• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF PROSIDING - Sebelas Maret University

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF PROSIDING - Sebelas Maret University"

Copied!
232
0
0

Teks penuh

Mahasiswa Pascasarjana menyambut baik terselenggaranya seminar nasional yang diadakan oleh Program Studi Magister Ilmu Lingkungan pada tanggal 15 Agustus 2018 di UNS-in dengan tema: “Optimalisasi potensi lingkungan hidup untuk mencapai keamanan dan keamanan pangan”. Harapannya, seminar nasional yang diselenggarakan ini dapat menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi yang bermanfaat terkait optimalisasi potensi lingkungan hidup.

PENDAHULUAN

Sampai saat ini produksi padi, jagung, dan kedelai dihasilkan dari lahan sawah dan padang rumput/ladang. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan lahan sawah berperan penting dalam mendukung peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai nasional.

PEMBAHASAN

Penjelasan di atas menjelaskan bahwa pengembangan tanaman jagung dan kedelai terpadu pada perkebunan kelapa muda, kelapa sawit, dan karet dapat meningkatkan laju pertumbuhan produksi jagung dan kedelai nasional secara signifikan. Pertumbuhan produksi jagung dan kedelai menurut provinsi akibat integrasi tanaman pada perkebunan kelapa muda, kelapa sawit, dan karet, 2005-2015.

Tabel 1. Arahan Alokasi Redistribusi Tanah Pada Program TORA Berdasarkan SK   MenLHK No.180 tahun 2017
Tabel 1. Arahan Alokasi Redistribusi Tanah Pada Program TORA Berdasarkan SK MenLHK No.180 tahun 2017

PENUTUP

Pada tahun 2015-2019 melalui upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai yang tujuannya adalah mencapai swasembada beras dan jagung secara berkelanjutan, swasembada kedelai ditargetkan pada tahun 2017 sebagai langkah menuju ketahanan pangan dan penyimpanan pangan dunia pada tahun 2045. Hasil kinerja Kabinet Kerja pada tahun pertama 2015 ditandai dengan tingginya peningkatan produksi pangan strategis yang ditunjukkan oleh data ARAM tahun 2015.

PEMBAHASAN a. Teknologi Benih

Pada tahun 2015-2019 untuk padi, jagung, dan kedelai tujuannya adalah mencapai swasembada beras dan jagung yang berkelanjutan, swasembada kedelai ditargetkan pada tahun 2017. Peningkatan produksi disebabkan oleh peningkatan produktivitas dan peningkatan luas panen, yang mana Hal ini dimungkinkan karena tersedianya inovasi pertanian pada tahun sebelumnya dan tersedianya logistik benih, pupuk, pestisida.

Varietas Unggul Padi

Bagian ini hanya menjelaskan kultivar yang toleran terhadap cekaman lingkungan abiotik sebagai dampak langsung perubahan iklim (BB Padi, 2010; Puslitbangtan, 2009a). Pemanasan global menyebabkan mencairnya es di kutub, yang pada gilirannya menaikkan permukaan air laut, mengakibatkan banjir air asin di sawah secara luas.

Varietas Unggul Jagung

Kultivar Banyuasin, Siak Raya, Lambur dan Dendang dengan kisaran hasil 5,5-6 ton/ha telah dikembangkan di beberapa daerah pasang surut seperti Sumatera Selatan. Jagung hibrida berumur genjah Bima 7 dan Bima 8 dilepasliarkan dengan sistem tanam berlapis dengan umur panen dan hasil masing-masing 89 dan 89. 88, 12 ton/ha dan 11,7 ton/ha.

Varietas Unggul Kedelai

Grobogan, Argomulyo, Pangrango dan Malabar toleran terhadap naungan, meskipun hasil panennya lebih rendah dibandingkan potensi hasil tanpa naungan. Varietas unggul kedelai matang lebih awal dan tahan terhadap kekeringan, air, dan naungan. hasil ditanam di tempat teduh, dalam tanda kurung potensi hasil tanpa naungan 4) Menjamin benih bermutu.

Tabel 3. Varietas Unggul Kedelai Umur Genjah dan Toleran Kekeringan, Jenuh Air  dan Toleran Naungan
Tabel 3. Varietas Unggul Kedelai Umur Genjah dan Toleran Kekeringan, Jenuh Air dan Toleran Naungan

Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi, Jagung, Kedelai

Komponen teknologi dasar (wajib) merupakan komponen teknologi yang relatif dapat diterapkan secara umum pada wilayah yang luas (Tabel 4). Untuk mengatasi permasalahan yang ada, teknologi yang diperkenalkan dipilih dari komponen teknologi dasar atau opsional.

