Diajukan ke Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana S.Pd.I. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI terhadap Perilaku Siswa (Studi Kasus: IPA Kelas yang akan diuji pada sidang Munaqasyah. Skripsi ini merupakan karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar strata I di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta.
Dengan taufik dan bimbingan serta bimbingan-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Perilaku Keagamaan Siswa” hingga memperoleh gelar Sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam Tarbiyah. jurusan program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta. Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I), Fakultas Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap perilaku keagamaan siswa, namun sampai saat ini belum diketahui pengaruhnya terhadap perilaku keagamaan siswa.
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana kompetensi kepribadian guru PAI mempengaruhi perilaku keagamaan siswa. Berdasarkan analisis data hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap perilaku. Tangerang berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh dari pengujian menggunakan korelasi Pearson product moment di SPSS dan menghasilkan output koefisien sebesar 0,387 karena koefisiennya tidak mendekati 1 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap keagamaan siswa. perilakunya rendah, karena dilihat dari r hitung sebesar 0,387 dan nilainya berada pada interval rendah.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap perilaku keagamaan siswa di SMAN 17 Kab.
LATAR BELAKANG MASALAH
Apabila seorang guru tidak mempunyai sikap profesional maka siswa yang diajarnya akan sulit tumbuh dan berkembang dengan baik. Dengan memiliki guru yang profesional dan berkualitas, kita akan mampu melahirkan anak bangsa yang berkualitas. Oleh karena itu, permasalahan kepribadian merupakan salah satu hal yang sangat menentukan tingkat kewibawaan seorang guru di mata siswa atau masyarakat.
Dalam hal ini guru tidak hanya dituntut mampu memaknai pembelajaran saja, namun yang lebih penting adalah bagaimana menjadikan pembelajaran sebagai sarana untuk membangun kompetensi dan meningkatkan kualitas pribadi peserta didik. Menurut Meikel John, tidak ada seorang pun yang bisa menjadi guru sejati jika ia tidak menjadikan dirinya sebagai bagian dari siswa yang berusaha memahami seluruh siswa dan perkataannya.3. Oknum guru yang melakukan tindakan asusila, antisosial, dan asusila sering diberitakan di media massa.
Suatu ketika ada seorang ustadz yang melakukan skandal seksual dengan muridnya, sehingga murid yang lain tidak lagi percaya padanya. Para siswa tidak dapat memahami bahwa seorang guru yang mengajarkan moralitas bukanlah dirinya yang bermoral. Dari berbagai peristiwa dan kejadian yang diuraikan di atas terlihat bahwa guru melakukan hal-hal yang tidak mencerminkan sifat seorang guru karena tugas sebenarnya seorang guru adalah membimbing siswa, mengajar, memimpin dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. . Para siswa tentu mempunyai kepribadian yang baik.
Dalam kepribadian guru baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah, peranan guru bersifat ganda, selain itu ia adalah guru sekaligus pendidik. Di sini tugas guru tidak hanya sekedar menyampaikan informasi kepada siswa saja, tetapi ia harus mampu menjadi penghubung yang tugasnya memfasilitasi pembelajaran (Facilitate of learning) bagi seluruh siswa agar dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan. , penuh semangat, tidak khawatir dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka. Pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Kurangnya keberhasilan pendidikan agama di sekolah negeri merupakan kenyataan yang dihadapi siswa di banyak sekolah. Mata kuliah pendidikan agama yang diperuntukkan bagi siswa hanya selama dua jam, dirasa belum cukup untuk mengubah perilaku keagamaan siswa. Selain itu, terdapat perbedaan individu yang heterogen dalam beragama, seperti siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an, tidak terbiasa membaca hadis, berada di lingkungan keluarga atau masyarakat yang tidak mendukung agama, dan siswa yang tidak mendukung agama. tidak terbiasa menjalankan perintah keagamaan seperti shalat, puasa, zakat, merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku keagamaan siswa.
Identidikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Tinjauan Pustaka
Dalam skripsi ini Eliyana telah melakukan penelitian mengenai kompetensi pedagogik yang baik yang dapat menciptakan siswa yang menerapkan materi dalam perilaku sehari-hari yang bersifat keagamaan dan sosial.Di sini penulis membahas baik kompetensi guru, hanya saja pembahasannya dikhususkan pada kompetensi guru. kepribadian guru dengan objek penelitian. dari SMAN 17 Kabupaten. Dalam tesisnya, Rakhman ingin menggali faktor-faktor kepribadian, baik berupa kebijaksanaan maupun kebijaksanaan, yang jarang dimiliki oleh seorang guru sehingga membuat siswa sulit menemukan panutannya, sedangkan anak-anak yang berada di usia remaja atau di ambang kehancuran. masa dewasa sangat mencari teladan. Langkahnya akan diterima dan diikuti, oleh karena itu kompetensi kepribadian harus dikuasai terlebih dahulu oleh seorang guru. Dalam tesisnya, Ulfa meneliti tentang karakteristik kepribadian guru sebagai faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, karena guru merupakan sosok sentral yang berinteraksi langsung dengan siswa.
Sebab menurut Ulfa, kenyataan di lapangan masih banyak perilaku siswa yang mencerminkan rendahnya motivasi belajar, padahal guru secara lahiriah menunjukkan ciri-ciri kepribadiannya dengan baik.
Metode Penelitian
Sistematika Penulisan
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan sistematika yang mengacu pada buku “Pedoman Penulisan Tesis, Tesis dan Disertasi” di Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta yang disusun oleh Prof.
PENDAHULUAN. Pada bab ini terdiri dari
KAJIAN TEORITIS.Membahas kajian teori sebagai landasan teori dalam penulisan skripsi ini. sebagai landasan teori dalam penulisan skripsi ini
METODOLOGI PENELITIAN. Meliputi
Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap perilaku keagamaan siswa di SMAN 17 Kab.
Saran
Guru khususnya yang bergerak di bidang agama (Islam) hendaknya menyadari bahwa tugas pendidik tidak hanya sebatas memberikan materi atau mata pelajaran saja, namun lebih ditekankan pada aspek pembentukan perilaku siswa. Disinilah peran guru sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan atau nasehat spiritual yang dapat menjaga mereka tetap pada jalan yang lurus dan berakhlak baik. Hal ini karena anak terkadang terhambat untuk berperilaku baik karena lingkungan keluarga yang tidak bersahabat atau karena teman bermainnya berperilaku buruk.