PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hal kedua yang harus dilakukan oleh pelajar penghafal Al-Qur'an adalah membiasakan bangun sebelum subuh agar dapat menghafal Al-Qur'an. Dari kutipan di atas, hal terpenting yang tidak bisa dihindari demi tercapainya tujuan menghafal Al-Qur’an adalah kehadiran seorang guru.
Identifikasi Masalah
Tak heran jika lembaga-lembaga bersusah payah mencari dan menghasilkan sumber daya manusia, dalam hal ini guru tahfizh dengan kriteria hafal 30 juz dengan tanda sah atau surat keterangan dari lembaga pendidikan tempat ia menyelesaikan hafalannya. Berangkat dari latar belakang tersebut yaitu adanya motivasi kerja dan kompetensi guru dengan melihat kenyataan di lapangan, maka perlu dilakukan penelitian apakah terdapat pengaruh antara motivasi kerja dan kompetensi guru terhadap kinerja guru, agar penulis termotivasi. untuk menulis judul “Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kompetensi Guru Terhadap “Kinerja Guru Tahfizh Di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang”, hal ini dilakukan untuk membuktikan apakah benar motivasi kerja dan kompetensi guru tahfizh mempunyai pengaruh terhadap kinerja guru tahfizh di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Putri Cikarang.
Pembatasan Masalah
Disini peneliti ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru tahfizh. Disini peneliti ingin mengetahui apakah kompetensi guru tahfizh dapat mempengaruhi kinerja guru tahfizh dalam menjalankan tugasnya sebagai guru halaqoh.
Perumusan Masalah
Dari berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja guru tersebut di atas, peneliti memilih terlebih dahulu variabel X1 yaitu motivasi kerja guru.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh motivasi kerja guru tahfizh terhadap kinerja guru tahfizh di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kompetensi guru tahfzih terhadap kinerja guru tahfiz di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang.
Kegunaan Hasil Penelitian
Untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi dan kompetensi guru Tahfizh secara simultan (ganda) terhadap prestasi hafalan Alquran di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Putri Cikarang. Dengan adanya penelitian ini diharapkan guru tahfizh di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Putri Cikarang dapat meningkatkan motivasi kerja dan kompetensinya sebagai guru, sehingga kinerja guru dapat memberikan pengaruh positif terhadap hasil mengajarnya. .
Batasan Istilah
Kasus yang akan diteliti adalah “Pengaruh Motivasi Kerja dan Kompetensi Guru Tahfizh Terhadap Kinerja Guru Tahfizh Di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang.”. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru tahfizh dengan kinerja guru di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang.
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
Guru
Guru adalah orang yang lebih dewasa yang mampu membawa siswanya menuju kedewasaan (Wiji Suwarno). Istilah al-Murabi mengisyaratkan bahwa guru hendaknya adalah orang yang mempunyai sifat-sifat Allah, seperti hikmah, tanggung jawab, kasih sayang terhadap muridnya, dan ilmu Allah.
Kinerja
Kinerja guru yang ditunjukkan dapat dilihat berdasarkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, yang tentunya dapat mencerminkan pola kerja yang dapat meningkatkan mutu pendidikan ke arah yang lebih baik. Dari tulisan beberapa ahli di atas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa kinerja guru adalah kemampuan yang ditunjukkan guru dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya, derajat keberhasilan seseorang atau sekelompok orang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. dan kemampuan untuk mencapai tujuan dan standar.
Kompetensi
Kedua, kompetensi personal, artinya memiliki sikap kepribadian yang kuat, sehingga mampu menjadi sumber identifikasi bagi peserta didik. Yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan untuk memiliki kepribadian yang kuat, akhlak mulia, bijaksana dan berwibawa serta menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan siswa, sesama guru, orang tua/wali siswa dan masyarakat sekitar.
Merancang dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar dan mengembangkan siswa untuk menyadari berbagai kemungkinan yang dimilikinya. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru dalam berkomunikasi dan bersosialisasi secara efektif dengan siswa, tenaga pengajar, orang tua/wali siswa, dan masyarakat sekitar. Ketiga, kompetensi sosial yang indikasinya guru mempunyai perilaku dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan siswa.
