Skripsi ini berjudul “Perayaan Ulang Tahun Dalam Perspektif Hukum Islam” dan digunakan sebagai syarat untuk meraih gelar Sarjana Hukum pada Program Studi Ahwal Syakhsiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini mengkaji tentang hukum-hukum perayaan ulang tahun dalam Islam.Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: 1) Bentuk perayaan ulang tahun di masyarakat.
ﻲﻣﻼﺳﻻا)
رﺎﺘﳐ مﺎﳍإ ﺪﻤﳏ ﻪﻴﻠﻋ فﺮﺸﻳمﻮﻠﻌﻟا ﺢﺘﻓ
ﻢﻜﺣ ﻦﻋ ثﺪﺤﺘﻳ ﺚﺤﺒﻟا اﺬﻫ مﻼﺳﻻا ﰲ دﻼﻴﳌا ﺪﻴﻌﺑ لﺎﻘﺘﺣﻻا
ﺐﻟ ﺎﻣأ ،
ﺚﺤﺒﻟا اﺬﻫ ﰲ ﺚﺣﺎﺒﻟا ﻪﻴﻓ ﺰﻛﲑﺳ يﺬﻟا عﻮﺿﻮﳌا١
ﰲ ءﺎﻤﻠﻌﻟا ءارآ ( ﺪﻴﻌﺑ لﺎﻘﺘﺣﻻا
دﻼﻴﳌا ،
دﻼﻴ
ﻄﻟا ﺎﻣأ ﺚﺤﺒﻟا اﺬﻫ ﺔﺑﺎﺘﻛ ﰲ ﺔﻘﻳﺮ
ﺔﻴﺒﺘﻜﳌاأ
ﻞﻴﻠﲢو ﻢﻠﻌﺗ ﺔﻘﻳﺮﻃ ي
داﻮﳌاﺒﺘﻜﳌا ردﺎﺼﻣ ﻦﻣ ةدﻮﺟﻮﳌا
ﺎﳑﻳ
مﻼﺳﻻا ﰲ دﻼﻴﳌا ﺪﻴﻌﺑﻌﻟا ﺪﻨﻋ
ﳌا داﻮﳌا ﻰﻠﻋ ﻞﺼﲢ ﱴﺣ ءﺎﻤﻠةﺪﻤﺘﻌﳌاو ةﱪﺘﻌ
ﰒ ﻊﻤﲡ
وﺐﺗﺮﺗو ﺐﺘﻜﺗ
ﺚﺤﺒﻟا اﺬﻫ
ﺚﺤﺒﻟا اﺬﻫ ﺔﺻﻼﺧو:ﻲﻫ
ﻢﻜﺣ ﰲدﻼﻴﳌا ﺪﻴﻌﺑ لﺎﻘﺘﺣﻻا
طوﺮﺸﻟﺎﺑ اﺪﻴﻘﻣ ﻩزاﻮﺟ ﱃإ رﻮﻬﻤﳉاو ،ﺎﻘﻠﻄﻣ ﻪﳝﺮﲢ ﱃإ ﺐﻫذ ﻦﻣ ﻢﻬﻨﻤﻓ٢
ءﺎﻤﻠﻌﻟا (
ﻢﻜﺣ ﰲ ﺎﻀﻳأ نﻮﻔﻠﺘﳜ دﻼﻴﳌا ﺪﻴﻌﺑ لﺎﻘﺘﺣﻻا
ﺎﻋﺮﺷ زﻮﳚ ﻻ ﺎﻣ ﺎﻬﻨﻣو ،زﻮﳚ ﺎﻣ ﺎﻬﻨﻣ ،
اﻮﻟﺎﻗ ءﺎﻤﻠﻌﻟا ﺔﻀﻬﻨﻟا ﻦﻣ ءﺎﻤﻠﻌﻟاو كرﺎﺒﻣ ﺲﻴﻗ رﻮﺘﻛﺪﻟا ﺦﻴﺸﻟا :ﻢﻫ ةﺰﺋﺎﳉا ﲔﻟﺎﺳﻸﻟ ةزﺎﺟﺎﺑ
ﺎﻘﻠﻄﻣ ﻪﳝﺮﲢ ﱃإ ﺐﻫذ ﻦﻤﻓ ﺦﻴﺸﻟاو ﻦﻤﻴﺜﻌﻟا ﺦﻴﺷا ﻮﻫ
ﻮﻟﺎﻗ رﺪﺒﻟا دﺎﺒﻋا ﻦﺴﶈا ﺪﺒﻋ ﺦﻴﺸﻟاو ﺦﻴﺷ لا ﺰﻳﺰﻌﻟا ﺪﺒﻋ ﻦﺑ ﱀﺎﺻاﺑ
ﺎﻘﻠﻄﻣ ﻪﳝﺮﺤﺘ ،
لﻮﻘﻟا ﺢﺟاﺮﻟاوفاﺮﺳﻻا نود حﺎﺒﳌا
ﺔﻴﺳﺎﺳﻷا ﺔﻤﻠﻜﻟالﺎﻘﺘﺣﻻا
دﻼﻴﳌا ﺪﻴﻌﺑ
Rumusan Masalah
Itulah beberapa rumusan masalah yang akan menjadi inti pembahasan, Penulis akan memfokuskan pembahasan dengan pembahasan yang mendalam sehingga menjadi pembelajaran yang jelas dan bermanfaat bagi semua orang yang membaca artikel ini, dan agar tidak meluas, Penulis akan membatasi pembahasan pada hal tersebut saja, yaitu pada rumusan masalah.
