Masyarakat nelayan merupakan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah pesisir dan mata pencaharian penduduknya pada umumnya sebagai nelayan. Hal ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang tua khususnya masyarakat nelayan di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten.
Fokus Penelitian
Padahal, pendidikan agama hendaknya tidak hanya sekedar pengetahuan kognitif, namun nilai-nilainya harus dapat diperoleh dalam kehidupan sehari-hari agar dapat diterapkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik melalui pola pikir, perilaku dan akhlaknya.
Rumusan Masalah
Oleh karena itu, dari latar belakang tersebut maka akan dilakukan penelitian terhadap masyarakat nelayan Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan dengan judul “Dinamika Penerapan Agama pada Masyarakat Pesisir (studi kasus di Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan)”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis
Sebagai data dan dapat dijadikan bahan evaluasi dalam pengambilan kebijakan di dunia pendidikan khususnya pada masyarakat pesisir di Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat pesisir khususnya Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan tentang pentingnya pendidikan agama Islam serta membentuk karakter masyarakat yang berbudaya dan terpelajar.
Sistematika Pembahasan
Pada bab ini diuraikan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan terkait dengan penggunaan pola keagamaan pada masyarakat pesisir. Bab ini dimaksudkan untuk memudahkan pembaca dalam memahami intisari skripsi, yaitu kesimpulan dan usulan.
Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Afiatun Sri Hartati pada tahun 2013 di SDN Gonggang 1 Poncol Magetan dengan judul “Dinamika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam” memfokuskan penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi dan permasalahan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Gonggang 1 Poncol Magetan. Peneliti memfokuskan pembahasan pada bagaimana masyarakat menerapkan pendidikan agama Islam dan dinamika agama yang dianutnya, serta bagaimana menawarkan pendidikan agama kepada anak baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, termasuk keluarga dan lingkungan.
Kajian Teori
Pengertian Agama dan Pendidikan Agama Islam a. Pengertian Agama
Secara langsung maupun tidak langsung, pendidikan Islam merupakan suatu proses membimbing seseorang kepada orang lain agar berkembang secara optimal sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pendidikan Islam Mahmud adalah “suatu kegiatan bimbingan yang disengaja untuk mencapai kepribadian muslim, baik yang menyangkut dimensi jasmani, rohani, maupun intelektual dan akhlak.
Wilayah Pesisir dan Masyarakat Pesisir
Oleh karena masyarakat nelayan merupakan elemen sosial yang sangat penting dalam struktur masyarakat pesisir, maka budaya yang mereka miliki mewarnai ciri-ciri budaya atau perilaku sosial budaya masyarakat pesisir pada umumnya. Sistem pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin di masyarakat pesisir sangat menekankan peran laki-laki dan perempuan. Bagi masyarakat pesisir yang karakteristiknya berbeda dengan masyarakat umum lainnya, pembinaan keagamaan merupakan suatu hal yang diperlukan.
Masyarakat pesisir memerlukan penyuluhan dan bimbingan mengenai cara beribadah yang benar, termasuk memberantas buta huruf Al-Qur'an.
Pendekatan dan Jenis Pendekatan 1. Pendekatan Penelitian
Jadi, penelitian ini akan disajikan dengan cara mendeskripsikannya dengan kata-kata dan bukan dengan angka-angka, diambil dari fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan secara faktual, obyektif, akurat dan sistematis. Karena penelitian ini juga mengkaji faktor sosial, maka penelitian sosial juga dapat diterapkan pada penelitian ini. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengkaji keadaan benda-benda alam, dimana peneliti sebagai instrumen utamanya, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Hal ini sejalan dengan pandangan Sugiono yaitu penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif, data yang dikumpulkan berupa kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan angka-angka. 39 Uraian dalam penelitian ini tentang Dinamika Penerapan Pola Keagamaan pada masyarakat pesisir berlokasi di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, dimana peneliti hanya memfokuskan secara mendalam, menghayati dan memahami fenomena-fenomena yang berkaitan dengan fokus penelitiannya.
