• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Peranan Yayasan Media Amal Islami Dalam Pembinaan Pendidikan ... - Iiq

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Peranan Yayasan Media Amal Islami Dalam Pembinaan Pendidikan ... - Iiq"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

Tesis berjudul “Peran Yayasan Media Amal Islam Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Islam Anak Sampah di Lebak Bulus Jakarta Selatan” oleh Ada Nur Azizah dengan NIM: 10310961 diperiksa pada sidang munaqosah Fakultas Tarbiyah Al-Qur'an an Science Institute (IIQ) Jakarta tanggal 21 Agustus 2015. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini hingga memenuhi persyaratan. untuk gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd. I) dengan judul Skripsi.” Yanggo, MA, Rektor Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta beserta jajarannya yang memberikan fasilitas selama proses belajar mengajar.

Umi Khusnul Khotimah, M.Si. Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta beserta jajarannya yang telah membantu penulis selama ini. Aslih Ridwan, MA, serta seluruh Ustad dan Ustadzah Yayasan Media Amal Islam yang mengizinkan penulis melakukan penelitian ini. Kedua orang tua saya tercinta yaitu Bpk. Achmad Kasjari dan Ibu Rasmi yang senantiasa memberikan doa dan dukungan baik moril maupun materil selama saya menempuh studi di Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta hingga akhir.

Seluruh sahabat Tarbiyah A dan B yang tak kenal lelah menjadi sahabat baik diakhir masa studinya di IIQ, serta keluarga besar Jamiyyah Hafadzhah Al-Qur'an (JHQ), perkumpulan santri yang belajar. Al-Qur'an Jawa Tengah di Jakarta yang selalu menjadi keluargaku di negeri perantauan ini. PEDOMAN TERJEMAHAN BAHASA ARAB-LATIN Transliterasi Arab-Latin yang digunakan dalam skripsi ini berdasarkan pada buku “Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Tesis” terbitan Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta (Edisi Revisi), Edisi Kedua, Mei 2018 2011.

Konsonan

Kata Sandang

PENUTUP

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

ABSTRAKSI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja peran Yayasan Amal Media Islam dalam memajukan pendidikan agama Islam bagi anak pemulung dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendorong dan penghambat pengembangan pendidikan agama Islam bagi anak pemulung di Media Amal Islam. Dasar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran Yayasan Media Amal Islam dalam pengembangan pendidikan agama Islam anak pemulung memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap pendidikan anaknya. Hal ini terlihat dari perubahan-perubahan yang dialami para santri baik dari segi tauhid, ibadah maupun akhlaknya, diantaranya anak-anak dibekali keimanan kepada TUHAN sejak kecil dan meyakini TUHAN itu ada.

Sedangkan untuk ibadah, siswa yang belum pernah shalat mulai memahami dan menunaikan shalat setelah mendapat arahan dari Yayasan Media Amal Islam, meski dalam praktiknya masih sesekali melakukannya.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Permasalahan kemiskinan sudah ada sejak lama dan masih hadir di tengah-tengah kita hingga saat ini, dan kini gejalanya semakin meningkat seiring dengan krisis multidimensi yang masih dihadapi bangsa Indonesia. Di negeri ini, suasana kemiskinan nampaknya masih tertanam kuat dalam citra diri masyarakat Indonesia. Angka kemiskinan akan semakin besar jika kategori kemiskinan mencakup Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang kini jumlahnya mencapai lebih dari 21 juta orang.3 PMKS mencakup tuna wisma, pengemis, pemulung, anak jalanan, yatim piatu, lansia terlantar dan penyandang disabilitas yang tidak mempunyai pekerjaan atau mempunyai pekerjaan, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sebab yang terpenting bagi masyarakat yang berada dalam kondisi keuangan rendah atau buruk adalah mencari nafkah dengan cara yang mudah dan tidak memerlukan keterampilan yang dapat membuat mereka terbebani. Kehidupan para pemulung di perkotaan cenderung kumuh, mereka tinggal dan bekerja di tempat yang sangat tidak layak huni seperti tempat pembuangan sampah, bantaran sungai, selokan dan lain-lain. Sehari-harinya anggota keluarga pemulung, istri dan anak-anaknya, tinggal di warung milik pengelola kandang.

