasan Perdagangan Bebas
Sisi Permintaan dan Penawaran Perdagangan Internasional
Bobot ditentukan dengan membandingkan neraca perdagangan relatif mata uang suatu negara dengan masing-masing negara dalam indeks. Faktor konversi paritas daya beli adalah jumlah unit mata uang suatu negara yang dibutuhkan untuk membeli barang dan jasa dalam jumlah yang sama di pasar domestik, misalnya dolar AS untuk membeli di Amerika Serikat.
Metodologi
Faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor dalam penelitian ini adalah tingkat inovasi, produk yang dihasilkan, tingkat persaingan dan tingkat nilai tukar. Dalam penelitian ini kita akan melihat perubahan impor dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu pendapatan per kapita, tingkat nilai tukar, tingkat kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi negara yang diteliti.
Result
Kinerja Perdagangan Kawasan ASEAN
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor dan impor di negara-negara yang tergabung dalam Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN. Sedangkan hasil uji Hausman menunjukkan probabilitas cross-sectional sebesar F = 0,0000, atau dapat dikatakan probabilitas cross-sectional kurang dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah model Fixed Model efek. Gambaran pengujian spesifikasi model berdasarkan Lampiran 2A (Export Log Model) terdapat pada Tabel 4.1 sebagai berikut:
Berdasarkan model Fixed Effect di atas, hanya terdapat dua variabel independen yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor negara-negara di Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN, yaitu jumlah produk yang diproduksi (dengan tingkat signifikansi. Berdasarkan Lampiran 2B dan Tabel 4.2, hasil uji Chow menunjukkan probabilitas (probabilitas) intersep F = 0,00, atau dapat dikatakan probable intersep F dan probable intersep nilai Chi-square < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model yang terbaik adalah Model Fixed Effect Sedangkan hasil uji Hausman menunjukkan probabilitas (probabilitas) cross section F juga < 0,05 atau dapat dikatakan cross section.
Rangkuman pengujian spesifikasi model berdasarkan Lampiran 2B (Transformasi data IMPORT) disajikan pada Tabel 4.2 sebagai berikut :. TIM Berdasarkan model fixed effect di atas, terdapat tiga variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja IMPOR negara-negara ASEAN FTA, yaitu PDB per kapita (dengan tingkat signifikansi < 5%), tingkat kepercayaan konsumen (dengan tingkat signifikansi < 10%) dan tingkat pertumbuhan ekonomi (dengan tingkat signifikansi > 5%), sedangkan variabel kedua yaitu tingkat nilai tukar tidak berpengaruh signifikan.
Kinerja Perdagangan Kawasan Eropa (EEA)
Hasil tersebut membuktikan bahwa PDB per kapita, tingkat kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap perubahan nilai impor di negara-negara kawasan perdagangan bebas ASEAN, sedangkan tingkat nilai tukar tidak berpengaruh terhadap perubahan impor. Pengujian tersebut merupakan pengujian spesifikasi model untuk menentukan model perbandingan data panel terbaik dengan menggunakan uji Chow, uji Hausman dan uji Lagrange Multiplier (jika diperlukan). Pengujian spesifikasi model dilakukan untuk menentukan model terbaik yang akan digunakan, baik model Common/Pool Effect, Fixed Effect, atau Random Effect.
Berdasarkan Lampiran 2C (log model), hasil uji Chow menunjukkan peluang (probabilitas) intersep F = 0,00, atau dapat dikatakan probabilitas intersep F lebih kecil dari taraf signifikansi 5%, maka dapat terjadi oleh karena itu disimpulkan bahwa model terbaik adalah model Fixed Effect. Berdasarkan model LEX Fixed Effect diatas terdapat tiga variabel yaitu indeks inovasi, jumlah produk yang diproduksi dan nilai tukar efektif riil yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor, dan hanya terdapat satu variabel independen yang tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor. pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ekspor Negara-negara di Kawasan Perdagangan Bebas Eropa yaitu indeks daya saing (COMPTV). Hasil diatas membuktikan bahwa kenaikan produk manufaktur (LMNFAC) dan pelemahan nilai tukar (LREXR) mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap kinerja ekspor negara-negara kawasan perdagangan bebas Eropa.
Sedangkan hasil uji Hausman menunjukkan probabilitas intersep (prob) sebesar F > 0,05 atau dapat dikatakan probabilitas intersep lebih dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah Random Effect Model . Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi kinerja impor di negara-negara kawasan perdagangan bebas EROPA, sedangkan tingkat nilai tukar mata uang Eropa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja impor dan PDB per kapita mempunyai pengaruh yang kecil. dampak. mempengaruhi perubahan impor.
Kinerja Perdagangan Kawasan Amerika Latin (2011-2016)
Berdasarkan Lampiran 2E, hasil uji Chow menunjukkan peluang (probabilitas) intersep F = 0,00, atau dapat dikatakan probabilitas intersep F kurang dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat mencapai disimpulkan bahwa model yang terbaik adalah model Fixed. Sedangkan hasil uji Hausman menunjukkan probabilitas cross-sectional sebesar F = 0,0000, atau dapat dikatakan probabilitas cross-sectional lebih besar dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah Random Model efek. Kesimpulan dari deteksi gejala klasik, model perbandingan data panel Ekspor di Latin American Free Trade Association (LAFTA), bebas dari deteksi gejala klasik.