Tujuan dan kegunaan penelitian Tujuan
Menambah wawasan dan informasi khususnya bagi penulis dan pembaca mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perayaan ulang tahun.
Definisi Operasional
Ulang tahun atau biasa disebut milad bahasa sehari-hari berasal dari kata walada yang artinya melahirkan atau melahirkan. Yang dimaksud dengan kelahiran adalah pertama kalinya seseorang dilahirkan ke bumi. 6. Hukum Islam : Pendapat dan upaya para ahli hukum untuk menerapkan hukum Islam sesuai dengan kebutuhan masyarakat.8.
Tinjauan Pustaka
Perbedaan karya tulis kami dengan karya tulis di atas tentang perayaan hari lahir dari sudut pandang hukum Islam adalah kami menggunakan istilah dan ungkapan yang mudah dipahami oleh pembaca untuk mendapatkan manfaat lebih, sedangkan karya tulis di atas tidak ditulis dalam bahasa Arab yang tidak benar, semua pembaca dapat membaca dan memahaminya dengan baik.
Sistematika Penulisan
Pengertian Hari Lahir
Perayaan hari lahir dalam Islam terbahagi kepada dua pendapat, sebahagian ulama berpendapat bahawa perayaan hari lahir adalah perayaan hari lahir dalam agama Hindu yang disambut setiap tahun apabila hari tersebut bersesuaian dengan bulan lunar atau bulan suria (solar system).
Sejarah Hari Lahir
Pada masa pemerintahan Al-Afdal perayaan hari lahirnya ditiadakan dan tidak diperingati, Raja ini wafat pada tahun 515 H. Yang jatuh pada bulan Rabiul Awal yang diperingati dari tahun ke tahun hingga saat ini dan meluas ke hampir seluruh Dunia. 20 Dari uraian di atas jelas sekali ceritanya, bagaimana cara memperingati Maulid Nabi atau dalam bahasa sekarang adalah perayaan Maulid. Kalender diciptakan untuk memudahkan masyarakat mengingat dan merayakan hal-hal penting setiap tahunnya, dan ulang tahun adalah salah satunya.
Perayaan ulang tahun pertama kali diadakan karena masyarakat curiga ada roh jahat yang mengganggu mereka. Tradisi mengirim kartu ucapan dimulai sekitar seratus tahun yang lalu di Inggris, pada awalnya hanya raja-raja yang merayakan hari ulang tahunnya, mungkin dari sinilah perayaan ulang tahun dimulai.
Bagaimana bentuk-bentuk Perayaan hari lahir pada Masyarakat?