Mata pencaharian mereka sangat bergantung pada sampah atau barang bekas yang masih memiliki nilai jual kembali. Selain itu ada juga yang berprofesi sebagai laundry, supir, dan pembantu rumah tangga agar bisa mencukupi kebutuhan pangan setiap harinya. Masyarakat bangkai yang mengelilingi yayasan ini sudah ada sejak lama dan kami prihatin dengan keadaan keyakinan agamanya.

Mereka adalah kaum marjinal, masyarakat yang sering dikucilkan oleh masyarakat karena sering dianggap maling karena lingkungan tempat tinggalnya rentan dan hal ini menjadi perhatian kita semua, tidak hanya yayasan ini, namun aparat hukum, mahasiswa dan masyarakat sekitar yang peduli. untuk kondisi orang-orang yang lemah dan tergiur dengan keyakinan yang sama, sembako diberikan oleh non-muslim untuk tujuan tertentu, oleh karena itu kita bertindak cepat, misalnya kita memberikan ceramah kepada anak remaja dan orang tuanya. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling membantu dalam beramal shaleh, khususnya bagi masyarakat miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan finansialnya. Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Media Amal Islam Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sebuah lembaga yang didirikan pada tahun 1999 yang selalu peduli dan melihat perlunya sosialisasi pendidikan agama bagi anak-anak pemulung, pada dasarnya setiap anak berhak atas pendidikan dan pelatihan yang diterima di lingkungannya. konteks perkembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.6 Sebagaimana tercantum dalam UUD No.2 Tahun 1989 pasal 5 “Bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.”7 Dan anak terlantar pun mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. hak atas pendidikan, karena mereka mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan. .

Sehubungan dengan hal tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui lebih jauh dan memandang penting untuk meneliti peran Yayasan Media Amal Islam dalam pengembangan pendidikan agama anak nakal di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Identifikasi Masalah

Pembatasan dan Perumusan Masalah

Apa saja faktor pendukung dan penghambat pengembangan pendidikan agama pada anak pemulung di Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

  • Manfaat Penelitian a. Secara Akademis

Tinjauan Pustaka

Ibu Pertiwi, Jakarta Selatan.” Dalam tesisnya ia menyelidiki adanya pengaruh yang cukup baik terhadap perubahan sikap dan perilaku agresif anak jalanan. Tesis yang ditulis oleh Pipin Apriani dan tesis yang akan penulis pelajari mempunyai persamaan yaitu bahwa keduanya sama-sama membahas tentang anak jalanan atau permasalahan sosial anak jalanan di suatu lembaga atau yayasan. Sedangkan perbedaannya terletak pada topik penelitian dan dasar yang akan diteliti yaitu penulis lebih fokus pada pendidikan agama anak nakal di Yayasan Media Amal Islam.

Dalam skripsi ini terdapat kesamaan penelitian yang akan penulis lakukan yaitu sama-sama meneliti permasalahan sosial anak pemulung atau anak jalanan pada suatu lembaga atau yayasan. Sedangkan perbedaannya terletak pada topik penelitian, pada skripsi yang ditulis oleh Ari Kurniawan adalah tentang Pendidikan Keterampilan, sedangkan yang akan penulis tulis tentang pendidikan agama Islam bagi anak pemulung ada di Yayasan Media Amal Islam. Tesis yang akan penulis telaah mempunyai persamaan yaitu sama-sama mengkaji permasalahan sosial anak pemulung atau anak jalanan.

