• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF SKRIPSI - metrouniv.ac.id

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF SKRIPSI - metrouniv.ac.id"

Copied!
155
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Posisi penelitian ini adalah membandingkan hasil pola interaksi guru-siswa di berbagai lokasi penelitian. Penelitian ini mengkaji tentang pola interaksi guru-siswa dalam pembelajaran PAI di kelas XI MA Muallimin Univa Medan. Sementara itu, fokus penelitian Aulia Syarah pada pola interaksi guru-siswa dalam pembelajaran PAI.

10Aulia Syarah Lubis, “Pola Interaksi Guru-Siswa dalam Pembelajaran PAI di Kelas XI MA Muallimin Univa Medan.”.

LANDASAN TEORI

Pengertian Upaya Guru

Jadi tugas seorang guru bukan hanya sekedar memberikan ilmu tetapi juga “mendidik” seseorang menjadi warga negara yang baik. Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa upaya guru adalah upaya guru dalam memecahkan masalah yang dihadapi selama proses pembelajaran. Pada saat guru memasuki kelas, upaya yang dilakukan guru adalah melakukan empat langkah dalam proses belajar mengajar, antara lain: 1) persiapan (preparation), 2) presentasi (presentation), 3) pelaksanaan (application), 4) pemeriksaan/evaluasi (pemeriksaan). ).

Pada tahap persiapan, guru terlebih dahulu menentukan pola interaksi atau metode pengajaran yang akan digunakannya guna menciptakan kondisi belajar yang baik.

Menciptakan Suasana Interaksi Pembelajaran yang

Persaingan yang dapat merangsang, tetapi tidak menimbulkan, motivasi untuk belajar. pertengkaran, permusuhan atau perpecahan antar siswa di kelas.8. Suasana belajar mengajar tidak efektif jika pola komunikasinya searah, yaitu dari guru ke siswa. Selain metode ini, ada banyak cara untuk mendorong keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

Membangkitkan minat dan perhatian siswa terhadap pembelajaran merupakan salah satu upaya guru untuk menciptakan lingkungan belajar mengajar yang efektif.

Terampil Memainkan Peran

Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang meliputi tanggung jawab, kemandirian dan kedisiplinan. Sesuai dengan kewenangannya, guru harus memiliki kelebihan dalam mewujudkan nilai-nilai spiritual, emosional, moral, sosial dan intelektual dalam dirinya. Sebagai pemandu, guru harus merumuskan tujuan dengan jelas, menentukan waktu tempuh, menentukan rute yang akan ditempuh, menggunakan pemandu wisata dan menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.

Guru harus berperan sebagai pelatih yang tugasnya melatih siswa dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensinya masing-masing.

Keterampilan Mengelola Kelas

Apapun teknik yang dipilih, penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. 23 Selain menilai hasil belajar siswa, guru juga harus menilai dirinya sendiri, baik sebagai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pembelajaran. Guru harus selalu kreatif dan inovatif dalam penggunaan media dan metode pembelajaran. hal tersebut akan membuat siswa lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran dan tidak merasa bosan selama proses pembelajaran. Pada dasarnya dalam pengajaran dan pendidikan, guru hendaknya menekankan hal-hal yang positif dan menghindari memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif.

Untuk itu guru harus mendorong siswa untuk melatih disiplin diri, dan guru harus menjadi contoh atau contoh pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab.

Pola Interaksi Pembelajaran

  • Pengertian Pola Interaksi
  • Ciri-Ciri Pola Interaksi

Ada tiga pola interaksi antara guru dan siswa dalam proses interaksi edukatif, yaitu interaksi sebagai tindakan dan interaksi sebagai transaksi. Dalam proses pembelajaran, pola interaksi merupakan tindakan yang dilakukan guru terhadap siswa dan terjadinya hubungan dua arah antara guru dan siswa pada saat pembelajaran berlangsung untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ada tiga pola interaksi antara guru dan siswa dalam proses interaksi edukatif, yaitu interaksi sebagai tindakan dan interaksi sebagai transaksi.

Pola interaksi terbagi menjadi tiga, yaitu interaksi satu arah, interaksi dua arah dan interaksi multi arah. Dalam pola interaksi antara guru dan murid ini dapat diibaratkan seorang guru yang mengajar muridnya untuk memberi makan muridnya saja. Pola interaksi satu arah dalam mengajarkan prinsip-prinsip moral ini dapat digunakan untuk materi-materi tertentu.