Motivasi Kerja
Motivasi yang ada dalam diri seseorang merupakan suatu kekuatan yang akan mewujudkan suatu perilaku dalam mencapai tujuan berupa kepuasan diri dalam suatu jenis kegiatan tertentu dan arahnya positif mendekati obyek yang menjadi tujuan.143. Sebagai seorang pemimpin, Anda harus bisa memahami bahwa setiap bawahan mempunyai kebutuhan yang mempunyai daya motivasi tinggi bagi seseorang. Maslow mengembangkan konsep teori motivasi yang dikenal dengan hierarki kebutuhan.
Motivasi yang ada dalam diri seseorang dan mempengaruhi perilaku sebenarnya dapat dipelajari atau diteliti sebagai interaksi atau saling ketergantungan beberapa unsur yang membentuk suatu lingkaran. Dengan demikian, suatu kebutuhan yang mempunyai daya motivasi yang tinggi akan berbeda-beda pada setiap orang.163. Menurut Gomes170, beliau menjelaskan bahwa memotivasi seseorang dalam bekerja merupakan persoalan yang rumit, karena motivasi mencakup faktor individu dan organisasi.
Profil Singkat Pesantren Tahfizh Daarul Qur‟an Putri
Fokus penelitian ini adalah untuk mengungkap sejauh mana pengaruh motivasi kerja dan kompetensi guru terhadap kinerja guru tahfizh di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Putri Cikarang. Jadi dapat disimpulkan juga terdapat hubungan positif antara kompetensi guru dengan kinerja guru tahfizh. Dari persamaan tersebut berarti hasil kinerja guru tahfizh akan meningkat jika motivasi kerja dan kompetensi guru meningkat.
Terdapat hubungan positif antara motivasi kerja dengan kinerja guru tahfizh di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran Putri Cikarang. Terdapat hubungan positif antara kompetensi guru tahfizh dengan kinerja guru tahfizh di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran Putri Cikarang. Terdapat hubungan positif antara motivasi kerja dan kinerja guru terhadap kinerja guru tahfizh di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran Putri Cikarang.
Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Kerangka Berfikir
Hipotesis Penelitian
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif korelasional dengan dua variabel bebas yaitu motivasi kerja (X1) dan kompetensi guru (X2) serta satu variabel terikat yaitu kinerja (Y).
Populasi dan Sampel
Variabel Penelitian
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Lokasi Penelitian
Instrumen Penelitian
Analisis Instrumen
- Teknik Analisa Data
Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Putri Cikarang. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi kerja dan kompetensi guru dengan kinerja guru di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Putri Cikarang secara bersama-sama. Jadi kesimpulannya terdapat hubungan positif dan nilai koefisien korelasi antara motivasi kerja dengan kinerja guru sebesar 0,40.
Dengan demikian terdapat korelasi positif antara motivasi guru dan kompetensi guru tahfizh secara bersama-sama mempengaruhi kinerja guru tahfizh sebesar 0,485. Dengan demikian seluruh variabel baik motivasi kerja maupun kompetensi guru tahfizh mampu mempengaruhi kinerja guru tahfizh dan dapat digeneralisasikan pada populasi. Pada tanggal 26 Februari 2019, penulis mampu mempertahankan tesisnya yang berjudul “Pengaruh motivasi kerja dan kompetensi guru terhadap kinerja guru Tahfizh di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang.”.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Hasil Penilaian Kompetensi Guru Tahfizh
- Hasil Penilaian Kinerja Guru Tahfizh
Di bawah ini adalah data hasil pengisian kuesioner yang dibagikan kepada guru tahfiz di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran Putri Cikarang.
Uji Hipotesis
- Korelasi Metode Motivasi Kerja dan Kinerja Guru Tahfizh
- Korelasi Kompetensi Guru Terhadap Kinerja Guru Tahfizh
- Korelasi Motivasi Guru dan Kompetensi Guru Tahfizh
Artinya terdapat hubungan positif dan koefisien korelasi antara motivasi dengan kinerja guru sebesar 0,40.