Berdasarkan model LEX Random Effect di atas, hanya terdapat dua variabel independen yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor di negara-negara Latin American Free Trade Association (LAFTA), yaitu jumlah produk manufaktur (dengan tingkat signifikansi < 5%) dan tingkat nilai tukar (dengan tingkat signifikansi < 5%). Berdasarkan Lampiran 2F dan Tabel 4.6, hasil uji Chow menunjukkan probabilitas cross-sectional (probabilitas) F = 0,00, atau dapat dikatakan probabilitas cross-sectional F dan probabilitas cross-sectional Chi-Square < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah Fixed Effects. Kesimpulan dari deteksi gejala klasik, model persamaan data panel permintaan impor di negara-negara Latin American Free Trade Association (LAFTA) terbebas dari deteksi gejala klasik.
LIM Berdasarkan random effect model di atas, terdapat tiga variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja IMPORTS di negara Latin American Free Trade Association (LAFTA), yaitu tingkat kepercayaan konsumen (dengan tingkat signifikansi < 5%) dan tingkat pertumbuhan ekonomi (dengan tingkat signifikansi <..20%), sedangkan dua variabel lainnya yaitu PDB per kapita dan tingkat efektif nilai tukar riil tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi kinerja impor di negara-negara Latin American Free Trade Area (LAFTA), sedangkan PDB per kapita dan tingkat nilai tukar riil efektif tidak mempengaruhi kinerja impor.
Kinerja Perdagangan Kawasan Amerika Utara Plus
Berdasarkan penjumlahan 2G, hasil uji Chow menunjukkan peluang (prob) intersep F = 0,00 atau dapat dikatakan peluang intersep F kurang dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat menyimpulkan bahwa model terbaik adalah model dengan efek tetap. Sedangkan hasil uji Hausman menunjukkan probabilitas intersep sebesar F = 0,0008 atau dapat dikatakan probabilitas intersep kurang dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah model tetap. Hasilnya menunjukkan bahwa volume output manufaktur dan nilai tukar (REER) sangat mempengaruhi kinerja ekspor di negara-negara Kawasan Perdagangan Bebas Amerika Utara dan Tiongkok, Jepang, India, dan Jerman, sedangkan perubahan terjadi pada tingkat inovasi dan tingkat inovasi. daya saing tidak berpengaruh terhadap kinerja ekspor.
Berdasarkan Lampiran 2H, hasil uji Chow menunjukkan probabilitas (probabilitas) cross section F = 0,00, atau dapat dikatakan probabilitas cross section F kurang dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah model Fixed Effect. Sedangkan hasil uji Hausman menunjukkan probabilitas cross-sectional sebesar F = 0,0008 atau dapat dikatakan probabilitas cross-sectional lebih kecil dari level tersebut. Signifikansinya sebesar 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah model Fixed Effect. Kesimpulan berdasarkan deteksi gejala klasik: model perbandingan data panel lin-log untuk impor ke negara-negara di kawasan NAFTA Plus bebas dari deteksi gejala klasik.
Berdasarkan model Fixed Effect di atas, seluruh variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja IMPORT negara-negara anggota NAFTA Plus China, Jepang, Jerman (minus India), dengan tingkat signifikansi <5%. Hasil ini membuktikan bahwa PDB per per kapita, tingkat nilai tukar, tingkat kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi perubahan nilai impor di negara-negara perdagangan bebas NAFTA ditambah Cina, Jepang dan Jerman.
Pembahasan
Berdasarkan berbagai pengujian yang dilakukan, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor keempat kawasan perdagangan bebas tersebut tidak berbeda jauh. Kinerja impor negara-negara di empat kawasan perdagangan bebas dipengaruhi dengan berbagai cara oleh empat variabel yang diusulkan dalam penelitian ini, seperti ditunjukkan pada Tabel 4.10. Besarnya tingkat efektif nilai tukar riil juga mempengaruhi kinerja impor wilayah perdagangan bebas yang diteliti, kecuali di kawasan ASEAN.
Tingkat kepercayaan konsumen mempengaruhi permintaan impor di beberapa kawasan, kecuali kawasan perdagangan bebas Uni Eropa. Dan yang terakhir, kinerja impor dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan ekonomi, kecuali di kawasan perdagangan bebas Uni Eropa. PDB per kapita tidak berpengaruh terhadap permintaan impor di Kawasan Perdagangan Bebas Amerika Latin, karena di satu sisi PDB per kapita cukup tinggi dan impor cukup rendah.
Hasil impor di negara-negara kawasan perdagangan bebas ASEAN tidak dipengaruhi oleh nilai tukar riil terhadap dolar, dan hasil impor lebih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan PDB per kapita. per kapita serta tingkat kepercayaan konsumen yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data jumlah impor dan tingkat efisiensi nilai tukar riil negara-negara di Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN, permintaan impor terus meningkat seiring dengan terdepresiasinya tingkat efisiensi nilai tukar rupiah terhadap dolar.
PENUTUP
Saran
34;China and Asia in the Slowdown of World Trade." Journal of International Commerce, Economics and Policy No. 34; R&D Spending, Domestic Competition, and the Export Performance of Japanese Manufacturing Firms." Strategic Management Journal no. 34; China's Exchange Rate Regime Reform and China-Euro Area Trade.” Emerging Markets Finance and Trade no.
34; Innovation and Export Performance: Evidence from British and German Manufacturing Plants." Research Policy No.