Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel profitabilitas, financial leverage, ukuran perusahaan dan reputasi underwriter terhadap tingkat underpricing. Penelitian ini menggunakan rasio profitabilitas, rasio leverage, ukuran perusahaan dan reputasi underwriter sebagai variabel independen (bebas) pengaruhnya terhadap tingkat underpricing sebagai variabel terikat (dependent). Apakah reputasi underwriter berpengaruh terhadap tingkat underpricing pada Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015?
Variabel yang diuji dalam penelitian ini terbatas pada profitabilitas, pengaruh keuangan, ukuran perusahaan dan reputasi perusahaan asuransi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai penerapan ilmu pengetahuan dan gambaran menyeluruh tentang bagaimana praktik IPO beroperasi dan bagaimana profitabilitas, leverage keuangan, ukuran perusahaan dan reputasi underwriter mempengaruhi tingkat underpricing.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Ruang Lingkup
- Identifikasi Masalah
- Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Secara umum penulisan penelitian ini terdiri dari lima bab, dimana setiap bab saling berkaitan satu sama lain.
LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka
- Signalling Theory
- Efficient Market Hypothesis
- Pasar Modal
- Saham
- Initial Public Offering (IPO)
- Underpricing
- Analisis Rasio Keuangan
- Ukuran Perusahaan
- Reputasi Underwriter
Semakin tinggi margin laba operasi suatu perusahaan maka semakin baik pula kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari setiap penjualannya. Semakin tinggi return on assets suatu perusahaan maka semakin baik pula pengendalian perusahaan terhadap aset yang dimilikinya dalam menghasilkan laba. Semakin tinggi return on equity suatu perusahaan maka semakin baik pula kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang sahamnya.
Semakin tinggi nilai laba kotor perusahaan maka semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut. Semakin tinggi margin laba bersih perusahaan maka semakin baik pula kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan pada setiap penjualannya. Dilihat dari kemampuan membayar kewajiban jangka panjang, semakin rendah rasionya maka semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang.
Semakin tinggi rasio lancar maka semakin baik, karena semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi acid test rasio maka semakin baik, karena semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi perputaran piutang suatu perusahaan maka akan semakin baik karena semakin cepat pula perputaran piutang pada perusahaan tersebut.
Semakin rendah perputaran piutang semakin baik, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan akan lebih cepat memulihkan piutangnya.
Tinjauan Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya return on assets dan reputasi underwriter yang berpengaruh terhadap tingkat underpricing. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain jumlah saham beredar, ukuran perusahaan, rasio utang terhadap ekuitas, return on equity dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan metode analisis linier berganda dengan variabel yang diuji yaitu debt to equity ratio, return on assets, earnings per share. saham, umur perusahaan, ukuran perusahaan dan persentase penawaran saham.
Hasil penelitian Eka Retnowati menunjukkan bahwa hutang berhubungan dengan ekuitas, return on assets dan umur. Variabel yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari ukuran perusahaan, umur perusahaan, proporsi saham yang ditawarkan, reputasi underwriter dan reputasi auditor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa return on assets dan reputasi underwriter tidak mempunyai pengaruh terhadap tingkat underpricing.
Variabel Debt to Equity Ratio, Return On Assets dan Return On Equity secara parsial dan simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap besarnya. Rasio utang terhadap ekuitas, laba atas ekuitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, reputasi perusahaan asuransi, reputasi auditor, penggunaan dana investasi. Rasio Hutang terhadap Ekuitas, Pengembalian Aset, Laba Per Saham, Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Persentase Saham yang Ditawarkan.
Penelitian ini tidak menggunakan variabel reputasi auditor, umur perusahaan, tujuan penggunaan reksa dana dan tipe industri.
Pengembangan Hipotesis
- Pengaruh Profitabilitas terhadap Tingkat Underpricing
- Pengaruh Financial Leverage terhadap Tingkat Underpricing
- Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Tingkat Underpricing
- Pengaruh Reputasi Underwriter terhadap Tingkat Underpricing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan menyimpulkan pengaruh profitabilitas, financial leverage, ukuran perusahaan dan reputasi perusahaan asuransi sebagai variabel independen terhadap tingkat underpricing sebagai variabel dependen pada perusahaan yang melakukan masa Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia ( BEI). ). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang telah melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menunjukkan bahwa variabel ROA mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2015.
Koefisien regresi LnSIZE sebesar -0,012 hal ini menunjukkan bahwa LnSIZE mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015. Koefisien regresi REPUND sebesar 0,012 yang berarti REPUND berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015. Hal ini menunjukkan Ha1 diterima, profitabilitas berpengaruh terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015.
Hal ini menunjukkan Ha2 diterima dalam penelitian ini, financial leverage berpengaruh terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, profitabilitas (ROA) mempunyai pengaruh negatif terhadap tingkat underpricing pada saat itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan reputasi underwriter tidak mempunyai pengaruh terhadap tingkat underpricing.
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi derajat underpricing saham pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana di bursa BEI”.
Kerangka Pemikiran
METODE PENELITIAN
Objek Penelitian
Populasi dan Sampel
Tipe, Jenis dan Sumber Data
Metode Pengumpulan Data
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
- Variabel Dependen
- Variabel Independen
Metode Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Pengujian Asumsi Klasik
- Uji Hipotesis
HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Objek Penelitian
Analisis Hasil Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Linier Berganda
- Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R Square)
- Uji Hipotesis
- Uji Statistik t
Variabel IR menunjukkan tingkat underpricing yang dialami perusahaan pada saat Initial Public Offering (IPO). Koefisien regresi DER sebesar -0,010 yang berarti variabel DER mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015. Indonesia Banking School mengalami kenaikan sebesar satu satuan pada tahun t-1, sehingga tingkat underpricing pada tahun t akan menurun sebesar 0,010 atau 1,0% dengan asumsi variabel lain tetap.