Tabel 4. Komponen Teknologi Dasar
Tabel 4. Komponen Teknologi Dasar

Paket Teknologi Budidaya Padi Jarwo Super

Agar pemilihan komponen teknologi dapat sesuai dengan kebutuhan untuk menyelesaikan permasalahan lokal, maka proses seleksi (komposisi) didasarkan pada hasil analisis pemahaman peluang dan kendala (PPK) atau lebih dikenal dengan PRA (Participatory Rural Appraisal). ) ). Perlu diketahui bahwa komponen teknologi yang dipilih dapat menjadi wajib jika hasil PRA memprioritaskan komponen teknologi terkait menjadi wajib dalam penyelesaian permasalahan utama suatu daerah.

Paket Teknologi Budidaya Tanam Larikan Gogo (Largo) Super

Paket Teknologi Budidaya Jagung Jajar Legowo

Paket Teknologi Budidaya Kedelai Lahan Sawah

Paket Teknologi Budidaya Kedelai Lahan Pasang Surut

Campurkan pupuk kandang secara menyeluruh dengan dolomit sebelum ditanam kemudian disebarkan secara merata ke seluruh permukaan tanah sebelum ditanam atau ditebarkan setelah tanam dan juga berfungsi untuk menutup lubang tanam; Apabila penyiangan pertama menggunakan herbisida, maka pemupukan dilakukan setelah penyiangan pertama, agar tanaman tidak mengalami stagnasi pertumbuhan akibat pengaruh herbisida;

Paket Teknologi Budidaya Kedelai Lahan Kering Masam

Paket teknologi tersebut dipelajari di Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Kalimantan Selatan) di MH II.

Kalender Tanam

Layanan Konsultasi Padi

Inovasi teknologi yang dihasilkan mendukung peningkatan produksi Pajale berupa varietas dan teknologi tanam adaptif iklim yang dapat diintegrasikan dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu sesuai kondisi spesifik lokasi, serta paket teknologi tanam Jarwo Super dan Largo Super untuk padi Jajar Legowo. paket tanam jagung dan paket teknologi budidaya kedelai sesuai tipologi lahan. 2009. Pengaruh perubahan iklim global terhadap pertumbuhan hama tanaman padi dan musuh alaminya, halaman 325-335. Prosiding Seminar Beras Nasional Tahun 2008.

Gambar 2. Halaman muka Layanan Konsultasi Padi Indonesia  PENUTUP
Gambar 2. Halaman muka Layanan Konsultasi Padi Indonesia PENUTUP

PERAN FUNGSIONAL ARBUSKULAR MIKORIZA UNTUK KETAHANAN DAN KEAMANAN PANGAN

TEORI, ASUMSI, DAN REKAYASA

SEMINAR NASIONAL LINGKUNGAN, KETAHANAN, DAN KEAMANAN PANGAN

Microorganisms were the first life on earth and that all living organisms share an evolutionary link with the microbial world. Improves tolerance of harsh environmental conditions (acidity, alkalinity, heavy metal toxicity, high soil temperature, polluted environment, etc.).

Benefit of Mycorrhiza

Multifuncti on)

Functions of Mycorrhiza

Many research reports about the magic of Mycorrhiza

Keberhasilan inokulasi ditentukan oleh faktor kualitas inokulum, faktor hubungan tanaman-mikoriza, faktor tanah dan lingkungan, serta faktor cara budidaya pertanian. Mikoriza arbuskula diketahui memainkan peran multifungsi, namun hal ini tidak berarti bahwa satu spesies mikoriza dapat memainkan semua peran multifungsi tersebut. Dengan satu kali perlakuan inokulasi mikoriza pada suatu tanaman di lapangan, maka generasi tanaman selanjutnya akan mempunyai mikoriza yang berkesinambungan.

Makalah disampaikan pada: Seminar Nasional “Optimalisasi Potensi Lingkungan Hidup untuk Mewujudkan Ketahanan dan Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana.

Tentang Ketahanan Pangan dan Gizi

Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi (KSPG) 2015-2019

PANGAN

UU No.18 Tahun 2012)

KETAHANAN PANGAN

KONSEP KETAHANAN PANGAN

Kedaulatan Pangan 2. Kemandirian Pangan

Terkait sumber daya air, kita menghadapi kendala jika musim hujan kebanjiran (air melimpah), jika musim kemarau kemarau. Pemikiran sederhananya, kita harus berusaha menyimpan banyak air di musim hujan agar bisa kita gunakan di musim kemarau.