- Mengadakan Pesta dan Tiup Lilin
- Mengadakan Tasyakuran dan makan bersama
- Berdo’a Tanpa Mengadakan Kegiatan Apapun
Kegiatan perayaan ulang tahun bertujuan untuk membuat anak senang dan bahagia, hal ini merupakan suatu tindakan yang seharusnya ada dalam jiwa setiap orang, oleh karena itu wajar saja jika untuk mewujudkannya banyak orang tua yang rela melakukan apapun. Rayakan ulang tahun anda dengan mengadakan pesta perayaan ulang tahun dengan mengundang keluarga, tetangga, sahabat dan kolega serta masyarakat umum. Rayakan hari ulang tahun dengan acara sederhana bersama keluarga dan orang terdekat serta mohon doanya untuk kesehatan, kesuksesan dalam pendidikan, karir dan bisnis dan di beberapa komunitas memberikan kejutan dan kado unik tanpa diminta bagi yang merayakan ulang tahunnya.
Kemudahan pelayanan di era digital ini mulai membawa perubahan baik dalam bentuk seremonial perayaan ulang tahun maupun mempengaruhi perilaku generasi muda saat ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa tradisi merayakan ulang tahun dengan contoh-contoh tersebut di atas tentu mempunyai dampak baik dan buruk baik bagi yang bersangkutan maupun lingkungan sekitarnya.
Bagaimana Hukum perayaan Hari Lahir dalam Islam ? 1. Polemik perayaan hari lahir
Ada beberapa ulama dan pakar ilmu pengetahuan yang memperbolehkan perayaan ulang tahun dengan dasar yang kuat. Merayakan hari lahir bukanlah suatu ibadah ritual, sehingga selama tidak ada larangan yang disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an atau Sunnah, maka hukum aslinya boleh. Hadits Membolehkan Perayaan Ulang Tahun36 Ahlussunnah Wal Jama'ah (NU) hukumnya merayakan ulang tahun boleh, bahkan sebagian ulama mengatakan itu hukum Sunnah.
Menyambut hari lahir tidak mengapa, asalkan tidak berlebihan dan bertujuan untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu wata'ala. Berdoa memohon keampunan Allah Subhanahu wata'ala dan mensyukuri nikmat Allah selama ini adalah cara terbaik untuk menyambut hari lahir.
ﻦﻋﻦﺑا
Sehingga kemungkinan pertama adalah bentuk yang terlarang dalam agama, kerana Rasulullah saw bersabda. Terjemahan: Orang yang melakukan ibadah ibadah yang bukan milik kita, maka amalannya tertolak” [HR. Perlu diketahui juga bahwa orang yang membuat ibadah baru bukan saja menolak amalannya, tetapi juga melakukan dosa, karena perbuatan itu dikutuk oleh Allah.
Jika iya, perlu anda ketahui terlebih dahulu bahwa dalam Islam, hari-hari yang diperingati berulang-ulang disebut dengan Idul Fitri, misalnya Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Jumat juga merupakan Idul Fitri dalam Islam.
ﺎﻧﺪﻴﻋ اﺬﻫو اﺪﻴﻋ مﻮﻗ ﻞﻜﻟ نإ
Allah Ta'ala menyebut ciri-ciri hamba Allah Subhanahu wata'al (Ibaadurrahman) yang sejati sebagai salah satu daripadanya.
ﺎﻣاﺮﻛ اوﺮﻣ ﻮﻐﻠﻟﺎﺑ اوﺮﻣ اذإو روﺰﻟا نوﺪﻬﺸﻳ ﻻ ﻦﻳﺬﻟاو
Syarat pertama: Anggaplah perayaan hari lahir sebagai salah satu bentuk ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala. Mengkhususkan hari ulang tahun sebagai 'id' (perayaan yang berulang setiap tahun) jelas bukan bagian dari agama Islam, atau bid'ah dalam bentuk itu. Syarat kedua: Menganggap perayaan hari lahir hanya sebagai bentuk adat, hanya sebagai sarana hiburan dan bukan dalam rangka ibadah.
Bentuk yang kedua (mungkin), yaitu menjadikan perayaan ulang tahun hanya sebagai bentuk kesenangan saja, dan tidak menganggapnya sebagai bagian dari agama atau menjadikannya sebagai bentuk ibadah. Ada yang beranggapan jika perayaan ulang tahun tidak dimaksudkan untuk ibadah, maka boleh saja.
ﻦﻴﻌﻣ ﻦﻣز ﻢﻴﻈﻌﺗ ﺪﺼﻗ
Terjemahannya: “Dahulu, kaum Jahiliyyah mempunyai dua hari dalam setahun, dimana mereka biasa bersenang-senang. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke kota Madinah, beliau bersabda: “Sebelumnya kalian mempunyai dua hari dimana kalian mempunyai seru Kini, Allah telah menggantimu dengan dua hari raya yang lebih baik, yakni ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha.”