Kehadiran Peneliti
Ciri penelitian kualitatif tidak lepas dari observasi dan partisipasi, namun peran penelitilah yang menentukan keseluruhan skenario, dalam hal ini peneliti sebagai partisipan aktif juga berinteraksi secara sosial dan dengan subjek dalam penelitian dan selama ini data dalam penelitian. bentuk catatan lapangan menjadi sistematis dan valid tanpa terputus-putus. Peran peneliti dalam hal ini adalah sebagai pengamat penuh dan statusnya diketahui oleh informan sebagai sumber data karena sebelum penelitian peneliti telah mempunyai surat persetujuan kepada Kepala Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan yang diserahkan. . .
Lokasi Penelitian
Apabila peneliti menggunakan teknik observasi maka sumber datanya dapat berupa suatu benda, suatu gerak atau suatu proses.41 Dalam penelitian ini data yang diperlukan diperoleh dari dua sumber data yaitu. Dalam hal ini peneliti memperoleh data dari wawancara kepada kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga desa Kembang, serta hasil observasi. Data sekunder diperoleh dari observasi dan dokumentasi yang telah disiapkan sebelumnya terhadap perangkat desa serta literatur lain yang berkaitan dengan penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Metode wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengajukan tanya jawab secara lisan dan tatap muka kepada responden guna memperoleh informasi secara langsung. Metode observasi merupakan suatu metode pengumpulan data melalui observasi sistematis dan pencatatan lapangan terhadap permasalahan suatu fenomena yang terjadi di alam. Dalam penelitian kualitatif, peneliti melakukan observasi lapangan, setelah mengamati fenomena yang terjadi, peneliti mencatat fenomena tersebut dalam bentuk transkrip observasi yang terjadi dan dikaitkan dengan letak geografis, penggunaan pola keagamaan masyarakat pesisir Kembang. Desa, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.
Metode dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara menyelidiki objek-objek tertulis seperti buku, jurnal, notulen dan catatan harian, serta dari arsip-arsip pendukung penelitian, program, agenda, arsip kegiatan yang pernah terjadi pada masa lalu.
Teknik Analisis Data
Pengumpulan informasi dapat dilakukan melalui wawancara, observasi langsung atau database dengan instansi terkait, sehingga data yang terkumpul memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian di Desa Kembang. Pada tahap ini, setelah data diseleksi, disederhanakan yaitu data-data yang tidak diperlukan dipilah-pilah untuk memudahkan dalam menampilkan, menyajikan dan menarik kesimpulan sementara, sehingga peneliti dapat memperoleh data yang jelas dan memberikan gambaran kepada peneliti pada saat melakukan penelitian di Markus. Data yang direduksi adalah sejarah, keberagaman dan dinamika implementasi yang terjadi pada masyarakat pesisir Desa Kembang.
Data-data tersebut kemudian dipilah-pilah dan disisihkan untuk dipilah-pilah ke dalam kelompok-kelompok dan disusun menurut kategori-kategori yang serupa untuk ditampilkan agar konsisten dengan permasalahan yang ada, termasuk kesimpulan-kesimpulan sementara yang dicapai pada saat data tersebut direduksi agar peneliti tidak kebingungan dalam mengambil kesimpulan. pemilihan data-data yang diperlukan bagi peneliti dan dapat mempercepat penelitian di Desa Kembang dan data yang disajikan mengenai dinamika penerapan pola keberagaman pada masyarakat pesisir Kembang.
Pengecekan Keabsahan Temuan
Kesimpulan yang diharapkan dari penelitian kualitatif adalah temuan-temuan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi dengan sumber yang berarti perbandingan dengan memeriksa tingkat kredibilitas informasi yang diperoleh dengan waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Peer check atau diskusi, teknik ini dilakukan dengan menonjolkan hasil sementara atau akhir yang diperoleh berupa diskusi analitis dengan rekan sejawat.
Studi kasus negatif dilakukan dengan mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang dikumpulkan dan dijadikan bahan perbandingan.
Tahapan-tahapan Penelitian
Member check yaitu pengecekan terhadap anggota yang bersangkutan meliputi data, kategori analisis, interpretasi dan kesimpulan. Artinya, sesuatu seperti ringkasan wawancara dapat diperlihatkan untuk dipelajari oleh satu atau lebih anggota yang terlibat, dan pendapat mereka diminta 46. Tahap kerja lapangan meliputi: memahami latar belakang penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan dan berpartisipasi saat mengumpulkan data.
Deskripsi Data Umum 1. Sejarah Desa Kembang
Berdasarkan laporan tersebut, terdapat beberapa warga Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, dan Kabupaten Pacitan yang berprofesi sebagai guru/pendidik. Sesuai dengan yang diungkapkan Kepala Desa Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan dengan jelas bagaimana agama diterapkan pada masyarakat nelayan di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.
Di wilayah desa Kembang kecamatan Pacitan kabupaten Pacitan yang saya rasakan hambatan pendidikan agama pada anak cukup berbeda-beda gan. Solusi Mengatasi Kendala Mengamalkan Agama pada Masyarakat Pesisir di Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Seperti yang diungkapkan Pak Sodiq mengenai kendala penerapan agama Islam pada masyarakat nelayan di Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan yang disampaikannya.
Penerapan Keberagamaan Masyarakat Pesisir Desa Kembang
Mengenai sikap orang tua terhadap pendidikan agama anaknya, di desa ini terdapat tiga sikap orang tua terhadap pendidikan agama anaknya. Ada orang tua yang sangat peduli, sampai-sampai anaknya ditempatkan di tiga lembaga pendidikan: SD pagi, MI sore, dan TPA malam. Bahkan ada pula yang tertinggal di pesantren. Ada orang tua yang mendidik anaknya hanya di TPA dan hanya di MI, serta ada pula orang tua yang sama sekali tidak memperdulikan pendidikan agama anaknya dan lebih memilih mendidik anaknya bekerja dari pada bersekolah dan mengaji. Dari pernyataan di atas terlihat jelas bahwa di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, tidak semua orang tua peduli terhadap penerapan agama pada anaknya. Ada juga masyarakat yang mengurus pendidikan anaknya di MI atau TPA, bahkan ada pula orang tua yang tidak. tidak peduli sama sekali terhadap pendidikan anaknya dan lebih bahagia.
Banyak orang tua muslim yang berusaha membekali anaknya dengan pendidikan agama Islam sejak usia dini, misalnya saja dengan mengajarkan shalat dan membaca tulis Al-Quran, serta doa-doa singkat dan juga pendidikan yang berkaitan dengan perilaku atau akhlak, budi pekerti, on-the- tempat belajar mengaji (langgar) atau musala.
Dinamika Penerapan Keberagamaan Masyarakat Pesisir Desa Kembang
Dan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan penerapan agama di Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan misalnya adalah kendala pendidikan seperti sikap orang tua yang selalu melakukan hal tersebut. Dalam hal ini orang tua masih memegang peranan dominan dalam proses penerapan praktik keagamaan dalam keluarga, khususnya bagi putra-putrinya. Sebaiknya orang tua banyak meluangkan waktu bersama keluarga, terutama dengan anak, agar komunikasi antara anak dan orang tua baik dan lancar.
Tujuannya agar apa yang telah diketahui orang tua tentang pendidikan dan agama dapat diajarkan kepada keluarganya, khususnya putra-putrinya.
Kesimpulan
Oleh karena itu, nilai-nilai hikmah dan ajaran agama Islam ditanamkan kepada anak sejak dini sesuai dengan yang diajarkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah, menanamkan dasar-dasar keimanan dan ilmu sehingga menjadi pribadi yang mandiri. , yang kuat dan tegar, tidak terpinggirkan dan tidak takut sedikit pun terhadap hadirnya warna budaya Barat yang menyesatkan.
Saran-saran
Agar peneliti selanjutnya dapat mencari sumber referensi lain baik mengenai agama maupun dinamikanya, peneliti juga berharap agar peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain seperti kebiasaan sosial, kehidupan masyarakat pesisir, lingkungan, dan lain-lain.