MENUJU PERTANIAN MODERN

Potensi Pendapatan

Indonesia : 139,15 kg/thn

Konsumsi Beras Penduduk Asia Per Kapita Tahun 2009

PEMENUHAN KONSUMSI PANGAN (% terhadap anjuran)

MASALAH DAN POTENSI DIVERSIFIKASI PANGAN

77 Jenis

75 Jenis

26 Jenis

389 Jenis

40 Jenis

POTENSI PANGAN DI INDONESIA

NEGARA YANG MAJU BERBASIS PERTANIAN

ATAU NEGARA YANG MERUNTUHKAN POTENSINYA SENDIRI?

PILIHAN KEBIJAKAN

Jepang

Australia

Amerika

MENUJU LUMBUNG PANGAN DUNIA

MANFAATKAN SUMBERDAYA SECARA BIJAK KUATKAN IDEOLOGI

MAKAN DARI TANAH SENDIRI”

METODE PENELITIAN a. Waktu dan Tempat

Perlakuan kontrol disiram setinggi 5 cm kemudian diteteskan ke kapasitas lapang berulang kali hingga panen. Stres kekurangan air pada fase sebelum pembentukan runner dan pembentukan bunga disiram setinggi 5 cm dan sebelum pembentukan runner dan pembentukan bunga tidak dilakukan penyiraman selama 15 hari kemudian disiram sebanyak tinggi 5 cm sampai panen. Parameter yang diukur adalah ketersediaan unsur hara N, P, K dan Si, daya ikat air, kapasitas tukar kation tanah, kandungan lignin dan silika akar, batang dan daun, kestabilan membran sel akar dan daun, air, klorofil dan tanaman. kandungan prolin daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, berat seribu biji dan hasil gabah.

Kadar klorofil ditentukan berdasarkan metode Arnon dilanjutkan dengan prosedur Guha et al.2009), kadar lignin ditentukan menggunakan metode spektrofotometri dengan prosedur asetil bromida sesuai prosedur Iiyama dan Wallis (1988).

PEMBAHASAN

Kebugaran tanaman tercermin pada parameter kestabilan membran sel akar dan daun, kadar air daun, kadar klorofil dan kadar prolin (Tabel 02). Dalam kondisi cekaman air, pemupukan silika meningkatkan stabilitas membran sel akar dan daun, kandungan air daun, kandungan klorofil, dan kandungan prolin. Cekaman air, baik genangan air maupun defisit air, menurunkan stabilitas membran sel daun, kadar air daun, dan kandungan klorofil, namun meningkatkan kandungan prolin daun.

Pemupukan silika meningkatkan kestabilan membran sel akar dan daun, kadar air daun dan kandungan klorofil, serta meningkatkan kandungan prolin daun, baik pada tanaman yang mengalami cekaman air maupun tidak.

Tabel  1.  Ketersediaan  Hara  Nitrogen,  Posfor,  Kalium  dan  Silika  tanah  dengan  pemupukan Si setelah  inkubasi selama 4 minggu
Tabel 1. Ketersediaan Hara Nitrogen, Posfor, Kalium dan Silika tanah dengan pemupukan Si setelah inkubasi selama 4 minggu

KESIMPULAN

Hasil analisis varian menunjukkan bahwa suplementasi enzim selulase dan minyak ikan dan l-karnitin dalam ransum memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar asam lemak tak jenuh dan jenuh serta kadar EPA dan EPA. DHA dalam keadaan merinding. Kesimpulannya adalah suplementasi enzim selulase dan minyak ikan serta l-karnitin pada ransum mampu meningkatkan kadar asam lemak tak jenuh serta EPA dan DHA, namun menurunkan kadar asam lemak jenuh pada daging ayam kampung. Berdasarkan pemikiran di atas, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul “Suplementasi enzim selulase dan l-karnitin serta minyak ikan dalam ransum. Pengaruhnya terhadap kadar asam lemak dan asam eicosapentaenoic serta asam docosahexaenoic pada daging ayam kampung. "

Produksi daging ayam kampung yang mengandung asam lemak eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic (DHA) yang tinggi sebagai bahan pangan sehat.