Pengujian Asumsi Klasik
- Uji Regresi Tunggal Motivasi Guru dengan Kinerja Guru Tahfizh yang
- Uji Regresi Tunggal Kompetensi dengan Kinerja Guru Tahfizh
- Uji Regresi Tunggal Motivasi Guru dengan Kompetensi Guru Tahfizh
Artinya, misalnya motivasi kerja guru Tahfizh meningkat sebesar 1 poin, maka rata-rata skor kinerja guru Tahfizh meningkat sebesar 1,25, atau setiap kegiatan, motivasi kerja guru Tahfizh meningkat sebesar 10 poin, maka skor kinerjanya meningkat sebesar 1,25. jumlah guru Tahfizh akan meningkat sebesar 12,5 . Terlihat juga dari nilai korelasi nilai r hitung > r tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima maka terdapat pengaruh/hubungan positif antara motivasi kerja dengan kinerja guru tahfizh. Artinya, misalnya jika kompetensi seorang guru Tahfizh meningkat sebesar 1 poin, maka nilai rata-rata skor kinerja guru tersebut meningkat sebesar 0,55, atau setiap kali kompetensi guru Tahfizh meningkat sebesar 10 poin, maka nilai rata-rata kinerja guru Tahfizh tersebut meningkat. skor akan meningkat sebesar 5,5.
Artinya, misalnya motivasi kerja dan kompetensi guru Tahfizh meningkat sebesar 1 poin, maka rata-rata skor kinerja guru Tahfizh akan meningkat sebesar 0,4 atau setiap kali motivasi kerja meningkat sebesar 10 poin, maka skor kinerja guru tersebut akan meningkat. . dengan 4.0. Setelah korelasi selesai, langkah selanjutnya adalah menguji signifikansi korelasi yaitu apakah korelasi yang ditemukan berlaku untuk seluruh populasi yang berjumlah 40 orang, sehingga harus diuji signifikansinya yaitu dengan menggunakan uji t.
Uji Regresi
- Korelasi dengan Regresi Tunggal
- Uji Regresi Ganda
- Keterangan Hasil Uji Regresi
Jadi apabila skor motivasi kerja dinaikkan sebesar 1 poin maka skor motivasi kerja meningkat sebesar 0,355 atau jika skor ditingkatkan sebesar 10 maka hasilnya meningkat sebesar 3,55 dan jika kompetensi guru tahfizh ditingkatkan maka skornya adalah 1 point maka hasil kinerja guru tahfizh mengalami peningkatan sebesar 0,453. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi guru tahfizh dapat berpengaruh terhadap kinerja guru tahfizh. Selain itu, perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hasil kinerja guru tahfizh, selain motivasi dan kompetensi guru tahfizh.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik skor kompetensi guru tahfizh maka kinerja guru tahfizh pun akan semakin baik. Kompetensi guru tahfizh hendaknya menjadi prioritas utama dalam merekrut guru tahfizh sebelum mengangkatnya menjadi guru tahfizh. Hal ini harus dilakukan agar kompetensi guru tahfizh menjadi motor penggerak kinerja guru tahfizh dalam menjalankan tugasnya.
PEMBAHASAN (ANALISA)
- Motivasi Kerja Guru Berpengaruh Terhadap Kinerja Guru Tahfizh
- Kompetensi Guru Berpengaruh Terhadap Kinerja Guru Tahfizh
- Motivasi Kerja Guru dan Kompetensi Guru Berpengaruh Secara
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil analisis penelitian yang dilakukan pada bab IV diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain: Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yaitu perhitungan korelasi product moment dan analisis regresi. Hal ini menunjukkan bahwa jika motivasi kerja guru meningkat maka kinerja guru tahfizhya pun akan semakin baik.
Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yaitu perhitungan korelasi product moment dan analisis regresi berganda.
Saran-saran
Dari hasil analisis yang dilakukan berdasarkan data yang diperoleh melalui penelitian maka faktor-faktor yang mendukung motivasi kerja guru sebaiknya lebih meningkatkan Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran Putri Cikarang. Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Pada Sekolah Dasar Se-Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Pengaruh Kualifikasi Akademik, Pengalaman Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Kepala Sekolah Dasar Di Kotapraja Wiradesa Kabupaten Pekalongan.
Nurchasanah, Pengaruh Persepsi Guru Terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Kelompok Ki Hajar Dewantara Kecamatan Sayung Kabupaten Demak (Semarang: Jurnal Manajemen Pendidikan FIPv.p. Dampak Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Iklim Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Negeri di Kabupaten Boyolali. Pada akhir tahun 2010, penulis mendedikasikan dirinya, mengamalkan ilmunya dan menjadi guru di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran hingga saat ini sebagai pengasuh pondok pesantren tersebut.