Berdasarkan hadis di atas, Rasulullah Shallahu 'alayhi wasallam melarang penduduk Madinah menjadikan dua hari istimewa setiap tahun semata-mata untuk bergembira dan bergembira.
ﺬﻟا باﻮﺼﻟاو مﻮﻴﻟا اﺬﻫ داﺮﻓإ ﻦﻋ ﻲﻬﻨﻟا :ﻢﻠﻌﻟا ﻞﻫأ ﻦﻣ نﻮﻘﻘﺤﻤﻟا ﻪﻴﻠﻋ ي
ﻦﻋو ،مﻮﺼﻟﺎﺑ
ﺔﻨﻳﺰﻟا رﺎﻬﻇإو ،ﺔﻤﻌﻃﻷا ﺔﻌﻨﺻ ن مﻮﻴﻟا اﺬﻬﻟ ﻢﻴﻈﻌﺗ ﻪﻴﻓ ﺎﻣ ﻞﻛ ﻦﻋو ،ﺔﺛﺪﺤﻤﻟا ةﻼﺼﻟا ﻩﺬﻫ ًﻼﺻأ ﺔﻳﺰﻣ ﻪﻟ نﻮﻜﻳ ﻻ ﻰﺘﺣو ،مﺎﻳﻷا ﻦﻣ ﻩﺮﻴﻏ ﺔﻟﺰﻨﻤﺑ مﻮﻴﻟا اﺬﻫ نﻮﻜﻳ ﻰﺘﺣ ﻚﻟذ ﻮﺤﻧو
Sebenarnya perayaan (hari lahir, tahun baru dan seumpamanya) adalah satu bentuk tasyabbuh bersama orang-orang kafir, iaitu di kalangan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan lain-lain yang suka melakukan pelbagai jenis perayaan ('id. ) yang tidak ditetapkan . Dan tidak syak lagi bahawa umat Islam diperintahkan untuk melepaskan tasyabbuh kepada orang-orang kafir dan memutuskan pelbagai bentuk tasyabbuh bersama mereka."63. Sambutan hari lahir adalah tradisi orang-orang kafir, dan bukan sebahagian daripada perayaan umat Islam sebagai hadis-hadis yang telah disebutkan di atas.
Di antara dalil bahawa berpura-pura merayakan ('id) adalah ciri orang Yahudi ialah hadis yang diriwayatkan oleh Thariq bin Shihab, katanya: "Orang Yahudi itu berkata kepada 'Umar.
اًﺪﻴِﻋ َمْﻮَـﻴْﻟا
Ayat tersebut diturunkan kepada Rasulullah s.a.w. pada hari Arafah pada hari Jumaat. 65. Daripada perbualan di atas dapat dilihat bagaimana orang Yahudi ingin menjadikan hari yang dianggap sebagai hari istimewa sebagai hari perayaan ('id). Tidak syak lagi bahawa Allah telah menetapkan dua hari raya bagi umat Islam yang mana mereka berdua berkumpul untuk zikir dan solat, iaitu hari raya aidilfitri dan hari raya aidil adha sebagai pengganti hari raya jahiliyah.
Selain itu, Allah juga mensyariatkan hari raya lain yang mengandungi pelbagai zikir dan ibadah, seperti hari Jumaat, Arafah dan Tasyriq. Tetapi Allah tidak menetapkan sambutan hari lahir, bukan untuk kelahiran Nabi dan bukan untuk orang lain.
در ﻮﻬﻓ ﺎﻧﺮﻣا ﻪﻴﻓ ﺲﻴﻟ ﺎﻣ اﺬﻫ ﺎﻧﺮﻣا ﻲﻓ ثﺪﺣا ﻦﻣ
ﻞﻤﻋ ﻦﻣدر ﻮﻬﻓ ﺎﻧﺮﻣا ﻪﻴﻠﻋ ﺲﻴﻟ ﻼﻤﻋ
Disebutkan pula dalam Musnad Ahmad dengan isnad jayyid Ibnu Umar, yang disabdakan oleh Nabi Shallahu 'alaihi wasallam.