METODE PENELITIAN

  • TATA LAKSANA PENELITIAN

Salah satu cara melindungi asam lemak dapat dilakukan dengan mengikatnya pada ion logam yang dapat membentuk garam asam lemak atau lebih dikenal dengan sabun. Daging ayam kampung biasanya dimakan manusia dalam keadaan matang (ayam tumis), sehingga perlu dilakukan pengujian secara organoleptik (rasa, bau dan warna) apakah ada perubahan kandungan asam lemak omega-3, serta produk oksidasi lemaknya. dengan kadar peroksida dan kadar malonaldehida dengan tes TBA (asam tiobarbiturat). Pemanfaatan bahan limbah minyak ikan tuna dan minyak ikan lemur yang kaya akan asam lemak omega-3 sebagai suplemen pada pakan ternak.

Kadar asam lemak eicosapenaenoic (EPA) dan docosahexaenoic (DHA) pada daging ayam kampung menggunakan metode (AOAC, 2001). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa suplementasi minyak ikan dan L-karnitin 30 ppm pada ransum yang mengandung 0,1 persen enzim selulase memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar asam lemak tak jenuh daging. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa suplementasi minyak ikan dan L-karnitin 30 ppm pada ransum yang mengandung enzim selulase 0,1 persen memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar asam lemak jenuh daging broiler bebas.

Suplementasi prekursor karnitin dan L-karnitin serta minyak ikan tuna terhadap kadar kolesterol dan asam lemak tak jenuh pada telur bebek tegal.

Tabel 5. Kandungan Nutrien (100%)
Tabel 5. Kandungan Nutrien (100%)

Teknologi Pengeringan Biji Gandum

Tingkat Adopsi Good Agricultural Practices (GAP) Bawang Putih

Tingkat adopsi petani dihitung berdasarkan skor implementasi keseluruhan untuk setiap subsistem GAP berdasarkan pernyataan dalam bentuk checklist. Setelah data terkumpul dari seluruh sampel, dilakukan tabulasi data mengenai tingkat adopsi yang dikelompokkan berdasarkan 5 subsektor, kemudian dilakukan analisis deskriptif dengan mengkategorikan tingkat adopsi GAP bawang putih. Kategorisasi dilakukan dengan mengurangkan skor tertinggi dari skor terendah kemudian membaginya menjadi dua yang mewakili masing-masing kategori dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Sriyadi, 2015).

Validitas dan Reliabilitas

Uji Hipotesis

Ho diterima apabila Zhitung < Ztabel, yang bermaksud tahap penggunaan adalah rendah. Ho ditolak apabila Zhitung > Ztabel, bermakna tahap penggunaan adalah tinggi.

Faktor yang mempengaruhi adopsi Good Agricultural Practices (GAP) Bawang Putih

Tingkat adopsi GAP bawang putih

Jika Zhitung > Ztafel maka H0 ditolak yang berarti tingkat adopsi GAP bawang putih sebagian besar berada pada kategori tinggi. Jika Zhitung < Ztabel maka H0 diterima yang berarti tingkat adopsi GAP bawang putih biasanya tergolong rendah. Kulit bawang merah dan bawang putih merupakan limbah utama petani bawang merah dan industri rumahan pengupas bawang merah.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan oleoresin kulit bawang merah dan bawang putih terhadap sifat fisikokimia, aktivitas antimikroba dan sifat sensoris kemasan kertas aktif.

Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Tingkat Adopsi GAP Bawang Putih
Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Tingkat Adopsi GAP Bawang Putih

Berdasarkan kekuatan tarik, persen pemanjangan dan kekuatan tarik maksimum, kertas aktif terbaik diperoleh dengan penambahan oleoresin kulit bawang merah 5% dan oleoresin bawang putih 5%. Dari segi parameter warna, kertas aktif dengan penambahan oleoresin kulit merah dan bawang putih menurunkan tingkat rasa panelis dari netral menjadi tidak setuju. Dari segi parameter aroma, kertas aktif dengan penambahan oleoresin kulit bawang merah dan putih tidak berbeda nyata dengan sampel kontrol dan mempunyai skor pada tingkat penolakan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran kualitas air dan tingkat kesuburan di Waduk Cengklik. Perubahan kondisi kualitas air di waduk ini merupakan dampak dari aktivitas tata guna lahan di sekitar waduk Cengklik. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran dan tingkat kesuburan di Waduk Cengklik.

Tabel 1. Hasil Uji Fisik (Ketebalan) dan Mekanik (Ketahanan Daya Tarik)
Tabel 1. Hasil Uji Fisik (Ketebalan) dan Mekanik (Ketahanan Daya Tarik)

Referensi

Dokumen terkait