Jika LnSIZE mengalami kenaikan satu satuan pada tahun t-1 maka tingkat underprice pada tahun t akan turun sebesar 0,012 dengan asumsi variabel lain konstan. Artinya sebesar 6,6% variabel Underpricing Level (IR) dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu profitabilitas yang diwakili oleh ROA, financial leverage yang diwakili oleh DER, ukuran perusahaan (SIZE) dan reputasi perusahaan asuransi (REPUND). Arah negatif menunjukkan semakin besar ROA suatu perusahaan maka akan semakin rendah tingkat underpricing pada saat perusahaan melakukan penawaran umum perdana (IPO).
Arah negatif menunjukkan semakin besar DER suatu perusahaan maka akan semakin rendah tingkat underpricing pada saat perusahaan tersebut melakukan penawaran umum perdana (IPO). Berdasarkan hasil uji statistik pada Tabel 4.8 di atas, variabel ukuran perusahaan (SIZE) mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,144 atau lebih tinggi dari tingkat signifikansi gt; 0,10). Hal ini menunjukkan bahwa H03 diterima dalam penelitian ini; Ukuran Perusahaan (SIZE) tidak berpengaruh terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015.
Berdasarkan hasil uji statistik pada Tabel 4.8 di atas, variabel reputasi underwriter (REPUND) mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,583 atau lebih tinggi dari tingkat signifikansi gt; 0,10).
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Profitabilitas terhadap Tingkat Underpricing
- Pengaruh Financial Leverage terhadap Tingkat Underpricing
- Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Tingkat Underpricing
- Pengaruh Reputasi Underwriter terhadap Tingkat Underpricing
1993) dalam I Dewa Ayu (2013) tingkat profitabilitas yang tinggi akan mengurangi ketidakpastian perusahaan di masa depan dan sekaligus mengurangi ketidakpastian yang menjadi salah satu penyebab terjadinya underpricing pada saat penawaran umum perdana (IPO), sehingga mengurangi underpricing. . Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lailatur Rosyidah dan Ulil Hartono (2015), Mohammad Adam et al., (2015), dan Eko Retowati (2013) yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara profitabilitas (ROA) dan tingkat underprice. . Hal ini menunjukkan bahwa financial leverage (DER) mempunyai pengaruh negatif terhadap tingkat underpricing, dimana semakin besar nilai financial leverage (DER) suatu perusahaan maka akan semakin kecil tingkat underpricing perusahaan pada saat melakukan Initial Public Offering (IPO).
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Yogi (2014) dan Hapsari (2014). Hasil yang diperoleh penelitian ini tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh Yolana dan Martani (2005), Eka Retnowati (2013) dan I Dewa Ayu (2013). Hasil penelitiannya menunjukkan terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara ukuran perusahaan (SIZE) terhadap tingkat underpricing.
Resta Azzahra (2011) berpendapat bahwa ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh terhadap tingkat underpricing, hal ini menunjukkan bahwa investor tidak mempertimbangkan besar kecilnya perusahaan ketika membeli saham perusahaan pada saat IPO. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa semakin tinggi reputasi underwriter maka tingkat underpricing akan semakin rendah. Namun hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yolana dan Martani (2005), Shoviyah Nur Aini (2013), serta Lailatur Rosyidah dan Ulil Hartono (2008) yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara reputasi underwriter terhadap tingkat underpricing. . .
Penggunaan underwriter yang memiliki reputasi baik relatif mudah ditiru oleh berbagai jenis perusahaan, sehingga investor tidak dapat membedakan kualitas emiten yang baik atau buruk, atau tingkat underpricing yang tinggi atau rendah hanya dengan melihat underwriter yang digunakan perusahaan pada saat krisis keuangan. Penawaran Umum Perdana (IPO).
Implikasi Manajerial
Tingkat profitabilitas yang tinggi akan mengurangi ketidakpastian perusahaan di masa depan dan sekaligus mengurangi ketidakpastian yang menjadi salah satu penyebab terjadinya underpricing pada saat penawaran umum perdana (IPO), sehingga menurunkan tingkat underpricing. Oleh karena itu, pihak manajemen calon emiten yang akan melakukan IPO hendaknya memperhatikan besar kecilnya Return on Assets (ROA) perusahaan sebelum melakukan Initial Public Offering (IPO) agar tingkat underpricing tidak terlalu tinggi dan diperoleh hasil yang maksimal. sumber daya untuk kebutuhan pendanaan perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain di luar yang digunakan dalam penelitian ini, seperti nilai tukar, inflasi, reputasi auditor, dan lain-lain, mengingat kecilnya pengaruh variabel independen terhadap tingkat underpricing dalam penelitian ini.
Hal ini karena besar kemungkinan masih banyak variabel lain yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap tingkat underpricing. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing pada perusahaan yang menawarkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA), financial leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan reputasi underwriter terhadap tingkat underpricing yang diproksikan dengan Initial return pada saat penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015. Variabel financial leverage (DER) mempunyai pengaruh negatif terhadap tingkat underpricing, Ha2 dalam penelitian ini diterima.
Saran