ﻢﻬﻨﻣ ﻮﻬﻓ مﻮﻘﺑ ﻪﺒﺸﺗ ﻦﻣ
Namun ternyata tidak demikian, perayaan hari lahir dianggap sesat, termasuk hal-hal baru yang diciptakan dalam agama yang harus ditinggalkan dan dijaga, sebagai pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wata'ala dan Allah SWT. perintah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Beberapa ahli keilmuan mengatakan bahwa orang yang pertama kali merayakan hari lahir ini adalah kaum Syi’ah Fatimiyah pada abad ke empat, kemudian disusul oleh sebagian orang yang mengaitkan As-Sunnah karena tidak mengetahuinya dan karena menirunya, atau meniru Yahudi dan Nasrani. . kemudian ajaran sesat ini menyebar ke komunitas lain. Hendaknya para cendekiawan muslim menjelaskan hukum Allah mengenai ajaran sesat tersebut, mengingkarinya dan memperingatkan bahayanya karena keberadaannya menimbulkan kerugian besar, penyebaran ajaran sesat dan menutupi sunnah.
Pakar-pakar dahulu dan sekarang telah menulis dan menjelaskan hukum Allah berkenaan bidaah ini. Padahal amaran dari amalan bid'ah dan penegasan bahawa dia termasuk golongan ahli bid'ah datang dari Nabi saw.
ﻦﻴِﻬُﻣ ٌباَﺬَﻋ
Pandangan Penulis Terkait Perayaan hari lahir
Penulis akan mencoba merumuskan dan memberikan pemikiran apakah akan merayakan ulang tahun pertama atau tidak.. Pertama, pikirkan terlebih dahulu tujuan apa yang ingin dicapai. Jika merayakan ulang tahun sesuai dengan syariat dan membawa manfaat positif, maka boleh saja, karena itu adalah wujud nyata rasa syukur kita kepada Allah. Padahal, hari ulang tahun merupakan pengurangan dari berbagai kenikmatan yang kita alami dan semakin dekat dengan kematian, dan sebagian orang justru merayakannya dengan pesta yang meriah.
Berikut 11 cara menyikapi ulang tahun menurut Islam: 78 mengisi ulang tahun dengan penuh makna. Jadikan hari ulang tahunmu sebagai hari untuk merenungkan segala kesalahan atau dosa besar dalam Islam yang pernah kamu lakukan.
اﻮُﻘِﻔﻧَأَوﻰِﻓ
ﱠنِإ َﻪﱠﻠﻟٱ
ﺎَﻬﱡـﻳَﺄَٰﻳ َﻦﻳِﺬﱠﻟٱ
ﱡﻞُﻛ ٍﺲْﻔَـﻧ
ﺪَﻘَـﻓ َزﺎَﻓ
تاَءَواَذ
ﻞﻴِﺒﱠﺴﻟٱ َﻻَو
ﱠﻠﻟ َﻦﻳِﺬ
ةَدﺎَﻳِزَو َﻻَو
ﻻَو ٌﺔﱠﻟِذ
ﻪﱠﻠﻟٱﺎًﻤَٰﻴِﻗ
ةٰﻮَﻠﱠﺼﻟٱ
ﱠنِإ َةٰﻮَﻠﱠﺼﻟٱ
ﺎًﺗﻮُﻗْﻮﱠﻣ
PENUTUP
Kesimpulan
Tabi'ut Tabi'in dan ini merupakan bentuk kehati-hatian agar tidak terjadi perselisihan pendapat.
Saran-saran
Burhan Bungin, Suharsimi Arikunto, Manajemen Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2000). https://www.webislami.com/2018/09/ Hukum-merayakan-ulang-tahun.html. Fakultas Hadits dan Dirosah Islamiyyah Universitas Islam Dikutip dari terjemahan Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id] Madinah, Arab Saudi). Thifal Izzah Ramdhani, Ulang tahun aslinya adalah pengganggu Dewi Artemi, http://almanhaj.or.id/content/1584/slash/0 html.
Syekh Muhammad bin Salih Al Utsaimin, Penerjemah: Abu Mushlih Ari Wahyudi, artikel www.muslim.or.id. Yahya bin Sa'id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim Disalin dari buku Fatawa Ath-thiflul Muslim Edisi Indonesia 150 Fatwa Tentang Anak Muslim, Penerbit Griya Ilmu.