Teknik mengajar dengan pola interaksi dua arah memerlukan upaya guru untuk menjangkau alternatif-alternatif. Pola interaksi dalam pembelajaran di sini adalah hubungan timbal balik antara guru dan siswa selama proses pembelajaran di kelas. Dengan penerapan pola interaksi pembelajaran yang tepat baik satu arah, dua arah maupun multi arah diharapkan dapat meningkatkan keyakinan moral siswa.

Untuk itu penerapan pola interaksi dalam pembelajaran Aqidah Akhlak yang tepat dan sesuai bagi siswa baik di dalam maupun di luar kelas akan menciptakan pembelajaran akhlak dan pribadi dalam diri siswa. Maksud dari pola interaksi pembelajaran terhadap keyakinan moral siswa adalah apabila penerapan pola interaksi dalam proses belajar mengajar sesuai dengan materi pembelajaran yang sesuai dengan ajaran keyakinan moral, maka siswa dapat mengamalkan akhlak yang baik dan menjauhi moral. akhlak yang buruk, sehingga diharapkan siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. .

Gambar 2.1.3 Pola Interaksi Tiga Arah 50
Gambar 2.1.3 Pola Interaksi Tiga Arah 50

METODE PENELITIAN

Sumber Data

Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan memilih subjek penelitian yang dianggap mengetahui informasi dan permasalahan secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang kokoh. Sumber primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh penulis (atau pejabatnya) dari sumber pertama.

Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama baik dari perseorangan atau perseorangan, seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang dilakukan oleh peneliti. Data primer atau data utama dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara dengan guru VII. kelas MTs Muhammadiyah Metro. Sumber data sekunder adalah literatur yang ditulis dan diterbitkan oleh seorang peneliti yang tidak secara langsung mengamati atau berpartisipasi dalam fakta-fakta yang dideskripsikan.

Sumber sekunder ini digunakan peneliti sebagai bahan referensi tambahan untuk memperkaya isi penelitian dan sebagai bahan pelengkap dalam penyusunan penelitian ini. Sumber pendukung penelitian ini diambil dari siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Metro dan bahan referensi yang berkaitan dengan bahan penelitian.

Teknik Pengumpulan Data

Proses wawancara ini dilakukan oleh peneliti dengan melakukan survey terhadap guru-guru topik akidah akhlak dan siswa kelas VII. kelas metro MTs Muhammadiyah. Wawancara dilakukan dengan sumber data primer yaitu Akidah Akhlak guru kelas VII MTs Muhammadiyah Metro dan sumber data sekunder siswa kelas VII. Data yang diharapkan dari wawancara mendalam adalah: data tentang pola interaksi yang dilakukan oleh guru dalam mengajarkan prinsip-prinsip moral.

Penulis menggunakan metode dokumentasi untuk mencari data profil sekolah MTs Muhammadiyah Metro, data guru dan siswa, serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Menggunakan teori lain untuk mengkaji data yang bertujuan untuk membandingkan sumber data yang sama dari pengamatan dan wawancara, dan membandingkan apa yang dikatakan guru di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, dan menggunakan peneliti atau pengamat lain untuk mengklarifikasi dalam pengumpulan data. Segitiga sumber yang dimaksud penulis adalah sumber primer yaitu guru kelas VII MTs Muhammadiyah Metro, dan sumber sekunder yaitu siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Metro. Teknik triangulasi untuk menguji reliabilitas data dilakukan dengan cara pengecekan data pada sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.

Apabila kedua teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, maka penulis melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang bersangkutan.

Teknik Analisis Data

Bentuk pertunjukannya adalah mewawancarai para guru akhlak aqidah tentang bagaimana pola interaksi dapat diterapkan dalam pembelajaran. Dalam menerapkan pola interaksi pembelajaran pada mata pelajaran akhlak akidah, terdapat beberapa prosedur dan langkah yang dilakukan oleh guru. Ms Muniroh mengatakan: "Pola interaksi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Syahadat Akhlak sangat bervariasi.

Ibu Muniroh mengatakan, landasannya adalah tujuan penggunaan pola interaksi pembelajaran mata kuliah Aqidah Akhlak adalah untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami materi yang diajarkan. Intinya, ketika menggunakan pola interaksi belajar, apapun bisa benar tergantung dari pokok bahasan yang diajarkan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi penggunaan pola interaksi pembelajaran.

Setiap kendala atau hambatan dalam penggunaan pola interaksi belajar diupayakan untuk mencegah terjadinya hambatan tersebut. Upaya seorang guru dalam menggunakan pola interaksi belajar yang digunakan dalam mengajarkan prinsip-prinsip moral sangat bervariasi. Sehingga guru mata pelajaran lain juga dapat menggunakan pola interaksi pembelajaran yang berbeda.

Peneliti Apa tujuan yang ingin dicapai dalam menerapkan pola interaksi yang benar bagi siswa dalam pembelajaran akhlak di MTs Muhammadiyah Metro. Peneliti Bagaimana minat dan tanggapan masing-masing siswa terhadap pola interaksi dalam pembelajaran kaidah moral di MTs Muhammadiyah Metro. Peneliti Apakah ada faktor pendukung pola interaksi pembelajaran dengan siswa saat pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Muhammadiyah Metro.

Ketika menggunakan pola interaksi pembelajaran, ada cara untuk melampauinya dan biasanya setiap guru berbeda. Peneliti Ali setiap proses belajar mengajar aqidah akhlak guru menggunakan banyak pola interaksi belajar. Peneliti Apakah guru dalam proses belajar mengajar sudah menggunakan pola interaksi belajar yang tepat saat menyampaikan materi pembelajaran.

Gambar 4.1  Denah Lokasi
Gambar 4.1 Denah Lokasi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Hasil Penelitian dan Pembahasan

PENUTUP

Saran

Diharapkan pihak sekolah memperhatikan alat bantu penunjang pembelajaran dan meningkatkan pelatihan guru melalui workshop atau pelatihan pengetahuan tentang pola interaksi mengajar dan metode pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa untuk belajar. Karena berdasarkan hasil penelitian pembelajaran, dengan menggunakan pola interaksi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan materi yang akan diajarkan tampaknya lebih efektif dan lebih cepat diterima oleh siswa. Diharapkan guru mampu menyesuaikan atau memilih pola interaksi yang sesuai dengan materi pembelajaran.

Dengan pola interaksi yang sesuai, siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran dan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Namun, biasanya saya menerapkan pola interaksi belajar ini untuk mengadaptasi materi yang akan diajarkan di kelas VII sesuai dengan pedoman dan buku teks tentang prinsip-prinsip moral yang digunakan oleh sekolah. Pola interaksi pembelajaran yang sering digunakan adalah multi arah, karena multi arah dapat menimbulkan pembelajaran aktif dan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang diajarkan semakin meningkat.

Menurut saya tujuan dalam menggunakan pola interaksi belajar yang baik adalah untuk memudahkan siswa dalam memahami materi yang diajarkan; Dengan menggunakan pola interaksi belajar, masyarakat dapat memahami dan mengubah perilaku yang baik. Responnya bervariasi, namun selama pembelajaran berlangsung siswa antusias dan tanggap terhadap pola interaksi pembelajaran. Setiap pola interaksi pembelajaran memiliki hambatan yang dapat menyebabkan pola interaksi pembelajaran tersebut tidak dapat dilaksanakan secara optimal.

Yang lebih penting adalah penguasaan materi pembelajaran dan kemampuan menempatkan pola interaksi yang tepat dalam materi pembelajaran. Peneliti Apakah proses pembelajaran guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan pola interaksi belajar yang digunakan guru sudah dipahami dengan baik? Peneliti Apakah ada hambatan ketika guru menggunakan pola interaksi belajar saat memulai proses belajar mengajar.

Informan Mahasiswa “Untuk penerapan pola interaksi biasanya Bu Muniroh menjelaskan materi kemudian memberikan tugas.”

Gambar

Gambar 2.1.3 Pola Interaksi Tiga Arah 50
Gambar 2.1.4 Pola Interaksi Multi Arah 55
Gambar 2.1.5 Pola Interaksi Melingkar (Segala Arah) 58
Gambar 4.1  Denah Lokasi

Referensi

Dokumen terkait

Effect of substrate molar ratio on the incorporation of myristic acid into egg-yolk PC and isolated yield of modified PC in acidolysis and interesterification (reaction