Sedangkan perbedaan topik penelitian terletak pada skripsi yang ditulis oleh Ahmad Hary Deni tentang Pelatihan Keterampilan Otomotif, sedangkan yang akan penulis tulis adalah tentang pendidikan agama Islam bagi anak pemulung. Keempat, tesis Rike Aryana, mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, tahun 2011 yang berjudul “Peranan ustadz dalam pembinaan akhlak anak pemulung di Yayasan Media Amal Islam Lebak Bulus, Jakarta Selatan." Dalam tesisnya, penulis memberikan suatu kesimpulan dengan hasil yang cukup baik. Disertasi yang ditulis oleh Rike Aryana dan disertasi yang akan penulis pelajari mempunyai persamaan yaitu sama-sama meneliti anak pemulung dan berada dalam landasan yang sama, sedangkan yang membedakannya terletak pada topik penelitiannya.

Yang akan penulis gali dalam disertasi ini adalah peran yayasan dalam memajukan pendidikan agama Islam di Yayasan Media Amal Islam. Kelima, disertasi Finti Fatimah Nur Saidah, mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, tahun 2014 yang berjudul “Analisis Pola Komunikasi Anak Pemulung dalam Upaya Pembinaan Keagamaan di Lembaga Amal Islam Lebak Bulus Yayasan Media, Jakarta Selatan.” Dalam disertasinya ia menyimpulkan bahwa pola komunikasi yang diterapkan oleh Yayasan Media Amal Islam adalah pola komunikasi interpersonal dan kelompok. Tesis Finti Fatimah Saidah dan tesis yang akan penulis pelajari mempunyai persamaan yaitu sama-sama melakukan penelitian terhadap anak ace dan dalam landasan yang sama.

Sedangkan perbedaannya terletak pada objek penelitian yang diteliti, dalam hal ini peneliti lebih memfokuskan pada peran yayasan dalam memasyarakatkan pendidikan agama bagi anak pemulung.

Sistematika Penulisan

Kesimpulan

Allah itu ada, adapun untuk beribadah, tabel 11 halaman 58, sekitar 52% siswa rajin shalat, sedangkan sekitar 49% siswa shalat kadang-kadang. Dapat disimpulkan bahwa mereka yang belum pernah shalat, setelah mendapat bimbingan dari Yayasan Media Amal Islam, memahami apa itu shalat dan mulai berdoa meskipun masih sesekali dilaksanakan. Di sisi lain, anak juga diajarkan untuk selalu berakhlak baik agar saling menyayangi dan santun kepada orang yang lebih tua.

Hal ini terlihat dari hasil penelitian pada tabel 7 halaman 57 dan tabel 21 halaman 63 yang menunjukkan bahwa mahasiswa yayasan telah berperilaku jujur ​​dan sopan terhadap sesamanya dan orang tuanya, meskipun masih ada masyarakat yang terkadang melakukan hal tersebut. Program Yayasan Media Amal Islam dalam pembinaan keagamaan anak ace sudah cukup baik, seperti program TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) yang diadakan setiap hari senin sampai jumat dimana materi yang diberikan sudah sesuai. Yayasan Media Amal Islam terus melaksanakan kegiatan rutin mingguannya yaitu pengajian untuk ibu-ibu, pengajian untuk remaja, pengajian untuk pemulung setiap malam jumat dan minggu, pengajian untuk narapidana dan masih banyak lagi kegiatan bulanan-tahunan lainnya.

Analisa peneliti menunjukkan bahwa kekuatan atau dukungan dalam kegiatan bimbingan keagamaan di Yayasan Media Amal Islam adalah sumber daya manusia yang ada sudah memiliki persyaratan kompetensi pendidikan agama yang memadai, adanya kepercayaan masyarakat (pembersihan) terhadap para pendamping dalam memberikan bimbingan keagamaan. Kelemahan atau kendalanya adalah kurangnya kesadaran beragama pada masyarakat kebersihan, adanya ancaman dari pihak non muslim, kurangnya perencanaan dan tujuan yang ingin dicapai, cara yang digunakan masih sederhana.

Saran-saran

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait