• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF SKRIPSI - Metrouniv.ac.id

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF SKRIPSI - Metrouniv.ac.id"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

6 Wawancara dengan Ny. Juriyah sebagai pasien muslim di Metro Islamic Hospital pada tanggal 22 Mei 2017. 7 Wawancara dengan Bp.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Penelitian Fatah yang berjudul Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di RSU Otorita Batam dengan hasil penelitian kualitas pelayanan dapat diketahui bahwa setiap indikator dalam menentukan kualitas pelayanan di RSU Otorita Batam memiliki beban yaitu faktor fasilitas fisik 0,34, tenaga paramedis medis 0,61 0,61, logistik 0,53 dan lingkungan 0,69. Indikator alat kesehatan dan biaya memiliki probabilitas di atas 0,05 (p>0,05) yang berarti tidak signifikan.Untuk kepuasan pasien diketahui indikator pelayanan dokter, pelayanan keperawatan dan kondisi pelayanan rumah sakit masing-masing memiliki faktor loading dokter. pelayanan 0,61, pelayanan keperawatan 0,85, pelayanan instalasi rumah sakit 0,75, dengan probabilitas yang signifikan. 8 Anjar Rahmulyono, Analisis Dampak Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Depok I Sleman, diakses 10 Desember 2016.

9 Fatah, Firmansyah, Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rumah sakit di RSU Otorita Batam, diakses 10 Desember 2016. 10 Wardoyo, Sigit Juni, Analisis tingkat kepuasan pasien internal dan eksternal terhadap kualitas pelayanan dalam rangka peningkatan Penerimaan Rumah Sakit PT (Persero) RS Pelabuhan Surabaya diakses pada 10 Desember 2016.

LANDASAN TEORI

Pelayanan Rumah Sakit

2 Wawancara dengan Ibu Rosmalinda sebagai pegawai RS Islam Metro terekam pada tanggal 29 September 2017. 3 Wawancara dengan Ibu Ervi sebagai perawat RS Islam Metro terekam pada tanggal 29 September 2017. 5 Wawancara dengan Ibu Rosmalinda sebagai karyawan RS Islam Metro tercatat 29 September 2017.

6 Wawancara dengan Ny. Zubaida sebagai keluarga muslim rawat jalan RS Metro Islam pada tanggal 19 September 2017. 7 Wawancara dengan Bp. Ismanto sebagai keluarga muslim rawat jalan RS Metro Islam pada tanggal 19 September 2017. 8 Wawancara dengan Ny. Ratna selaku keluarga pasien muslim dirawat di RS Metro Islam pada 19 September 2017.

9 Wawancara dengan Ibu Zubaida sebagai keluarga Muslim rawat jalan RS Metro Islam pada tanggal 19 September 2017. 10 Wawancara dengan Ibu Erlina sebagai keluarga Muslim rawat jalan di RS Metro Islam pada tanggal 19 September 2017. 11 Wawancara dengan Pak Mispani sebagai Keluarga Muslim rawat jalan di Rumah Sakit Islam Metro 19 September 2017.

12 Wawancara dengan Ny. Ratna sebagai keluarga pasien muslim masuk RS Metro Islam pada tanggal 19 September 2017. 13 Wawancara dengan Ny. Ilu Dewi sekeluarga Muslim rawat jalan RS Metro Islam pada 19 September 2017. Hendri sekeluarga Muslim rawat jalan RS Metro Islam pada 19 September 2017.

Pelayanan dalam Ekonomi Islam

METODE PENELITIAN

Deskripsi Data

  • Sejarah Singkat Rumah Sakit Islam Metro
  • Visi dan Misi Rumah Sakit Islam Metro
  • Struktur Organisasi Rumah Sakit Islam Metro

Rumah Sakit Islam Metro didirikan oleh sebuah yayasan yaitu Yayasan Dakwah dan Pemeliharaan Masjid Taqwa (YDPMT) yang didirikan oleh Bpk. Hai dikenal. A.Soviet. Pada tanggal 4 Oktober 1976 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Islam Metro yang berlokasi di Jl. Jend. Setelah ± 2 tahun, sejak peletakan batu pertama tepatnya pada tanggal 21 Februari 1978, kegiatan Rumah Sakit Islam Metro dimulai dengan jenjang sebagai berikut: 1.

Diresmikan oleh Gubernur Lampung Bapak Pudjono Pranyoto pada tanggal 26 Januari 1989. f.. 2. Visi dan Misi Rumah Sakit Islam Metro

Penerapan Layanan kesehatan di Rumah Sakit Islam Metro

  • Layanan Kesehatan Rumah Sakit Islam Metro
  • Persepsi Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Muslim dan

Berdasarkan hasil wawancara dengan 7 perawat di RS Metro Islamic Hospital diperoleh informasi bahwa Standar Operasional Pelayanan di RS Metro Islamic meliputi Standar Operasional Pelayanan Profesi dan aspek manajemen. Pemberian pelayanan antara pasien muslim dan pasien non muslim, baik rawat jalan maupun rawat inap, tidak membeda-bedakan, semua dilayani sesuai prosedur standar di Rumah Sakit Islam Metro, dan tidak hanya pasien muslim dan non muslim saja yang menjadi pasien status sosial yang lebih rendah, kelas menengah atau lebih tinggi, kami menawarkan layanan yang sama. Selain dari aspek pelayanan pasien baik rawat jalan maupun rawat inap, terdapat kekurangan yang belum diatasi pihak rumah sakit dari segi peralatan, selama ini masih terdapat kekurangan alat kesehatan di RS Metro Islamic.

Dalam memberikan pelayanan kepada pasien muslim dan pasien non muslim pihak rumah sakit selalu berperilaku sopan dalam melayani pasien, karena setiap pasien yang berobat membutuhkan pelayanan yang santun, alasannya adalah membutuhkan bantuan penuh, karena di zaman modern seperti sekarang ini, mereka memiliki untuk menjadi layanan semua kualitas, semua. Berdasarkan hasil wawancara dengan pasien rawat jalan diperoleh informasi bahwa pelayanan di rumah sakit pada dasarnya sangat baik, tersusun sesuai antrian, tidak ada perbedaan antara pasien kelas menengah ke atas dengan pasien kelas menengah ke bawah. , dan antara Muslim dan non-Muslim. Muslim semua diperlakukan sama. Berdasarkan hasil perbincangan dengan pasien didapatkan penjelasan bahwa UGD sangat gesit terbukti dari pertama kali pasien datang ke rumah sakit, pihak rumah sakit langsung menghampiri mobil yang sedang mengangkut pasien dengan membawa rolling berguling untuk pasien.

Namun terkait masalah alat kesehatan di RS Metro Islam belum lengkap karena terbukti pasien dirujuk ke RS lain untuk dilakukan scan kepala. Berdasarkan hasil wawancara dengan pasien rawat jalan lainnya, penulis mendapat informasi bahwa dari segi pengobatan di RS Islam Metro sudah cukup baik, namun dari apotek sepertinya kurang baik seperti perbekalan. Obat tidak lengkap, pelayanan kurang ramah dan kesan kurang baik, respon pasien kurang terampil dalam meminum obat ditulis oleh dokter. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan keluarga pasien rawat inap mengenai masalah kefarmasian diperoleh informasi bahwa pelayanan kefarmasian di RS Metro Islam dirasa kurang baik, hal ini terjadi karena pada saat keluarga pasien ingin membeli obat-obatan rumah sakit. apotek, tidak ada petugas di ruang apotek, sehingga keluarga pasien harus menunggu lama petugas masuk ambulans.

Pelayanan yang diberikan oleh petugas Rumah Sakit Islam pada bagian kasir menunjukkan sikap yang sangat ramah, hal ini dibuktikan dengan sangat sopannya cara kasir berbicara, menulis dan menjelaskan dengan detail biaya yang harus dibayar oleh pasien. Selain mewawancarai pasien yang masih dirawat di RS Metro Islam, peneliti juga mewawancarai pasien yang sudah pulang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan keluarga pasien diperoleh informasi bahwa dari pihak kasir pelayanan yang diberikan sangat baik, petugas sangat santun, menjelaskan segala detail selama pasien di Metro Islamic berobat. Rumah sakit dan keluarga pasien yang ingin menyelesaikan administrasi dengan sangat cekatan dan sangat transparan untuk keluarga pasien.

Analisis Penerapan Pelayanan Rumah Sakit Islam Metro

Berdasarkan hasil wawancara dengan 7 orang perawat di Rumah Sakit Islam Metro dan setelah melalui tahap reduksi data dapat dijelaskan bahwa pelayanan petugas medis rawat jalan dan rawat inap dalam menjalankan tugasnya berusaha memperlakukan pasien dengan sopan. cara yang ramah untuk melayani. , tersenyum bijak, menyapa dan menyapa. kepada pasien, berdoa sebelum melakukan tindakan medis, tanggung jawab dan kehandalan dalam melakukan tugas, membaca basmalah ketika pekerjaan dimulai, mengakhiri tindakan dengan mengucapkan Alhamdulillah, mengingatkan dan mengajak pasien untuk berzikir. Begitu juga dengan petugas kesehatan Rumah Sakit Islam Metro saat menjalankan tugasnya kepada pasien dari hasil wawancara dengan petugas yang mengatakan selalu berusaha untuk tersenyum agar pasien merasa nyaman dan puas dengan pelayanannya. Hal tersebut dipahami dan dilakukan oleh tenaga medis Rumah Sakit Islam Metro saat melayani pasien.

Sebagai umat beragama, salah satu perilaku yang tidak pernah ditinggalkan oleh petugas kesehatan di RS Islam Metro saat melayani pasien adalah selalu berdoa. Begitu pula ketika penulis mewawancarai petugas kesehatan, mereka mengatakan bahwa mereka selalu berdoa saat menjalankan tugas mereka. Sebagai Instansi TNI yang bertugas melayani orang sakit di Rumah Sakit Islam Metro menekankan sifat kehandalan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugasnya.

Hal ini selalu ditekankan kepada seluruh petugas pelayanan rumah sakit pada saat apel pagi saat memulai tugas pelayanan terhadap pasien. Demikian pula dengan perilaku yang sudah menjadi kebiasaan petugas pelayanan rawat inap yaitu mengucapkan Alhamdulillah setelah menyelesaikan tugasnya sebagai rasa syukur kepada Allah SWT karena telah berhasil dalam menjalankan tugasnya. Demikian pula dengan moral tenaga kesehatan instalasi rawat inap Rumah Sakit Islam Metro agar selalu membantu, mengingatkan atau membimbing pasien untuk bersabar dalam menghadapi cobaan hidup dengan memperbanyak mengingat Allah, sehingga memperoleh kekuatan dan ikhlas mengembalikan masalah kepada dirinya, dan bersabarlah.

Kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga medis terhadap pasien yang dirawat di Rumah Sakit Islam Metro sudah sesuai dengan perilaku akhlak Islami, hal ini terlihat dari respon yang berhasil dikumpulkan oleh penulis yang meliputi respon dari pasien, keluarga pasien/caregiver dan petugas kesehatan itu sendiri. yang menyatakan bahwa pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap di Rumah Sakit Islam Metro dilaksanakan dengan sabar, ramah, santun, santun dan bernuansa islami seperti salam, berjilbab, selalu berdzikir dan berdoa dalam pelaksanaan tugas dan kehandalan pelayanan pasien. yang benar-benar mengesankan Anda. Seluruh tenaga kesehatan, pasien, keluarga pasien/pengasuh berpendapat perlu diterapkannya nilai-nilai moral Islam dalam kegiatan pelayanan kesehatan bagi pasien rawat jalan dan rawat inap di RS Metro Islam. Kegiatan pembinaan spritual Islam menjadi efektif dan aktif di Rumah Sakit Islam Metro mengingat sebagian besar karyawan dan pasien rumah sakit adalah Muslim dan Muslim.

PENUTUP

Saran

Tenaga kesehatan harus menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan melalui pelayanan yang bermartabat dan berakhlak islami, sehingga pasien dengan pelayanan tersebut merasa nyaman, tenang dan cepat sembuh karena mendapat dukungan dan motivasi dari tenaga kesehatan yang berakhlak islami. Petugas pelayanan untuk menjaga dan meningkatkan motivasi dalam melakukan pelayanan akhlak islami bagi pasien dan keluarga. Yang terpenting, melakukan ibadah secara Islami akan mempererat silaturrahmi dan meningkatkan dakwah Islam.

Serta sarana ibadah bagi tenaga kesehatan, pasien dan keluarga yang menunggu pasien diutus. Sehingga dengan melaksanakan tugas pengabdian sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada unit sekaligus memiliki nilai ibadah kepada Allah SWT untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, negara dan agama. Kemudian melanjutkan ke SMP di SLTP Kartikatama Metro yang selesai pada tahun 2010.

Pada tahun 2013, peneliti melanjutkan pendidikan sarjana (S1) di STAIN Jurai Siwo Metro sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Agama Islam Nasional Jurusan Syariah, mengikuti jalur seleksi mandiri (SM) dan akan selesai di IAIN Metrolampung. Ismanto Kuat, Manajemen Syari'ah: Implementasi TQM di Lembaga Keuangan Syari'ah, Yogyakarta: Pustaka Mahasiswa, 2009. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Ed. Revisi, Bandung: Pemuda Rosdakarya, 2009 Muhammad, Ekonomi Mikro dalam Perspektif Islam, Yogyakarta : BPFE, 2005.

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari itu, kepala puskesmas akan berperan penting disini karena kepala puskesmas harus bisa memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan dan menciptakan